NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Mobil Felicia melaju membelah malam. Lampu-lampu jalan berpendar seperti garis-garis cahaya yang ikut bergetar bersama pikirannya. Ucapan Cintia terus terngiang, menusuk keyakinan yang tadi ia bangun dengan susah payah.

Arion masih mencintainya… benarkah?

Felicia menggeleng pelan, seolah ingin menepis bayangan itu. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu memfokuskan diri pada satu tujuan, rumah Aluna.

Di rumah Aluna.

Bel pintu terdengar. Aluna yang sedang bersama Daniel berdiri hendak menuju pintu. Namun, Daniel menyuruhnya untuk duduk.

"Biar aku saja, Sayang.

Daniel mulai membuka pintu itu untuk melihat siapa yang datang.

"Felicia?"

"Ya, ini Aku, Tuan sepupu. Apa istrimu ada?" tanya Felicia tersenyum manis.

"Baru saja kami membicarakan mu dan sekarang Kau datang. Apa Kau seorang cenayang, Fel?" tanya Daniel heran.

Felicia terkekeh geli. Bisa-bisanya sepupunya itu menganggapnya seperti itu.

"Masuklah dan ceritakan semuanya pada kami." Daniel mempersilahkan. Felicia mengangguk dan langsung mengikuti Daniel.

"Lihatlah siapa yang datang, Sayang!" seru Daniel ketika memasuki taman belakang. Aluna menoleh dan terkejut melihat Felicia berdiri di belakang Daniel.

"Hai, Luna." Felicia melambaikan tangannya dan tersenyum manis.

"Fel, Kau kemana saja?" Aluna berdiri berjalan menuju Felicia dan mengajaknya duduk.

"Maafkan Aku, Luna. Aku sedang melalui proses panjang untuk sebuah pertahanan. Jadi Aku tak sempat memberitahumu," ucap Felicia membuat semua orang bingung.

"Tapi kami tahu jika Kau sudah menikah. Dan itu dengan Arion, kan? Kau tega tak mengundang kami!" Aluna mengerucutkan bibirnya.

Felicia hanya tersenyum nyengir menanggapi. "Maafkan Aku. Pernikahanku sangat mendadak dan tidak banyak tamu yang hadir. Hanya beberapa saja, karena waktu itu Aku tak dapat melakukan hal apapun." Felicia bercerita sendu.

Sejujurnya Felicia sendiri ingin sebuah pernikahan yang megah dan di hadiri dengan semua orang yang ia kenal di sana. Namun rupanya itu hanya angannya saja.

"Kau tenang saja, Aku sudah tahu karena Daniel sudah bercerita. Lalu bagaimana sekarang dengan hubungan kalian? Sepertinya Kau dan Arion sudah melalui malam pertama ya?" Goda Aluna yang pandangannya mengarah pada leher Felicia.

Sontak saja Felicia langsung paham. Dia menarik rambutnya ke depan untuk menutupinya.

Namun, sayangnya semuanya telah mengetahuinya dan kini mereka terkekeh kecil. Sementara Felicia merasa sangat malu saat ini. Dia lupa dengan stempel di lehernya itu.

"Jangan berpikir macam-macam. Justru Aku datang kemari karena Aku ingin berguru denganmu suhu yang telah menaklukkan suami," tutur Felicia melirik sepupunya.

Aluna dan Daniel saling menatap. Lalu Aluna segera menarik Felicia menjauh dari Daniel.

"Sayang... Kau mau kemana?!" tanya Daniel.

"Ini bukan urusanmu, Suamiku. Sebaiknya kau lanjutkan saja memanggang semua sosis dan dagingnya. Kami ada urusan!" seru Aluna.

Daniel hanya mengedikkan bahunya dan kembali melanjutkan perintah istrinya.

---

"Sekarang ceritakan padaku! Apa Arion termasuk suami bodoh seperti Daniel?" tanya Aluna.

Felicia bingung harus memulainya dari mana.

"Aku tidak tahu. Sepertinya Arion termasuk dalam kategori itu," jawab Felicia ambigu.

"Kalau begitu, ceritakan seluruh kronologinya!" titah Aluna.

Felicia seolah menjadi seorang terdakwa dalam kasus rumah tangganya. Dia ingin tertawa, tapi tak enak hati pada wanita hamil di depannya.

Felicia akhirnya menceritakan seluruhnya tanpa ada yang di tutup-tutupi.

"Jadi begitulah ceritanya," ucap Felicia setelah selesai menceritakan.

"Jadi ternyata Arion memiliki masa lalu dengan kakak iparnya? Kenapa Aku tidak pernah tahu?" Aluna tampak sedang mengingat-ingat masa kuliahnya dulu.

"Itu karena Arion begitu pandai menutupi masa lalunya, Luna. Aku saja baru tahu siang ini." Felicia menghembuskan napas gusar mengingat Chintia yang terus mendekati suaminya.

"Kalau begitu aku akan mendukungmu, Fel. Kita istri harus membasmi virus pelakor yang bersemayam di sekitar suami kita!" Aluna berkata dengan menggebu-gebu. Dia ikut geram mendengar cerita dari Felicia.

Wajah Felicia menjadi murung. "Tapi bagaimana jika Arion memang masih mencintainya? Saat ini Chintia sendiri, dan tidak menutup kemungkinan jika Arion ingin kembali padanya." Felicia menyangga kepalanya dengan kedua tangannya. Bibirnya mengerucut memikirkan rumitnya jatuh cinta.

"Felicia. Kau tenang saja. Aku akan selalu membantumu. Langkah awal yang harus kau ambil adalah membuat Arion jatuh cinta padamu terlebih dahulu. Dan Aku punya beberapa cara ampuh yang akan membantumu." Aluna mengerlingkan matanya.

---

Arion kini telah sampai di rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, pria itu mulai memasuki rumah.

Namun ada yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya Felicia selalu menyambut kepulangannya, kini istrinya itu malah tak terlihat sama sekali.

Seperti ada yang aneh dalam dirinya ketika tak melihat Felicia. Namun Arion segera menepis anggapan dalam dirinya sendiri. Pria itu melangkah memasuki kamarnya dan mulai membersihkan dirinya. Arion pikir mungkin saja Felicia tertidur di kamarnya.

Setelah 30 menit berlalu, Arion pun telah selesai dan bersiap keluar dari kamarnya. Pria itu mengerutkan keningnya melewati kamar Felicia masih tertutup.

Felicia jarang menutup rapat pintu kamarnya. Arion sering mendengar istrinya itu bersenandung riang di dalam sana.

Hingga ponsel Arion pun berdering membuyarkan lamunannya. Nama Aluna tertera pada ponselnya. Arion mengerutkan keningnya lalu kemudian mengangkat panggilan itu.

"Datanglah ke rumahku, Arion! Felicia sedang mabuk. Jemput lah istrimu!" Pernyataan Aluna membuat Arion terbelalak.

Arion segera mematikan sambungan teleponnya dan bergegas menuju mobil untuk menjemput sang istri.

---

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!