Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Bug satu tonjokan mendarat dengan sempurna di wajahnya membuat Alex yang belum siap kaget melihat Angga tiba-tiba menghajar dirinya diparkiran kantor, sejujurnya Alex merasa dirinya terlalu berlebihan dan terlalu jauh ikut campur dalam urusan rumah tangga Citra dan Angga tapi Alex punya hak untuk ambil fasilitas kantor yang di pakai Angga, karena dirinya tahu Angga memiliki mobil karena jabatannya sebagai bendahara bukan karena suami Citra yang punya hak memiliki mobil.
"Jabatan anda sudah bukan manajer keuangan lagi, jadi fasilitas kantor tolong dikembalikan ke saya." ucap Alex berusaha tenang tidak ingin terlihat marah karena dihajar Angga barusan.
"Apaan yang fasilitas kantor, mobil ini punya saya pribadi yang dikasih mertua untuk saya sebagai suami Citra, anda semakin keterlaluan bicaranya dan seolah-olah merendahkan saya seperti ini, saya masih suami Citra masih punya hak pakai mobil ini walaupun jabatan saya diturunkan seperti ini mengerti kamu, enak saja mau ambil mobil saya sedangkan istri saya saja tidak bicara apapun, kamu harus tahu batasan dimana kamu boleh bicara dan bertindak dan dimana kamu harus diam mengerti!" bentak Angga tidak terima, Alex sudah keterlaluan karena dirinya sudah turun jabatan jadi seenaknya seperti ini.
"Saya cuman menjalankan peraturan yang ada, sepengetahuan saya mobil itu dari kantor jadi saya punya hak untuk kembalikan ke kantor sesuai jabatan saja, sampai saat ini Bu Citra tidak ada kabar itu artinya wewenang di kantor ini ada di saya sebagai orang kepercayaan Bu Citra yang punya kewajiban menegur karyawan yang pakai fasilitas kantor yang bukan jabatannya lagi." lanjut Alex sedikit sombong, biar lah dirinya dianggap sombong dan banyak gaya, toh kenyataannya memang dirinya diberikan wewenang lebih sama Citra sesuai jabatannya.
Bug satu tonjokan mendarat kembali ke wajahnya membuat Angga semakin emosi mendengar ucapan Alex, membuat suami Citra semakin kepancing emosi dan tidak terima sama ucapan Alex yang semakin keterlaluan.
Senyum sinis melihat Alex marah, biar lah kali ini membiarkan Angga memukul dirinya lagi anggap saja membiarkan Angga meluapkan kekesalannya karena sudah kehilangan jabatan dan seharusnya kehilangan mobil.
**
Memikirkan bujukan kedua kakak nya untuk kembali dan tetep melanjutkan rencananya kerjain Angga sebelum resmi bercerai.
"Jangan takut laki-laki itu mencelakai kamu, kita sudah siapkan Bodyguard untuk melindungi kamu selama kita tidak ada disini." ucap Bagas tidak akan tenang pergi, sebelum memastikan kondisi adiknya aman.
"Betul tenang saja, lagian laki-laki itu pantas dikerjain sampai tidak memiliki apapun karena dia tidak pantas mendapatkan apapun dari kamu lagi." ucap Ilham santai, sudah siapkan enam bodyguard untuk menjaga adiknya dan ikut kemana pun Citra pergi.
"Baik lah mungkin sudah saatnya saya kembali, mau kerjain secara langsung suami seperti Angga, tidak ingin terlalu lama menyandang status istrinya Angga laki-laki kere banyak mau dan banyak gaya tapi tidak memiliki apapun." ucap Citra setuju sama keinginan kedua kakaknya yang ingin dirinya kembali, walaupun berat harus ketemu Angga dan terima kenyataan pahit tapi harus dihadapi supaya cepat selesai, dari pada sembunyi justru semakin lama membiarkan Angga seenaknya dan membohongi dirinya terus menerus.
**
Berusaha menahan tetangga rumah untuk tidak semakin keterlaluan, belum bisa menunjukan buku nikah saja Bu RT sudah seenaknya minta beberapa tetangga untuk usir dirinya dari rumah kontrakan yang selama ini ditempatkan nya bersama Angga.
"Tolong jangan keterlaluan Ibu-ibu, suami saya lagi kerja dan saya lupa simpan buku nikah dimana tolong kasih saya waktu untuk menemukan buku nikah, cuman karena status pernikahan saja kalian seperti ini keterlaluan sekali! " bentak Winda geram dengan sikap tetangganya yang berlebihan.
"Simpan buku nikah kok lupa, itu penting loh untuk kebutuhan anak sekolah nanti, oke tunjukkan akte kelahiran anak kamu jika kalian nikah resmi pasti sudah punya akte kelahiran anak karena itu syarat utama loh untuk identitas anak kita saat lahir? " tanya Bu Susi sengaja.
"Betul jika buku nikah lupa simpan, baik lah sekarang tunjukkan akte lahir anak tidak mungkin kan lupa simpan juga, istri sah tidak akan ceroboh simpan surat-surat penting seperti buku nikah dan akte kelahiran anak." ucap Bu RT sengaja.
"Saya belum buat akte lahir anak saya, sudah lah sana kalian pergi urus suami dan anak kalian dari pada ikut campur sama urusan pribadi saya! " bentak Winda semakin kesal, bisa-bisanya Bu Susi minta tunjukkan akte lahir anaknya, sedangkan sampai sekarang Angga tidak pernah urus soal itu jadi mana punya akte lahir anaknya sampai sekarang.
Mengepalkan kedua tangannya geram melihat Ibu-ibu didepannya ketawa meremehkan dirinya, karena tidak bisa menunjukkan akte kelahiran anaknya membuat tetangganya semakin yakin dengan ucapan orang yang kasih tahu status pernikahannya Winda dan Angga, justru jadi takut jika Bapak-bapak komplek suatu saat digoda sama Winda juga, membuat Ibu-ibu ingin segera usir Winda dari komplek perumahan.