NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12

Ibnu masih belum diperbolehkan untuk pulang, Alisha dan Dhevi bergantian menjaga Ibnu, jika Dhevi keluar untuk mencari makan, maka Alisha setia bersama sang ayah bersama dengan Albiru. Alisha menyelimuti ayahnya yang sudah tertidur setelah meminum obat, dia duduk di sofa sembari memainkan ponselnya yang sedari tadi dia abaikan.

Sementara Albiru keluar untuk bertemu dengan Aksa yang ditugaskan menjaga Dhevi dan Ibnu. Mereka berbincang di sebuah kafe dan memastikan kalau tidak ada siapapun yang bisa mendengar perbincangan ini. Aksa menunjukkan pada Albi siapa saja anggota Naya yang disuruh untuk memantau Alisha dan Albi bisa mengetahui dari gerak-gerik mereka yang sangat mencurigakan, serta begitu awas di dekat rumah sakit.

“Aku sangat yakin kalau Naya sudah mengetahui kalau anda bersama dengan Alisha, Bos. Ada baiknya Alisha dan kedua orang tuanya dilindungi oleh anda secara langsung agar tidak ada drama penculikan untuk kedua kalinya,” kata Aksa memberikan saran pada Albiru.

“Aku sudah memikirkan hal itu sejak awal, Aksa. Aku akan membawa Alisha dan orang tuanya ke Jakarta. Di sana aku bisa memantau dengan baik dan Naya akan aku urus sendiri. Yang terpenting sekarang, kau lindungi mereka sampai ayah Alisha sembuh.” Aksa mengangguk.

“Lalu Naya? Dia pasti sedang merencanakan hal agar anda dan Alisha kembali berpisah.”

“Aku sudah memperkirakannya, kau tenang saja.”

Setelah perbincangan ringan itu, Albi kembali ke ruang rawat Ibnu dan mendapati Alisha sedang melakukan panggilan suara dengan seseorang, jelas wajah Alisha begitu tegang dan tangannya gemetar. Albi menggenggam tangan itu hingga Alisha tersentak kaget karena gerakan Albi yang tiba-tiba.

“Siapa?” tanya Albi tanpa suara pada Alisha.

“Naya.” Alisha menjawab tanpa suara juga, hanya gerakan bibir yang mereka lakukan tapi mereka paham.

Albi meminta agar Alisha me-loudspeaker panggilan tersebut dan dipatuhi oleh perempuan itu.

“Aku tidak mendekati Albiru, sama sekali tidak. Kami bertemu secara tidak sengaja, Nay.”

“Bohong, kau itu sudah tidak punya harga diri ya. Ingat ya, Alisha. Aku membebaskanmu bukan karena aku berbaik hati, kebebasanmu hanya bersifat sementara dan kalau suamiku berpaling padamu, bukan hanya jari ayahmu yang hilang, tapi juga tangannya.” Albiru mengepalkan tangan mendengar perkataan Naya yang memberikan ancaman pada Alisha. Ingin sekali dia meluapkan amarah tapi Alisha menahan agar Albi tidak meledak.

“Aku paham, kau tidak perlu mengingatkan aku setiap saat,” balas Alisha dengan tenang. Lalu panggilan itu berakhir, Naya memutuskan secara sepihak.

“Apa kamu merekam panggilan itu?” tanya Albi yang dibalas anggukan oleh Alisha.

“Aku butuh bukti untuk membalas semua perbuatannya padaku, Bi. Maaf kalau aku harus balas dendam terhadap istrimu.” Albi mengusap lembut kepala Alisha dan mengecup keningnya.

“Aku akan membantu kamu dalam balas dendam ini, Sha. Aku akan selalu ada bersamamu.”

“Kita dipantau oleh mereka, Bi. Kamu akan dalam masalah nanti, dia sudah tau kalau kamu bertemu denganku, lihat! Dia mengirimkan foto ini padaku.” Alisha memperlihatkan foto yang Naya kirimkan padanya. Albiru tersenyum saat foto dia memasuki rumah sakit dengan Alisha berhasil diketahui oleh Naya.

“Aku memiliki rencana bagus dan itu menguntungkan kita berdua.” Alisha mengerutkan keningnya setelah Albiru mengatakan hal tersebut.

“Rencana?”

“Biar aku yang atur, kamu tenang saja. Oke.” Alisha mengangguk dan kembali duduk di sofa. “Bunda aku, Bi. Bunda lagi di luar, nanti mereka malah culik bunda.” Alisha langsung panik saat ingat Dhevi yang masih di luar.

“Tenang, bunda sedang dijaga oleh Aksa. Orang-orangku banyak di sini dan tidak ada yang akan menyentuh keluarga kamu.” Alisha bernafas lega setelah mendengar jawaban Albi.

Seharian Albiru di rumah sakit, dia menghabiskan waktu dengan berbincang, bercerita, dan tertawa bersama Alisha dan orang tuanya. Hal yang sudah biasa mereka lakukan saat Albi masih bersama dengan Alisha dulu. Albiru melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 6 sore dan saatnya dia akan pulang.

“Sudah sore, Bun, Yah. Kami balik ke apartemen dulu, besok kami datang lagi,” pamit Albi pada Ibnu dan Dhevi.

“Iya, Bi. Makasih banyak ya sudah menjaga kami di sini,” ucap Ibnu.

“Sama-sama Yah. Cepat sembuh ya, biar Alisha gak sedih lagi, jelek sekali anak Ayah kalau lagi nangis,” ledek Albiru yang mendapat cubitan kecil di pinggangnya oleh Alisha.

Mereka semua kembali tertawa. “Ayo, Sha. Kita pulang.” Alisha menganga saat Albiru mengajaknya pulang bersama.

“Pulang? Pulang ke mana? Kan rumah aku sama apartemen kamu beda arah.”

“Ya kita pulang ke apartemen aku, ke mana lagi?”

“Albi, aku mau pulang ke rumah aku sendiri karena besok harus masuk kerja. Bunda yang tidur di sini buat jagain ayah, ngapain aku ke apartemen kamu? Aku bukan istri kamu,” jawab Alisha yang menolak dibawa oleh Albi ke apartemen.

“Pulang ke rumah kamu dan sendirian di sana bukan hal yang bagus, Sha. Mereka bisa saja datengin kamu dan mengancam kamu lagi, mending sama aku sampai ayah sembuh.” Albi memberikan penawaran.

“Albiru benar, Nak. Gak aman kalau kamu seorang diri di rumah. Ayah gak tenang.” Ibnu membenarkan dan Dhevi juga ikut mendukung rencana Albiru. “Kamu mending menginap di apartemen Albi saja dulu, Sha. Kalau di sini kami berdua aman kok, tinggal kamu aja.”

“Apa boleh aku menginap di tempat suami orang? Ntar aku dikira pelakor lagi, Bun.” Ibnu, Dhevi, dan Albiru tertawa ringan mendengar ujaran polos Alisha.

“Tidak ada yang mengatakan kamu pelakor, lagian sebentar lagi kita akan menikah.” Alisha melotot dengan mulut terbuka pada Albiru.

“Maksud kamu?”

“Sudah sudah, jam besuk sudah mau habis, sana pulang.” Ibnu memotong pembicaraan itu dan membiarkan Alisha pergi bersama Albiru. Sangat percaya dia pada pria itu untuk menjaga buah hati kesayangannya.

Sesampainya di apartemen, Albiru membuka pintu dengan semangat dengan Alisha yang terus berada di sampingnya. Mereka menenteng beberapa belanjaan untuk memasak makan malam nanti dan juga satu tas di tangan Albiru yang berisi pakaian ganti Alisha. Sebelum ke apartemen, mereka ke rumah Alisha dulu.

“Malam Mas Albi,” sapa Naya dengan ceria pada suaminya, senyum ceria itu seketika memudar perlahan saat melihat Alisha ada di belakang Albiru. Sontak Albi menoleh ke belakang seakan memberi isyarat pada Alisha untuk berpura-pura tidak pernah mengatakan apapun padanya.

“Mas, kok Alisha ada di sini?” tanya Naya sedikit menyelidik. Albiru berpura-pura tak mengetahui perbuatan Naya pada Alisha, dia bersikap seperti biasa pada Naya untuk melancarkan rencananya.

“Aku yang ingin dia ke sini, Nay. Kasian, kedua orang tuanya ada di rumah sakit dan kalau di rumah sendiri dia tidak aman. Takut kalau nanti ada rampok atau apa, ya kan.” Albiru mengeluarkan alasannya dan jelas Naya tidak percaya begitu saja.

“Tapi ini apartemen kamu, Mas. Tidak baik kalau dia menginap sama kamu kan? Kamu gak mikirin perasaan aku?” Mata Naya mulai berembun, dia begitu cemburu melihat Alisha bersama dengan Albiru secara langsung seperti ini.

Alisha tersenyum saat Naya menitikkan air mata, itu terlihat sangat lemah di matanya. Terlintas oleh Alisha untuk membalas Naya dengan caranya sendiri, setidaknya untuk membuat Naya jera dan menunjukkan siapa yang lebih dominan bagi Albiru.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!