NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIBA DI PUSKESMAS

Kakek Darma tiba bersama Kepala Desa tak lama setelah Vina pergi. Kakek Darma langsung membawa Kepala Desa masuk kedalam rumah.

Saat itu Jaka sedang mengelus rambut putrinya yang tertidur setelah lelah menangis. Begitu Kakek Darma dan Kepala Desa masuk kedalam rumah, Jaka menyambutnya dengan hangat.

"Selamat siang Paman. "

"Siang. Bagaimana kabarmu? " tanya Kepala Desa sambil berjalan menghampirinya. Ini merupakan kali ke tiga Kepala Desa datang ke rumahnya.

"Seperti yang Paman. Silakan duduk Paman, maaf rumahnya berantakan. "

"Santai saja. Pak Budi tidak ada di rumah? "

"Beliau masih di ladang."

"Oh.... kalau begitu ada keperluan apa sampai Paman Darma bersikeras membawaku kemari? " tanya Kepala Desa sambil melirik Kakek Darma yang kini duduk diambang pintu. Beliau masih ingin menghabiskan sisa rokok di tangannya sebelum masuk ke dalam.

"Maaf.. sudah merepotkan Paman untuk datang kemari, " kata Jaka dengan tulus. Kemudian ia menceritakan tentang pembelian yang dialami oleh Bian dan juga Adin.

"Maaf jika Kami harus merepotkan Paman. Tapi Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Paman tahu sendiri kondisiku. Dengan kondisi seperti ini Saya tidak bisa melindungi mereka. Sekarang entah bagaimana kondisi Bian, karena saat berangkat tadi anaknya masih pingsan."

Kepala Desa mendengar penuturan Jaka dengan saksama. Ia juga menatap Adin yang tertidur di gendongan Jaka dengan kasihan.

Awalnya Kepala Desa berniat pergi ke rumah saudaranya. Tapi ditengah perjalanan, Kakek Darma memaksanya untuk datang ke rumah Jaka. Namun Kakek Darma tidak memberitahu apa tujuannya. Sekarang semuanya menjadi jelas.

"Baiklah... nanti akan Saya bicarakan dengan keluarganya. Sekarang lebih baik Kita bawa anak kecil ini berobat. Sebelum puskesmasnya tutup."

"Saya yang akan pergi. Sekarang Kamu bisa melanjutkan urusanmu. Maaf jika tadi Aku memaksamu datang kesini, " kata Kakek Darma yang sedari tadi diam mendengar pembicaraan mereka. Beliau juga sudah masuk dan duduk di kursi lainnya yang tadi masih kosong.

Mendengar ucapan Kakek Darma, kepala Desa tersenyum canggung. Kemudian beliau berpamitan karena masih ada urusan yang perlu diselesaikan. Namun sebelum pergi kepala berkata dengan sungguh, bahwa beliau akan segera menyelesaikan masalah mereka.

Setelah Kepala Desa pergi, Kakek Darma membawa Adin untuk menyusul Vina ke puskesmas. Namun Beliau tidak langsung berangkat. Beliau masih mampir dulu ke rumahnya untuk mengambil uang guna membayar biaya pengobatan.

Vina sudah tiba di puskesmas. Saat ini ia sedang mendampingi Bian yang sedang diperiksa. Anak itu sudah sadar sejak tadi

"Lain kali jangan memukul anak seperti ini lagi. Untungnya Dia masih selamat, " kata Dokter yang memeriksa Bian. Ia salah sangka pada Vina. Ia pikir Vina yang sudah membuat Bian babak belur.

"Bagaimana kondisinya Dokter? " tanya Vina tanpa menanggapi ucapan sarkas sang Dokter. Dokter itu tidak menanggapi ucapan Vina. Beliau kembali fokus memeriksa kondisi Bian dengan seksama.

"Saya akan memberikan obat luar untuk olesan dan juga obat dalam untuk ia minum. Pastikan obatnya diminum sesuai aturan. Untuk sementara tidak perlu mandi dulu. Cukup kompres dengan air hangat. Kalau tiga hari kemudian masih ada keluhan bawa kemari untuk pemeriksaan lanjutan. "

"Baik Dokter."

"Untuk biayanya_'

"Maaf ya Dok... Saya masih menunggu kedatangan Kakek Saya. Ada satu anak lagi yang perlu diobati. Bayarnya nanti sekalian dijadikan satu."

"Jadi yang luka tidak hanya satu anak? "

"Dua anak Dok. Tapi dia yang palingan parah. Boleh tunggu sebentar kan? " pinta Vina dengan tulus. Ia tahu sebentar lagi puskesmas akan tutup. Kalau sampai itu terjadi kemana lagi ia akan mencari tempat pengobatan. Untungnya Dokter itu menyetujuinya.

Setengah jam kemudian Kakek Darma datang sambil menggendong Adin. Beliau juga menceritakan kejadian yang dialami oleh si kembar.

Dokter itu merasa bersalah karena telah berprasangka buruk pada Vina. Beliau melakukan pemeriksaan yang seperi yang ia lakukan pada Bian.Karena kondisinya tak separah Bian

1
Wanita Aries
wahh ganti cover.

cie jaka ngambek gk di sapa😁
Ida Kurniasari
lanjut lah thorr
Wahyuningsih
upnya jgn lma2 lah thor
Wanita Aries
makin seru nih thor
Lili Inggrid
lanjut
Wanita Aries
makin bahagia vina dan jaka
Musdalifa Ifa
rajin up Thor, ceritanya seru dan menarik 👍 jadi tak cukup rasanya klo cuma up 1🤭🙏
Wulan Sari: betul itu say,...Thor ayo up selanjutnya semangat 💪👍 trimakasih salam
total 1 replies
Wanita Aries
asek cinta jaka bersemi buat vina
Nixc~
gercep😘🤧🤧
Wulan Sari
semoga bisa berkumpul jadi keluarga yang bahagia❤️
Wulan Sari
ceritanya bagus banget bisa buat contoh untuk kehidupan semoga nanti Keluarga ini akhirnya bisa bahagia dan akhir cerita ini happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍 trimakasih 🙂❤️🙏
Sulati Cus
kan ada sambel bajak udah pasti keknya orang Malang🤔
Wanita Aries
lanjut thor
Sulati Cus
hbs tuh nongol tiwul sm gatot jd pgn pulkam😔
Sulati Cus
othor orang jatim ya kok tau jemblem
Nurul Senggrong: iya kak🥰🥰🥰
total 1 replies
Nixc~
lanjut thor~~~~~💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
semangat nulis bab nya😘😘❤️❤️❤️
Wanita Aries
aw aw jaka mulai ada hati nihh ma vina yg baru.
Wanita Aries
jangan pisah jaka
Dewiendahsetiowati
gimana reaksi Nadin kalau tau Bian dapat mainan yang dibuat oleh Vina,tambah cemberut aja anaknya 🤣
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😅Terpesona yaaa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!