Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jual rumah
"Semalam jam berapa kamu masuk ke kamar ku mas?" tanya Vivian sambil meletakan sarapan dihadapan Bagas.
"Ak-u mendengar kamu teriak,aku pikir kamu kenapa-kenapa tau nya mimpi buruk dan aku raba dahi mu panas jadi aku berinisiatif untuk mengompres nya" jelas Bagas
"Terimakasih ya mas sudah mau mengompres ku semalam, mungkin ini efek kompres dari kamu jadi nya aku tidak panas lagi"
"Iya"sahut Bagas sembari mengangguk kecil.
"Apa semalam kamu bermimpi buruk lagi?" tanya Bagas dan diangguki Vivian.
"Tentang lelaki itu?"
"Bukan mas,aku bermimpi di temukan oleh ayah, beliau memaksa ku menikah dengan pak Sobirin hingga aku berteriak minta tolong"cerita Vivian membuat Bagas menghela nafas berat.
"Aku janji tidak akan ada yang bisa menyakiti kamu lagi"
"Terimakasih mas kamu selalu ada buat ku"ujar Vivian sambil menatap wajah lelaki di hadapannya ini.
"Mas,semalam aku menghubungi Kiara teman kerja ku,kata Kiara aku di pecat mas tanpa kompensasi karena aku tak ada kabar berita"
"Lalu?"tanya Bagas sambil mengunyah makanan nya.
"Ya aku pengangguran sekarang mas"
"Jika situasi sudah aman kamu bisa melamar pekerjaan di tempat lain"ucap Bagas
"Apa aku bisa melamar di kantor mu saja mas,aku bisa jadi OB atau pun-"
Tiba-tiba ponsel Bagas berbunyi dan dia segera mengangkat nya.
"Iya" sahut Bagas
"Aku akan datang" jawab Bagas lalu menutup ponselnya.
"Kamu mau ke kantor?" tanya Vivian dan di jawab gelengan oleh Bagas.
"Telpon tadi?"lanjut Vivian bertanya
"Oma ku ulang tahun Minggu ini dan dia minta aku untuk datang" jawab Bagas
"O......aku pikir mau ke kantor"
"Kenapa? Kamu kecewa kalau jika aku ke kantor hari ini"
"Ti-dak.....ngaco kamu mas, kantor kan memang pekerjaan mu,aku hanya bertanya saja" elak Vivian.
"Hari ini aku full menemani mu di rumah"ucap Bagas membuat Vivian salah tingkah.
*****
"Mana Kak Bagas?" tanya Leo pada Sinta
"Pak Bagas tidak masuk hari ini"
"Jangan bohong kamu,aku adik nya jangan sampai kamu di pecat karena hal ini"ancam Leo
"Saya bekerja pada pak Bagas jadi hanya beliau yang bisa memecat saya bukan anda!"tegas Sinta membuat Leo mengepalkan tangannya kesal karena Sinta membantah nya.
"Awas saja kamu" tunjuk Leo
"Leo kenapa kamu ke sini?" tanya Sarah yang melihat Leo
"Aku ingin bertemu kak Bagas mbak tapi sekretaris sialan itu menghalangi ku" tunjuk Leo ke arah Sinta.
"Mana mas Bagas?" tanya Sarah sinis
"Pak Bagas tidak masuk" jawab Sinta ketus
"Jaga cara bicara mu,kamu tau sedang berbicara dengan siapa? Dia calon istri kak Bagas" potong Leo
"Calon istri! Saya tidak pernah melihat pak Bagas berdekatan dengan dia,apa itu yang di nama kan calon istri" ucap Sinta sambil tersenyum mengejek.
Leo hendak menampar Sinta tapi di halangi oleh Sarah.
"Jangan buat keributan di sini,mas Bagas bisa marah kalau ada keributan di kantor nya" bisik Sarah membuat Leo menurunkan tangan nya.
"Awas saja kamu,aku tidak akan melepaskan kamu, setelah kakak ku menikah kamu orang pertama yang akan di pecat oleh nya"
"Coba saja kalau bisa" tantang Sinta, Sinta tau seluk-beluk keluarga Bagas jadi dia merasa tidak perlu takut akan ancaman Leo secara Bagas tidak pernah menyukai keluarga nya.
****
"Itu syarat dari pak Sobirin,jika kamu tidak bisa menemukan keberadaan Vivian kamu yang ingin dia jadikan istri Oliv"
"Aku tidak mau bu, Sobirin si tua bangka itu lelaki gila perempuan" tolak Olivia
"Semua orang mengenal kegilaan nya"
"Kalau tidak ibu harus melunasi semua hutang-hutang ibu pada nya Oliv,kita tidak punya uang"
"Jual saja rumah ini bu,aku yakin rumah ini cukup untuk membayar hutang-hutang ibu" usul Olivia
"Siapa yang mau membeli nya?"
"Nanti aku yang cari pembeli nya, tugas ibu mencari surat-surat rumah ini"jawab Olivia dan diangguki Erika setuju.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya