karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12.
Dan disinilah di kediaman kakek biyantara Anderson, Roland beserta sang istri Stella huangxo. telah kumpul bersama dengan keluarga besar.guna mengetahui lebih jelas alasan sang kakak mengundang makan malam untuknya,
Karena tidak mungkin sang kakak mengumpulkan semua anggota keluarganya tanpa ada alasan yang kuat. Dan sudah dipastikan jika ada sesuatu yang sangat serius yang akan disampaikan sang Kakek terhadapnya.
"Bagaimana Roland, apakah sudah ada kabar baik tentang kehidupan rumah tangga mu?"tanya sang kakak membuka obrolannya.
"Alhamdulillah kek,, rumah tangga ku selalu bahagia. Ditambah lagi memiliki seorang istri yang cantik dan pandai menyenangkan hati suami membuat hari hari yang ku lewati semakin bertambah bahagia."katanya dengan tersenyum senang seraya menatap sang istri begitu lekat.
"Cihh.. pamer!"decih Romi memandang sinis kearah Roland.
Dan Roland pun membalas tatapan sang kakak dengan mengangkat sudut bibirnya ke atas seraya bangga akan kehidupan rumah tangga yang dijalani nya.
Kakek Biyan pun hanya mangguk mangguk tanda mengerti kemudian berucap."apa sudah ada tanda-tanda?"tukasnya ingin tahu.
Seketika Roland dan Stella pun saling pandang dengan alis yang terangkat seraya memandang bingung kearah sang kakek dan berucap"tanda tanda! Maksudnya tanda tanda apa kek?"
Begitu juga dengan keluarga yang lain. Mereka pun tengah menunggu jawaban dari sang kakek akan pertanyaan tersebut.
"Kapan istri mu hamil?"tanya nya tegas.
Deg.
( B b bagaimana a a aku bisa hamil jika rahim pun aku tak punya) Bathin Stella dengan perasaannya yang sedih.
Rasakan kau! tadi saja pamer karena merasa bahagia dengan kehidupan rumahtangga nya. Sekarang mati kutu dia hehe.. Roland yang merasakan jika sang kakak telah mengejeknya dengan cepat melayangkan tatapan tajam pada Romi ANDERSON kakak kembarannya nomor dua. "M m masih dalam proses kek."jawabnya beralasan seraya menatap sang istri yang tengah menundukkan kepalanya tanpa mau mengangkat wajahnya. "Proses! Berati istri mu saat ini tengah hamil?"katanya memastikan. "B b bukan kek, bukan seperti itu!"sangkal Roland gelagapan. "proses yang seperti apa?istrimu yang tengah mengandung atau kalian berdua mengikuti promil?"tebak sang mami Rania Lawalata Anderson. "B b bukan juga mi!"jawabnya gugup dan kembali melihat sang istri yang hanya menundukkan kepalanya tanpa mau ikut menjelaskannya. Karena dia sendiri pun tidak tahu tentang wanita hamil dan sejenisnya. Proses yang dia maksud adalah kepercayaan dari yang maha kuasa untuk segera diberikan momongan dalam kehidupan rumah tangganya. Bohonglah! Kalau dia pun tak mengharapkan kehadiran buah hati ditengah-tengah kehidupan rumah tangganya. Tetapi dia bisa apa. Semua itu hanya Tuhan yang bisa memberikannya. Disamping itu kesiapan sang istri untuk menjadi seorang ibu. Semua itu harus dipikirkan matang-matang. Tidak segampang yang Dia inginkan. "Lantas proses yang kau maksud apa Roland?"tegas sang papi Robert Anderson dengan memicing tajam. "Maksud ku,,, a a aku menyerahkan segalanya pada Tuhan Yang maha kuasa pi."jawabnya tertunduk. "Jadi bisa diartikan jika istri mu belum juga hamil?"tebak sang nenek Suciana ANDERSON. Dan Roland pun hanya mengangguk kan kepalanya tanpa mengatakan apa-apa. Dia pun bingung harus berkata apa dan menanggapi seperti apa? Roland Sungguh bingung. "Segera tinggalkan perusahaan Anderson dan kemasi barang-barang mu!"katanya datar dan tegas tanpa mau dibantah. Degg Roland dan Stella pun seketika mengangkat wajahnya dan langsung menatap sang kakek dengan memicing ingin tahu apa alasan terbesar sang kakek memerintah dirinya untuk segera meninggalkan perusahaan Anderson. "Tapi kenapa kek?"ujarnya meminta penjelasan yang konkrit. "Kamu masih bertanya kenapa, heh! Kan sudah kakek katakan sebelumnya pada kalian bertiga, siapa di antara kalian yang mau memegang kendali penuh pada perusahaan ANDERSON GROUP. Dengan kata lain perusahaan tersebut akan kakek berikan sepenuhnya untuk kalian dengan satu syarat. Menikah dan Berikan kakek cicit. Roni dan Romi menyerah untuk hal tersebut. Karena kondisi mereka yang belum siap untuk membina rumah tangga. Dan kamu Roland! Yang menyanggupi syarat yang kakek berikan tetapi sampai sekarang sudah berjalan hampir delapan tahun. Kau dan istri mu belum juga memberikan kabar gembira untuk keluarga. Jika demikian lebih baik segera kamu tinggalkan perusahaan tersebut. Biarkan orang kepercayaan kakek yang akan mengelolanya."jelas sang kakek panjang lebar. "JANGAN KAKEK! Baik akan segera aku penuhi keinginan kakek untuk segera memiliki cicit."janji Roland yakin. "Dengan cara apa?"pancing kakek Biyan penasaran. "Apa kalian berdua sudah memeriksakan diri kalian ke dokter? Untuk memastikan saja jika kalian berdua dalam keadaan subur."sela sang Mami. ( Apa!! Tidak! Mereka tidak boleh tahu jika aku selama ini tak memiliki rahim. Terutama mas Roland, dia tak boleh mengetahuinya,) Bathin Stella ketakutan dan cemas akan rahasia yang selama ini dia simpan rapat rapat. "Untuk apa mi? Kami berdua dalam keadaan sehat tanpa ada penyakit yang mematikan."balas Roland. "Bukan cek penyakit mematikan Roland,, tapi cek kesuburan untuk diri kalian masing-masing. Apakah sperma mu berkualitas premium? Ataukah indung telur istri mu siap untuk dibuahi? Dan jika Tim dokter mengatakan kalian berdua subur, berati memang belum rejeki kalian untuk bisa memiliki momongan."terang sang mami. "T tapi... "Sekali lagi kakek tegaskan. Jika kamu tak sanggup untuk memenuhi permintaan kakek, segera tinggalkan perusahaan tersebut. Untuk apa kamu berlama-lama di sana. Jika syarat dari kakek pun tak kau jalani." Ujar kakek biyantara begitu jengah dengan keras kepala Roland. "Bagaimana kalau kita mengadopsi seorang bayi yang baru... "TIDAK! YANG SAYA INGINKAN HANYA CICIT ASLI DARI KETURUNAN ANDERSON BUKAN SEORANG BAYI YANG KAU ADOPSI TANPA TAHU ASAL USULNYA." Potong sang Kakek datar seraya menatap Nyalang tertuju pada cucu menantu nya. "Hanya ada satu cara?"sahut sang nenek memberi saran. Seketika mereka pun menatap pada wanita lanjut usia yang masih terlihat cantik sambil berkata, " cara apa nek?" "Kau harus mencari istri kedua untuk.... "TIDAK! AKU TAK SETUJU SAMPAI MATIPUN AKU TAK SETUJU JIKA MAS ROLAND MENIKAH LAGI." Potong Stella dengan berteriak kencang atas saran dari sang nenek seraya menggelengkan kepalanya dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. "Berati kau setuju untuk segera hamil dan memberikan cicit untuk kita."ucap sang nenek seraya menatap sinis pada cucu menantu. "A a a ku.. "Belum siapkan? Maka dari itu jangan suka memotong ucapan ku yang belum selesai Stella!"tekan sang nenek tegas. "Sudahlah kita akhiri saja pembicaraan ini yang tak menemukan jalan keluarnya. Hanya satu syarat kakek! Segera berikan kakek cicit dan perusahaan Anderson akan menjadi milik mu sepenuhnya. Tetapi! Jika kau tak sanggup untuk mewujudkannya. Segera tinggalkan perusahaan itu dan kembali lah ketempat asalmu."kata sang kakek datar dengan auranya yang dingin seraya menatap dominan kearah Roland dan Stella. Lantas beranjak dari kursi dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar pribadinya guna mengistirahatkan tubuhnya yang mudah lelah dan pikirannya yang bercabang cabang. °°°°°°°°°°°°°°° HY JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. SALAM DUNIA HALU °<°