NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Isti arisandi

Mawar, gadis cantik, diusianya yang telah matang harus menerima pernikahannya dengan Dirga, seseorang yang tak pernah dikenal sebelumnya. Menggantikan Dimas yang pergi entah Kemana di hari pernikahannya. Cinta yang tak pernah ada sebelumnya, berlahan hadir di dalam mahligai rumah tangga, Dimas yang pergi kembali dengan sejuta penyesalan, ingin kembali pada Mawar kekasih pujaan hati. Bisakah Dimas merebut Mawar dari tangan Dirga? akankah hidup mereka bahagia? ikuti kisahnya terus di Menikah Tanpa Cinta.

Coretan pertama Isti arisandi. Mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai resah

Benar saja, setelah kejadian itu Dirga benar-benar pergi meninggalkan rumah, apakah ia marah karena kejadian sore tadi? di dalam hati Mawar bertanya tanya, sesungguhnya apa yang telah mengacaukan pikirannya, karena Mawar merasa tak enak hati atas penolakannya sore tadi, walaupun tidak secara langsung menolak namun sikap Mawar menunjukkan kalo dirinya sedang tak menginginkannya.

Akhirnya Mawar memutuskan untuk menunggu Dirga hingga pulang, Mawar menunggu di sofa ruang tamu, ia berfikir nanti klo Dirga pulang bisa mendengar langkah kakinya

Mawar melirik ke jam dinding. waktu terus berjalan hari semakin larut, Mawar masih tetap menunggu, ia memutuskan untuk tidur setelah Dirga pulang. Beberapa kali ia menguap kini kantuknya semakin mendera. akhirnya ia terlelap.

Mawar kemudian melirik pada gawainya, disitu sudah menunjukkan pukul 02.30. Tak berapa lama Mawar tertidur pulas, netranya sudah tidak bisa digunakan untuk menunggu lagi, gawai yang tadi digenggamnya terjatuh ke lantai genggaman tangannya melonggar, ketika ia merebahkan tubuhnya di sofa

"Ini sudah dini hari semua orang pasti sudah tidur."

Dengan berlahan Dirga membuka pintu, ia membuka dengan sangat pelan. Hingga tak menimbulkan suara deritan pintu, kali ini ia masuk tanpa mengetuk lebih dahulu, karena Dirga sudah membawa kunci duplikatnya.

Setelah menutup pintu, tak lupa menguncinya kembali, mata Dirga tertuju ke arah sofa, Dirga kembali berbicara pada dirinya sendiri. siapa yang tidur di sofa?

"Astaga.... kenapa Mawar tidur disini? ia pasti ketiduran karena menungguku." Dirga berdiri ia menaruh jaket dan melepas sepatunya. Setelah menaruh pada tempatnya, kembali lagi untuk membopong tubuh Mawar dan sengaja mengalungkan tangan gemulai itu pada tengkuknya. Agar tangannya tidak menggantung saat tubuhnya terangkat.

Menggendong tubuh istrinya itu perkara mudah bagi Dirga, tapi kali ini harus ke lantai atas, ia harus eksra hati-hati, kalau tidak ingin jatuh tergelincir.

Mawar yang sudah ke alam mimpi ketika tubuhnya terasa bergoyang, mencoba mengerjapkan matanya, namun rasanya kelopak matanya terasa berat, karena sudah di dekapan sang suami ia semakin mengeratkan pelukan tangannya. timbul rasanya ingin menjahili suaminya dengan tetap pura pura tidur saja.

Langkah demi langkah menapaki tangga sudah dilalui, kini mereka telah dilantai atas.nafas Dirga tersengal sengal, seperti habis olahraga lari maraton .

"Ga...! Kamu bobok di atas aja." ucapnya masih terpejam.

Dirga tak percaya dengan suara yang baru saja didengarnya, dianggapnya Mawar lagi ngigau.

Bibirnya tersenyum melihat istrinya yang berbicara dengan mata terpejam. Dirga terus membopong istrinya kini langkahnya sudah mendekati kamar Mawar.

"Cantik tapi tukang ngigau." desisnya, sambil tersenyum

"Aku nggak ngigau, Ga." Lagi-lagi suara dari bibir Mawar.

"Kamu bobok sini saja." Masih dengan mata tetap terpejam.

Ia buka pintu kamar dengan satu tendangan kaki, pintu kamar yang tidak terkunci seketika terbuka. Brakk...!

Dengan sempoyongan Dirga mendekati ranjang, dan merebahkan tubuh istrinya pelan, dengan badannya yang hampir juga ikut rebah menindih tubuh Mawar.

"Huff..." ia menghembuskan nafas kasar. Ternyata menggendong Mawar bikin tenggorokan Dirga kehausan.

Dirga hendak berbalik keluar, baru saja ia memutar tubuhnya, tangannya sudah kembali di raih oleh Mawar

" Ga, Kamu nggak mau, temani aku?"

"Kamu Bobok sini aja mulai sekarang, ini kamar kamu juga,kan?" Mawar memohon kepada Dirga dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Bentar Sayang, ambil minum dulu, haus ni tenggorokan habis gendong koala. Dirga menjewer tenggorokannya yang mulai mengering.

Enak saja bilang koala

Mawar berdecak kesal. "Oh,Kirain nggak mau."

Duh rasanya malu, Mawar menutup matanya dengan telapak tangannya. Dikiranya Dirga menolak di ajak tidur seranjang.

Tak berapa lama ia sampai diluar.

"yesss, yess!" Dirga jingkrak-jingkrak semangat.

Dirga kembali dengan membawa teko yang berisi air penuh. Ia taruh di meja kecil,yang terletak di sudut kamar itu. Sekalian dengan gelasnya.

Langkahnya menghampiri stop kontak. Ia mematikan lampu utama, kemudian menyalakan night lamp.

Dirga merebahkan tubuhnya disamping Mawar, tangannya meraih selimut yang terlipat rapi dikakinya. Ia menoleh ke istrinya, ternyata Mawar sudah nyenyak. Dia tak ingin mengganggu tidur Mawar malam ini.

Baru sebentar sekali memejamkan mata, alarm sudah bunyi. Malam yang pendek sekali, bagaimana nggak pendek tidurnya saja sudah dini hari, pertama kali tidur bersama tanpa ada yang istimewa.

Huaaaaahah... Dirga menguap. Segera ia menutup mulutnya takut suaranya mengganggu tidurnya Mawar.

Dengan pelan sekali melangkahkan kakinya karena takut langkahnya mengganggu orang yang lagi terlelap.

Segera ia ambil pakaiannya yang ada di lemari besar, Dirga siapkan keperluannya sendiri pagi ini. Dari ambil celana, hem, jas dan dasi. Kali ini pilihannya pada celana warna krem, dasi warna krem dan baju putih dengan gambar Motif.

Selesai semuanya Dirga segera turun kebawah, ia ambil sarapan sendiri yang sudah siap hidang di meja, tanpa merepotkan siapapun, kali ini ia makan sangat lahap, entah kenapa sarapannya pagi ini nikmat sekali. Dirga segera menyudahi sarapannya. Kemudian pamit dengan bi Susi.

"Bi, saya pamit berangkat dulu!" Dirga sedikit berteriak karena bibi didapur dan Dirga di ruang tengah.

"Iya tuan, teriak bibi dari dapur, dan segera menghampiri Dirga.

"Tuan, tunggu tuan! Saya panggilkan nyonya dulu, ya?" setiap berangkat kerja Dirga selalu pamit dengan Mawar. entah kenapa khusus hari ini ia ingin istrinya tetap bermimpi dalam tidur lelapnya.

"Jangan! Aku tak ingin mengganggunya, Bi,

biarkan dia tidur, semalaman dia nggak tidur, Bi."

"Hah! Semaleaman nggak tidur! Bibi tanpa sadar tersenyum lebar, karena takut dilihat oleh tuannya bibi segera menyembunyikan senyumnya dengan kembali ke dapur.

"Tuan, seperti nggak ada hari lagi." Bi susi geleng geleng kepala. Dasar bi Susi pikirannya neko neko.ngomongnya apa nyambungnya kemana, dikiranya Dirga lembur sama Mawar sampai semalaman.

Sekitar 20 menit Dirga sudah sampai di kantor, baru saja mau belok keruangannya, Nela sekretasis Dirga menyeletuk ramah.

"Pak! Hari ini sepertinya ada yang beda".

"Apa yang beda, Nel? Biasa saja!" Dirga memperhatikan hem kemudian celana. Namun semua dalam keadaan baik saja. tak ada masalah di hem dan celananya.

"Bukan di baju Bapak, tapi wajah Bapak yang hari ini berseri seri."

"Oh,, Masak sih!... Ya udah karena hari ini menurutmu aku lagi bahagia nie, kasih tau karyawan yang lain, hari ini semuanya dapat makan siang gratis sepuasnya di depot depan kantor ya!"

"Yang benar, Pak! Nela masih tak percaya dengan apa yang di dengar barusan.

"Iya bener masak aku bohong! Ya udah aku masuk dulu." Dirga melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.

Segera ia duduk di kursi favoritnya. mengambil ponsel di sakunya, kemudian ia mengusap layar tersebut. Lagi- lagi foto Mawar yang paling menarik untuk ia lihat.

"Mawar aku sudah jatuh cinta padamu." gumamnya lirih.

Dirga seketika teringat pada Mamanya, karena pernikahan Dirga belum diketahui oleh keluarga besarnya di Jogja. "Gimana aku kasih tau Mama ya? Lewat telp nggak pantas, kesana juga belum sempat! Mama pasti seneng lihat aku sudah dapatkan menantu untuknya." Tak terasa bibir Dirga tersenyum dalam lamunannya.

***

Mentari pagi ini bersinar sangat cantik tanpa malu, sinarnya menerpa dedaunan, burung perkutut,kutilang dan jalak sudah berkicau merdu.

"Astaga," sudah pukul 09.00.

Segera Mawar bangun dari tidurnya, Dan berlari ke bawah. Sambil berteriak memanggil bi Susi.

"Bi ... !"

"Bibi ... !"

"Dirga mana Bi ... !"

"Tuan sudah berangkat sejak tadi pagi nyonya, tadi sudah mau saya bangunkan, tapi kata tuan semalam nyonya nggak tidur."

"Oh... Begitu ya!. Padahal aku pagi ini ingin menyiapkan semua keperluannya, Haah" Mawar kembali lagi untuk tidur.

1
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Runik Runma
panjang bener
iren thezer
suka ceritanya sukses author
Jun Asih
karya y sangat bagus dengan cerita y
Sandisalbiah
Dimas...
Asiah Erap
Cerita bagu
Diana Susanti
lanjut kak mantap 👍👍👍👍
Diana Susanti
hahahaha 😁😁😁
Diana Susanti
paling Dimas
Diana Susanti
kayaknya seru,, lanjut kak
Nuraeniy352
bukan'y pasang cctv ya,,,bisa lihat n pantau dari kejauhan,,g guna pasang cctv kalo masih ribet
Hayatul Wardani
benar kata pak bagus tok cet
Afiqah Herni
memuaskn
Lina Lina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lina Lina
susah amat namanya thor..untung gak kelipat lidah gw bacanya..maaf thor cuma becanda 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
Lina Lina
jd maksud emak kata2 emak barusan gak menyakiti gitu...bukan mawar jg dulu yg mau nikah sm dirga mak..tp dirga yg mengajukan diri..lg klu jodoh siapa yg bisa nengelak mak...
Lina Lina
ya elah mak jgn gitu ngapa...jgn jd siangan sm mantu emak...gak boleh.. kasihan loh mantunya..
Lina Lina
wah jgn2 tekdung tuh
Lina Lina
wkwkwkwk 😂😂😂 ketahuan author gak suka duren makanya jd belah semangka 🤣🤣🤣
Lina Lina
ciee ciee ciee..yg udah belah duren makin mesra aja...bikin ngiri aja 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!