Vanya, Gadis SMA berusia 18 tahun terpaksa menjalani pernikahan dengan Daffin, Laki-laki yang telah menodainya, Yang ternyata adalah lelaki yang selalu bertindak semaunya dan juga kasar.
Namun siapa sangka setelah pernikahan itu secara perlahan Daffin mulai berubah dan juga mulai mencintai Vanya.
Bagaimana usaha yang Daffin lakukan untuk meluluhkan hati Vanya yang selalu bersikap dingin kepadanya?
Bukan cerita CEO, Hanya sebuah cerita perjuangan lelaki yang telah menghancurkan hidup wanita yang menjadi istrinya, Agar wanita itu dapat menerima ia dengan sepenuh hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunyun veganezth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi
Beberapa hari setelahnya...
Vanya mulai membuka matanya secara perlahan, Lalu ia pun melihat ke sekeliling nya, Ia nampak berada di sebuah kamar.
Ini dimana? batin Vanya.
Vanya pun bangun dari tidurnya dan duduk, Ia merasakan sakit di s*l*ngk*ng*nnya, Lalu ia mulai melihat ke arah tubuhnya sendiri, Tak ada sehelai pakaian pun yang ia kenakan, Tubuhnya hanya ditutupi sebuah selimut.
"Apa yang sudah terjadi" gumam Vanya.
Lalu ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya,
KILAS BALIK...
"Ini Vanya minumannya, Aku tinggal dulu ya kamu ngobrol-ngobrol dulu aja sama Daffin" ujar Dion
"Iya Kak makasih ya" ucap Vanya.
"Jadi Kakak juga lulusan Harapan Bangsa ya sama kayak Kak Dion?" ujar Vanya
"Iya cuma aku satu tahun diatas dia, Jadi waktu kamu masuk aku udah lulus" ucap Daffin.
Vanya pun mulai meminum minuman yang diberikan oleh Dion, lalu tidak lama kemudian ia merasakan kepalanya mulai berat dan pandangannya kabur.
Dan saat sadar ia menemukan dirinya ada disebuah kamar tanpa sehelai pakaian pun,
Lalu sebuah suara menyadarkannya dari lamunan.
"Kamu udah bangun?" tanya suara seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk dipinggangnya.
Vanya pun kaget sekaligus bingung.
"Kak Daffin!??"gumam Vanya.
"Mau minum?" tanya Daffin yang sedang memegang gelas berisi air putih.
Vanya pun hanya menggelengkan kepalanya,
"Kenapa Kakak lakuin ini semua, Aku punya salah apa? Sampai Kakak tega berbuat sejauh ini???" tanya Vanya yang mulai menitikan air mata.
"Kamu enggak salah apa-apa kok, Ini semua ide dari Dion" ujar Daffin sambil meletakan gelasnya diatas meja.
"Kak Dion?" ucap Vanya sambil mengerenyitkan dahinya.
...----------------...
Beberapa hari sebelumnya...
Di kafe
Dion menghampiri Daffin yang tengah menikmati minumannya serta duduk di sampingnya.
"Fin gue pinjem duit lagi dong"pinta Dion
"Pinjem duit? Yang kemaren aja belum lo balikin" ucap Daffin sinis
"Ya elah Fin nanti gue gantinya sekalian sama yang kemaren"ujar Dion
"Berapa?" tanya Daffin
"2 juta ada?" ujar Dion
"Hah?! 2 juta lo minjem apa ngerampok, Enggak ada"jawab Daffin ketus.
"Masa enggak ada Fin, Bokap lo kan kaya" ucap Dion.
"Yang kaya bokap gue bukan gue"jawab Daffin mulai sewot.
"Ayo lah Fin please, Gue mohon gue lagi butuh banget nih" ucap Dion memohon.
"Lagi buat apa sih lo?! Bukannya bayar kost an sama bayar kuliah dikirimin sama orang tua lo, Belum lagi tiap lo manggung juga dapet duit kan, Terus buat apa lagi?" tanya Daffin heran.
"Buat.... Ada lah Fin pokoknya" ujar Dion memelas.
"Enggak" jawab Daffin singkat.
"Fin ayolah " bujuk Dion.
"Gue bilang enggak ya enggak" ucap Daffin.
"Fin sini dulu" panggil Dion dan mulai membisikan sesuatu kepada Daffin
"Lo nge-dr*gs??" tanya Daffin memelankan suaranya.
"Iya Fin" jawab Dion singkat.
"Gila lo !!" ucap Daffin seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Dion.
"Sejak kapan??" tanya Daffin sambil mengerenyitkan dahinya
"Sebulan terakhir ini" jawab Dion
Daffin pun menghela nafas dan mulai berkata,
"Gue kan udah bilang jangan gaul sama si David kena juga kan lo !!" ujar Daffin emosi.
"Iya Fin, Gue beg* emang, Tapi mau gimana lagi sekarang gue bener-bener enggak bisa lepas"ucap Dion menyesal.
"Derita lo !" ucap Daffin sambil meminum minumannya.
Dion terdiam, Ia mulai berpikir bagaimana cara untuk membujuk Daffin agar mau memberinya uang lagi.
"Fin gue punya penawaran yang bakal lo suka, Kita barter aja gimana?" ujar Dion kemudian.
"Lo mau barter sama apa? Gue enggak mau gitar lo" tolak Daffin.
"Bukan gitar sini gue kasih tahu" ucap Dion sambil membisikan sesuatu kepada Daffin.
"Gimana? Lo tertarik? Bukannya lo penasaran sama dia," ucap Dion bersemangat.
"Hmm gimana caranya lo sndiri kan yang bilang dia enggak akan pernah kesini lagi"ujar Daffin
"Soal itu gue yang atur, Lo tinggal terima beres aja, Jadi gimana lo mau?" tanya Dion
"Sakit lo emang" ujar Daffin sambil tersenyum kecut
"Jadi lo mau atau enggak?" tanya Dion meyakinkan.
Daffin pun menyeringai dan mulai berkata,
"Oke lah gue ambil" jawab Daffin.
"Ya udah mana sini uangnya" tagih Dion
"Yee gimana sih lo ada uang ya ada barang, Lo kasih dia dulu ke gue baru gue kasih uangnya" ujar Daffin
"Oke lah lo tunggu aja, Nanti kalau gue udah dapat gue kabarin lo lagi, Jadi kita sepakat kan? " ujar Dion sambil mengulurkan tangannya yang kemudian disambut uluran tangan dari Daffin.
"Oke sepakat" ucap Daffin yang mulai berjabat tangan dengan Dion.
Note :Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya. Terimakasih😘
makasih 🙏🏻😊
tp kn emang niatnya Thor bikin skenario yg kayak gini.
nunggu Vanya positif Bru mom's nya d kasih tau kl Vanya kecolongan d perkosa kakak kelas.
pokok ngikut kakak Thor aja lah