Tentang kebencian terhadap keluarga sendiri,Andra Gunawan.Tuan muda kaya raya yang penggangguran bertekat untuk menjadi penghancur keharmonisan keluarga nya sendiri.
Pelangi gadis pemilik senyum manis yang hidup nya porak poranda setelah bertemu Andra.
Dua kepribadian yang bertolak belakang,mampukah mereka menjalin kedua sisi tali yang berseberangan menjadi satu????
Hello Plend!
Mohon kritik dan saran yang membangun.
Terimakasih.😇😇😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.Kebimbangan Wily 1
Sudah tiga puluh menit Wily berdiam diri di bawah pohon rambutan yang ada di depan panti.
Pandangan nya menatap lurus kearah panti,dia masih dapat melihat ada lampu yang menyala,menandakan mungkin masih ada orang yang belum tidur.
Dia mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan pada Pelangi.
'Sayang aku di depan'
Lalu kembali memasuk kan ponsel kedalam saku celana nya.
Sembari menunggu sang kekasih datang,Dia menengadah kan wajah nya kelangit.Melihat hamparan bintang yang kelap-kelip.
Sementara didalam panti,Pelangi dan Martha masih merampung kan setrikaan nya.Sembari bercanda gurau mereka juga membahas tentang pekerjaan mereka.
Drt drt drt
Getaran ponsel Pelangi menyela aktivitas mereka,Pelangi menoleh dan melihat layar ponsel nya menampilkan pesan masuk.
Pelangi meraih ponsel nya dan melihat pesan tersebut.Dahi nya berkerut lalu mengalihkan pandangan nya kearah jam dinding.
"Ada apa?" tanya Martha.
"Aku keluar sebentar ya,kak Wily di depan." jawab Pelangi sembari menyudahi setrikaan nya.
"Sudah pukul sebelas malam loh,memang kalian ada masalah?" Martha jelas saja bingung,pasalnya selama mengenal Wily,Martha belum pernah melihat nya berkunjung diatas pukul sembilan malam.
Sepengetahuan nya Wily adalah pria baik yang sangat menghargai wanita.Dan dia tidak pernah berperilaku tidak pantas pada Pelangi,ini kali pertamanya berkunjung hampir larut malam.
"Aku nggak tau,maka nya aku mau lihat dulu.Gak lama kok,tenang oke." jawab Pelangi meyakin kan.
Kemudian dia bergegas keluar untuk menemui Wily.
Begitu dia membuka pintu,dia melihat pacar nya sedang berdiri memandangi bintang di langit.
"Mencoba menghitung bintang kak?" sapa nya.
Wily mengalihkan pandangan nya dan menatap kearah si pemilik suara,Pelangi.Wanita itu mengenakan pakaian katun tipis berwarna hitam,sangat kontras dengan kulit putih nya.
Meski pakaian tidur nya tertutup,tapi dia tidak menampik penampilan menggairahkan nya.
Jakun Wily naik turun.Dia merasa diri nya pria bangsat menemui kekasih di hampir larut malam.
Dan membiarkan pikiran nya melayang tinggi.
Pelangi melihat seperti nya Wily tidak berniat bergerak menuju kearah nya,maka dia pun menghampiri nya.
"Tumben kakak datang selarut.." belum selesai bertanya,tubuh nya sudah tenggelam kedalam pelukan hangat Wily.
Baru saat itu Pelangi sadar bahwa suasana hati Wily sedang tidak baik.Dia mengangkat tangan nya dan menepuk pelan punggung lebar Wily.
Deru nafas Wily menyapu leher jenjang nya,membuat nya sedikit risih tetapi dia tidak bergerak.
Cukup lama Wily memeluk nya baru kemudian melepaskan pelukan nya.
"Ayo menikah" kata nya tiba-tiba.
Pelangi syok mendengar ajakan tiba-tiba ini.Pria ini sedang tidak mempermainkan nya kan.
Melihat Pelangi yang memandang nya penuh tanda tanya,membuat Wily gemas.
Cup cup
Kecupan singkat Dia taburkan pada bibir Pelangi.
"Syok gitu" canda nya. "Tapi aku serius yang,aku mau kita nikah." lanjut nya kemudian.
"Kenapa tiba-tiba kak?" akhir nya pertanyaan yang sudah muncul sejak tadi,meluncur juga.
"Kenapa memang nya? Kamu gak mau?" bukan nya menjawab,Wily malah bertanya kembali.
"Bukan,aku mau jika sama kakak.Yang aku tanya kenapa mendadak kak?kakak tau kan orang tua kakak gak suka sama ku?" tanya nya perlahan.
Sejujur nya dia sangat ingin mempertanyakan kejelasan hubungan mereka,namun dia tidak menyangka Wily akan maju terlebih dahulu.
"Kan kamu menikah nya sama aku bukan mereka." jawab Wily.
"Kok kakak ngomong nya gitu?"
"Ya benar kan,kamu nikah nya sama aku bukan mereka,jadi mau mereka suka atau tidak, nggak masalah kan?" Wily memperhatikan ekspresi Pelangi.
"Kecuali.." melihat Pelangi masih terdiam,Wily sengaja menggantung ucapan nya.
"Kecuali apa ?" tanya Pelangi.
"Kecuali memang kamu nggak pernah ada niat untuk menikah dengan ku" jawab Wily.
Dia ingin menjadi egois untuk kali ini saja.Bahkan jika kedua orang tua nya menghalangi mereka untuk bersama,maka dia bersedia melepas status tuan muda Gunawan dari hidup nya,hanya untuk bisa bersama gadis ini.
"Kak sejak aku mengingat banyak hal didunia ini,aku belum pernah merasakan bagaimana memiliki orang tua,tapi kakak berbeda.Dan itu akan membuat kakak berada di posisi yang sulit." jelas Pelangi.
"Contoh seperti ini,Ibu panti tidak merestui hubungan kita dan menentang kita maka aku hanya perlu pergi dari panti ini.Aku hanya perlu mengirimkan sedikit uang untuk Ibu panti sebagai balas jasa atas merawat ku dari bayi,tapi kakak berbeda.Kakak tumbuh dan besar bersama mereka,kakak tidak akan mampu untuk berkeras hati kan"
Pelangi mencoba memberi pengertian nya,dia mencintai pria di depan nya ini,oleh karna itu dia tidak pria ini berada diposisi yang sulit.
"Huh..inti nya kamu gak bersedia kan.Mereka sudah mengatur pernikahan bisnis untuk ku yang,maka itu aku ingin kita harus cepat-cepat menikah" kata Wily
Namun dalam hati dia membenarkan ucapan Pelangi,dia tidak akan mampu berkeras hati pada kedua orang tua nya,terutama sang ibu.
Tapi jika dia tidak nekat,maka selamanya dia akan menjadi boneka sang ibu.
Dari kecil dia tidak di perbolehkan untuk mangatakan 'tidak', dia selalu dilatih untuk mengatakan 'iya'.
"Terserah kakak saja,aku hanya mengatakan apa yang akan terjadi jika menuruti keinginan kakak sekarang.Aku gak bisa melihat kakak berada dalam posisi sulit,aku tidak ingin kakak kesakitan nantinya"
Pelangi hanya ingin pria ini mengetahui bahwa dia tulus dan benar-benar mencintai nya.
Mendengar ucapan Pelangi membuat kedua mata Wily memandang nya lekat,dia dapat mengetahui bahwa wanita didepan nya ini jujur.
Pelangi bukan tipikal perempuan romantis,juga bukan wanita manja dia terlalu berterus terang,baik dari ucapan,perbuatan dan tatapan nya.
Wily merasa arus hangat mengalir kehati nya yang sempat mendingin.Dia tiba-tiba memiliki pikiran berani di benak nya.
Dia menarik kuat tangan Pelangi lalu membawa tubuh mereka kebagian gelap di bawah pohon rambutan,sehingga tidak akan terlihat oleh orang lain yang mungkin akan keluar dari pintu depan atau orang-orang yang berlalu-lalang lewat jalan didepan panti.
"Kenapa kak?" tanya Pelangi bingung,pasal nya kenapa harus bersembunyi ketempat yang gelap-gelap begini.
Tetapi bukan jawaban yang didapat kan nya namun benda lembut,kenyal dan hangat yang menempel di bibir nya.Nafas lembut terhembus kewajah nya.
Pikiran Pelangi seketika kosong,tubuh nya menegang.Ini kali pertama Wily yang lembut dan selalu berperilaku sopan,melakukan hal ini.
Biasa nya dia hanya akan memeluk,mencium puncak kepala nya atau hanya kecupan singkat pada bibir nya,namun malam ini....
Hisapan lembut itu membuat bibir nya kebas.
"Buka mulut yang" lirih Wily serak.
Pelangi menuruti saja karna sensasi ini benar-benar baru bagi nya.
Jika tadi Wily menyerang dengan lembut,maka saat ini dia menghisap kuat dan menggebu-gebu.Tangan kiri nya berada di pinggang Pelangi,sementara tangan kanan nya menyapu perut rata Pelangi.
Pelangi merasa geli pada perut nya,kaki nya langsung merapat saat sensasi itu menyerang langsung ke tulang ekor nya.
Tangan nya mencengkram erat bahu dan leher Wily,nafas mereka juga bersahut-sahutan.
Wily melepas pagutan nya dan menatap mata Pelangi yang berkaca-kaca,dan bibir nya yang sudah bengkak.
"Kak.." rengek nya lemah bagai cakar kucing lemah yang menggaruk hati nya.
"Kamu goda aku yang" setelah ucapan itu Pelangi kembali diserang dengan buas,kali ini bukan hanya bibir nya namun ciuman itu meluncur ke leher jenjang Pelangi yang terbuka.
Tangan kanan Wily sudah masuk kebagian atas baju nya,dan menyentuh sesuatu yang lembut.Kewarasan Wily benar-benar di uji,pasal nya Pelangi tidak mengenakan bra nya.Mungkin karna sudah malam dan akan tidur.
Tubuh Pelangi bergetar hebat karna sekarang dada nya sedang diserang oleh tangan dan mulut Wily.
"Emh...kak" erangan kecil lolos dari bibir nya.Namun itu semakin memicu Wily untuk semakin nakal,kini tangan kiri nya yang menganggur mengarah kebawah dan...
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?????"
Hayo siapa yang memergoki sepasang anak manusia di bawah pohon rambutan ini??