kehidupan malang seorang gadis bernama Aria,awalnya ia mengira dia diselamatkan oleh lelaki yg Ramah dan perhatian tanpa tau di balik itu ,pria tersebut memiliki sifat obsesif yg mengerikan.
saat Aria melakukan satu kesalahan fatal sifat asli pria tersebut akhirnya keluar.
apakah Aria dapat bertahan atau memilih pergi meninggalkan pria yg menurut nya ramah dan perhatian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zippo:(, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
demam
setelah di tegur Adrian , Aria hanya menghabiskan waktu di dalam rumah dan dirumah kaca.
Dan Adrian juga semakin banyak menghabiskan waktu dirumah.
tetapi untuk hari ini Aria memilih untuk beristirahat di kamar ,ia merasa badannya terasa pegal tanpa sebab.
"luci ,badan ku entah kenapa terasa pegal ".
"mungkin anda kecapean ".
"aku hanya dirumah saja dan melakukan aktifitas yg tidak terlalu berat".
"kalo begitu nona beristirahat saja hari ini jangan melakukan apapun dulu,saya akan kebawa untuk menyiapkan makan malam"
"baiklah..."
Kemudian Aria membaringkan tubuhnya untuk segera beristirahat.
_
"apa yg sedang di lakukannya?
Tanya Adrian kepada Lucia yg baru menuruni anak tangga.
"nona sedang beristirahat,karena mengeluh sedang tidak enak badan".
"apa ada gejala lain".
"tidak tuan ,hanya kurang enak badan saja ,saya sudah mengecek suhu tubuh nona masih normal dan tidak adanya gejala flu".
"baiklah, lanjutkan pekerjaanmu ".
"saya undur diri tuan".
Lucia kemudian membungkuk dan meninggalkan Adrian yg larut dalam pikirannya.
sebenarnya Adrian bingung harus melakukan apa hari ini, dikarenakan semua pekerjaannya sudah selesai dengan cepat,awalnya ia ingin mengajak Aria keluar untuk menghabiskan waktu.
Melihat Aria yg kurang sehat,Adrian mengurungkan niatnya tersebut dan memilih kembali ke ruang kerjanya.
Jam makan malam pun tiba,Lucia segera memanggil Aria untuk makan malam.
Tok tok tok ....
"permisi nona ini saya Lucia,makan malam anda sudah siap ".
Tidak ada jawaban.
"permisi nona tuan sudah menunggu anda di bawah".
Untuk yg kedua kalinya tidak ada jawaban.
"nona anda tidak apa apa kan?apa ada masala,kalo begitu saya ijin masuk nona"
Sebenarnya Lucia sedikit merasa khawatir karena tidak ada jawaban sama sekali dari Aria.
Lucia yg telah memasuki kamar hanya melihat Aria yg masih tertidur,saat ia mendekati Aria ,Lucia merasa terkejut dengan keringat yg sangat banyak.
"astaga apa nona sakit"
Buru buru Lucia mengecek suhu tubuh Aria ,dan ya Aria begitu panas hingga tidak sadarkan diri.
Lucia berlari menuruni anak tangga untuk memberitahu yg lainnya agar segera memanggil dokter.
Sesampainya di ruang makan.
"tuan Adrian ...nona Aria ,suhu tubuhnya sangat panas".
Adrian yg mendengar hal tersebut segera bangkit dan buru buru menaiki anak tangga dan mengecek suhu tubuh Aria.
"sudah memanggil dokter?".
"sudah tuan ,mereka akan segera sampai" jawab kepala pelayan.
Beberapa saat kemudian setelah dokter sampai dan memeriksa Aria yg ternyata demam.
"saya sudah meresepkan obat untuk nona Aria, nona cukup beristirahat dan meminum vitamin ".
"baiklah terima kasih ".
"kalo begitu tuan saya pamit undur diri ".
Adrian hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan.
dia bersyukur Aria hanya demam dan tidak memiliki gejala lain.
Jam 08:10 pagi tepatnya.
Aria membuka mata,kepala yg masih terasa pusing membuat dirinya kesusahan untuk bangkit.
Saat Aria bergerak dan ingin tumbang tiba tiba tangan kekar menahan tubuhnya.
"kau masih sakit jangan banyak gerak".
Aria menatap heran lelaki tampan itu,dia tidak peduli dia hanya merasa sangat pusing dan ingin minum air putih.
"aku haus".
dengan sigap Adrian menuangkan air putih dan memberikan nya kepada Aria setelah membantunya bangkit.
"tidur lah lagi,aku akan mengambil sarapan mu dan segera minum obat dan vitamin".
"terima kasih "
Tubuh Aria yg masih lemah pun kembali berbaring ,ia tidak mau mengambil pusing saat ini tubuhnya benar benar sangat lemah .