NovelToon NovelToon
[Transmigrasi]Wanita Licik Ke Tubuh Menantu Tak Diinginkan

[Transmigrasi]Wanita Licik Ke Tubuh Menantu Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Action / Tamat / Mafia / Time Travel / Konflik etika / Dendam Kesumat
Popularitas:431.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: medusa

(Cerita dewasa🌶️)

Kisah ini, berawal dari kejadian di mana Silvia di kepun dan buru oleh keluarga besar seorang ketua Mafia, lalu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya....

Kemudian ia diberih kesempatan kedua untuk hidup kembali, merasuki tubuh seorang menantu yang tak diinginkan....

Mau tau kisah selanjutnya?
yuk...silahkan mampir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22²

...Mobil yang dikendarai Antonio terus melaju pergi tanpa arah, akhirnya Antonio memutuskan pergi ke apartemen Silvia. Sore harinya Silvia menungu kedatangan Antonio di perusahaan, namun Antonio tak kunjung muncul, dan Silvia pun memilih pulang dengan rasa capek di sekujur tubuh akibat menangani berbagai meeting seorang diri.......

"Aaaaa ... Aku capek, rasanya semua tulang ku akan terlepas," kelu Silvia berjalan terhuyung-huyung menuju pintu apartemen nya.

...Saat tangan Silvia hendak meraih pintu apartemen, ternyata pintu apartemen tidak ditutup dan di kunci, membuat Silvia segera masuk kedalam dengan panik.......

...Di dalam apartemen terlihat sangat gelap, dan tidak ada tanda-tanda ada yang masuk penyusup atau semacam nya, membuat Silvia dengan hati-hati berjalan mendekati saklar lampu, lalu menyalahkan lampu.......

"Antonio!" Silvia terkejut bukan maen saat lampu dinyalakan ia melihat Antonio sedang terbaring meringkuk diatas lantai.

...Silvia segera menghampiri Antonio, lalu mengangkat kepala Antonio, kemudian meletakan nya di atas kedua paha nya.......

"Apa yang terjadi kepadamu?" tanya Silvia lembut sambil mengusap wajah Antonio.

...Kening Silvia berkerut saat merasakan panas di kening Antonio, dengan cepat Silvia membantu Antonio bangkit dari atas lantai dengan susah payah, kemudian membawa nya ke dalam kamar.......

Bruuukkkk.

...Silvia dan Antonio terjatuh diatas kasur, akibat Silvia tidak sanggup menahan bobot tubuh Antonio dengan tubuh mungil nya.......

"Astaga ... Antonio, apa tulang mu terbuat dari tulang dinosaurus, berat sekali," kelu Silvia mendengus kesal sambil tidur di samping Antonio untuk mengatur nafas.

...Beberapa menit kemudian, Silvia bangkit dari atas kasur, lalu membuka semua kemeja dan jas yang menempel di tubuh Antonio, tak lupa Silvia melepaskan jam tangan dan ikat pinggan Antonio, namun mata biru laut Silvia tak sengaja melihat jari manis Antonio yang sudah kosong hanya ada bekas cincin.......

"Astaga! Kemana cincin itu? Apa tadi jatuh saat aku membantunya." Silvia panik setenga mati bergegas keluar dari dalam kamar mencari cincin itu di setiap sudut apartemen miliknya.

...Hingga satu jam kemudian Silvia jadi capek sendiri memilih duduk terdiam dengan wajah lemas di sudut apartemen nya.......

"Bagaimana ini? Itu kan cincin pernikahan mereka, dan aku menghilangkan nya," gumam Silvia kebingunan sendiri.

...Bukan nya Silvia takut Antonio akan marah, namun cincin pernikahan itu terlihat mahal dan dibuat secara khusus oleh Antonio, di tambah terdapat berlian besar berwarna merah di tenga nya, membuat Silvia semaking frustasi memikirkannya.......

"Sebaiknya aku masak makanan enak, biar nanti jika Antonio marah pun, tidak terlalu." Silvia bergegas bangkit dari duduknya, lalu menuju dapur dan mulai memasak.

...Ia memasak apapun yang ia tau enak, agar bisa meluluhkan amarah Antonio, setelah selesai masak, Silvia bergegas mandi dan memakai baju tidur tipis, lalu ia membawa handuk basa berjalan mendekati Antonio lalu meletakannya di kening Antonio.......

"Ugh ... Silviana..." lirih Antonio memanggil.

"Iya, aku disini," sahut Silvia tiba-tiba merasa bersalah menatap wajah tak berdaya Antonio saat ini, lalu mengusap rahan Antonio dengan lembut.

...Ia memang ingin balas dendam kepada Deviana, Tamara dan Leon, namun Antonio bukan lah target nya, akan tetapi Silvia menghempaskan perasaan bersalah nya jauh-jauh, dan tetap bertekad pada pendirian nya.......

"Aku tidak boleh luluh," batin Silvia.

"Jangan tinggalkan aku, Silviana," pinta Antonio masih setia menutup kedua matanya sambil menikmati usapan lembut tangan Silvia.

"I~iya, aku tidak akan kemana-mana," sahut Silvia terbata-bata ragu.

...Mendengar suara Silvia, Antonio perlahan membuka kedua mata, lalu menatap wajah cantik Silvia dengan lekat.......

"Aku mencintaimu, Silviana," ucap Antonio di jawab dengan angukan kecil dari Silvia sambil tersenyum manis.

...Membuat Antonio segera bangkit, lalu melayangkan ciuman di bibir Silvia, ciuman yang awal nya biasa saja lama-lama semaking dalam dan menuntun, tangan kekar Antonio segera melepaskan tali baju tidur Silvia satu persatu, dan adengan panas pun terjadi.......

...(1 jam kemudian)...

...Setelah adengan panas selesai, Antonio kembali fit dan membersihkan diri mengunakan air panas di dalam kamar mandi, Silvia memanfatkan kesempatan itu untuk keluar menuju sebuah apotik membeli obat pencegah kehamilan, karna yang terakhir sudah habis di minum oleh Silvia tadi.......

...🔥🔥🔥🔥🔥...

...(Di sisi lain)...

...Devian mengalami setres berat dan memilih minum di sebuah bar, tak sengaja teman Tamara melihat keberadaan Devian, kemudian menelfon Tamara, tak butuh waktu lama Tamara pun tiba disana.......

"Dimana dia?" tanya Tamara penuh amarah mengebu-gebu.

"Tuh," tunjuk teman Tamara ke arah Devian yang tenga asik minum sambil tertawa seorang diri.

"Nenek sihir sialan, setelah dia menganiaya ku tanpa sebab, sekarang dia malah minum dan tertawa bahagia," umpat Tamara tanpa tau apa yang sudah dialami oleh Devian.

"Sekarang, apa rencana mu?" tanya teman Tamara.

"Akan ku kirim dia ke alam baka," tegas Tamara berjalan pergi.

"Hei, kamu serius?" tanya teman Tamara berlari kecil mengikuti Tamara dari belakan.

...(1 jam kemudian)...

...Devian sudah teler berat berjalan menelusuri lorong bar menuju parkiran mobil dengan langka sempoyongan sambil bernyanyi dan tertawa.......

"Cintaku terbagi dua ... Ugh ... Sayangku terbagi dua, tapi sama si udik, hahahahah." Tawa getir Devian berjalan mendekati pintu mobil.

"Oh ... Ugh ... Suamiku, kenapa harus si udik yang kau pilih." Devian meracuni tak karuan sambil merogo tas miliknya, lalu mengeluarkan kunci mobil, kemudian membuka pintu mobil dan masuk.

"Udik, aku tidak akan mengampuni mu," ucap Devian menyalahkan mobil dan pergi.

...Melihat kepergian mobil Devian, Tamara pun segera menyalahkan mobil dan mengikuti mobil Devian dari belakan.......

...Mobil mereka saling kejar-kejar di area jalan raya yang ramai dan hampir menabrak mobil Silvia yang sedang melaju dengan kecepatan diatas rata-rata menuju apartemen, setelah selesai membeli obat dan jus jeruk.......

"Astaga! Siapa sih?" Silvia terkejut dan segera menepi saat mobil Devian melintas dengan kecepatan tinggi dan di susul oleh mobil Tamara dari belakan.

"Itu kan Tamara? Apa yang dia lakukan dengan mengejar mobil Devian?" gumam Silvia segera membanting setir mobil dan mengikuti mereka dari belakan dengan kecepatan tak kalah tinggi.

...Mobil mereka bertiga saling kejar-kejar menuju sebuah jalanan sepih, tak lama mobil yang dikendarai oleh Tamara menabrak bekalan mobil Devian yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi dengan keras.......

Swwwoooosss.

Braaaakkkk!

Brakkkkkkk!

...Mobil Devian terbang diatas udara dan berguling beberapa kali, hingga akhirnya terjatuh diatas aspal dan hancur lebur. Silvia yang menjadi saksi melihat itu segera memarkirkan mobil dan mematikan lampu mobil, lalu mengeluarkan ponsel untuk merekam diam-diam kejadian naas tersebut.......

...Sedetik kemudian, terlihat Tamara turun dari mobil, lalu berjalan menghampiri mobil Devian, kemudian ia menyalahkan korek api lalu membuang nya ke arah fuel tank mobil Devian yang sudah bocor, setelah menyebabkan mobil Devian terbakar, Tamara bergegas pergi dari sana membawa mobilnya.......

"Ini adalah kasus pembunuhan dengan sengaja, aku harus pergi dari sini," gumam Silvia memundurkan mobil miliknya dan pergi dari sana tanpa menyalahkan lampu mobil.

...Beruntung mobil Silvia berwarna hitam, jadi tidak terlalu menarik perhatian, dan dia pun lolos dengan mengantongi bukti pembunuhan yang dilakukan oleh Tamara terhadap calon ibu mertuanya sendiri.......

(Bersambung)

1
Siti Shiro
laki2 cantik
Siti Shiro
3 jam aja udah gempor apalagi berjam2
Siti Shiro
Antonio kalo bisa karakter nya diganti jd kakaknya Leon aja bukan bapaknya jd cocok gak terasa rancu di umur
Siti Shiro
kirain Nanda bisa ma Leon ehh malah Leon jd cassanova
Siti Shiro
bagus bngt timingnya udah sah tp masih dlm acara langsung live didepan banyak orang
Siti Shiro
Luar biasa
Siti Shiro
gak dapet anaknya kejarlah bapaknya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nursanti Ani
cara nya bertele2/Drowsy/
Marlyne Lia Lyne
Silvia bls dendam mu salah orang memangnya gk selidiki lbh dlm. apa Antonio tau ya makanya dia melarang Silvia bls dendam.. krn keras kepala nya Silvia salah sasaran jd yg jahat itu tm ms kecilnya ya si katti
Siti Shiro
apa q doang yg gak bisa Nemu typo kalo gak baca komenan...
Siti Shiro
masih penasaran apaa ygau Carlos bilang dimimpinya silvia
Siti S
Luar biasa
Amalia Siswati
sampai sini udahan bacanya..tidak berkelas balas dendamnya.
Siti Shiro
jangan balikan ma suami yg sekarang yah... gak sudi
🧟‍♂️🧟‍♂️
lahh mc perempuan mau berubah kok dengan cara tdk tau malu bgtuuu
🧟‍♂️🧟‍♂️
knp di bkin kek tangga bgtu cara tulisnya? aneh sekali baca yang model bgni
Marlyne Lia Lyne
visual Nanda terlalu imoet gk pas klw jd meneger
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Marlyne Lia Lyne
wajahnya Leon, Antonio sm Edo kok sama ya... 😃😃
Icaa
hotel banget🤤🤤🤤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!