NovelToon NovelToon
Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eyha

ig : @dora_eyha

Kehidupan rumah tangga yang bahagia menjadi impian bagi setiap pasangan menikah. Namun, jalan terjal selalu siap menantang di masa depan.

Seperti yang dialami Daffin Miyaz Stevano dan istrinya Zafreena Evren Stevano, bertahun-tahun menikah mereka tak kunjung mendapatkan buah hati.

Hingga muncullah rencana gila dari Reena saat melihat Ayasya, janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya.

Akankah, Daffin menuruti keinginan Reena?
Lantas, bagaimana nasib Ayasya sang janda muda?

Mari simak kisah romantis penuh haru yang di balut konflik dan intrik pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUAMI PLANKTON

Aku melihat rahang Daffin menegang. Harusnya aku tidak melakukan konfrontasi terhadapnya, karena dia bukan kak Erlan yang akan dengan sabar menghadapi kemarahanku.

Walau aku tahu aku salah, tapi aku tidak berniat untuk merendahkan diriku di hadapan pria angkuh sepertinya.

"KEMBALI KE KAMARMU!!!" teriakan Daffin terdengar seperti gemuruh di telingaku.

"Aku bukan tahanan! Aku ingin keluar!" sergahku, semoga dengan melakukan sedikit perlawanan Daffin tidak akan memperlakukan diriku sesuka hatinya.

"Kau -" Daffin tidak melanjutkan ucapannya karena kak Reena menyentuh tangannya dengan senyuman yang memabukkan.

Kemarahan Daffin padaku tiba-tiba menguap ketika tatapan matanya bertemu dengan manik mata kak Reena.

Pemandangan yang sangat indah, andai saja sang pria bukanlah si Plankton yang menyebalkan itu.

Aku berpikir karena kemarahan Daffin sudah mereda, dia akan melupakanku dan membiarkan aku keluar dengan tenang walau hanya sesaat.

Namun, harapanku musnah ketika aku baru saja berbalik menuju pintu dan dia langsung menyadarinya. "Jangan pernah berani melewati pintu itu atau aku akan meratakan rumahmu dengan tanah!" ancam Daffin.

Dengan cepat aku membalikkan tubuhku dan melihatnya kembali di kuasai amarah. Sebetulnya, apa salahku? Kenapa dia selalu marah padaku? Di pikirnya aku ini samsak tinju atau dinding yang akan diam saja menerima pukulan darinya. Yah, memang bukan pukulan yang sebenarnya, tapi sikapnya yang seperti itu telah memukul hatiku yang lembut.

Kobaran amarah seketika menyelimutiku mendengar ancaman darinya. 'Baru satu hari dan dia sudah menegaskan kekuasaannya padaku.'

"Ratakan saja! Lakukan yang kau inginkan! Aku ini hanya amoeba bagimu." ketusku, sembari berjalan melewatinya untuk kembali ke kamarku.

***

Puluhan mungkin ratusan gulungan tissue berserakan di kamarku, karena aku melemparkannya ke sembarang arah setelah aku mengelap air mataku yang tidak mau berhenti sejak tadi.

"Tenanglah, Nyonya muda, anda terus saja menangis dan itu tidak baik untuk bayi anda." tutur Rania menenangkanku, usapan lembut tangannya terasa di punggungku.

Aku menatapnya dengan penuh harap. Berharap dia bisa membantuku keluar dari neraka ini. Baru satu hari aku tinggal disini, Daffin sudah mulai berteriak padaku. Bagaimana bila satu minggu? Atau satu bulan? Dan apakah aku masih hidup setelah satu tahun? Membayangkan semua itu membuatku kembali menangis dan terus menerus meratapi nasib buruk yang menimpaku.

Aku melangkah menjauhi tempat tidurku dan mendekati jendela kaca yang terpasang di salah satu sisi kamar. "Siapa yang sudah mengutukku hingga aku mendapatkan hidup yang seperti, Tuhan?" tanyaku menengadah ke langit yang cerah di luar sana.

Hidupku yang sempurna, hari-hariku yang penuh tawa dan canda sudah sirna. Cahaya yang selalu menerangiku sudah padam dan membiarkan aku berada di dalam kegelapan seorang diri.

Langit yang cerah di luar sana semakin menambah sesak dadaku, menyadari bahwa diriku sudah terperosok ke dalam jurang yang sangat gelap. Adakah seseorang yang akan menuntunku menuju cahaya?

Aku berbalik dan melihat Rania yang sedang merapihkan gulungan-gulungan tissue yang berserakan di lantai karena ulahku.

"Rania?"

"Iya, Nyonya muda?" Rania langsung menghentikan aktivitasnya dan beralih menatapku yang masih berdiri di dekat jendela.

"Berapa usiamu?"

"Hanya lebih muda satu tahun darimu, Nyonya muda."

"Benarkah? Apakah kau sudah menikah?" Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja aku ingin mengetahui tentang Rania.

"Saya belum menikah, Nyonya muda." jawabnya yakin, tanpa ragu sedikit pun.

Sebelumnya aku berpikir, jika Rania mungkin lebih tua dariku dan sudah menikah. Karena dia terlihat sangat tenang dan dewasa dalam menyikapi segala sesuatu. Setidaknya itu penilaianku setelah melewati satu hari penuh bersamanya.

"Bagaimana kau akan mengerti masalahku jika kau belum menikah?" gumamku, memupuskan harapanku agar bisa memiliki teman untuk berbagi.

"Anda mengatakan sesuatu, Nyonya muda?" tanya Rania, tatapan matanya mengamatiku dengan seksama.

"Kenapa pertanyaanmu sama dengan Shaka saat aku tertangkap sedang menggerutu?" tanyaku asal.

'Eh, kenapa pipinya merona ketika aku menyebut nama Shaka?'

***

Setelah insiden yang terjadi pagi ini, aku terus mengurung diriku di kamar. Hanya Rania yang menemaniku dengan sabar tanpa mengeluh sedikitpun walaupun aku terus saja memaki Daffin di hadapannya.

"Rania, apakah kau tahu dimana ponselku? Aku meninggalkannya di mobilku beberapa hari yang lalu." Aku baru ingat jika aku meninggalkan semua barang-barangku di mobil termasuk hadiah ulang tahun dari kak Erlan.

"Tidak, Nyonya muda, tapi mungkin tuan Shaka mengetahuinya. Apakah perlu saya menghubungi tuan Shaka untuk anda?" saran Rania.

"Bisakah?" Rania menganggukkan kepalanya.

Aku berpikir sejenak. "Bolehkah? Apakah tidak masalah jika kita menghubungi Shaka?"

"Tentu tidak, Nyonya muda, anda bisa menghubungi tuan Shaka kapanpun anda membutuhkannya." jelas Rania, kemudian mengeluarkan ponsel dari saku rok pelayan yang dia kenakan.

"Silahkan, Nyonya muda!" Rania menyerahkan ponselnya padaku.

Aku menerima ponsel itu dengan bingung. "Kenapa kau memberikannya padaku?"

"Anda saja yang menghubungi tuan Shaka." jawab Rania, lagi-lagi rona merah bersemu di pipinya.

'Ada apa dengan gadis ini?'

"Baiklah, aku saja yang menghubunginya." ucapku akhirnya, agar aku bisa lebih cepat mengetahui keberadaan barang-barang berhargaku.

Tut...

Baru satu kali nada tunggu, Shaka sudah menjawab panggilanku.

"Ada apa, Rania?"

"Ini aku. Ayasya."

"Iya, Nyonya muda, anda membutuhkan sesuatu?"

"Aku ingin bertanya, apakah kau tahu dimana mobilku?"

"Mobil anda, Nyonya muda?"

"Iya. Kau tidak tuli, kan? Aku meninggalkan barang-barangku di dalam mobil saat kecelakaan itu terjadi. Aku baru mengingatnya hari ini."

Hening. Tidak ada jawaban dari Shaka. Aku bahkan tidak mendengar suara nafasnya. Apakah dia mengacuhkanku? Sopan sekali dia.

"Shaka? Shaka? Apa kau masih hidup?" tanyaku kesal. Aku sempat melirik Rania yang terlihat sedikit khawatir.

"Kau ingin aku mati? Kau ingin menjadi janda dua kali?"

Aku tersentak. 'Itu bukan suara Shaka.'

"Daffin?" tanyaku ragu.

"Tentu saja! Kau pikir siapa? Belajarlah mengenali suara suamimu sendiri!"

Aku mencebik mendengar ucapannya. 'Suami? Kau Plankton menyebalkan yang mengurungku di istanamu.'

"Dimana Shaka?"

"Apakah Shaka suamimu?"

"Entahlah. Aku tidak yakin siapa suamiku." sindirku. Terdengar Daffin mendengus kesal.

"Apa yang kau butuhkan?" Nada bicara Daffin melembut, membuatku sedikit merasa aneh.

"Aku ingin tahu dimana mobilku? Aku meninggalkan ponsel dan barang-barang berhargaku di sana."

"Aku sudah mengirim mobilmu ke tempat pembuangan sampah beserta seluruh isinya."

Darahku mendidih mendengar jawaban Daffin. Kemarin dia sudah membuang sepatuku yang di hadiahkan oleh kak Erlan. Hari ini, dengan santainya dia mengatakan bahwa dia juga sudah membuang mobil kak Erlan.

Air mataku mengalir, menggantikan emosi yang tak bisa terucap di bibirku. "Kenapa tidak kau buang saja aku bersama dengan mobil itu?" ucapku lirih di sela-sela tangisan yang tak bisa ku bendung.

Hallo semuanya 🤗

Jangan lupa jempol👍 dulu sebelum atau sesudah membaca dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇author kasih bocoran ya, author tuh seneng banget baca komentar dari readers kesayangan author sampe senyum-senyum sendiri dan itu juga jadi mood booster untuk author lhoo 😘

Apalagi kalau di tambah vote 😍😍

Share juga ceritanya Ayasya ini ke teman-teman dan kenalan kalian biar semakin banyak yang kenal sama Ayasya 🥰

I ❤U readers kesayangan kuhh

1
Amylianamiralisa Liana
Luar biasa
tini karim
masa masih hamil lagi pingsan kok bisa nikah ..n entah walinya siapa .. meski cuman novel tp ya ga gitu juga cr nikahnya
Kurmila Wati
ko aku ngga nemu judul nya di noveltoon
RossyNara
/Good//Good//Good//Good/
Eyha: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Miya Wibowo
hahahahahaahhaha
Miya Wibowo
lh wes tamat
Eyha: lanjut cerita anak-anaknya Plankton, kak 🤗
total 1 replies
Miya Wibowo
shakaaa😭😭😭
fitri hutagaol
👍👍👍
fitri hutagaol
😭😭😭😭😭
fitri hutagaol
😭😭😭
Milo Chasanah
bagus🤩🤩🤩😛
Jarmini Wijayanti
suka banget
Surti
Erlan, Daffin, shaka dan Ayaya adalah cinta segi empat. tapi cinta sejati tak pernah salah memilih dan bersatu. sehingga Erlan dan shaka tahu bahwa cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memilih takdir meninggalkan dunia dan membawa cintanya untuk selama lamanya...
masya allah luar biasa ceritamu thorr,,, dari awal sampai di bab ini aku suka semuanya apalagi sifat ayaya huh yg begitu menggemaskan😘
Eyha: tengkyuu kakak 😘
total 1 replies
Surti
lily masih hidup, dia ada di hadapanmu fin telah menjadi istrimu
Surti
jawaban yg konyol 😂😂😂
Surti
aku suka dgn sikap ayasya yg keras dan tidak takut👍👍👍👍
Nani Rodiah
menarik🥰
Putri
lama lama bosen sama sikap si aca
Halimah Tusahdiah
😏
Haryanti Puji Rahayu
bagus ceritanya di awal awal, tp sampai disini kok Acha lama2 menyebalkan,, sudah Thor aku mbaca sampai disini saja ya,, semangat untuk Author nya💪💪
Eyha: siap 💪

Terima kasih kakak sudah menyelam sejauh ini 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!