NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 - Bukan Suami

"Maksud_"

Plak

Tamparan kedua kembali mendarat tepat di wajah Ervano. Tidak hanya menampar, tapi Haura yang lepas kendali dan tersinggung dengan sikap Ervano tak segan-segan menyerangnya secara brutal sembari melontarkan sumpah serapahnya.

"Badjingan!! Bisa-bisanya masih bersikap santai bahkan sama sekali tidak merasa bersalah!!" pekiknya luar biasa menggema dan sengaja Haura teriakan tepat di dekat telinga Ervano.

Selesai dengan tamparan, Haura menggunakan tas yang bahannya lumayan keras untuk menghantam kepala Ervano tanpa ampun. Seakan membalaskan dendamnya semalam, Haura meluapkan emosi sepuasnya.

Sebagaimana Ervano yang tadi malam sama sekali tidak peduli padanya, Haura melakukan hal sama. Meski memang terlambat, seharusnya Haura melawan seperti ini sewaktu hendak Ervano gagahi.

Namun, hendak bagaimana Ervano memang berbeda. Entah mana yang asli, tapi jelasnya saat ini Ervano seolah tidak bertenaga dan menerima saja semua serangan Haura.

Mulai dari tamparan, pukulan dengan tas juga cakaran yang melukai wajah, tangan dan dadanya benar-benar Ervano terima sampai Haura bingung kenapa pria itu diam saja.

"Kenapa berhenti? Luapkan lagi," tantang Ervano padahal luka-lukanya sudah lumayan memprihatinkan.

Belum sembuh luka yang dia terima dari Abimanyu, kini ditambah dengan luka dari Haura. Sungguh perpaduan yang luar biasa, tidak perlu dites DNA mereka memang sedarah.

Kendati demikian, Ervano sama sekali tidak mempersalahkan hal itu. Dia juga tidak marah, apalagi berniat membalas serangan Haura. Sama seperti Abimanyu yang dia biarkan menghajarnya hingga puas, begitu juga dengan Haura.

"Ayo, selagi saya izinkan ... bagian mana yang ingin kam_uuugghhh!!" Mulut Ervano menganga.

Tubuhnya mendadak kaku dan seketika terjatuh tatkala merasakan nyawanya seakan dicabut detik itu juga.

Serangan terakhir yang kali ini Haura lakukan cukup tak terduga dan sedikit gila. Bagaimana tidak? Wajah tenang yang tadi Ervano pikir telah lelah menyerang ternyata salah.

Melainkan justru puncaknya. Tak pernah terpikirkan oleh Ervano bahwa Haura akan tega menendang bagian sensitifnya sekuat tenaga. Jangan tanya sesakit apa, Ervano bahkan sampai kesulitan bernapas dan terpejam untuk beberapa lama.

"Awh, Ya Tuhan ... Eumh, Mama," rintih Ervano masih terus menekan bagian bawah perut yang sakitnya seperti hendak meregang nyawa.

Haura yang menyaksikan hal itu hanya bersedekap dada. Seolah menikmati setiap rasa sakit yang Ervano rasakan. Jika dilihat dari raut wajahnya, tampak seperti tidak sedang bercanda.

"Nikmati, jangan harap aku akan bersedia menolong saat ini!!" pungkas Haura kemudian berlalu pergi meninggalkan Ervano yang masih berusaha berperang dengan rasa sakitnya.

Tanpa berniat menoleh ke belakang, Haura bermaksud fokus saja meneruskan langkah. Namun, belum seberapa jauh dia berlalu, beberapa orang justru datang dari arah berlawanan.

Menyadari hal itu, Haura khawatir mereka menganggapnya sebagai kriminal dan seketika berbalik demi menutupi perbuatannya.

Ya, walau memiliki keberanian untuk menghajar Ervano hingga kesulitan bernapas tetap saja Haura takut karena di sini, jelas sekali bahwa dia tak ubahnya bak tukang pukul.

"Pak ... Pak Vano bangun," panggil Haura sembari menepuk-nepuk wajah Ervano yang sudah terpejam sejak pertama kali dia datangi.

Haura tidak mengerti pria itu pingsan atau bagaimana, tapi dia tetap berusaha dan berharap nyawa pria itu masih berada dalam raganya.

"Aduh, Pak ... bangun dong, kenapa harus pingsan segala sih? Cuma ditendang gitu doang pingsan mas_"

"Mbak?"

"Ah iya?" Haura terperanjat, jantungnya berdegup tak karu-karuan tatkala sadar rombongan yang tadi dia hindari sudah berada di dekatnya.

"Suaminya kenapa?"

"Heuh?" Pertanyaan yang terlontar dari mereka sontak membuat Haura menggeleng cepat. "Dia bukan suami saya!!"

"Oh, terus siap_ eh? Ini bukannya Haura? Yang artis itu 'kan?"

"Aduh salah orang, Mas, saya bukan artis ... ibu rumah tangga biasa," jawab Haura mengelak, mana mau dia mengaku.

Beruntungnya yang bertanya mungkin tidak begitu yakin karena sudah malam juga. Mereka kini hanya terfokus pada Ervano yang tergeletak tak sadarkan diri.

"Oh iya, terus ini siapa kalau bukan suami, Mbak?"

"Kurang tahu, tadi kebetulan saya lewat ... ketemu mas ini, mau bantuin tapi saya tidak kuat," papar Haura dengan penuh kebohongan seperti kebiasaannya.

"Aduh, kasihan sekali, kira-kira kenapa, Mbak?"

"Kalau dilihat mukanya sih sepertinya dicopet, tuh luka-luka," ucap Haura menjelaskan, sudah persis saksi mata yang menemukan korban tak tanpa indentitas saja.

Ketiga pria yang mendapat penjelasan Haura sontak saling menatap. Seakan tengah berpikir copet mana yang menyerang seperti perempuan.

"Aduh, Mas kok diam saja sih? Buruan dibantu!!" desak Haura lantaran curiga mereka mulai berpikir macam-macam di sana.

"Bantuin gimana, Mbak? Kan kita-kita pada jalan kaki."

Haura lagi dan lagi kebingungan. Sungguh dia sudah tidak bersedia lagi untuk berurusan dengan pria itu.

Akan tetapi, di sisi lain Haura memang takut andai nanti kejahatannya justru terkuak dan Ervano menuntutnya dengan pasal berlapis.

Atas dasar itulah, Haura memutuskan untuk meminta bantuan mereka membawa Ervano ke mobilnya.

.

.

"Huft, harusnya aku pergi lebih cepat saja," ungkap Haura begitu tiba di dalam mobil dan menyaksikan Ervano yang tengah terduduk lesu di sebelahnya.

Ucapan Haura yang tadi akan membawa Ervano ke rumah sakit pada tiga pemuda tersebut hanyalah akal-akalan, bohong tentu saja.

Mana mau Haura membuang waktu untuk mengantar pria itu ke rumah sakit. Beberapa saat dia pandangi, mata Haura dibuat terkejut begitu melihat da-rah mengucur dari pelipis Ervano.

"Hah?" Bohong jika tidak panik, apalagi Haura tahu sendiri sekeras apa sudut tas mahalnya itu.

Bisa dipastikan dar-ah tersebut adalah akibat dari ulahnya. Atas dasar rasa bersalah, naluri Haura seolah hidup dan sontak menarik beberapa lembar tisu di depan matanya.

Perlahan, meski tadi sempat murka Haura membersihkan da-rah tersebut dan ternyata tidak berhenti segera.

Merasa penasaran, Haura memberanikan diri untuk menyibak rambut Ervano yang sedikit panjang demi memastikan bagaimana keadaan pria itu dan hasilnya berhasil membuat Haura menganga.

"Hah? Bo-bocor?" tanya Haura sontak menutup mulutnya.

Sewaktu dia melakukan penyerangan mungkin tak begitu terlihat karena lukanya berada di atas dan rambut Ervano memang cukup tebal.

Namun, sewaktu Haura menyibak rambut Ervano kulit kepala pria itu sudah terlihat mengerikan.

"Gawat, aku harus membawanya ke rumah sakit sekarang!!"

"Tidak perlu." Suara berat Ervano seketika terdengar hingga Haura mengerutkan dahi.

Ingin mengatakan Ervano bersandiwara, tapi keadaannya memang cukup memprihatinkan juga.

"Kenapa? Kepalamu_"

"Antar aku ke apartemen saja," pinta Ervano dan tentu saja Haura enggan.

Belajar dari pengalaman, dia bisa terjebak juga karena niat menolong pada awalnya. Sudah tentu dia tidak bersedia masuk ke lobang yang sama untuk kedua kalinya.

Hal itu tertangkap jelas di mata Ervano sekaligus dia mengerti juga. "Kenapa? Kamu takut, Ra?"

.

.

- To Be Continued -

1
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝 𝙑𝙖𝙣𝙤 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙥 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙢𝙪.. 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙩𝙖𝙨𝙠𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙥𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙠𝙩..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙒𝙧𝙫𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙬𝙩𝙞𝙣 𝙝𝙥𝙡 𝙩𝙥 𝙝𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙙𝙧 𝙨𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙜𝙖 𝙝𝙥 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙩𝙧𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙥𝙪𝙠 𝙟𝙞𝙨𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙩𝙥 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙬𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙞𝙣.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝘼𝙗𝙞𝙢, 𝙩𝙖𝙧 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙟𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙥𝙖𝙖𝙩𝙞 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙗𝙝 𝙙𝙧 𝙮𝙜 𝙀𝙫𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣.. 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙙𝙞𝙚𝙡𝙪𝙨 𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙥 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙚𝙡2 𝙟𝙜.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙚𝙚𝙚𝙝𝙝𝙝... 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙪𝙢𝙥𝙪𝙠 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙗 𝙙𝙧 𝙨𝙚𝙠𝙞𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙙 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩.🙂
aku baru
suka sekali membaca karya mb desy,,,,,terlebih tentang kisah keluarga megantara,,,,,hampir semua aq baca,,,,,tp kisah zavia ko sulit di cari yah????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!