NovelToon NovelToon
Rahasia Hati

Rahasia Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: maylazee

Kia dan Bimo, dua orang yang berusaha bersatu, Tetapi halangan yang mereka hadapi tidak mudah. Bisakah mereka melewatinya? Kenapa Bimo meninggalkan Kia? Apa alasan Kia sangat membenci Bimo? Rahasia apa yang mereka simpan ? Apa ada orang lain yang sama dengan Bimo mencintai Kia? Dengan siapa Kia bisa bahagia? Temukan disini di "Rahasia hati"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maylazee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditembak Adik Kelas

Aku menghempaskan tubuhku di ranjang. Mengingat kejadian tadi aku tertawa tertahan. Rasanya seperti tidak percaya aku bisa menggoda Bimo.

"Ah senangnya," pikirku.

Tapi aku tetap kalah, dia berhasil mendapatkan pipiku.

"Ishh, seperti orang gila saja."

***************

Aku bangkit ketika mendengar suara Mama memanggilku.

Kerangka makalah yang aku kumpul berhasil disetujui guru. Aku akan bersiap melakukan penelitian dan surat tugas dari sekolah sudah keluar. Aku harus mengatakan pada Bimo pikirku dia sudah berjanji menemaniku, kalau melakukan penelitian.

"Ma, Kia mau antar surat tugas, ke tempat teman," teriakku, sambil menghidupkan motor.

"Jangan lama- lama, sebentar lagi Papa pulang," sahut Mama, sambil keluar melihatku.

"Iya, Ma..." jawabku.

****************

Aku mau ke rumah Bimo memberikan surat tugas. Sekaligus mengatakan besok akan melakukan penelitian ke Rumah sakit.

Aku sampai di depan rumahnya. Ternyata Bimo sedang duduk di depan, dengan seseorang Cewek.

Cewek itu cantik kulitnya putih, sedang aku kuning langsat. Badannya sama kurus seperti aku tapi aku lebih tinggi dari dia. Rambutnya pendek rambutku panjang. Aku jadi tidak enak mengganggu mereka. Tapi aku sudah terlanjur datang terpaksa kuteruskan.

Kulihat Bimo terkejut dan langsung mendatangiku.

"Ada apa?" tanyanya.

Aku menyerahkan surat tugas.

"Makalahnya sudah disetujui, jadi penelitian bisa dimulai," jawabku, sambil memberikan suratnya.

Bimo menatapku agak bingung.

"Begitu, ya? Lantas?" tanyanya, sambil mengambil surat yang kuberikan.

"Itu saja! Aku langsung pulang."

Aku langsung menghidupkan motorku.

Sekilas kulihat Cewek itu memandang kami. Bimo mengangguk sambil tersenyum.

Aku langsung pergi.

"Ah... kenapa tidak telpon dulu tadi," sesalku.

Kalau seperti ini aku terlihat memalukan. "Seperti orang bodoh saja," umpatku, sambil melempar kunci motor dan langsung masuk ke kamar.

******************

Aku menuju Rumah sakit, melakukan penelitian sendiri. Padahal aku ingin mengajak Bimo kemarin. Tapi tidak enak sama Ceweknya.

Aku masuk ke dalam. Membawa map berisi beberapa pertanyaan. Bertanya sambil menyodorkan kertas, yang diberikan oleh Kak Yaya pada seorang di meja informasi.

Kemudian tidak lama. Datang seorang yang seumur dengan Kak Yaya. Dia tersenyum dan menyapaku.

"Kia, ya?" tanyanya.

"Iya, Kak..." jawabku.

"Kenalkan, Melda," katanya tersenyum, sambil mengulurkan tangan.

Aku langsung, menyambutnya.

"Ya... Kak Melda," kataku.

Kak Melda mengajakku masuk keruangannya. Dia bagian HRD di rumah sakit.

"Yaya, sudah kasih tahu sama Kakak, apa kita bisa mulai? " tanyanya.

" Iya, Kak," jawabku.

Aku mengeluarkan Tape recorder untuk merekam yang dipinjami oleh Kak Yaya. Aku langsung menanyakan beberapa pertanyaan. Semua sudah kubuat dari rumah. Semua hal yang behubungan dengan makalah.

Kak Melda menjawab dengan simpel. Supaya aku bisa mengerti. Dia juga meminjamkan beberapa buku dari rumah sakit, untuk dirangkum.

"Nanti kalau sudah masuk penelitian data, Kakak ajari cara membuat hitungan persennya," usul Kak Melda.

Aku sangat senang sekali. Ternyata Kak Melda orangnya baik.

"Terima kasih Tuhan, aku dikelilingi orang- orang yang baik," batinku.

Kak Melda mengantarkanku sampai ke luar, rumah sakit. Setelah selesai, aku mengucapkan terima kasih, pada Kak Melda dan langsung kembali ke sekolah.

*****************

Ketika aku datang saat jam istirahat. Aku langsung masuk ke kelas. Kulihat Bimo sedang duduk di bangkunya. Aku celingukan, mencari Rima, tapi Rima tidak ada mungkin di kantin pikirku. Aku berjalan menuju kursi duduk dan menaruh tas.

"Aku kira, tidak masuk sekolah," kata Bimo.

Aku diam saja rasanya aku lagi malas berbicara. Apalagi berdebat dengannya.

Aku mengeluarkan bekalku, tadi pagi aku minta bekal sandwich sama Mama. Aku memakannya dengan cepat, karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.

"Dari mana? " tanya Bimo.

"Menemui seseorang," jawabku.

"Siapa?" tanyanya lagi.

"Teman dekat," jawabku, sambil meneruskan makanku.

"Teman yang mana? " Bimo menatapku penuh selidik.

"Kenapa, sih... bertanya seperti Polisi saja! " kataku dengan kesal.

Tiba- tiba ada seorang Cewek datang menghanpiriku. Aku tidak kenal siapa dia. Dia mendekat dan tersenyum.

"Kia... ya?"

Dia bertanya dan aku mengangguk.

"Saya Tika kelas 1A, ada titipan dari teman saya," katanya, sambil menyodorkan surat.

Amplop surat berwarna biru.

"Tolong dibalas, saya akan ke sini tiga hari lagi," janjinya.

Aku masih terkejut, tapi tetap kuterima "Terima kasih," ucapku. Dia juga mengangguk dan langsung pergi.

Aku masih bingung, tidak bisa berkata apa-apa. Aku menaruh amplop itu dan meneruskan makan sandwichku.

"Coba lihat!" Bimo mengambil amplopnya.

Aku langsung merebutnya. "Tidak sopan!" bentakku.

"Kalau begitu aku pinjam!" kata Heri, teman sekelasku. Dia merebut amplop dari tanganku, langsung berlari ke depan kelas.

"Baca yang keras! " Kata Bimo.

Aku berusaha merebutnya tapi tidak bisa, karena dihalangi Bimo. Aku menyerah, tidak akan menang pikirku. Melawan mereka berdua yang bersekongkol.

"Awas saja nanti!" batinku.

Heri bersiap dan mulai membaca, seperti membaca puisi.

Teruntuk Kia,

Namaku Fahri, anak kelas 1 A. Aku sangat mengagumimu, kamu sangat cantik. Aku jatuh cinta padamu, pada pandangan pertama, saat melihatmu di tempat parkir.

Kau seperti matahari bersinar terang, menyilaukan mataku. Kau seperti bunga yang harumnya wangi, menghanyutkanku. Kau seperti burung, yang bisa terbang membawa hatiku terbang tinggi.

"Waah, banyak sekali perumpamaanmu, Kia... matahari, bunga, burung, kata Heri.

Dia memandang ke atas. Seperti sedang membayangkan sesuatu. Aku hampir tertawa terbahak tapi kutahan. Kulihat Bimo juga tersenyum, sambil menunduk.

"Ada apa sih?" Rima tiba tiba masuk. Heri langsung menunjuk ke bangku, menyuruh Rima duduk. Dia duduk di sebelahku, sambil memandang bingung. Aku menggerakkan bahu .

"Lanjutkan!" teriak Bimo.

Aku ingin kau membalas cintaku. Aku akan berjanji, akan menyayangimu seumur hidupku, tidak akan kubiarkan kau menderita. Aku yang akan menghapus air matamu, kalau kamu menangis. Aku menunggu, balasan suratmu. Yang sangat mencintaimu, Fahri.

Kami semua tertawa, Heri bahkan terduduk sambil memegang perutnya.

Rima tertawa menghampiri Heri. Mengambil surat di tangannya. Bimo sampai memukul mukul meja, sambil tergelak. Aku menutup mulutku, supaya jangan tertawa nyaring.

Sebenarnya suratnya biasa saja. Tapi cara Heri membacanya, yang membuat lucu.

" Aku akan cari, orangnya," kata Heri, meninggalkan kelas.

Aku tidak pernah membayangkan bakal di tembak adik kelas. Jangankan orangnya, namanya saja baru dengar.

"Bagaimana mungkin aku pacaran sama adik kelas, bisa masuk rumah sakit jiwa aku," kataku, sambil mencoba berhenti tertawa.

"Buang saja, suratnya!"

"Siapa tahu ganteng, bagaimana kalau kita lihat orangnya dulu," kata Rima.

"Jangan jahat gitu, ah!" sahutku

Aku melihat bimo kembali duduk, setelah berhenti tertawa.

****************

Kursiku di tendang lembut. Aku menoleh kebelakang, Bimo memberikan kertas.

"Jangan menggodaku, masih jam pelajaran," bisikku.

Aku membuka kertas itu, ada gambar cewek seperti gambar di komik. Di bawahnya tertulis, Coklat. Aku tersenyum simpul, tdak kusangka Bimo bagus menggambar.

Rupanya ada juga kelebihannya, yang tidak aku tahu. Dia kembali menaruh kertas di bahuku. Kini gambarnya cowok bertulis.

"Ajari aku, bahasa Inggris."

Aku menggerakan telunjukku, menyuruh Bimo mendekat.

"Bayar!" kataku pelan.

"Aku tidak punya uang." bisiknya.

"Dengan tubuhmu!" jawabku.

Dia terlihat kaget langsung mundur. Aku tertawa geli melihat dia memandangku dengan tatapan penuh arti.

Aku melanjutkan menyimak pelajaran dan tertawa tertahan.

****************

"Aku setuju!" ucap Bimo, sambil menghampiriku dan duduk di atas mejaku.

"Kau bisa pilih yang mana, asal jangan yang di bawah," ujarnya, sambil merentangkan tangannya.

Aku mengeryitkan keningku. Menatapnya dengan tidak mengerti. Bimo tersenyum menggodaku, aku memukul kepalanya dengan buku.

"Dasar otak kotor!" jeritku.

"Tadi katamu, bayar dengan tubuhku," kata Bimo, lalu turun dari mejaku.

"Maksudku... jadi pengawalku," jelasku.

"Ohh ..." Bimo mengambil kursi. Kemudian duduk, di sebelahku.

"Tadi pagi kemana?" tanyanya.

"Rumah sakit, melakukan penelitian," jawabku, sambil sibuk mencari Tape rekaman.

"Kenapa tidak bilang padaku," ujarnya.

Aku berhenti melakukan kegiatan memandangnya dengan bingung.

"Ada Cewekmu, jadi aku tidak enak, memintamu menemaniku," jawabku.

Bimo memandangku seperti ada yang mau dikatakan.

"Kenapa hmm..?" tanyaku.

Dia masih memandangku, sambil mengelus-elus dahinya. Dan menarik napas dalam.

"Tidak apa, aku keluar dulu, tapi nanti kalau ke rumah sakit atau mencari bahan tugas, harus denganku, tegasnya.

Aku mengangguk sambil tersenyum padanya.

** Tinggalkan jejak .....

** Episode depan kita kenalan sama Fahri yuk , seperti apa dia ... penasaran kan...

1
$!€N4**LKPL
Usul thor gimana kalau bab yg blm terbit kalo mau bisa tukar dgn dana per 5 bab gitu supaya aku tdk pingsan krn penisirin
malas terima nasib jadi wait reader 😓
REKA95
coba analis
gadis sakit
rahasia miko kebuka
kia marah
mereka bercerai
kia bantu gadis
miko kecelakan
staga aaa kenapa otakku traveling thor
lama banget update
★ℳ𝓇~ ℰ𝓂★
next
Binar Pelangi W
semangaaaats kia🤗
Tip 20202
Kia pasti lupa sama gadis ampe nanya gitu lah
CoNie_
kaget eh, apa isi kotak foto2 mesra miko sama gadis? kalo benar nggak ok thor udah kebaca
bab baru kapan terbit
🎯JAY~~
mantap
€DeN7006
comeback
𝑯𝒆𝒊𝒔𝒕_𝑻𝒆𝒛𝒛
_____up up up_____
Syerrin Adiba🌼
poor to gadis😢
7474N✔
lagi
:)𝘼𝙣𝙟𝙖𝙣𝙞°_^
terlambat aku liat kia, sorry kia 😚😚
JeaNny2.60
aku percaya pada kia, dia tidak kan bertindak bodoh hanya karena muncul gadis, ayo kia semangat kamu harus update biar bisa tahu endingmu
Winda Aprilianty
semangat author/Angry/
Rona Merah
apakah seperti aac harus ada perkawinan disaat sakit, tolonglah update cepat thor
---𝘼𝙠𝙝𝙆𝙖𝙪---
up
--𝚁𝚘^^123•••
are u ok dis?

i ok i fine
not bad not bd
-----------
kumerasa sakit----sakit

😂😂😂😂
Faradilla99
jenis sad komplek ekonomi cinta sepihak iri dendam tambah sakit parah, berlebihan bnget thor, author kita cinta mati sama kia semua yg jahat dibikin mokat
H⃠𝗮𝘆𝗶_𝗧𝗿𝗧
kaka author sembuhin gadis kit a jodohin sama kk arya aja jadi enggak sad kan
Vonny Maria Sianipar
masih percaya sama janji miko di depan bimo, kia digempur sama hal begituan gak ngaruh deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!