Araya seorang gadis cantik terpaksa menikahi seorang Ceo buta dan Arrogant yang terkenal sangat dingin dan angkuh.
Akan kah Araya bertahan dengan sikap Evan yang sangat buruk?
yuk simak novel author 🤗🤗
Maaf yah novel ini terpaksa tamat karena masalah tapi kalau kalian suka, aku bakal lanjut cerita ini di akun yang berbeda. Yuk mampir ke novel author yang lain nya. Cari aja Author SENJA atau judul novel baru author "Dinikahi Ketua Geng Motor" jangan lupa like komen yahh😌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
Araya meremas jari jemari nya karena merasa gugup akan bertemu dengan Tuan Muda Evan. Wlapun sudah resmi menikah tapi tetap saja ada perasaan canggung yang menghampiri nya.
Setelah sampai di depan pintu kamar Evan, Araya diam sejenak mengumpulkan tenaga terlebih dahulu. "Huff tenang lah Araya, hanya mengganti pakaian nya saja setelah itu aku akan keluar" Lirih Araya menguatkan diri nya sendiri sebelum melangkah masuk ke kamar Evan.
"Tunggu Nona"
"Ada apa" Araya merasa kesal karena baru saja ingin melangkah namun sebuah tangan dingin meraih pergelangan tangan Araya membuat Araya kembali gugup.
"Maaf Nona sebelum nya ada beberapa aturan yang harus anda ingat sebelum masuk ke dalam kamar Tuan Muda" Kata June dengan wajah serius.
"Peraturan apa" Araya terlihat bingung.
"Pertama anda tidak boleh menyalakan lampu karena Tuan Muda merasa tidak nyaman".
"Pantesan saja saya lihat lampu kamar nya tidak menyala tadi. Apa beda nya jika lampu menyala atau pun mati, Toh dia juga buta tidak akan tau jika lampu nya menyala" batin Araya.
"Kedua anda tidak boleh menyentuh Tuan Muda Evan"
Araya sudah tau jika Evan tidak suka di sentuh karena tadi pagi saat di ruangan Araya menyentuh lengan Evan dan membuat Evan semakin marah. Wajar saja sih, Toh Evan tidak perna keluar mansion dan tidak perna di sentuh oleh siapa pun.
"Ketiga anda tidak boleh melepas kan ikatan tangan Tuan Muda"
Araya terdiam mencerna ucapan June. "Ikatan apa" tanyak Araya dengan menautkan kedua alis nya.
"Masuk lah, nanti anda akan tahu sendiri jika sudah melihat nya" Kata June sembari membuka pintu kamar Evan dan mempersilahkan Araya untuk masuk.
Dengan langkah gusar Araya masuk ke dalam kamar yang sangat gelap, hanya ada beberapa lilin sebagai menerang kamar Tuan Muda Evan.
Rasa takut tentu saja Araya rasa kan saat pertama kali melihat kamar Tuan Muda yang gelap.
Perlahan lahan Araya maju beberapa langkag untuk mengambil lilin dan menyorot beberapa beberapa benda yang masih berhamburan setelah Tuan Muda mengamuk.
Araya terus berjalan menyusuri kamar gelap yang sangat luas dengan perasaan campur aduk.
Brak
Tanpa sengaja Araya menabrak sebuah benda seperto kayu dan sudah di pastikan jika itu adalah ranjang Tuan Muda Evan.
Araya pun menyorot benda tersebut dan benar dugaan Araya jika itu adalah ranjang Evan.
Kaki Araya mendadak lemas dan entah mengapa air nya jatuh begitu saja saat melihat Evan yang sedang duduk dengan mata terpejam dan tangan yang terikat di antara ujung ranjang.
Keadaan Evan benar-benar membuat hati Araya tersayat. Tubuh Evan masih mengunakan kemeja putih yang tadi pagi dia gunakan tapi sebagian besar kancing kemeja itu terbuka menampakan dada seksi milik Evan.
"Kasihan sekali dia" hanya itu yang keluar dari bibir manis Araya dengan tangan gemetar dan air mata yang terus mengalir melihat kondisi Evan.
Perlahan lahan Araya menghampiri Evan yang belum sadarkan diri lalu duduk di samping Evan dengan menyimpan lilin di atas meja samping ranjang Evan.
"Apa dia sejahat itu sampai mereka tega mengikat nya seperti ini" batin Araya.
Dengan perasaan takut Araya mencoba melepas kancing kemeja Evan yang tinggal beberapa itu. beberapa detik kemudian Araya merasa lega saat semua kancing nya terlepas.
ni udah lama gak up
hmm ngomong² tuh ank deg deg kn knp lg