NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir Tokoh Utama

Mengubah Takdir Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

BUDAYAKAN BACA SKRIPSI DULU. TYPO, MAKSUDNYA DESKRIPSI!!

WARNING☇☇
DILARANG BOOM LIKE (SPAM LIKE). KASIH JEDA WAKTU MINIMAL 1 atau 2 MENIT!!!

Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu masuk ke Dunia Novel dan tidak bisa kembali ke Dunia nyata?

Adinda yang notabene seorang sekretaris, ia adalah orang yang tidak mudah menangis dan percaya diri, tiba-tiba keluar dari dunianya dan masuk ke dunia novel yang ia baca.

Adinda terkejut saat membuka mata, ia bergumam, "Dimana aku?". Adinda semakin terkejut dengan rasa tidak percayanya melihat lingkungan sekitar dan tubuhnya bukanlah dirinya sendiri melainkan tokoh utama dari novel tersebut yang mana ia adalah korban bullying.

Bersusah payah kembali ke dunia asalnya, ia akhirnya memutuskan untuk menetap dan mengubah takdir sang tokoh utama. Apakah ia berhasil mengubah takdir tokoh utama dari novel tersebut dan bisa kembali ke dunia nyata? Ataukah ia akan gagal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Aku Ingin di Dekatmu!

1 jam berlalu. Larina yang baru selesai mandi berjalan keluar kamar untuk mengangkat jemuran.

Langkahnya terhenti di depan kamar orang tuanya, ia mendekat dan mendengar Ibunya tertawa kecil didalam sana.

"Bu," panggil Larina

'Tok tok tok'

"Bu," panggilnya lagi

'Tok tok tok'

'Ceklek' Ibu Larina membuka pintu kamarnya.

"Ada apa?"

"Ibu masih telfonan dengan laki-laki yang kemarin itu?" Larina balik bertanya.

"Bicara apa kamu ini?"

"Kalau Ibu masih telfonan dengannya, tolong hentikan sekarang juga, Bu. Sebentar lagi Ayah pulang dan Ibu malah asik dengan laki-laki lain."

Ibu Larina mengepalkan tangan setelah mendengar perkataan Larina.

"Sini kamu!" Ibu Larina meraih tangan Larina dan menariknya ke kamar.

"Sudah mulai kurang ajar kamu, ya!"

"Siapa yang mengajarimu berkata hal seperti tadi, hah?"

"Sok tau!"

"Bu, aku hanya ingin keluarga kita tidak berantakan!" Larina berusaha melepaskan tangannya dari Ibunya.

"Diam!"

"Kamu Ibu hukum! Tidak ada makan malam untukmu." Ibu Larina mendorong Larina masuk ke kamarnya lalu mengunci pintu dari luar.

"Bu!"

"Ini akibat kamu berani terhadapku!"

***

"Sialan, anak itu kenapa tau banyak?" batin Ibu Larina, ia kembali masuk ke kamarnya.

***

☘☘☘

Malam harinya.

Perut Larina keroncongan, ia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 8 malam.

"Hemmm, aku lapar."

Larina duduk di meja belajar sambil memainkan pulpennya, ia melirik sekilas ke arah alat-alat Atk di sampingnya.

Larina menyentuh rambutnya sendiri, ia kembali melihat gunting yang ada di sebelahnya. Setelah mantap, Larina mengambil gunting itu dan berdiri di depan cermin.

"Yups!"

Larina menggenggam rambutnya lalu memotongnya sendiri. Rambut panjangnya kini telah tiada, ia memotongnya sebatas pundak. Ia merapikannya dan memberi poni.

"Sampai rambut ini panjang kembali, ku harap takdir Larina telah berubah sepenuhnya." ucapnya penuh harap.

☘☘☘☘

3 hari berlalu, setelah sarapan Larina berpamitan ke sekolah.

"Wah, sekarang aku sudah bisa berjalan agak cepat dari biasanya, hihi."

1 KM sebelum sampai di sekolah, Larina di hadang oleh para pembully.

"Heeeemm, kalian lagi."

"Mau apa lagi kalian?" tanya Larina dengan tatapan malas.

"Uang,"

"Dih, malak?"

"Jangan banyak bicara. Sudah lama kau tidak menyetor uang pada kami."

"Mohon maaf nih sebelumnya. Kalian punya orang tua dan kalian sudah di beri uang saku. Janganlah serakah sampai-sampai memalak seperti ini. Kalau ingin punya uang lebih, berusahalah."

"Diam dan serahkan uangmu, atau kami akan menghajarmu."

"Aku tidak takut dengan ancamanmu itu!" Larina memicingkan mata

Kesal dengan perlawanan Larina, Doni tidak segan lagi untuk mendaratkan pukulan di wajah Larina

'Bugh!'

Larina meringis dan menyentuh area mulutnya, ia melihat darah keluar dari sudut bibirnya. Doni terdiam seketika saat melihat darah segar menetes dari sudut bibir Larina jatuh ke aspal.

Tidak ada tangisan, tidak ada tatapan tertekan, tidak ada ketakutan, tidak ada raut wajah sedih pada wajah Larina, itulah yang dilihat oleh Doni. Doni teringat dulunya ia pernah memukul Larina dan reaksi Larina langsung ketakutan serta menangis,

Larina tersenyum.

"Sekarang bertambahlah alasanku untuk membalasmu." ucap Larina santai sambil melangkah meninggalkan Doni dkk.

Di Sekolah...

Setelah membeli tisu di kantin, Larina segera menuju kelas karena bel tanda dimulainya jam pelajaran telah berbunyi. Larina membuka pintu kelas perlahan dan melihat Bu Mawar sudah bersiap memberikam materi.

"Maaf saya terlambat," ucap Larina sopan

"Masuklah." Bu Mawar duduk

"Terimakasih,"

"Wajahmu kenapa?" tanya Bu Mawar ketika melihat sudut bibir Larina sedikit kebiruan dan masih ada sedikit bekas darah.

"Saya habis memberikan setetes darah saya untuk seseorang sebagai tanda perjanjian."

"Perjanjian?"

Larina mengangguk.

"Pernjajian sebelah pihak yang mana aku telah berjanji untuk membuatnya menyesal," batin Larina

"Heeeemmm, ya sudah duduk sana."

"Baik, Bu."

Larina terus melangkah namun ia melewati bangkunya sendiri, Bella sedikit bingung. Larina memilih duduk di bangku kosong yang berada di belakang Doni.

"Sebentar, ada yang ketinggalan di ruangan Ibu."

"Baik, Bu."

Bu Mawar keluar kelas dan seketika suasan kelas jadi ramai.

"Hai," Sapa Larina kepada Doni dengan suara berbisik.

"Kenapa kau di belakang?" Doni tidak suka.

"Yah, bagaimana ya? Mulai sekarang kau adalah target utamaku, sih. Hihi." Larina tersenyum,

Doni yang mendengar itu tiba-tiba merasa tidak tenang.

"Aku bisa menghantammu lagi jika kau berani berbuat macam-macam."

"Wah, takut banget, bagaimana nih?" Larina menyeringai.

"Aku tidak main-main dengan ancamanku tadi!"

"Oh, begitu? Aku juga tidak main-main sih tentang menjadikanmu target utamaku."

Doni semakin merasa ada yang berubah dalam diri Larina karena Larina tidak lagi takut padanya, ia langsung menoleh ke arah belakang dan mendapati Larina tersenyum remeh padanya.

"Kau menantangku?!"

"Bisa di katakan begitu." Larina tersenyum lagi.

Larina melirik sekilas ke arah Bella yang ada di depan. Bella menekuk wajah ketika melihat Larina dan Doni berbicara. Bella berfikir keduanya sedang mengobrol, apalagi suara keduanya tidak terdengar olehnya.

Larina tersenyum pada Bella.

"Wkwkwkwk pasti saat ini Bella cemburu melihatku dengan Doni ," batin Larina.

Bella tidak menggubris sapaan senyum dari Larina, ia berdiri dan berjalan ke arahnya.

"Larina," panggil Bella

"Hum?" Larina menoleh.

"Kenapa kau duduk di belakang seperti ini? Duduklah kembali ke tempat asalmu."

"Memangnya kenapa? Aku kan juga bayar Spp dan lainnya ke sekolah ini? Jadi aku bebas mau duduk di mana saja." tolak Larina sambil memangku wajahnya.

"Ck! Pindahlah, kan di depan jadi kosong."

"Kalau begitu mintalah anak lain saja yang mengisinya. Aku maunya duduk di belakang Doni," Larina tetap menolaknya.

"Larina," Bella menghela nafas kesal.

"Memangnya kenapa sih?" Larina tertawa kecil.

"Kalau kalian ribut jangan disini woy!" Doni berdiri.

"Nih, Ketua kelas sewot." ucap Larina.

"Aku pemimpin di kelas ini, Larina. Kalau aku bilang kau harus pindah ke depan maka kau harus menurut."

"Aku tetap tidak mau."

"Mulai sekarang aku akan tetap duduk disini karena aku ingin duduk di dekat Doni."

Seisi kelas terdiam, mereka menoleh pada Larina. Larina menjadi pusat perhatian saat ini.

"Ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu?"

"Apa maksud perkataanmu tadi?" tanya Bella tidak suka.

Larina berdiri.

"Mulai sekarang, aku akan duduk di belakang. Duduk di dekat Doni, bangku depan silahkan di isi."

"Lah, kenapa dia malah pilih disana ya?"

"Iya, bukannya dia sangat takut pada Doni dan teman-temannya?"

"Aneh, ya."

Bisik-bisik manja keluar dari mulut tiap kepala yang berada di kelas itu.

"Tidak ada yang bisa mengubah keputusanku ini. Sekian,Terimakasih." Larina kembali duduk.

Doni sendiri pun terkejut mendengar perkataan Larina tadi, ia kembali duduk dengan rasa tidak percayanya.

"Apa yang terjadi?" batin Doni.

"Cih!" Bella pergi dengan perasaan kesal.

"Tenang saja, aku tidak akan sampai membunuhmu kok." bisik Larina pada Doni

Tidak lama kemudian Bu Mawar datang kembali.

"Baik, selamat pagi semua."

"Pagi, Bu."

"Pelajaran kita mulai, hari ini kita belajarnya berkelompok. Ibu yang akan menentukan Anggotanya dan tidak ada yang boleh protes."

Kelas pun berlangsung dengan hikmat.

1
Anne Rukpaida
ok Kaka
larasatiayu
smangattt
KAITO KID
ya ampun gua ikutan ngakak ketika baca ini teks/Facepalm/
Hanum Anindya
lanjut kak. tetap semngat ya menulisnya🥰
Lina Octavianti
Luar biasa
Hanum Anindya
Sandrina bakalan kalah, bukan lawannya anak SMA lawan adinda 😂😂😂😂, lanjutkan kak. pokoknya jangan pernah berhenti menulis novel ini kak, biarpun ada typo nya juga😂😂😂semangat
Anindya K Setiawan
ceritanya bagus, lanjutkan kak. aku nyakin Adinda bakalan kembLi keduania atau bisa saja mereka ketemu disini 😂😂😂cuma ide saja kak.
semangat ya, pokoknya aku tunggu kelanjutannya jangan pernah berhenti. kecuali menulis langsung terbitkan oke💕
Anindya K Setiawan: siap ditunggu novelnya yang baru💕.
total 2 replies
Hanum Anindya
lanjut kak😊. aku kira larina bakalan jadi andinda.
aisarah silma
Luar biasa
🍒⃞⃟🦅§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪
Maaf ya temen², aku habis bergelut sama kehidupan di RL dan baru bisa update lagi😊 Makasih ya udah meluangkan waktunya untuk baca karyaku!
Dwi Istiani
kak ini nggak ada lanjutannya tah?
🍒⃞⃟🦅§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪: ada kak, tunggu ya!😊
total 1 replies
Ibuk'e Denia
aq mampir thor semoga ceritanya bagus
Buke Chika
lanjutan nya mana thor gantung
Buke Chika
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/Kasihan tu adik kelas
Buke Chika
kayak nya bumbu2 cinta bersemi anak dpt anaknya bpk dpt ibunya boleh tu/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Srie Sifa
bagus,menarik,seru LG. tp nanggung
Srie Sifa
y ampuun sedih banget,padahal ceritanya lagi seru-serunya nih. kok udah tamat aja.
Buke Chika
Luar biasa
Buke Chika
istri kaya itu dipelihara sudah selingkuh lg
Buke Chika
cerai kan saja ngapa istri macam itu dipelihara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!