Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belanja
Hari ini tidak seperti hari biasanya bagi Rey dan Reva, skarang mereka sudah berada satu atap. Bayangkan saja musuh bebuyutan dalam satu atap ntah lah, ntah apa yang akan terjadi selanjutnya.
" kk Rey apa tidak ada bahan makanan yang bisa dimasak untuk makan malam nanti? " ucap Reva kepadanya Rey yang sedang menonton tv, karena dia tidak melihat bahan makanan untuk dimasak nya di lemari es untuk dimakan malam ini, memang dia sedikit geli mendengar ucapan nya memanggilnya manusia es didepanya itu dengan sebutan kk tapi apa boleh buat itu amanah dari ibunya dan dia tidak ingin membuat ibunya kecewa.
"Loh b****h atau t***l sih ya jelaslah lah ngk ada, kita kan baru pindah. lo maunya gue nyiapin semuanya gitu dan lo tinggal nikmatin aja, heh loh pikir lo putri kerajaan apa." balas Rey sarkas dan mata yang meremehkan.
" Dan tunggu tadi lo manggil gue kk ngak salah dengar gue. " balas Rey lagi dengan pandangan meremehkan.
" Isss kalau ngk ada tinggal bilang ngk ada kok susah bnget sih, pakai acara ngehina dulu. Dan sorry ya tuan Rey gue manggil lo gitu karena itu amanah dari ibu gue, lo nya aja yang kebaperan." balas Reva tak kalah ketus nya membuat Rey kesal dan hanya mendengus.
Saat kaki Reva hendak melangkah pergi suara dari Rey menghentikan nya.
" Mau kemana lo jangan buat sesuatu yang bakalan buat gue repot. " ucap Rey, namun tidak melepaskan pandang nya dari tv yang berada di depannya.
" Cih gue cuman mau belanja doang beli bahan bahan makanan." balas Reva karena memang kartu kredit milik Rey sudah diberikan kepada nya agar wanita itu belanja kebutuhan mereka sendiri. Wajar saja Rey memang tidak ingin berurusan dengan wanita itu yang notebate nya istri sah nya itu.
Rey pun segera mematikan tv dan mengambil kunci mobil serta jaketnya.
" Ayo " ucap Rey cuek.
" Hei gue bisa sendiri, lo pikir gue anak kecil apa, enggak bisa belanja sendiri." balas Reva.
"Ckck diam dan ikut saja jangan merepotkan gue. " ucap Rey penuh penegasan.
Di dalam perjalanan hening, tidak ada yang ingin membuka percakapan sibuk dengan urusannya masing masing. Reva yang tak tahan akhirnya buka suara.
" kk Rey " ucap Reva
" Hmm" hanya dibalas deheman oleh Rey.
" Kk kenapa bisa sampai dingin begini sih ke semua cewek, apa kk punya masa lalu yang kelam ya dulu sama seseorang." ucap reva penasaran.
" Bukan urusan lo! " balas Rey ketus.
" yeyyy itu mulut ngomong sekali sekali yang benar kek, kalau enggak jawabannya ham hem ham hem pasti diam. Macem itu mulut enggak bisa bicara aja." balas Reva dengan nada kesal.
" Bisa diam ngk sih lo berisik tau ngak! " balas Rey dengan pandangan tajam.
Seketika itu tak ada percakapan kembali sampai mereka tiba di restoran.
" Kk Rey kenapa kita disini bukanya kita tadi mau belanja. " ucap Reva mengernyitkan dahi milik nya.
"Kata siapa kita belanja emang tadi gue ada bilang. " balas Rey dengan senyum devilnya.
" Aaaaa ya tuhan jika saja membunuh suami sendiri itu tidak dosa bakalan ku bunuh nih manusia es. " batin Reva frustasi.
" Tapi apa berani aku bunuh manusia es ini melihatnya tatapnya saja aku sudah merasa teriris iris. " batin Reva sambil bergidik ngeri membayangkan nya.
" lo mau bengong di sini terus, atau keluar. " tanya Rey dan hendak keluar.
Reva yang tersadar dari lamunan nya pun bergegas mengikuti Rey untuk keluar dari mobil.
*****
Setelah mereka masuk mereka memesan makanan untuk mereka makan.
" kk Rey knapa...."
"Sudah habiskan makanan lo dan jangan ngomong apa apa lagi, lo mau besok lidah lo udah ngk ada lagi." balas Rey memotong pembicaraan Reva karena dia tau Reva pasti akan bertanya yang mengada ngada.
Reva bergidik ngeri membayangkan apa yang dikatakan Rey .Namun dia juga kesal lalu memakan makanan nya dengan cepat untuk melupakan rasa kesal nya.
" *Ci*h knapa dia bisa se imut itu skarang? What apa yang ada Di pikiran mu Rey jangan mudah percaya dengan rubah betina yang ada didepan mu ini." batin Rey namun dia tidak bisa menghentikan senyuman samar yang terukir di wajah tampanya.
Setelah mereka menghabiskan makan malamnya di restoran tadi, mereka hendak pergi pulang, tetapi Rey malah menghentikan mobil nya di depan supermarket.
Reva pun kembali mengernyitkan dahi nya bingung.
"Loh bukanya tadi kk Rey bilang kita ngak belanja ya? " tanya Reva kebingungan.
" Coba lo cerna kata kata gue dari tadi, emang kapan gue bilang kita enggak belanja? " balas Rey kali ini Rey menang lagi.
" bunuh saja aku Rey " batin Reva kesal.
Mereka pun turun dan beli keperluan mereka untuk beberapa hari ke depan.
" Tapi kk Rey knapa kita ngk makan dirumah aja biar Reva yang masakin." ucap Reva.
" Cih kalau lo mau masak dulu, kita mau makan nya jam brapa udah sempet tidur duluan gue nunggu lo masak." balas Rey.
Setelah berbelanja mereka pun pulang ke rumah untuk beristirahat.
Sesampainya di kamar, Rey langsung mengambil selimut dan bantal hendak pergi ke ruang tamu.
"Kk Rey mau ke mana? " tanya Reva.
"gue tidur dibawah karena kamar satu nya lagi belum selesai direnovasi jadi lo yang tidur di kamar, gue gak sudi satu ranjang sama lo dan satu lagi jangan anggap itu perhatian dari gue, gue ngak mau lo bikin masalah jadi lebih baik lo yang dikamar." ucap Rey dengan senyum meremehkan sambil pergi meninggalkan Reva.
" Sakit kenapa bisa sakit di sini sih ada apa denganku?" batin Reva sambil memegangi dadanya.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"