NovelToon NovelToon
Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Antara Kau Dan Dia, Love And Friendship

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:13.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Ini bukan hanya tentang cinta saja tapi ini tentang persahabatan. Dua orang yang tidak saling mengenal terikat dengan sebuah tali perjodohan dan harus menjalani pernikahan.

Kesalahan yang dia perbuat membuat William menyesali perbuatan yang dia lakukan pada istrinya, Citra.

Penyesalan yang dia rasakan membuatnya semakin menjadi bajingan, sedangkan Citra menyembunyikan diri dari suaminya ke tempat yang jauh.

Sahabat baik William, pernah bertemu dengan Citra dan jatuh hati padanya tanpa tahu jika wanita itu adalah istri sahabat baiknya. David mencari sosok wanita yang dia sukai begitu lama sampai suatu hari mereka bertemu kembali.

Hubungan David dan Citra semakin dekat tapi sayangnya, ketika di acara pernikahan sahabat baik Citra, dia harus bertemu dengan William lagi.

Ujian cinta dimulai dan tali persahabatan yang terjalin sejak lama antara David dan William di uji karena mereka mencintai wanita yang sama. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan

Citra duduk di sisi ranjang dan merapikan rambutnya yang berantakan, sedangkan William hanya melihatnya. Selama ini dia tidak memperhatikan istrinya dengan serius dan ternyata, istrinya tampak cantik dan manis. Tidak pernah terlihat menggunakan make up berlebih tapi wajahnya tampak segar, apa dia telah melewatkan sesuatu?

"Apa maksudmu?" pertanyaan Citra menyadarkan William dan dia segera berdehem.

"Seperti yang kita tahu, kakek telah mengatur perjalanan bulan madu kita satu minggu lagi."

"Lalu?"

"Kau tidak ingin terjebak dengan pernikahan ini untuk selamanya bukan? Kau tahu aku punya pacar dan aku juga tidak mau terjebak dengan pernikahan kita jadi mari kita buat kesepakatan."

"Apa yang kau inginkan?" tanya Citra.

"Begini, kita akan mengikuti permintaan Kakek untuk pergi berbulan madu tapi setelah kita kembali, kita akan langsung bercerai," jawab William.

Citra sangat kaget mendengarnya, ternyata dia memang tidak diinginkan. Tapi ini sangat bagus untuk mereka berdua bukan?

"Tapi bagaimana jika setelah kembali berbulan madu, ada rasa cinta di antara kita?" tanya Citra.

"Maksudku ...," Citra menunduk dan memainkan jarinya.

"Bagaimana jika nanti setelah selesai berbulan madu aku malah jatuh cinta padamu?" tanya Citra lagi.

William segera menggeser duduknya dan duduk di samping Citra, "Aku harap tidak ada rasa di antara kita. Jangan jatuh cinta padaku dan aku juga tidak mungkin jatuh cinta padamu," jawab William.

Citra berusaha tersenyum, itu adalah penolakan yang diberikan oleh suaminya dan dia sangat mengerti akan hal itu. Tapi dia rasa ini bukan ide yang buruk. Dengan begitu dia bebas dan tidak perlu ada di sana lagi.

"Ada yang lain?" tanya Citra.

"Kau menyetujuinya?" William memandangi wajah Citra.

"Ya, lagi pula aku tidak menginginkan pernikahan ini dan ini sangat bagus. Aku bisa pergi dari sini dan hidup bebas tanpa ikatan apa pun lagi. Aku bisa bebas dari keluarga Pratama dan sekarang aku bisa bebas darimu. Inilah yang aku inginkan," jawab Citra.

William diam saja, kenapa dia merasa tidak senang mendengar ucapan Citra? Jadi dia ingin bebas darinya? Apa Citra benar-benar tidak suka dengannya?

"Tapi aku ingin kau melakukan beberapa hal selama aku di sini," pinta Citra.

"Katakan!"

"Aku ingin kau makan masakanku, dan aku ingin kita selalu makan bersama. Tidak saja makan pagi tapi aku juga ingin kita makan siang dan makan malam bersama. Kau juga harus mengajak aku jalan-jalan karena aku bosan."

"Baiklah, apa hanya itu saja yang kau inginkan?" tanya William.

"Ya dan tolong, hargai aku," pinta Citra.

"Setuju tapi aku juga ingin kau melakukan beberapa hal untukku. Aku tidak ingin kau ikut campur masalah pribadiku dan apa pun yang aku lakukan di luar, kau tidak boleh ikut campur. Aku juga ingin berperan sebagai suami istri yang baik dan mesra di depan Mama dan juga Kakek. Jangan sampai mereka tahu perjanjian yang kita lakukan."

Citra mengangguk setuju. Dia memang tidak mau ikut campur urusan William dan dia akan memainkan perannya dengan baik sampai mereka berpisah.

"Kita akan tetap tidur bersama karena aku tidak mau Mbak Siti mencurigai hubungan kita dan mengatakannya pada Kakek," ucap William lagi.

"Tapi aku tidak ingin ada kontak fisik di antara kita," pinta Citra.

"Tidak masalah, tapi di depan keluargaku kita harus terlihat mesra dan aku harap kau tidak keberatan melakukan ciuman ringan agar mereka tidak curiga."

"Baiklah," jawab Citra setuju karena dia memang harus memainkan perannya dengan baik supaya terlihat seperti istri yang baik di depan keluarga suaminya.

Citra bangkit berdiri karena pembicaraan mereka sudah selesai tapi pada saat itu kepalanya terasa sakit luar biasa. Citra kembali terduduk dan memegangi kepalanya yang berdenyut dan meringis.

"Ada apa denganmu?" tanya William.

"Kepalaku sakit," jawab Citra.

"Berbaringlah, aku akan meminta Mbak Siti mengambilkan obat untukmu."

"Tidak perlu, aku mau ke kamar mandi."

"Sini aku bantu."

"Tidak perlu, terima kasih," tolak Citra dan dia kembali bangkit berdiri.

Citra berteriak karena tiba-tiba William menggendong tubuhnya dan membawanya menuju kamar mandi.

"Aku bisa sendiri!" protes Citra.

"Biarkan aku melakukannya," ucap William dengan santai.

Wajah Citra sedikit merona, dia sangat malu tapi ini hanya sebuah gendongan saja. Mereka diam saja dan setelah mereka berada di dalam kamar mandi, William segera menurunkan tubuh Citra.

"Jika sudah selesai panggil aku, aku tunggu di luar," ucapnya.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri," tolak Citra.

"Aku tidak suka penolakan!" ucap William sambil melangkah keluar.

Citra diam saja dan segera mencuci wajahnya, matanya tampak membengkak karena terlalu banyak menangis dan tidak hanya itu saja, kepalanya benar-benar sakit. Citra kembali mencuci wajahnya dan setelah selesai Citra keluar dari kamar mandi. William masih menunggunya dan ketika melihat istrinya sudah selesai dia segera menghampiri Citra.

"Apa kau baik-baik saja?" tanyanya, sedangkan Citra menjawabnya dengan anggukan.

"Ayo kembali ke ranjang," ucap William dan dia hendak menggendong istrinya kembali.

"Tidak! Aku tidak apa-apa," tolak Citra.

"Kenapa? Apa aku tidak suka aku gendong?" William menatap Citra dengan serius, dia tidak suka dengan penolakan.

"Bukan begitu, aku tidak ingin merepotkanmu."

"Aku sedang menghargaimu, kau menginginkan itu bukan?"

Citra mengangguk, memang itu yang dia mau. Dia diam saja ketika William kembali menggendongnya menuju ranjang. Citra melingkarkan kedua tangan di leher William dan memandangi wajahnya. Ketika William menurunkan tubuhnya, Citra segera memalingkan pandangannya.

"Aku akan meminta Mbak Siti untuk membuatkan bubur dan obat untukmu," ucap William seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh Citra.

"Kau tidak perlu merepotkan dirimu untukku."

"Tidak apa-apa, aku tidak keberatan," jawab William seraya melangkah pergi.

Citra hanya diam saja sampai William kembali sambil membawa obat dan air putih. William meletakkan air putih yang dia bawa ke atas meja dan membuka bungkus obat yang akan dia berikan pada Citra.

"Mana Mbak Siti?" tanya Citra.

"Sedang membuat bubur," jawab William seraya memberikan obat kepada Citra.

Citra duduk di atas ranjang dan meminum obatnya dan setelah itu kembali merebahkan dirinya ke atas ranjang.

"Terima kasih," ucapnya.

"Tidak masalah, beristirahat," ucap William dan tanpa Citra duga, William menunduk dan mencium dahinya.

Citra sangat kaget, sedangkan William segera melangkah pergi. Citra menyentuh dahinya dan wajahnya tampak memerah. Kenapa William mencium dahinya?

Sebaiknya dia tidak banyak berpikir dan beristirahat. Lagi pula, itu hanya sebuah ciuman di dahi bukan? Di luar sana, William mengusap wajahnya dengan kasar, kenapa dia tidak bisa menahan diri untuk mencium istrinya? Sepertinya ada yang salah dengannya.

1
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
mampir
Nona_Bell
rejeki ketemu wong ganteng
Nona_Bell
Kalau ada cerita Citra bakalan melakukan ninu ninu pertama kali dengan David bukan sama suaminya berarti aku sudah pernah baca....
Nona_Bell
Cerita ini antara pernah baca dan belum, akhir cerita apa Citra sama Daniel
Hijrah Dwi Rahayu
aq entah ini sdh yg keberapa aq bc ulang kisah ini.. seneng aja.. ngk ribet dng pelakor.. tp kisahnya nyentuh banget.. semangat berkarya ya ka
dessi hr
Luar biasa
Rizkaa
berharap citra sama david.. soalny william ini sana sini mau.. agak geli gt tp jodoh di tangan athor
Andryani Sinaga
Luar biasa
Andryani Sinaga
Lumayan
Maurid Tambunan
citra bodoh
Maurid Tambunan
ketemu lah dgn citra
Maurid Tambunan
buat menyesal si william
Shifa Burhan
novel wanita

mereka akan lebih memandang bagus lelaki lain dari pada pemeran utama pria
lelaki lain akan diceritakan sebagai lelaki yang sempurna, cinta tulus, lelaki sejati, pahlawan, pokok akan dicerita sesepurnah mungkin
sedangkan pemeran utama prianakan dibuat jadi sosok yang bilang salah, cerita salah terus

ini adalah ciri2 pemikiran wanita2 yang kurang puas dengan pasanganya, lelaki lain dia pandang sempurna tapi suaminya dia pandang salah terus
Sweet Girl
Baru melipir Tor...
MakBarudakh
Baguuuss
Ending yg memuaskan pemirsah.
mkasih author..
MakBarudakh
Hahaha... Wokeeeh lets we see Lena...
MakBarudakh
Istilah nya mah, proses tersebut diringkas ya thor...
Lanjut thor...
SAL💞🇲🇾
🥰
DG s
bagus ceritanya
bunda Lisa
duh aq lebih suka citra sm david iihh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!