Aury Sasikirana 20 tahun, dijual sang ayah lalu dibeli seorang pria dewasa yang sedang mencari calon istrinya.
Luke pencariannya membawa dia ke Jakarta dan bertemu dengan Kiran, seorang gadis yang juga mengalami sebuah kepedihan hidup yang sama dengan Dayana kekasihnya yang yaitu human trafficking (Perdagangan manusia/ Perbudakan modern) Kiran akan di jual oleh ayahnya sendiri.
Luke menawarkan bantuan pada Kiran dengan persyaratan Kiran mau membantu dia mencari Dayana di kota itu.
"Tolong belilah aku kepada ayahku, jika tidak malam ini ibu dan adikku akan dibuang!" Pinta seorang gadis muda pada Luke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaki dan alas kaki.
Yuda benar-benar licik dan tidak memiliki perasaan menghargai Kiean dengan tidak tanggung-tanggung senilai setengah harga dari sebuah mobil sport Porsche cayman 718. Memberikan harga tanpa rasa ragu dan seperti benar-benar memanfaatkan keadaan.
Arga rekan Luke terkesiap mendapati itu, mungkinkah seorang Luxurious yang sama sekali tidak kenal apa lagi memiliki hubungan dengan Kiran mau melakukan itu hanya demi nama sebuah kemanusiaan, ini tidak logis.
Sebuah meja bartender tempat dimana Luke dan Yuda bernegosiasi kini seakan senyap, Luke sedang kembali menanyakan tentang Kiran sembari mempersiapkan dananya, “Apa alasanmu menyamai harganya dengan sebuah mobil sport? Apa yang akan aku dapat dari harga segitu?” Luke menatap benci bisa-bisanya ada harga untuk seornag anak.
Yuda tertawa,“Dia masih sangat-sangat original, belum tersentuh sedikitpun, ibarat permata dia adalah sebuah batu indah yang langka berwarna merah muda dipuncak gunung, apakah itu menurutmu terlalu mahal?” Tanya Yuda kembali, dia berbasa-basi padahal dengan dua orang yang sebelumnya dia tidak menawarkan sedemikian tingi.
“Dari mana anda tahu itu? Anak remaja sekarang begitu mustahil mendapati seperti itu?”
Yuda tertawa, “Aku melakukan pemeriksaan sebelum mengatakan semuanya.”
Luke tersulut itu yang di maksud Kiran seseorang wanita memeriksa memasukan jemari kemiliknya untuk melihat disana, sungguh Luke tidak tahan lagi rasanya ingin menghabisi manusia iblis ini, “Pemeriksaan ke dokter? Aku butuh sertifikat perjanjian, dan semua datanya agar tidak ada tuntutan dikemudian hari.”
Yuda memberikan anggukan, “Oke itu pasti, semua akan disiapkan.”
“No, aku yang akan siapkan berikan saja dokumen pelengkapnya, Arga tolong! Bantu aku menyiapi semuanya," Luke yakin laki-laki ini akan membuat semuanya yang palsu, pemeriksaan apa yang dia maksud jika dilakukan oleh orang-orangnya sendiri.
Arga mendekat dan berbisik, “Kau yakin?”
“Hemm, aku anggap ini cara menembus Dayana keksihku yang tidak sempat ku selamatkan,”
“Tapi dia bukan Dayana, kau bahkan tidak kenal dia.”
“Kenal, cukup kenal dia akhirnya luar dalam!” Luke segera bangkit dari sana, “Tolong bantu aku persiapkan semuanya Ga!” ulangi Luke lagi.
Arga menyerngitkan dahi,“Kau yakin tidak akan melaporkan kepolisi atau menjadikan ini sebuah tindakan pidana?” Yakinkan Arga masih berbisik.
“Jika bisa aku ingin langsung menghantarkannya ke neraka tapi tidak perlu semuanya, dia bukan manusia, aku tidak ingin gadis itu terlibat apapun lagi dengannya, setelah ini semuanya selesai.”
Arga menepuk pundak Luke, “Proud of you bro!” Arga tertawa kemudian. Sedari dulu Arga tahu Luke memang sangat bisa dihandalkan pantas keluarga Rodriguez menjadikan dia seorang kepercayaan, tentang uang bukan masalah buat Luke dia bisa mendapatkan uang dalam jumlah yang cukup banyak hanya beberapa hari bekerja, Morean sanden menggajinya berkali-kali lipat bahkan sampai sekarang Luke benar memiliki beberapa asset ditempat lain untuk masa tuanya.
...*** ...
1 jam jam berlalu, kesepakatan dan seluruh surat-surat berhasil Arga buat, mereka bertemu lagi disebuah ruangan khusus masih didalam tempat hiburan malam itu, Luke dan Arga sudah disana, mereka menunggu Yuda datang membawa Kiran kedalam sana,
Tok tok tok…
Suara pintu terdengar diketuk, membuat Luke yang sedang mengudarakan asapnya berangsur mematikannya, lalu masuklah Yuda bersama Kiran, kini Kiran kembali dipoles dan diganti lagi pakaiannya dengan warna merah yang sedikit menyala, asli dia dibuat seperti boneka oleh bapaknya sendiri. Wajah cantik itu masih sama memperlihatkan kesedihannya dengan kepala yang tertunduk takut.
Arga terbelalak, sesosok cantik,muncul dihadapan mereka, terlihat masih begitu polos, mulus dari atas hingga kebawah dengan bentuk tubuh yang sedikit berisi, kedua dada yang tampak membulat indah, bibir mungil dan hidung yang mancung.
“Oh Shitt….” ucap takjub lelaki itu.
“Tidak perlu berbasa-basi, ayo segera kita selesaikan.l,” Luke beujar menurunkan kaki yang ia lipat kemudian mensesap minumanya menetralkan keadaan.
“Aury Sasikirana 20 tahun, aku serahkan padamu….”
Baru kali ini Luke tahu nama gadis yang ia panggil kucing kecil sebab mempunyai dua gingsul itu. “Akan tulis namanya dalam perjanjian ini dan kita sepkati semuanya, tentang urusanmu bersama gadis itu segera selesaikan, aku tidak ingin kalian terlibat apapun lagi,” Luke bersuara dengan tegas, mengingatkan Yuda dia yang menahan ibu tiri Kira nda adik-adiknya.
Yuda menoleh kepada sang anak lalu mendekat dan berbisik, ia seperti menjelaskan sesuatu pada Koran, sesuatu yang Kiran harap Yuda tepati janjinta karena Kiran sudah mengikhlaskan dirinya untuk dijadikan seperti barang. Hingga Kiran pun memberikan anggukan dengan ekspresi tertekan.
“Semuanya sudah selesai,” Jelas Yuda kemudian.
“Bolekan gadis itu duduk disini, ada yang ingin aku perlihatka dengannya?” Luke ingin memastikan lagi apakah semuanya benar sudah selesai.
Yuda memerintah Kiran dengan gerakkan kepala, membuat gadis itu maju mendekat pada Luke, keduanya saling bersitatap mengirimkan isyarat yang entah bagaimana keduanya sama-sama paham apa yang mereka bahas, hingga Kiran mengatakan Ya, semuanya sudah selesai.
Luke pun mengerti, “Kita selesaikan sekarang…tanda tanganilah disini,” Perintah Luke pada Kiran sebagai sebuah formalitas Yuda tidak curiga, Luke menutup sebuah nominal angka disana namun Kiran berusaha membuka jemari lelaki itu dengan menatap matanya.
“Biarkan aku melihatnya,” Kiran berusaha menyingkirkan tangan Luke namun lelaki itu menahannya.
Luke menggelengkan kepala melihat Kiran, Kiran tidak perlu tahu nominalnya itu, “Tanda tanganilah segera, kita akan pergi…”
Namun Kirab sudah melihat sekilas nominal yang begitu besar itu, ia terenyuh sungguh lelaki ini memberikan uanganya sia-sia untuk dia?
Seluruh tubuh Kiran rasanya meremang, bagaimana bisa semesta mengirimkan dia, manusia yang dalam setiap hal yang ia lakukan membuat Kiran berkaca-kaca.
Tadi dia memelukku erat hingga memberikanku kecupan didahi meyakinkan semuanya akan aman dan baik-baik saja, Ya aku memang kucing kecil malang, kau menganggapku demikian, aku berjanji kita akan cari dia setelah ini, orang baik sepertimu pantas bahagia.
Beberapa saat beralalu serah terima pun berhasil terselesaikan, Yuda pergi dari sana membuat Kiran yang sedari tadi bisa bisa bernafas lega, segera Kiran menjathkan diriya di lantai saking leganya.
Hikss
Hikss
Air mata Kiran tumpah ruah, “BAPAK SIALAN! MANUSIA IBLIS, BUKAN MANUSIA.” Kiran mengumpati kesal bapaknya itu.
Luke pun segera bangkit dan menghampiri Kiran, lalu menarik alas meja untuk menutupi dada Kiran yang begitu terbuka, “ Ayo kita pergi dari sini.”
Kiran menggelengkan kepalanya, “Mau ketempat Ibu, Ine dan Yuda…”
“Sudah larut malam, besok pagi-pagi sekali kita kesana.”
“Mau sekarang….” Paksa Kiran lagi
Namun ejenak Kiran ingat dia bukan siapa-siapa lagi untuk dirinya sendiri, tidak boleh membantah dia sudah terlalu baik membuat waktu dan biaya untuknya, Kiran pun akhinya mengangguk mengerti untuk menurut.
...*** ...
Di dalam mobil, Kiran langsung tertidur dikabin belakang namun beberapa emnit sekali ia tedengar seperti orang yang terkejut dan ketakutan keadaan tadi benar-benar membawa trauma untuknya sendiri.
“Akan apa selanjutnya?” Tanya Arga pada Luke.
“Entahlah yang pasti menjauhkan dia dari sisialan itu, pergi daru rumah itu, hemm…kau turun dimana?”
“Didepan sana, aku akan temui Mily dan Fabian lagi.”
“Baiklah Bro, aku siap membantu jika dia mau nanti dia bisa bergabung diagensiku, dia bisa belajar disana.”
“Ya, nanti aku bicarakan dengannya jika dia mau.”
...*** ...
Setelah menurunkan Arga di applebee, Luke pun bergegas pergi ia akan kembali ke hotel mengistirahatkan sejenak dirinya, Kiran juga terlihat sangat kelelahan sekali, sungguh Luke begitu tidak tega Kiran terus saja meracau, dia tampak sangat stress dan tertekan sekali.
Hingga menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh ke hotel, mereka pun tiba. Luke segera keluar dari mobil ia menghampiri Kiran dibelakang mengusap pelan membangunkan dan Kiran pub terkejut lagi kini ia membuka kedua matanya.
“Bapak?” ucapnya shock
Betapa menyedihkannya Luke melihat Kiran, ia berkeringat jagung entah membawa banyak mimpi baru saja tidur sebentar, Kiran pun menangis lagi, “ Dia jahat!” Hiksssss…
“Kita naik ya?”
Kiran menggelengkan kepalanya enggan, ia sungguh enggan tidur lagi, “Aku mau disini aja.” Peluknya erat kain meja yang ia bawa dari tempat hiburan tadi.
Luke melihat pada waktu ini sudah pukul 2 dini hari, “Disini gelap. Ini tempat parkiran.”
Jangan banyak maunya Kiran…
Jangan banyak maunya menurutlah…
Sudah banyak sekali kau menyusahkan…
Kalimat-kalimat seperti itu seakan sudah mengimplus ke otaknya, setelah semuanya terjadi tadi, segera Kiran memberikan anggunkan Ya untuk segera turun dari sana.
“Sandalnya nggak ada…” keluh Kiran dimana hell yang ia pakai diambil lagi tadi oleh wanita suruhan bapaknya itu.
“Kaki dan alas kakiku masih ada, cukup bisa menopang kita berdua…ayo cepat naik, Little cat!” Luke sedikit tertawa, ia berusaha menghibur Kiran lalu berbalik badan meminta gadis itu naik kepunggungnya.
.
.
.
.
.
.
Kalau like dan commentnya banyak, aku cepatloh upny🤣 apa lagi hadiah naik😘