Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.
Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.
Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.
Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.
Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?
•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"
"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Karena kesalahpahaman warga
Sepulang sekolah, Anindia memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Anindia membuka laptop sembari mendengarkan musik favoritnya. Baginya, mendengarkan musik ketika belajar sendirian itu sangat membangkitkan semangatnya dalam belajar.
Anindia ingin menjadi seperti dua orang kakaknya yang bisa mendapatkan beasiswa dan bisa berkuliah di universitas impiannya. Anindia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya laki-laki bernama Arfan yang sekarang sudah berprofesi sebagai seorang dokter dan juga sudah menikah. Sementara kakak keduanya perempuan bernama Arina, yang kini sudah berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas.
Mereka bertiga terlahir dari pasangan suami-istri bernama Mario dan Laura. Ayahnya bekerja sebagai owner di salah satu restoran yang berada di pusat kota. Meskipun tidak terkenal, tapi cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya. Sementara ibunya merupakan pemilik butik kecil yang terletak tidak jauh dari restoran suaminya.
Keluarga mereka terbilang harmonis, meskipun kedua orang tuanya menetapkan batasan yang sangat ketat untuk anak-anaknya. Tujuan mereka tidak lain adalah untuk menjaga pergaulan anak-anaknya agar tidak salah dalam memilih teman.
Saat ini, Anindia sedang sendirian di dalam kamarnya. Rumahnya yang sepi sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi Anindia. Terlebih ia pun tahu bahwa semua keluarganya sibuk dengan urusannya masing-masing.
Sementara itu di kediaman yang lain, tepatnya di rumah megah Keanu, pemuda itu sedang menelpon dua temannya karena ada informasi tentang tawuran. Ia yang merupakan ketua geng pun merencanakan sesuatu.
Dua orang teman dekatnya, Niko dan Ariga, mereka pun langsung menyetujui dan membuat janji temu di sebuah jalanan sepi. Setelah selesai menghubungi dua temannya itu, Keanu pun langsung bersiap untuk pergi.
Keanu merupakan anak tunggal dari pasangan suami-istri bernama Bramantyo dan Amanda. Ayahnya yang merupakan seorang CEO dan ibunya yang merupakan seorang sosialita, membuat Keanu begitu dimanja dengan harta. Tapi mereka tidak tahu bahwa Keanu justru memanfaatkan kemewahan itu untuk kenakalannya.
Keanu mengambil jaketnya lalu mengambil kunci motor sport hitam itu dari atas meja. Ia pun langsung menuruni anak tangga menuju garasi. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung memulai mesin motornya dan berlalu pergi ke tempat pertemuan nya.
Beberapa menit melaju di jalanan, tibalah Keanu di sebuah jalan yang sangat sepi. Setibanya di sana, ia bisa melihat dua orang teman dekatnya serta anggota geng nya yang lain sudah menunggu.
Ia pun langsung menuruni ninja hitamnya itu dan melepas helm full face-nya, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah teman-temannya.
"Dimana mereka?" Ujar Keanu tanpa berbasa-basi.
"Mungkin sebentar lagi," ujar salah satu dari mereka, tapi bukan Niko maupun Ariga.
Keanu hanya mengangguk singkat, matanya menatap tajam ke kejauhan. Ia merasa bahwa ia tidak bisa ditantang seperti ini oleh geng lainnya. Ia tidak ingin menurunkan citra raja jalanan nya.
Tak berapa lama, suara dari beberapa deru motor terdengar mendekat. Mereka pun langsung paham bahwa suara dari motor-motor itu pasti dari lawannya. Dan benar saja apa yang mereka duga, beberapa pemuda dari geng lawan pun muncul di hadapan mereka dan turun dari motornya masing-masing.
Keanu memimpin geng nya di depan, sementara lawannya juga melakukan hal sama. Mereka saling melontarkan tatapan tajam, seakan tatapan itu bisa menembus masuk ke jiwa mereka.
"Woi woi! Ada tawuran!"
Baru saja hendak melakukan aksinya, mereka dipergoki oleh beberapa warga yang melintas. Karena panik, mereka semua langsung berlari tunggang-langgang agar tidak tertangkap.
Mereka semua langsung menaiki motornya masing-masing dan melaju motornya dengan kecepatan tinggi. Namun sayangnya, Keanu terjatuh dari motornya. Ia yang panik karena melihat para warga berlari ke arahnya, langsung meninggalkan motornya itu begitu saja di jalanan. Ia pun berlari secepat mungkin untuk menghindari para warga itu.
"Jangan lari!" Seru salah satu warga.
Keanu terus berlari melewati gang-gang kecil. Bahkan ia sempat menabrak beberapa orang yang berjalan, tapi ia tidak peduli. Yang dipikirkannya hanya satu, yaitu melarikan diri.
Keanu terjebak di sebuah jalan buntu. Ia yang melihat sebuah tembok di sebelahnya pun langsung menaiki tembok itu untuk melompat ke sebelah sana. Keanu terguling di tanah, ia pun langsung kembali berlari meskipun kakinya sudah mulai tidak stabil karena kakinya yang sedikit terluka.
Keanu berhenti sejenak untuk mengatur pernapasan nya, tubuhnya pun basah karena keringat yang terus mengalir. Keanu menoleh ke belakang, ia bisa melihat bahwa para warga itu masih berlari mengejarnya.
Tanpa pikir panjang, Keanu kembali berlari hingga akhirnya ia terjebak di deretan perubahan. Keanu melihat sebuah jendela yang terbuka lebar, ia pun langsung melompat masuk untuk bersembunyi.
"Aaaaaa!!!" Teriak seorang gadis yang sedang duduk di meja belajarnya itu, karena terkejut dengan kedatangan Keanu.
Keanu yang panik karena teriakan gadis itu, langsung berjalan mendekat dan menutup mulutnya dengan tangannya. Ia tidak ingin para warga menangkapnya karena teriakan dari gadis itu.
Tapi tiada di duga, gadis itu justru menggigit tangannya. Keanu yang merasa sakit pun langsung melepaskan tangannya, ia pun mengibaskan tangannya yang terasa panas karena gigitan dari gadis itu.
"Aww," ringisnya.
"Heh! Ngapain kamu di kamar aku?!! Keluar!!" Teriak gadis itu yang ternyata Anindia. Ia pun berdiri dan langsung berbalik arah, menatap Keanu dengan tatapan tajam.
"Anindia? I-ini rumah lo?" Tanya Keanu yang baru menyadari gadis di hadapannya itu.
"Ya iya ini rumah aku! Kamu yang ngapain di sini! Keluar gak!!" Ujar Anindia sembari berdiri dan mendorong tubuh Keanu agar keluar dari rumahnya.
"Gue bakal keluar, tapi sekarang please tolongin gue," ujar Keanu memohon.
Anindia yang kesal pun langsung meraih bantal di atas tempat tidurnya, ia langsung memukuli pemuda itu dengan bantal yang di pegangnya.
"IHHHH...!! KELUAR KEANUUU!!!" Teriak Anindia dengan suara yang lebih keras.
Keanu yang lagi-lagi merasa panik, langsung menutup mulut Anindia lagi. Terlebih suara beberapa warga sudah terdengar berjalan mendekat ke arah rumah Anindia.
Tapi tanpa diduga, mereka berdua berakhir jatuh di atas tempat tidur. Karena refleks Keanu yang begitu kuat, sehingga membuat keduanya kehilangan keseimbangan. Keanu pun tidak sengaja terjatuh tepat di atas Anindia.
Anindia yang panik langsung memukul dada bidang Keanu sebisanya, sementara Keanu terkejut dan langsung beranjak untuk bangun. Tapi sudah terlambat, para warga sudah melihat itu dan langsung salah paham, mereka mengira bahwa keduanya sudah melakukan sesuatu yang tidak wajar.
"Apa yang sudah kalian berdua lakukan?!" Geram salah satu warga.
"Nikahin aja! Buat malu aja mereka!" Ujar yang lain menimpali.
Keanu langsung berdiri, diikuti Anindia yang juga melakukan hal yang sama. Keduanya langsung menggelengkan kepalanya, merasa tidak terima dengan kesalahpahaman ini.
"Eng-enggak Pak, Bu... Kami enggak melakukan apa-apa." Ujar Keanu sembari mengangkat kedua tangannya.
"Kami tidak melakukan apa-apa, Pak, Bu... Tolong percaya kami," ujar Anindia yang kini matanya sudah terlihat berkaca-kaca.
"Alah! Mana mungkin gak ngapa-ngapain, lagian udah tertangkap basah berduaan di dalam kamar!" Ujar seorang warga yang lainnya.
"Eng-enggak Pak, Bu... Ini cuma salah pah-" ujar Keanu mencoba untuk membela diri tapi para warga tidak ingin mendengarkan penjelasannya.
"Udah Pak nikahin aja! Hubungi aja kedua orang tuanya biar tau kelakuan anak-anak mereka!"
"Iya Pak nikahin aja! Buat malu komplek aja!"
Para warga bersorak dan memaksa mereka untuk menikah. Anindia tidak bisa berkata apa-apa karena air matanya yang sudah menetes saat ini. Sementara Keanu mengacak rambutnya frustasi, ia tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Tanpa aba-aba, beberapa warga langsung beranjak masuk ke dalam kamar Anindia melalui pintu depan. Mereka langsung membawa Anindia dan Keanu lalu mendudukkan mereka di atas sofa rumah Anindia.
Anindia menunduk sambil menutup matanya yang menangis dengan tangannya. Sementara Keanu duduk terdiam tanpa kata, pikirannya sudah berkecamuk saat ini.
Salah satu warga langsung menghubungi kedua orang tua Anindia dan Keanu juga. Meskipun mereka tinggal di kompleks yang sama, Keanu maupun Anindia sama sekali tidak mengenali keluarga satu sama lain.
Mereka terduduk pasrah, karena menjelaskan pun percuma. Warga sudah salah paham dan memaksa mereka untuk menikah, meskipun keduanya masih sama-sama berumur belasan tahun.
"Saya sudah menghubungi kedua orang tua kalian dan sedang dalam perjalanan ke sini. Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat kalian berdua." Ujar seorang pria paruh baya itu.
"Tapi pak, kami enggak melakukan apa-apa dia datang dan-" ujar Anindia berusaha menjelaskan dengan suara yang bergetar, tapi warga yang lain sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun darinya.
"Udah terciduk masih aja membantah, bikin malu aja!" Ujar salah satu warga.
Anindia mencoba menyeka air matanya yang terus-menerus menetes. Sementara Keanu yang duduk di sebelahnya tidak bereaksi apa-apa selain hanya melontarkan tatapan kesal kepada para warga.
Tak berapa lama, terdengar dua suara mobil berhenti di depan rumah. Ya, suara mobil itu dari kedua orang tua Anindia dan juga Keanu. Ibu Anindia langsung masuk ke dalam rumah dan memeluk putrinya itu, sementara ayahnya menatap putrinya dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin Anindia bisa membawa teman lawan jenis ke dalam kamarnya, sementara didikan ayahnya pun sangatlah keras.
Sementara ayah Keanu, langsung menghampiri putranya itu dengan tatapan marah dan geram. Ia merasa bahwa putra tunggalnya itu telah memalukan keluarganya, terlebih ketika ia tahu bahwa gadis itu merupakan anak dari temannya sendiri. Ia jelas saja merasa malu kepada keluarga Mario.
Plaakk!!
Tanpa aba-aba, ayah Keanu langsung memberikan satu tamparan keras untuk Keanu. Ia tidak percaya bahwa putranya itu bisa melakukan hal yang begitu memalukan. Sementara Keanu, ia langsung terhuyung ke samping tanpa perlawanan, karena ia tahu bahwa ayahnya sudah sangat murka saat ini.
"Pa, jangan gitu kasihan Keanu." Ujar ibunya mencoba menenangkan suaminya sambil menangkap lengannya.
"Dia udah bikin malu kita, Ma! Bikin malu Keluarga Mario! Mama tau sendiri kan, Mario itu teman baik Papa?" Ujar ayah Keanu yang masih merasa geram.
Anindia dan Keanu yang masih terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan ini pun langsung merasa terkejut. Ternyata ayah dari Anindia dan Keanu merupakan teman dekat, tapi keduanya tidak bereaksi apa-apa selain terdiam tanpa kata.
"Tidak aja jalan lain selain menikahkan mereka berdua, Bram." Ujar ayah Anindia dengan nada yang penuh kekecewaan.
"Maafkan aku, Mario. Anakku sudah membuat malu, aku berjanji akan menikahkan mereka hari ini juga. Keanu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya." Ujar ayah Keanu dengan satu helaan nafas panjang.
"Enggak Pa! Aku gak mau menikah! Semua ini salah paham!" Ujar Keanu langsung menyangkal sambil berdiri.
"Tidak ada penolakan, Keanu. Papa sudah terlanjur kecewa sama kamu. Mau tidak mau kamu harus menikahi Anindia hari ini juga." Ujar ayah Keanu yang sudah final dengan keputusannya.
Keanu lagi-lagi mengacak rambutnya penuh frustasi, ia tidak mengerti mengapa semua orang tidak mempercayai dirinya. Sementara Anindia kini kembali menangis tersedu-sedu, mengapa karena kesalahpahaman harus berakhir seperti ini. Ia harus menikah dengan seseorang yang paling tidak disukainya. Anindia merasa terjebak, ia takut akan dijauhi teman-temannya ketika mereka tahu berita ini.
Ibu Anindia terus memeluknya erat, sembari mencoba untuk menenangkan putri bungsunya itu. Sementara ibu Keanu juga berusaha menenangkan Anindia bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Kedua orang tua mereka pun akhirnya berbicara kepada para warga tentang pernikahan dadakan ini. Dan mereka semua menyetujui bahwa nanti sore mereka akan dinikahkan di masjid terdekat.
^^^Bersambung...^^^