🏆3 st🥉 Winner (Event Mengubah Takdir)
Wisnu merupakan seorang menantu miskin yang menikahi seorang wanita kaya dari keluarga Buana.
Dirinya selalu dihina dan dijadikan budak oleh keluarga istrinya.
Pada suatu ketika, Wisnu bertemu seorang pria tua yang tidak lain adalah kakek kandungnya.
Wisnu tiba-tiba mendapatkan warisan keluarga yang tidak ia ketahui. Dan akhirnya Wisnu menjadi kaya raya.
Apa yang akan terjadi kepada wisnu selanjutnya?
Ayo simak terus cerita ini dan jangan lupa untuk memberikan like, komen dan vote kalian ya!
Follow IG aku ya.
@rafizqi0202
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Pelajaran
Bab 12 Pelajaran
"Apa kalian mau?" Tanya Wisnu lagi dengan tersenyum licik.
Tanpa berpikir panjang, Yunma langsung menjawab.
"Iya aku mau" Jawabnya kemudian.
"Kak!" Seru Joni dengan penuh penekanan. Semacam tidak terima akan jawaban kakaknya Yunma.
"Sudah. menurut saja!" Ucap Yunma pelan kepada Joni yanga ada disampingnya.
"Baiklah. Aku ingin kalian merasakan malu, seperti kalian selalu membuat aku malu dimata banyak orang. Aku ingin kalian berlari mengelilingi gedung ini sebanyak 100 kali putaran" Ucap Wisnu kemudian. Yunma dan Joni menatap Wisnu dengan mulut menganga.
"100 kali?" Ucap Yunma ternganga.
"Iya 100 kali. Tentunya dengan ini" Wisnu menggoyangkan sebuah spidol ditangannya seraya melempar spidol itu ke depan Yunma dan Joni.
Yunma tidak mengerti. Ia hanya menatap spidol itu dengan wajah bingung.
"Aku ingin kamu menggambar wajah Joni dengan wajah panda. Jangan Lupa tuliskan juga nama pecundang di keningnya" Sambung Wisnu. Yunma dan Joni kembali menganga tidak terima.
Bagaimana mungkin putra dari keluarga Buana dipermalukan seperti ini. Namun apakah harga diri itu penting dari harta yang mereka miliki?
Yunma dengan gemetar mengambil spidol itu dan mulai menggambar diwajah adiknya sesuai dengan apa yang Wisnu perintah kan.
Flashback 🌺
Setahun yang lalu. Dimana disebuah acara keluarga. Wisnu yang datang melamar sang kekasih juga diperlakukan sama oleh Yunma dan Joni.
Yaitu gambaran panda di wajah Wisnu dengan sebutan pecundang seraya berkeliling mengelilingi kompleks elit di perumahan Recidence Tlina. Tempat dimana Genisa tinggal sekarang.
Wisnu dengan kokok dan percaya diri. Niat baiknya disalah gunakan oleh keluarga Genisa.
Walaupun begitu. Sosok wanita yang dia cintai itu jauh berbeda dari kedua kakak beradik itu.
Inilah waktunya untuk membalas Yunma dan Joni. Mereka harus merasakan dengan apa yang mereka lakukan dulu.
Flashback off 🌺
Setelah selesai. Yunma meletakkan spidol itu lalu kembali menatap Wisnu.
"Berlarilah sebanyak 100 kali" Ucap Wisnu dingin.
Yunma dan Joni mulai berdiri. Joni nampak menatap Wisnu dengan tajam. Seakan tidak terima akan apa yang ia alami sekarang.
Yunma dan Joni keluar dari ruangan Wisnu, dengan diikuti beberapa pengawal disana.
"Hahhahha. Rasain, kenapa juga menghina presdir dari kantor ini"
"Sombong membawa petaka"
"Hahha lucu banget wajahnya. Sepertinya mereka sedang dapat pelajaran tambahan"
Berbagai cibiran terdengar dari pegawai Anatarna Grup untuk Yunma dan Joni.
Mereka berdua hanya menunduk. Menahan malu dengan sangat dalam.
Hari sudah hampir sore.
Namun Yunma dan Joni masih sibuk berlari mengelilingi gedung Anatarna Grup.
Sebuah gedung dengan luas tanah hampir 4 Hektar secara keseluruhan.
Sementara itu.
Di ruangan kerja Wisnu.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mengambil berkasnya?" Ucap Wisnu.
"Sudah tuan" Jawab Rian tegas.
"Bagus! Aku ingin kamu ubah pernyataan berkas itu bahwa Bram tidak tertera dalam hak waris perusahaan Anatarna Grup ini. Dan semua aset yang dia miliki harus disita secepat mungkin" Tegas Wisnu.
"Baik tuan" Ucap Rian sedikit menunduk memberi hormat sebelum meninggalkan tempatnya.
Setelah kepergian Rian. Wisnu nampak tersenyum puas. Semuanya didalam kendalinya. Tinggal mengurus keluarga Buana yang menjengkelkan itu.
Wisnu seketika tersenyum licik. Sepertinya akan ada Adegan lagi yang harus dia perbuat setelah ini. Tentunya di rumah tempat kediaman Keluarga Buana.
"Dunia akan gempar karena kehadiranku" Batin Wisnu.
Wisnu berdiri, lalu berjalan kearah luar dengan sedikit melonggarkan dasinya.
Ini adalah waktunya jam pulang. Wisnu tidak ingin membuat istrinya terlalu lama menunggunya dirumah.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏🙏🙏 Dengan Like dan komen ya.