NovelToon NovelToon
Elizabeth Vale

Elizabeth Vale

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Action / Cinta Terlarang / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Ketika luka fisik ditutup oleh foundation.

Elizabeth Taylor menikah dengan Luis Holloway demi keluarganya, tanpa tahu bahwa pernikahan itu adalah awal dari neraka. Ketika kebenaran tentang suaminya terungkap, Elizabeth meminta bantuan Nathaniel Vale untuk lepas dari jerat Luis—tanpa menyadari bahwa pria itu juga menyimpan dendam yang sama berbahayanya, yang seharusnya dijauhi malah berakhir di ranjang panas dan perjanjian yang adil namun menusuk.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EV — BAB 12

SIKAP YANG ANEH

Ucapan Cili semakin membuat Eliza penasaran. Dia sudah menduganya sejak awal masuk ke mansion ini. Para pelayan menunduk dan tak ada yang berani menatap Luis ataupun yang lainnya.

“Apa dia memang sejahat itu?” tanya Eliza langsung ke intinya.

Pelayan tadi terdiam, dan kemudian matanya yang melebar seolah dia tengah berpikir dan harus tetap berhati-hati menjaga mulutnya. “Tuan Luis sakit mental, itu yang aku dengar.”

“Bagaimana dengan ruangan tadi? Aku melihat bingkai foto keluarga di sana. Foto siapa itu?” tegas Eliza yang mulai menggebu dan ingin tahu saat dia mendengar kata sakit mental tadi.

Cili terdiam dengan wajah lebih terkejut dan kepala sedikit mendongak. “Aku tidak bisa bicara soal yang itu Nyonya. Tapi saranku... Lebih baik jangan mencari tahu yang itu jika Anda ingin selamat dari yang lain.” Ujar Cili.

Elizabeth terdiam beberapa detik sampai akhirnya Cili pamit pergi lebih dulu dan meninggalkan Eliza di sana sendirian. Kini ia memikirkan soal bagaimana dan apa yang harus dia lakukan setelah tahu kalau suaminya memiliki riwayat sakit mental.

Wanita cantik dengan rambut tergelung rendah itu berkerut alis. “Tidak sekarang,” kata Eliza yang sudah memikirkannya matang-matang. Sementara dia benar-benar ingin menelepon keluarganya dan berbincang dengan ibunya.

Namun ingatan akan wajah di foto ruangan sebelumnya itu, membuat Eliza tak bisa menghapusnya dari ingatannya. -’Siapa dia? Apa pria itu sudah meninggal? Kenapa Luis memanjang foto keluarga lain?’ batin dan pikir Eliza yang benar-benar terheran-heran.

.

.

.

Beberapa jam berlalu dengan mulus. Malam yang tidak ingin ditunggu oleh Eliza akhirnya tiba juga. Sepasang suami istri Holloway kini sudah berpakaian rapi dan elegan.

Luis berjalan menggandeng tangan Eliza saat pria itu mengulurkan tangannya dan Eliza tak ingin bersikap gegabah, itu sebabnya dia tetap di sikap awalnya.

“Ini terlihat semakin rumit Rodrigo. Ucapanmu membuatku terus kepikiran akan pria itu.” Ujar Esperance yang kini terdiam seperti melamun dan fokus ke arah perginya mobil Luis bersama Eliza.

“Ini pertarungan yang belum selesai. Tapi kesepakatan masih berjalan, Esperance. Selagi tidak ada yang membuka dendam di masa lalu diantara Luis dan Vale, semuanya akan berjalan tenang-tenang saja.” Jelas Rodrigo.

Namun entah kenapa mereka merasakan adanya sesuatu yang mengganjal dan akan merusak nama Holloway.

Selama perjalanan, Elizabeth hanya diam layaknya wanita anggun yang tak banyak bicara. Dia sudah menutup lukanya sebaik mungkin, sehingga dia terlihat lebih fresh meski mengenakan sebuah dress dengan lengan yang mini.

Luis yang menoleh, ia tersenyum kecil melihat istrinya bersikap lebih tenang dan anggun, hingga mobil membawa mereka disebuah restoran berkelas yang sudah dipesan oleh asisten Holloway.

“Ayo.” Kata Luis yang lagi dan lagi mengulurkan tangannya dengan sikap yang sangat lembut layaknya pria idaman.

Elizabeth menerimanya dan berjalan sejajar tanpa senyuman dan hanya ada ekspresi datar.

“Tunjukan sisi ramah mu, dan biarkan aku tidur dengan tenang malam ini.” Kata Luis yang didengar oleh Eliza sebaik mungkin.

Wanita itu menurutinya, dia tersenyum seperti apa yang Luis mau. Hingga mereka masuk dan sambut begitu hangat oleh pemiliknya langsung. Perbincangan Luis dan pemilik restoran begitu akrab dan tenang, namun Eliza memerhatikan tempat di sana yang begitu mewah dengan para pelanggan yang tak kalah elegannya dengan mereka malam ini.

-’Kehidupan elegan? Kehidupan seperti ini hanya menyiksa.’ Batin Eliza yang perlahan mulai sadar akan sesuatu darinya sendiri.

Mereka berdua duduk meja yang cukup tenang dengan musik klasik mengalun lembut, mengisi keheningan di sana. Luis meneguk minumannya secara bertahap, namun mata tajamnya tertuju ke istrinya yang hanya diam saja.

Sadar akan tatapan suaminya, Eliza menatapnya balik dengan mata datar.

“Sangat cantik! Tapi aku tidak suka dengan tatapan itu.” Ujar Luis terus terang sehingga Elizabeth hanya bisa menatapnya tanpa membuka suara, seolah dia tengah mengamati pria di depannya itu dengan lebih tenang dan berhati-hati.

Luis mengamati Eliza sejenak, lalu berkata rendah, “Kau tahu, wanita biasanya akan memanfaatkan kesempatan seperti ini. Berlian, tas, atau sekadar memohon kelembutan.”

“Aku tidak membutuhkan itu.”

“Lalu apa yang kau butuhkan?”

Eliza menatap meja marmer di antara mereka. “Udara.”

Luis tertawa pelan. “Rumah Holloway memang bukan tempat yang ramah bagi paru-paru yang lembut.”

“Aku tidak selembut itu.”

Luis menyipitkan mata. “Aku tahu. Itu sebabnya aku tidak begitu menyukai sikapmu. Tapi aku senang kau di sisiku.”

Hidangan datang. Makanan tersaji indah, aroma mahal memenuhi udara. Namun Eliza nyaris tak menyentuhnya.

Ucapan Luis tadi hampir ia simpan ke dalam hatinya. Ucapan yang lembut namun layaknya pria yang sedang kasmaran, tapi sikapnya kemarin malam membuat Eliza membuang jauh-jauh pikiran konyolnya mengenai suaminya itu.

“Makanlah.” Pinta Luis, sehingga Eliza memakan hidangannya, hanya satu suapan saja.

Luis meminum anggurnya, lalu berkata seperti tak sengaja dan tepat sasaran, “Kau melihat foto itu lagi?”

Deg! Jari Eliza menegang di gagang garpu, begitu juga dengan jantung nya. “Foto siapa?”

“Kau tahu yang kumaksud.”

Eliza menelan ludah. “Keluarga lain yang tergantung di rumahmu? Dan ruangan yang tidak boleh dimasuki?”

“Bukan keluargaku.”

“Lalu?”

Luis tersenyum samar menahan kekehannya “Hantu lama!”

“Hantu bisa kembali.”

Tatapan Luis berubah dingin. “Tidak jika kubakar kuburnya.”

Tatapan mereka saling bertemu, Eliza bisa melihat betapa tidak sukanya Luis dengan foto yang mereka bicarakan, atau seseorang yang ada di dalam foto tersebut? Namun Eliza tak ingin gegabah dengan memancing pertanyaan tersebut, tidak sekarang dan tidak ditempat seperti ini.

“Jangan lupa satu hal di rumah. Aku bisa melihat setiap pergerakan mu.” Kata Luis yang seketika membuat tengkuk leher Eliza dingin dan gelisah. Dia tak ingin memancing amarah Luis, itu hanya akan memperkeruh suasana.

Tentu saja. Bukankah itu sama saja seperti penjara di rumah mewah dengan banyak saksi yang hanya bisa bungkam? Eliza merasa seperti itu.

Usai mengelap bibirnya, Luis bangkit dari duduknya. “Ayo, menari denganku.” Ajaknya yang tiba-tiba.

Sedikit ragu dan takut. Namun Eliza tak ingin memancing amarah gila Luis, sehingga mau tak mau dia menerimanya dan berdansa bersama. Tak peduli ada atau tidak ada orang, Luis dan Eliza masih berdansa cukup dekat saat pria itu merangkul erat pinggangnya.

“Boleh aku katakan sesuatu?” tanya Eliza datar.

“Yes, what? (Ya, Apa)?”

“Aku lebih suka sikapmu yang seperti ini.” Kata Eliza terus terang saja.

“Tapi aku tidak.” Balas Luis yang menatapnya cukup dekat menunjukkan bahwa ucapannya tidaklah bercandaan belaka. Eliza mendongak saat tubuhnya hampir seperti berbaring dalam gerakan diakhir dansa.

Mereka berdiri saling menatap, sampai Luis menyeringai kecil menyentuh pipinya dan kembali duduk. Dan Eliza? Tentu saja dia tak bisa berkata-kata lagi selain mengikutinya dan menurut.

1
Rosita Ros
sangat bagus
Almun
aku jadi bingung,sebenarnya mereka ini korban dari vale.atau dua dua nya korban🤔🤔
Almun: nahh ini nihh,kira kira siapa ya yg bikin .ereka salah paham dan musuhan kayak sekarang🤭🤔🤔
total 2 replies
sleepyhead
jadi kemeja hitamnya sdh digantikan dgn jubah tidurnya yah, atau mgkn karena udara terlalu dingin Vale memakai keduanya 🥰
sleepyhead: mhihiiiii siap
total 4 replies
sleepyhead
Psikopat handsome
sleepyhead: waakkkkkk
total 4 replies
sleepyhead
Sambil diselipin scene cameo saat 🐌 Garry berjalan 🤭
sleepyhead: wkwkwkk
total 2 replies
sleepyhead
( -̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷄◞ω◟-̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷅ ) sedih gua tor
Four.: jangan nangis nanti kelihatan orang, malu
total 1 replies
sleepyhead
Ketika kelembutan mengalahkan kekerasan dan logika juga keberanian bisa mengalahkan kekuatan yang tak terkendali...
its too little to late Dude..
Four.: aku mau jadikan Luis menjadi pria baik /Chuckle//Slight/
total 3 replies
vnablu
apakah nanti tuan Vale akan emm adalah dengan Eliza.. ngambil kesempatan dalam kesempitan nih tuan Vale 🤭🤭..
Four.: yaaa mungkin aja /Bye-Bye/
total 1 replies
vnablu
hobii banget ni orang nguping 😄😄 kalo nggak nguping jiwa kepo nya meronta" hahahaha
Four.: kalau GK ada dia sepi lohh /Grin/
total 1 replies
sagi🏹
thor kenapa gak di bikin jadi tangguh aja si Elizabeth thor kan dia juga berasal dari keluarga bangsawan thor
Four.: eak... eak... /Applaud/
total 5 replies
Tiara Bella
apa mwnya Vale ini ke Eliza ya....
Four.: ada dehhhh
total 1 replies
Almun
vale pliss.ya kaget lah lizaa🤧🤭
Four.: jadi dag--dig-dug sendiri
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak...
Four.: wokehhh 👍
total 1 replies
sleepyhead
Dan pesan terakhir Ibunya, ( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀) nyesek gua tor
Four.: Kata-kata ibu selalu ada pesan yang mendalam lohh 🤧/Sweat/
total 1 replies
sleepyhead
Cili ini Lambe turah versi Birmingham yah😅
Four.: ho, oh
total 1 replies
sleepyhead
exactly, karma is a myth...
Four.: yeah... you're right.
total 1 replies
sleepyhead
she's just nit into you, dumbass..!
Four.: ho,oh
total 5 replies
sleepyhead
Hell yeah 🤣👏👏
sleepyhead: wakakkkk
total 2 replies
sleepyhead
pintarnya kamu Eliza , bs memanfaatkan situasi dan memancing esmosi 🤭 Luis 😁
di rela menjadi samsak asal tubuhnya tdk dijamah 👏👏👏 attagirl
Four.: yaa... harus menahan sakit yang luar biasa kannn /Grimace/
total 1 replies
sleepyhead
How tragicly 🥶
Four.: sangat tragis🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!