NovelToon NovelToon
Nona, Jadikan Aku Supirmu!!

Nona, Jadikan Aku Supirmu!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Cintamanis / Tamat
Popularitas:127.1k
Nilai: 5
Nama Author: Black_queen

Sekuel dari Supir untuk Sang Nyonya.
Ervino Prayoga, anak dari Malik dan Elisa yang mulai beranjak dewasa. Tanpa sengaja Ervin bertemu dengan Clara Adeline disebuah tempat wisata. Seorang gadis cantik nan manis itu membuat Ervin jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia mulai mencari tahu identitas lengkap gadis yang telah mencuri hatinya.

Nasib baik berpihak padanya. Ia mengirimkan lamaran kerja pada keluarga Clara untuk menjadi supir pribadi Clara. Dan akhirnya dengan cara curang ia menyuap orang yang menerima surat lamaran kerja dari orang lain sehingga hanya dialah satu-satunya yang mengirimkan berkas itu. Setelah mulai bekerja, ia sangat tak menyangka bahwa kepribadian dan watak Clara tak seperti yang ia kira.
Clara sangat jutek, keras kepala, pemarah dan tak segan mengutuknya. Masihkah Ervin menggapai cintanya dan menerima kepribadian Clara dengan lapang dada ataukah ia akan mencari cinta yang lain??

Simak terus kisah anak-anak dari novel pertama yang berjudul Supir untuk Sang Nyonya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black_queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 Masa Suram Toni

"Agar kamu bisa dia jual ke pasangan orang kaya yang lama tidak memiliki anak," dengan dada bergemuruh Evans menghentikan ceritanya.

Detak jantung Jasmine berdetak lebih cepat, ia sungguh tak menyangka bahwa pamannya sendiri tega berbuat seperti itu.

"Jadi aku pernah diculik oleh uncle Toni?" tanya wanita itu tak percaya.

"Iya... dan syukurlah kamu dikembalikan oleh pasangan suami istri itu setelah kami menyebarkan berita kehilangan seorang balita. Mereka tidak tahu kalau Toni menculik anak orang, bukan balita yatim piatu," Evans menerawang jauh.

"Terus sekarang uncle Toni masih berada di rumah kakek? kalau dia ada di sana, aku gak mau bertemu dengannya," Jasmine menahan emosi.

"Tidak, semenjak itu dia menyesali perbuatannya dan bertobat. Semenjak kami pindah dari rumah itu dia pun pergi menjauh ke sebuah pulau yang sepi dari pemukiman, dia berada di sana bahkan sampai saat ini," jawab Evans.

"Benarkah dia sudah bertobat Dad? atau jangan-jangan dia bisa berbuat kejam lagi kalau melihat aku," Jasmine bergetar.

"Dia sudah menikah dan memiliki anak, sayang. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan keselamatanmu. Dia malah memiliki sebuah perguruan silat di pulau itu dan menampung anak yatim-piatu serta mengajari mereka untuk bertahan hidup," jelas Evans.

"Wow, benarkah itu Dad? jadi pengen berlatih juga nih, itung-itung aku bisa jaga diri dan membekuk penjahat," Jasmine berbinar-binar.

"Jangan! aku takut kamu gak akan sanggup sayang, kamu latihan dasar besok di rumah kakek saja kalau kita sudah sampai di sana," ucapan ayahnya membuat Jasmine sedikit kecewa.

"Mas! kenapa kalian belum tidur sih? ayo masuklah!" ajak sebuah suara.

"Iya Moms, bentar lagi," Jasmine menyahut.

"Sudahlah kita lanjutkan kapan-kapan lagi ceritanya, nanti Daddy kena omel," Evans beranjak dari tempat duduknya dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.

"Yah, Daddy gak asyik," Jasmine mau tak mau kembali ke kamarnya.

Malam yang dingin membuat penghuni rumah terbuai di alam mimpi. Tak ada suara yang terdengar kecuali dengkuran halus dari si penghuni, kesunyian menguasai malam ini.

*****

Rintik hujan turun dengan derasnya membasahi seluruh kota dimana Ervino tinggal. Tampak seorang wanita terlihat seperti menunggu kedatangan seseorang di seberang jalan dimana halte bus berada. Di tangannya ada sebuah kotak plastik, sepertinya ia sengaja menunggu di tempat itu.

Sebuah mobil keluar dari sebuah rumah, wajahnya terlihat kecewa karena ia terlambat untuk memutuskan masuk ke rumah itu atau tidak.

"Aku terlalu sibuk berpikir sampai-sampai dia sudah pergi dan tidak bisa mencicipi masakan buatanku," raut wajahnya kecewa.

Ia menendang sebuah batu yang tergeletak di depannya karena merasa jengkel, ia kembali berjalan di tengah derasnya hujan yang turun membuat kakinya basah akibat genangan air. Payung yang ia pakai tak bisa menghapus jejak-jejak hujan yang menyentuh rambut hitam legamnya.

Pagi itu semua orang beraktivitas seperti biasa walaupun hujan masih turun mengguyur kota. Sebuah keluarga sudah bersiap pergi ke kampung halaman.

Mobil yang mereka kendarai pun meluncur dengan lancar.

"Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya seorang wanita paruh baya.

"Semua lengkap dan komplit Moms," sahut anaknya sambil membentuk huruf O dari jempol dan telunjuk.

Si ibu hanya mengangguk dan tersenyum.

Lamanya perjalanan membuat mereka tertidur pulas. Si supir pun tertolong oleh jalan tol dan jembatan layang yang menyebabkan perjalanan menjadi singkat.

Dua jam berlalu, mereka tiba di sebuah rumah besar, halamannya luas dan ada beberapa angkot usang yang terjejer rapi di sana. Pepohonan yang rindang dan rimbun membuat suasana semakin nyaman ketika melihat pemandangan seperti itu.

"Maaf Pak, sudah sampai di tempat tujuan!" supir Evans membangunkannya.

"Eh, iya pak..." suara parau khas orang bangun tidur terdengar.

"Sayang kita sampai," ia membuka pintu dan membangunkan istri dan anaknya.

Jasmine menggeliat, matanya masih terpejam dan sangat enggan untuk membukanya. Ia ingin sekali melanjutkan tidurnya.

Evans menepuk pipi anaknya dengan keras.

"Apaan sih, sakit tau..." ia meringis dan memicingkan mata.

"Daddy jahat lho mukul pipi aku," gerutu Jasmine.

"Dibangunin malah masih tidur, ayo turun! kita sudah sampai," ia menepuk pundak anaknya gemas.

Mau tak mau ia keluar dan melihat sekeliling.

"Sepertinya kehidupan Mommy dulu di sini lumayan enak, rumahnya aja gak kuno-kuno banget," gumam wanita itu.

Mereka sekeluarga masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam, penghuni rumah bersuka cita karena ada tamu spesial yang datang.

****

"Kamu kenapa udah mau pulang? temenin Mama di sini ya!" Elisa membujuk anak tirinya.

"Aku udah bersuami Ma, gak enak kalau di sini terus, bisa-bisa suamiku protes," Nissa tersenyum kaku.

"Kasih tau Kino biar dia juga menginap di sini, Mama kesepian di rumah semenjak kalian sudah besar. Paling kerjaannya nemenin Papa kamu survei Apoteknya yang sudah bercabang di mana-mana," keluh wanita paruh baya itu.

"Males Ma, dia itu kerjaannya jauh kalau dari sini, makanya itu kami jarang kemari kecuali kalau dia libur seperti hari ini," jelas Nissa.

"Mammm," suara Ervin terdengar kencang.

"Ada apa lagi sih? kenapa pulang? udah bosen di luar?" cibir mamanya.

Ervin memeluk mamanya dengan erat, ia merasa bahagia sekali waktu itu.

"Kesambet setan penasaran ya Vin, tumben banget meluk-meluk Mama," cibir Nissa.

"Orang hamil kok ngomong kesambet, awas lho kak," ia menunjuk perut Nissa yang membesar.

"Jangan ngada-ngada Vin, gak lucu," gerutu kakaknya kesal.

"Lagian yang duluan kan kakak," timpalnya

"Oh iya Ma, besok aku mau liburan sama temen-temen di puncak, sekalian berkemah di sana Ma," matanya berbinar-binar.

"Terus... apa hubungannya?" sahutnya acuh.

"Aku minta ijin dan minta duit pastinya," dengan cepat Ervin berucap.

"Tunggu Papamu aja, kamu minta ijin sama dia aja jangan sama Mama," ia melepaskan pelukan anaknya.

Ervin terhenyak melihat sikap mamanya yang acuh, biasanya dia akan memanjakan dirinya.

Malik turun dari tangga, ia mendekati istri dan anaknya di ruangan keluarga. Ia menatap Ervin dengan heran.

"Mimpi apa kamu sore begini ada di rumah?" ia mengernyitkan keningnya.

"Kan tadi ujan Pa, males aja di jalan pake motor jadi aku pulang deh," jawabnya santai.

"Ada maunya tuh Pa, makanya dia cepat pulang," Elisa menimpali.

"Ngomong aja Vin! aku akan mengabulkannya asalkan kamu mau mengikuti kemauan Papa," Malik memberikan syarat.

"Besok aku mau liburan bareng temen-temen, kita mau menginap selama 3 hari Pa," ucapnya santai karena yakin akan mendapatkan ijin.

"Boleh kok," sahut ayahnya.

"Beneran Pa!" Ervin tersenyum lebar.

"Tapi ada syaratnya," ia mengacuhkan tatapan anaknya.

"Syaratnya apa Pa? gampang kan syaratnya?" ia beringsut mendekati ayahnya.

"Syaratnya cuma satu aja kok, dan itu pasti membuat kamu terlihat lebih macho sebagai seorang pria," Malik menoleh pada anaknya. Ia menyeringai sekilas dan terkekeh sebentar.

"Apa itu Pa?" Ervin.

"Setelah lulus kuliah kamu harus pergi ke sebuah tempat di sebuah....

*

*

*

Bersambung

*Wah, Malik akan mengirimkan anaknya kemana ya???

Ditunggu kelanjutannya 😁😁😁

1
Sulaiman Efendy
GAK ADA ROMANTIS ROMANTISNYA, INTRIK SEMUA JLN CERITANYA..
Sulaiman Efendy
INI AHKLAK& ATITUDE ERVIN KOQ GK BAIK BANGET,, KYK GK DI DIDIK AGAMA,, DGN ORTU SUKA NGELAWAN...
ⓛⓤⓟⓐ ⓝⓐⓜⓐ 🤯☄️
Ervin sama Clara itu karakternya 11 12 sih. Udah kayak cermin dan pantulannya lho
Your 𝓑𝓪𝓼𝓽𝓪𝓻𝓭
🥶🥶
Pa'tam
menarik
zamal78901
😎😎😎😎😎😎😎
👍 so cool! 👍
💋😏😏😏😏😏💋
👌🚀🚀🚀🚀🚀👌
🚗📷📷📷📷📷🚗
😈😈😈😈😈😈😈
zamal78901
kereeen
zamal78901
teruuusss kan
zamal78901
dasar iblis tua yg tak tau berterima kasih... 😄😁
zamal78901
😊👍✨😊👍✨😊👍✨
zamal78901
mantabs
zamal78901
🦾🦾🦾🦾💪💪💪💪
zamal78901
tetap semangat
zamal78901
berikutnya
zamal78901
teruuusss kan
zamal78901
lanjuuuuuts lagi
zamal78901
nah lho ??
zamal78901
next
zamal78901
lanjuuuuuts
zamal78901
teruuusss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!