lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Rey
Leo serius dengan ucapannya. Dia bahkan hampir tiap hari datang untuk menemuinya. Alia bertanya tanya apa dia tidak pergi bekerja, atau setidaknya melakukan hal berguna lainnya selain datang menemuinya. Pernah dia bertanya hal itu. Dan jawaban Leo sungguh di luar dugaan.
"Pekerjaanku ya menghabiskan uang. Buat apa aku kaya banyak uang kalau aku tidak menggunakannya untuk bersenang senang."
Belakangan Alia tau bahwa orang ini adalah cucu dari pengusaha kaya. Pemilik Brawijaya group. Salah satu perusahaan pangan terbesar di kota ini. Dan Leo adalah pewaris selanjutnya perusahaan kakek nya itu.
Memang dia bisa memimpin perusahaan dengan otak bebalnya itu?
Kedatangan Leo yang hampir setiap hari membuat mereka menjadi akrab. Alia bahkan tidak memikirkan Rey lagi. Seperti hari ini, Leo sedang membantu Alia mengangkat bahan bahan kue untuk di pindahkan dari mobil ke dapur toko nya.
"Jangan bawa yang berat Al, biar aku saja."
Leo mengambil kotak besar dari tangan Alia dan membawanya ke dalam. Alia mengambil kotak lain nya untuk di bawa ke dalam, dan lagi lagi Leo mengambilnya dan membawanya ke dalam.
"Hentikan Leo." kata Alia jengkel.
"Wanita tidak boleh membawa barang yang berat."
"Demi Tuhan Leo, itu hanya sekotak tissu." Alia kesal. Dia duduk di kursi depan.
Biar saja dia yang memindahkan semua nya. Rasakan.
Alia tersenyum senang. Tiba tiba senyumnya hilang berganti rasa terkejut. Matanya melihat pria yang baru keluar dari mobil sedan.
"Rey."
Rey berjalan mendekat. Ekspresi marah terlihat jelas di wajahnya. Rupanya Rey sudah lama memperhatikan Alia dari tadi. Dia tidak suka Alia terlalu akrab dengan pria lain.
"Siapa dia?"
"Apa maksudmu?" Alia pura pura bodoh. Alia tau siapa yang Rey maksud.
"Jangan pura pura Al. Kau tahu siapa yang aku maksud."
"Teman." jawab Alia singkat.
"Tidak ada pertemanan antara pria dan wanita."
"Terserah kau mau percaya atau tidak."
"Al, semua sudah di pindahkan. Aku lapar sekarang."
Leo muncul tiba tiba, meminta makan. Rey menatap Leo tidak suka.
"Siapa dia Al?" Leo bertanya tanpa sungkan.
"Dia---"
Alia bingung harus menjawab apa. Teman, tapi mereka tidak seperti teman. Mantan suami? Leo pasti terkejut kalau dia tahu Alia sudah pernah menikah.
"Aku suaminya."
Rey menjawab percaya diri. Mendengar jawaban Rey, Leo tertawa terbahak bahak.
"Hei, kalau kau suaminya, aku pacarnya." Lagi lagi Leo tertawa senang. "Jangan berlebihan kalau bercanda."
Rey mengepalkan tangannya menahan marah.
"Leo, cukup." Alia menengahi sebelum Rey lepas kendali. Alia tahu tabiat suaminya. "Dia mantan suamiku."
Leo berhenti tersenyum.
"Kau sudah menikah?"
"Ya, enam tahun yang lalu."
Leo menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Tapi kau sudah bercerai dengannya. Jadi aku masih punya kesempatan."
Alia terkejut mendengan perkataan Leo.
"Apa kau bilang padanya kalau kita sudah punya anak Al?"
Rey menatap Alia tajam.
"Leo sudah tahu aku punya anak."
"Kau sudah punya anak?" Leo bertanya kaget. Dia sama sekali tidak mengetahui Alia punya anak.
"Kau tidak tahu?" Alia balik bertanya.
"Kau tidak memberitahuku bagaimana aku bisa tahu?"
"Kau melihatnya tempo hari bukan. Anak bayi yang aku gendong?"
"Dia anakmu?"
"Tentu saja."
"Wahh kau penuh kejutan ya. Kalau aku tahu dia anakmu, aku akan lebih perhatian padanya. Maafkan aku."
Alia tercengang dengan kata kata Leo.
Hey kau bicara begitu di depan ayah kandungnya. Kau bisa di bunuh olehnya.
"Lebih baik kau pulang Leo."
"Kau yakin? Kau tidak apa apa aku tinggal?" Leo melirik sekilas Rey. Alia mengangguk.
"Pergilah."
"Oke. Telepon aku kalau terjadi sesuatu."
"Aku bersamanya. Tidak akan terjadi sesuatu. Jadi jangan menunggu telepon nya." Rey menatap Leo tajam.
"Justru karena dia bersamamu aku khawatir. Kau tahu dari matanya saja aku sudah tahu Alia tidak suka bertemu denganmu." Jawab Leo enteng.
Mata Rey sudah berkilat marah. Siap meledak. Alia buru buru memegang lengan Rey dan mengusir Leo.
"Leo kumohon. Pergilah."
"Oke oke aku pulang." Leo melambaikan tangan dan pergi.
Rey menatap Alia.
"Jelaskan padaku?"
"Jelaskan apa lagi?"
"Siapa dia?"
Alia jengah dengan pertanyaan Rey.
"Aku sudah menjawabnya tadi." Alia kesal. "Dan juga, siapapun dia tidak ada urusannya denganmu."
Rey menghela nafas berat.
"Pikiranku sedang kalut sekarang Al. Jangan membuatku marah."
"Kau yang memulai duluan. Kau datang dan langsung marah marah." Sungut Alia. "Ada apa kau kesini?"
"Aku merindukan Darren. Aku ingin bertemu anakku."
"Tapi janji, kau tidak akan membawanya bersamamu. Terakhir kali kau mengancamku seperti itu."
"Iya aku janji."
Alia membawa Rey ke kamarnya. Darren terlihat tidur pulas di boks bayi nya. Rey tersenyum. Anaknya sudah bertambah besar.Rey menggenggam tangan mungilnya.
Tangan darren menggenggam telunjuk ayah nya. solah olah dia tahu ayahnya ada bersamanya.
"Aku kesini karena aku punya permintaan Al."
Rey menatap Alia. Ada kesedihan di matanya.
*A*da apa dengan Rey? sesuatu pasti terjadi padanya.
"Katakan."
"Ayah sakit, bulan lalu masuk rumah sakit."
Rey menundukan kepalanya. Alia terkejut mendengar mantan mertuanya itu sakit.
"Ayah sakit apa?"
"Jantung dan Ginjal."
"Ya Tuhan, lalu sekarang bagaimana kondisinya?"
"Dokter menyarankan pasang ring di jantung nya dan cucci darah, tapi Ayah menolak melakukannya. Ayah di rumah sekarang, dia tidak mau di rumah sakit."
Rey mendekat dan memeluk Alia. Menunduk menyandarkan kepalanya di bahu Alia. Rey butuh seseorang untuk membagi kesedihannya.
"Sekarang kondisinya memburuk. Aku takut Al."
Alia memeluk Rey dan mengusap usap punggungnya.
"Kita berdoa saja Rey. Semoga kondisi ayah membaik."
Rey mengangkat kepalanya. Menatap mata Alia.
"Bisakah kau dan Darren ikut bersamaku? Ayah memintaku untuk membawamu dan Darren. Dia ingin bertemu kalian."
Alia menganggukan kepalanya.
"Ayo kita pergi sekarang."
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar