Shofiyya Mardhia, 30 tahun menikah dengan seorang pria yang ternyata telah menikah dan Memiliki 2 orang putra.
Syafiq Azwar Maliki, 28 tahun terpaksa menikah yang kedua atas keinginan istri pertamanya.
Nuha Syafura, 26 tahun terpaksa meminta dimadu karena sakit yang dideritanya.
Semua menjadi dilema saat Shofii mengetahui kebenaran setelah janji suci terucap.
Sanggupkah mereka terus harmonis?
Bagaimana ketiganya membawa hati yang ingin memiliki namun tak ingin menyakiti ...
Mampukah Syafiq adil, tak berpihak dan tak condong pada salah satunya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelas
"Kenapa kamu seakan bingung Mas. Kamu sungguh tak tau yang terjadi mas? Semua lantaran kamu selalu menghindariku Mas----
"Mass ... apa aku tak cukup cantik untukmu? Hingga kamu tak tertarik menghabiskan malam denganku?"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
💔SYAFIQ
Ternyata Shofii diam-diam menyadari aku terus menghindarinya. Bagaimana ini, semua seakan tak adil untuknya. Tapi aku harus bagaimana? batin Syafiq.
Disapunya lembut Rambut ikal Shofii yang hampir menyentuh siku tersebut. Syafiq menatap dalam Shofi tanpa kata, demikian pula Shofii dengan wajah setengah merunduk tak bergeming dengan sentuhan Syafiq.
Ada apa dalam benak Shofii saat ini, apa aku sudah begitu menyakitinya? Ia yang biasa ceria kini seakan menjadi wanita berbeda. Ia memilih diam. Tapi akupun bingung harus berkata apa? Haruskah aku merayunya? Tapi hatiku menolak berkata manis selain pada Juriyy-ku. Tapi aku juga tak ingin Shofii bersedih ...
Wajah ayu ini, jika tak mengingat Fura Juriyy-ku, aku seakan ingin memeluknya, mengecup wajahnya, melihat kembali binar bahagia di matanya. Tapi ragaku seakan kaku untuk memulai, walau nyatanya Fura mengikhlaskan aku membagi hatiku, tapi bayangan Fura dalam pembaringan setelah menyelamatkan malaikat kecil kami seakan menjadi duri dalam kebersamaanku dan Shofii. Jika aku bersenang-senang dengan Shofii, tentu akan menyakiti Fura ... walau ia selalu menyangkalnya.
Shofii tampak mengangkat wajahnya ke arahku kini, ia pun berucap, "Tak ingin kah Mas menjelaskan sesuatu padaku? Jika aku memiliki kesalahan, tolong ingatkan aku Mas, jika ada sifatku yang tidak kamu sukai, tolong beritahu aku agar aku bisa merubahnya. Katakanlah Mass! Aku siap mendengarnya!" lirih Shofii dengan pandangan rapuh dan bola mata berkaca menunggu jawab.
Melihatku masih tak berucap, Shofii seketika menarik selimut kami dan merebahkan diri membelakangiku.
Apa yang harus kulakukan kini ya Robb, ini salah ... ya ... aku salah. Aku telah menyakiti wanita sebaik Shofii, tapi ahhh---- Fura ... Fura ... hanya Fura bidadari hatiku, gejolak batin Suafiq.
kusingkirkan nuraniku, kutarik selimut dan kubenamkan wajahku kini pada sebuah guling membelakangi Shofii. Dengan lirih tanpa suara kuucapkan pada diriku, maafkan aku ya Robb, maafkan aku Shofii ...
💔**POV AUTHOR ~ Pukul 02:30**
Syafiq seketika terusik mendengar rintihan tangis di sisi ranjangnya. Ia menegerjapkan matanya berkali-kali mengumpulkan kesadarannya. Di balik tubuhnya kini ke arah suara berasal, ia pun terhenyak saat didapati Shofii tengah terisak mengadu pada Robb-nya.
Syafiq terus menatap Shofii dari belakang punggungnya, Shofii tampak begitu rapuh kini. Ia meluapkan segala sesak yang pernah terjadi di kehidupannya. Ia membuka semua cerita pahit dalam masa lalunya, seakan menyalahkan takdir yang tertulis untuknya.
*Apakah aku tak bisa bahagia seperti layaknya wanita lain Ya Robb* ...
*Apakah banyak dosa masa laluku yang seakan menutup pintu bahagia untukku* ...
*Jika memang demikian, aku bersimpuh dan memohon ampunanMu ya Robb* ...
*Kasihanilah aku hambaMu yang lemah ini* ...
*Aku yang menggantungkan seluruh kehidupannya pada rencana terbaikMu* ...
*Ya Robb ... mumpung ikatan ini masih seumur jagung, jika memang aku berbuat salah dan telah menyakiti hati suamiku, ampunilah aku Ya Robb* ...
*Dan jika memang aku tak pantas mendampingi mas Syafiq, kuatkan aku kembali untuk melepas ikatan suciMu kembali*.
*Aku sadar perpisahan adalah jalan yang sangat Kau benci, tapi aku bisa apa jika suamiku sendiri tak menghendaki kehadiranku* ....
Shofii terus terisak, air matanya kian tumpah tak terjeda. Sesak batinnya kini tapi iapun tak ingin suaminya merasa tak nyaman berada di dekatnya.
Dan Syafiq ...
Batinnya hancur melihat kerapuhan Shofii, bukan lagi merasa bersalah pada Shofii, namun rasa bersalah Syafiq pada Robbnya sebab telah mempermainkan ikatan kokoh yang merupakan perjanjian dengan Robb-nya yang lebih menyesakkan Syafiq. Merasa telah menjadi hamba yang buruk, bahkan ia malu menyatakan Cinta pada Robb-nya setelah perilakunya yang seakan mempermainkan agama dan Syariat yang dicontohkan Rosul-nya.
Syafiq menyandarkan tubuhnya ke *head board* ranjang, lemah tubuhnya dan fikirannya pun kacau. Tujuan hidup ingin menjadi hamba yang seutuhnya mencari keridhoan Robb-nya seketika buyar hanya karena air mata seorang wanita yang tersakiti karena ulahnya.
Dengan gontai ia mengangkat tubuhnya, mendekati Shofii yang juga sedang terbalut pilu. Wanita yang telah ia sahkan dihadapan Robb-nya dan telah menjadi bagian kesempurnaan agamanya. Wanita yang bahagianya menjadi kewajibannya dan harus menjadi keniscayaan untuk merengkuh Ridho Robb-nya. Wanita kedua yang telah ia pilih dengan sadar tanpa keterpaksaan, wanita ini juga *Istriku* ...
Dipeluknya seketika tubuh Shofii erat, Syafiq menangis tersedu teringat kesalahannya pada Shofii, air matanya jatuh berderai di balik punggung Shofii yang masih membelakanginya.
Hanya kalimat singkat yang terus terucap dibibir Syafiq saat ini ...
*Maaf-kan aku istri-ku* ....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
💔Ditunggu selalu komen dan like kalian, maaf kalau upnya sering telat, sedang mengerjakan beberapa deadline juga..
💔Untuk new reader sambil nunggu boleh mampir ke karya Thor lainnya yang sudah END "My Handsome Dad"
💔Happy reading❤❤
