Sambungan cerita Anakku Bukan Anak Haram.
di cerita ini saya lebih mengfokuskan kisah percintaan Yuki.
Seorang wanita yang bekerja di kota orang untuk keluarganya,membuat Wanita bernama Yuki harus bekerja dan tinggal seorang diri di saat sahabat nya satu - satu nya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri.
Suatu hari ia harus merasakan kepahitan hati,saat pria yang ia cinta,yang selalu ada untuk nya ternyata berselingkuh di belakang nya. kenyataan akhirnya membuat nya tahu kalau selama ini ia hanya pelampiasan karena kekasih nya itu mencintai wanita lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 - Tidak Tahu Malu
Ibu Tiri Yuki mempersilakan Rio untuk duduk di sofa. Rio pun duduk bersama Yuki dan Shani.
"Yuki pulang cuman untuk kasi uang yang ibu mau,setelah itu Shani ikut dengan Yuki." Ucap Yuki tanpa mau basa - basi lagi.
"Sabar dong nak,menginap lah semalam lagi,ini kan sudah tengah malam." Ucap Ibu tiri nya.
Yuki lalu menoleh ke arah Rio yang juga memandangi nya ,Rio mengangguk tanda setuju untuk menginap semalam lagi disini.
"Ya sudah,Besok pagi - pagi kami baru pulang." Ucap Yuki.
"Iya - iya,uang nya kamu bisa berikan pada Ibu dulu." Ucap Ibu Tiri nya.
"Besok saja." sela Rio dengan suara tegas nya,dan Ibu Tiri Yuki pun dengan menahan sedikit jengkel namun tetap tersenyum pun mengiyakan.
"Baiklah,ayo Saya antar ke kamar Nak Rio." Ucap Ibu tiri nya.
"Saya disini saja." Ucap Rio yang mau tidur di sofa saja.
"Tapi disini banyak nyamuk nak Rio,masak bos nya Yuki tidur di sofa." Ucap Ibu Tiri itu,Namun Rio tidak menjawab nya dan hanya duduk diam.
"sombong sekali." Gumam Ibu tiri Yuki kesal dalam hati.
"Baiklah,Kalau gitu saya masuk ke kamar dulu ya." Ucap wanita itu lagi dan pergi masuk ke kamar nya.
"Pak Rio tidak apa - apa disini?." Tanya Yuki.
"Iya." Saut Rio.
Yuki lalu mengajak Shani untuk masuk ke kamar beristirahat. tapi mereka tidak bisa tidur,mereka berbaring sembari mengobrol,berharap matahari segera menampak kan diri nya dan mereka bisa segera pergi. Yuki mendengar cerita Tentang Ibu tiri nya dari Shani,tentang bagaimana Ibu Tiri mereka memperlakukan nya seperti pembantu,dan pernah hampir menjual Shani menjadi wanita malam,saat Tranferan Yuki telat.
Yuki merasa bersalah,karena Adik nya harus menghadapi keadaan seperti ini. "Maaf kan kakak ya,nanti kita akan pergi sama - sama,kakak janji." Ucap Yuki dan Shani mengangguk sembari menyekat air mata nya yang menetes.
di luar kamar mereka,Rio mendengar apa yang kedua wanita itu bicarakan,Rio sedikit kesal,dan ia pun tidak bisa tidur.
•••
Keesokan harinya.
Ibu tiri nya keluar dari kamar dan melihat Yuki dan Shani sedang memasukkan barang ke dalam koper untuk segera pergi.
"Kalian mau kemana?." Tanya Ibu Tiri mereka dengan mata besar.
Yuki lalu keluar dari kamar mengajak ibu tiri nya untuk memberikan uang 100 juta yang di inginkan ibu nya.
"Ini uang nya Bu,sekarang Shani ikut dengan Yuki." Yuki memberi setumpuk uang dari sebuah tas kecil.
Mata nya lansung kegirangan melihat uang sebanyak itu,Ia lansung memeluk nya seperti orang yang sangat cinta uang. Rio yang melihat hanya diam.
Tiba - tiba muncul di pikiran jahat wanita itu,melihat Rio yang ada di sana,dan ia berfikir uang ini Yuki dapat dari Rio.
"Ini hanya uang pengganti uang juragan yang tidak jadi menikahi Shani kan,Jadi Ibu janji gak akan nikahan Shani sama Juragan, tapi kalau masalah kamu mau bawa Shani,ibu tidak setuju,kecuali kamu beri 100 juta lagi,sebagai pengganti biaya hidup Shani selama ikut Ibu."Ucap wanita itu tanpa rasa malu.
"Ibu!." Bentak Yuki.
"Dan juga karena sudah terlanjur nak Rio disini,saya tidak nyakin kalau kalian tidak ada hubungan apa - apa,untuk menghindari fitnah dan gosip yang tidak - tidak,saya ingin nak Rio menikahi Yuki disini,kalau tidak,saya akan lapor ke pak RT dan warga disini,kalau kalian sudah kumpul kebo." Ucap Nya tanpa rasa malu sembari tersenyum lebar.
Rio semakin geram di buat wanita itu,yang seolah sudah menjebak nya.
"Ibu kenapa sih lakuin ini sama kita,kenapa ibu jahat sama kita." Bentak Shani sembari menangis.
"Ibu Benar - benar keterlaluan,pak Rio cuman atasan aku yang bantu antar aku ke sini." Sambung Yuki.
"Kalau tidak mau ya tidak apa - apa." Ucap Wanita itu lagi.
"Saya Setuju." Ucap Rio dengan tegas,membuat kedua mata Yuki dan Shani membesar karena terkejut mendengar nya.
"Nah begitu kan enak,jadi uang bawa Shani 100 juta,mahar 100 juta,jadi sisa 200 juta." Ucap Ibu Tiri itu.
Yuki mengepalkan kedua tangan nya,ingin rasa ia memukul wajah wanita tua tidak tahu malu itu.
Rio lalu memberi selembar amplop yang berisi selembar kertas di letakan di atas meja.sebuah surat perjanjian yang ia siapkan sebelum datang ke desa ini.