Revisi😁....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UDY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menyelamatkan seorang gadis(Revisi)
TYPO BERTEBARAN!...
____
" Tampilkan status," ucap Rian
____________________
[ menampilkan status]
[TING]
[nama; Rian Furnate
[umur;18 tahun
[Level; 12~ 1100k exp dibutuhkan untuk naik level
[job; Cultivator. penyihir
[skill cultivator;Barrier Wind.DEWA BUMI. Golem tanah. Wings Fire Phoenix. Ice Blast. Needle Ice
[skill penyihir; The illusion of Heaven. Devil's illusion. animal controllers.
[elemen; all
[Qi; 100/240
[mana; 100/100
[Str; 8
[Vit; 9
[Ability; 7
[body;8
[poin; 12
[coin; $29.300k
" Bukankah seharusnya skill milik ku lebih banyak dari ini?" ucap Rian kepada System karena skill cultivatornya hanya segini seperti ada yang kurang.
[ maaf... system lupa memasukkan beberapa skill!... sekali lagi mohon maaf]
" Huh dasar pelupa," dengus Rian memalingan mukanya, dengan kedua tangan di lipat di depan dadanya.
____________________
[ memasukkan skill..... berhasil]
menampilkan status]
[TING]
[nama; Rian Furnate
[umur;18 tahun
[Level; 12~ 1100k exp dibutuhkan untuk naik level
[job; Cultivator. penyihir
[skill cultivator;Barrier Wind.DEWA BUMI. sulur rambat. Healing. Golem tanah. Wings Fire Phoenix. Ice Blast. Neele ice
[skill penyihir; The illusion of Heaven. Devil's illusion. animal controllers.
[elemen; all
[Qi; 54/240
[mana; 100/100
[Str; 8
[Vit; 9
[Ability; 7
[body;8
[poin; 12
[coin; $29.300k
_________________
" nah gitu dong, system tuh harus pintar," ucap Rian dengan nada kesal dan senyum mengejek.
Rian lalu berjalan berkeliling kota sekali kali menebas para zombie. haizhh latarnya sungguh sangat menyeramkan. di kiri mau kanan ada mobil yang gak punya penghuni,zombie berkeliaran dengan kaki pincangnya, kaca kaca minimarket pecah semua bangunan bangunan yang megah menjadi sangat kotor, dan lampu rusak berkedap kedip setiap hari.
Ia pun terbang ke udara dengan skill sayap Phoenix nya. Tapi, ketika sedang mengepakkan sayapnya di udara, ia melihat seorang gadis yang menebas zombie sambil terus berlari menjauh dengan pedang katana. Katana yang di gunakan sudah agak bergerigi dengan darah dari zombie melumuri pedang mengkilap itu. Terlihat gadis itu sedang kelelahan dengan nafas terengah - engah.
Kasihan melihatnya, Rian langsung turun ke depan wanita itu dengan aura wibawa nya yang khas. Seperti seorang dewa yang turun dari langit.
" Apa kamu tidak apa apa" tanya Rian, padahal sudah terlihat jelas bahwa gadis itu dengan keadaan sangat buruk, luka di mana mana dan nafas terengah ditambah kantung mata berwarna hitam.
" Keadaan saya sangat buruk" ucap gadis itu jujur dengan nada ketus sedikit, ia mungkin marah dengan pemuda di depannya sudah tau kondisinya sangat buruk masih saja bertanya.
" Tebasan Rasi bintang Aries" ucap Rian lalu ia menggunakan pedangnya untuk menggambar rasi bintang Aries dan muncul lah rasi bintang itu meluncur ke arah para zombie.
( search in google ya rasi bintang Aries)
Tebasan Rasi bintang Aries ini adalah skill yang Rian ciptakan saat ia kepikiran dengan rasi bintang, ia mengalirkan QI ditambah elemen api, lalu ia menahan gelombang itu sampai ia selesai menggambar rasi bintang Aries, dan jadilah rasi bintang berbentuk domba dan meluncur ke arah para zombie dengan kecepatan tinggi.
Karena terbuat dari api tentu saja itu sangatlah panas apalagi kecepatan dari gelombang itu yang tidak diragukan lagi.
BOOOMMM
Suara skill Rian mengenai para zombie, sehingga para zombie itu meledak bahkan gosong hingga tulang.
Si gadis yang kira kira seumuran dengan Rian pun hanya membelalakkan mata nya dan menjatuhkan rahangnya.
' ahh mungkin aku sudah mati. atau masih hidup,' batin gadis itu, lalu dia mencubit dirinya sendiri lalu berteriak dengan keras.
"Aaaaaawwwwhh" teriak gadis itu saat ia mencubit lukanya sendiri.
Rian yang mendengar teriakan gadis itu langsung menoleh dan mendatanginya.
" Apa ada yang sakit,"ucap Rian khawatir, karena gadis itu tadi berteriak dengan kencangnya.
" O,oh tadi aku cubit lukaku mau pastikan aku ini hidup atau enggak," ucap gadis itu polos. Rian menepuk jidatnya.
" Lukamu masih sakit, 'kan," tanya Rian, gadis itu mengangguk.
" nah lukamu sudah sakit ya jangan coba buktikan kamu sakit atau hidup dengan cubit lukamu, lukamu aja masih sakit o'on," ejek Rian dengan menyentil jidat gadis itu.
" Healing," ucap Rian, lalu tubuh gadis itu bersinar terang. setelah cahaya pudar, semua lukanya hilang termasuk mata panda. Gadis itu terlihat lebih segar dan .... Cantik!!.
" A- apa itu tadi" tanyanya dengan terbata bata karena, proses penyembuhan nya sangatlah cepat dengan hanya mengucapkan satu kata.
" Diam di sini" titah Rian tegas
" Skill barrier wind" ucap Rian, lalu tercipta pelindung di sekitar Area di tempat mereka berdua. Rian sangatlah kelelahan sekarang.
" Aku pergi dulu sebentar aja" ucap Rian lalu ia masuk ke dalam cincin ruang dimensi karena sudah sangat ngantuk sekali. ingat!!! di dalam cincin ruang dimensi dan dunia nyata itu berbeda.
Rian pun tidur untuk 10 jam
Setelah tidur selama 10 jam. ia keluar dari ruang dimensi. Energi Qi miliknya pun sudah kembali penuh.
" Sistem, entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan gadis itu. Dia seperti terbiasa melihat hal hal seperti tadi?" ucap Rian dengan rasa curiga.
[ Sistem juga mendeteksi sedikit keanehan host!, sebaiknya Host berhati hati!]
" Baiklah," ucap Rian lalu keluar dari ruang dimensi dan muncul tepat di area yang cukup jauh dari gadis itu sambil membawa beberapa cemilan, seolah olah ia habis dari minimarket terdekat untuk mengambil stock persediaan makanan.
Rian mendekati gadis tersebut dan memberikan nya camilan yang ia bawa.
" Tolong bawa camilan ini!" ucap Rian dengan senyum hangat yang membuat wajah si gadis merona merah sampai ke ujung telinga.
Rian lalu mengeluarkan pedang yang baru saja ia lapisi dengan elemen angin, ia akan mencoba salah satu skill dari buku yang diberikan sistem.
" Tebasan angin" ucap Rian dan mengayunkan pedangnya, di setiap ayunan pedang Rian. tercipta sebuah angin padat yang sangat tajam lebih tajam dari lidah para penggosiplah.
Srakk
sraakk
Suara angin yang membelah tubuh zombie menjadi cincangan cincangan kecil dan berhamburan di mana mana.
Jalanan berlumuran darah, dan tampilan zombie itu sangat lah menyeramkan ditambah tangan yang tulangnya bengkok dan kepala botak menyisakan sedikit rambut. Plus baju compang camping bak gembel.
Menjijikan bagi Rian, menyeramkan bagi gadis itu.
Sraak
BOOM BOOMM
Rian menggunakan semua skill nya untuk menghabisi lautan zombie yang datang padanya dengan kaki pincang dan baju robek robek khas Gembel.
[ level up]
Suara notifikasi itu berbunyi di saat Rian membantai zombie, ia pun semakin semangat dengan levelnya. di sistem, setiap dia menembus level kelipatan 10 dia akan menerima hadiah atau di suruh pilih job.
Dengan bengis ia terus menyerang, menebas dan mengoyak para zombie. Keterampilan pedang amatir yang professional sungguh menawan dan berkahrisma.
[ level up]
Rian kembali menerobos level di tengah tengah peperangan. Kali ini dia akan mengakhiri dengan satu jurus yang mencapai seluruh wilayah AA ini.
" Sulur rambat" ucap Rian lalu mengenakan kedua telapak tangan nya di tanah.Membuat kota AA bergetar karena pergerakan sulur rambat yang sangat cepat.
TRAAKKK
Suara sulur rambat raksasa keluar dari tanah dan mengait semua zombie yang ada di kota AA ini, dan menyerap semua kekuatan zombie dan menjadikan kekuatan itu sebagai makanan utama si sulur rambat.
#
Maaf jika ceritanya sangat sangat buruk karena author masih belajar dan cari pengalaman. semoga betah baca novel karya author ini.
# Like
# Vote
# komen
# share