NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:68.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ghaffar Syarif Darmawan

Hari ini tanggal 26 Februari 2017, hari yang seharusnya menjadi hari bahagia seorang anak lelaki. Berubah menjadi hari penuh duka, karena ia harus kehilangan kedua orang tuanya.

BRSSSSTTTT

Hujan turun begitu deras, membasahi tanah kota Bandung. Langit mendung, membuat suasana menjadi gelap. Padahal, waktu masih menunjukkan jam satu siang. Langit seolah ikut menangisi, kepergian sepasang suami istri. Yang harus meregang nyawa, di tangan sekelompok orang tak di kenal.

Anak lelaki, yang baru saja menginjak usia 9 tahun. Harus kehilangan kedua orang tuanya, secara bersamaan. Ghaffar Syarif Darmawan namanya, lahir tanggal 26 Februari 2008.

Anak yang memiliki wajah tampan itu, tengah duduk di antara jenazah kedua orang tuanya seorang diri. Tatapan mata, yang biasanya di penuhi binar kebahagiaan, berubah menjadi binar kekosongan. Jiwanya seolah tertelan, ke dalam kegelapan. Tak ada air mata, hanya tatapan kehampaan.

Mulai detik ini, hidupnya berubah drastis. Tak akan ada lagi, wanita cantik yang selalu membangunkannya di pagi hari. Wanita yang tak pernah lepas, dari senyuman di bibir tipisnya. Tak ada lagi suara cerewet, yang mengomelinya karena kejahilan dan kenakalannya.

Tak akan ada lagi pria berwibawa, yang akan memberinya petuah. Tentang hidup di dunia, yang begitu keras ini. Tak akan ada lagi pria, yang akan berdiri membelanya. Di saat ia terkena masalah, tak ada lagi pahlawan di hidupnya.

Kini statusnya adalah anak yatim piatu, harus hidup sebatang kara di usianya yang masih di bawah umur.

"Nak Ghaffar, apakah kedua orang tua nak Ghaffar akan dikebumikan sekarang?" tanya seorang ustad, yang bernama pak Husein.

Suara yang terdengar tenang itu, menarik kesadaran Ghaffar. Ia menoleh, menatap lama wajah teduh pak Husein. Lalu, ia pun mengangguk pelan.

"Mari bapak-bapak, kita akan mengantarkan jenazah pak Zayyan dan bu Yasmin ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mohon dibantu.." pinta ustad Husein

Dengan sigap para pemuda langsung bangun, bahkan hampir berebutan ingin mengangkat kedua keranda tersebut. Ada segaris senyum di bibir mungil Ghaffar, melihat banyak yang antusias mengantarkan kedua orang tuanya.

Siapa yang tak mengenal Zayyan Darmawan dan Yasmin Darmawan, dua orang yang selama hidupnya begitu dermawan dan berbudi luhur. Selalu mengulurkan tangan, bagi siapapun yang memang membutuhkan pertolongan. Bahkan anak-anak muda, banyak yang sudah di bantu oleh keduanya.

Ghaffar berjalan pelan, di belakang iringan orang-orang yang mengangkat jenazah orang tuanya. Dengan memegang bingkai foto berwarna hitam, berisikan foto hitam putih.

Air mata Ghaffar, seolah telah habis. Ia terlihat dingin, meski mendengar bisikan tentangnya di belakang.

'Kasihan Ghaffar, di usianya yang masih kecil. Harus menjadi yatim piatu...' A

'Kamu benar, meski ia memiliki warisan dari kedua orang tuanya. Tapi untuk anak seusianya, mungkin itu merupakan beban.' B

'Parahnya, Ghaffar harus melihat dengan mata kepalanya sendiri. Bagaimana kedua orang tuanya meregang nyawa, menahan jeritan dan juga rasa takutnya. Aku hanya berharap, dia tidak sampai memiliki trauma yang bisa merusak mentalnya.' C

'Innalillahi... Apa benar, yang kamu katakan?' tanya A terkejut

'Apa menurutmu, hal seperti ini bisa di jadikan candaan?' jawab C, A dan B menggelengkan kepalanya

'Ghaffar menceritakan kejadian, saat polisi menginterogasinya. Aku yang sudah dewasa saja, tak sanggup bila harus kembali mengingat kejadian mengerikan itu. Apalagi Ghaffar...

Flashback

Saat itu, keluarga Ghaffar seperti biasa tengah berkumpul di ruang keluarga. Ghaffar duduk di antara kedua orang tuanya, menonton acara di yang tayang di malam itu.

"Sayang, bila di masa depan. Ayah dan ibu harus pergi sangat jauh, kami minta jangan pernah menangis ya. Kamu harus tetap kuat, menjalani hari-harimu." ucap sang ibu, membuat Ghaffar mengerutkan dahi

"Maksud ibu bicara seperti itu, apa? Memang kalian mau kemana? Kenapa Ghaffar tidak di ajak?" tanya Ghaffar beruntun

"Ini kan hanya obrolan boy, jadilah anak yang kuat. Yang bisa berdiri sendiri, tanpa harus bergantung pada orang lain. Berteman dengan siapa saja boleh, tapi kamu tidak bisa memberikan kepercayaan sepenuhnya. Karena orang yang akan menghancurkan kita, justru orang yang sangat dekat dengan kita." jawab sang ayah

"Maksud ayah?" tanya Ghaffar, yang masih belum mengerti

"Orang yang akan menusuk kita dari belakang, justru orang yang tau baik buruknya kita. Jadi, saat kamu mempercayai seseorang, jangan pernah sekalipun. Kamu menceritakan semua tentang kamu, maupun keluargamu." Ghaffar mengangguk paham

"Tapi... Ibu dan ayah, tidak akan kemana-mana kan?" tanya Ghaffar, tiba-tiba perasaannya tak nyaman. Seolah obrolan malam ini, adalah obrolan terakhir mereka

"Ya ga kemana-mana, emang mau kemana kita?" jawab Yasmin tersenyum

Tanpa tau, bila canda tawa, obrolan dan senyuman itu. Merupakan hal terakhir, sebelum tragedi berdarah itu terjadi.

Waktu menunjukkan pukul 20.48, Ghaffar terlihat beberapa kali menguap.

"Udah ngantuk boy, masuk kamar sana. Besok kamu harus berangkat sekolah pagi, jangan terlambat." titah sang ayah, Ghaffar mengangguk

"Ibu... Ayah... Ghaffar masuk kamar ya, mau tidur duluan." pamit Ghaffar, lalu ia mencium kedua pipi orang tuanya. Hal yang biasa dilakukan, sebelum dan saat ia bangun tidur.

"Hmm.. tidur yang nyenyak ya sayang, mimpi indah." jawab Yasmin, Ghaffar melangkahkan kakinya untuk naik ke lantai dua. Dimana kamarnya berada, bersebelahan dengan kedua orang tuanya.

.

.

Waktu terasa berjalan cukup lambat malam itu, jam di dinding menunjukkan pukul 01.25 WIB. Udara terasa begitu dingin, gerimis menemani malam saat itu.

"Far.. Ghaffar... sayang... bangun nak..." samar-samar terdengar suara sang ibu, membangunkan anak lelaki tampan itu. Merasa mimpi, ia kembali terlelap.

"Ghaffar, bangun nak. Sayang... " kembali terdengar, suara panik. Di tambah dengan guncangan pelan, pada tubuhnya. Lambat lain, Ghaffar membuka kedua matanya.

"IB.. MMMPPHH" ucapan Ghaffar terhenti, karena mulutnya yang langsung di bekap Yasmin

"Sayang, dengarkan ibu. Kamu masuk ke tempat persembunyian, yang sudah di buat ayah di dalam lemari. Apapun yang terjadi...

DOR

DEG

"I-ibu..." Yasmin menggigit bibir bawahnya, menahan tangisannya agar tidak sampai pecah.

"Pokok nya, apapun yang terjadi. Jangan keluar, harus tetap bersembunyi. Jangan mengeluarkan suara sedikit pun, jangan berteriak. Mengerti?" Ghaffar menggelengkan kepalanya, ia menggenggam erat tangan sang ibu.

"Lalu ibu mau kemana?" tanya Ghaffar, dengan suara bergetar. Nada ketakutan dan panik menjadi satu.

"Ibu harus menolong ayah, ingat nak. Jangan keluar dan bersuara, apapun tang terjadi. Cepat masuk.." Yasmin menarik kasar Ghaffar, bukan maunya. Tapi keadaan, keadaan yang mengharuskannya melakukan hal ini.

"Ibu... Hiks... Nggak bu..." Ghaffar menahan diri, agar sang ibu tak memaksanya masuk ke ruang persembunyian.

"Maafkan ayah dan ibu sayang, kamu harus ingat. Jadilah anak yang kuat, jangan biarkan siapa pun menindas mu." ucap Yasmin, ia mencium kening putranya. Sebelum ia memaksa putranya, untuk masuk ke ruang persembunyian.

"Maafkan kami nak, kami sangat mencintaimu." ucapan terakhir, sebelum pintu ruang rahasia terkunci secara otomatis. Yang hanya bisa dibuka, dari dalam.

BRAAKK

KYAAAAA

'IBUUUUUU'

...****************...

Semoga kalian suka yaaaa....

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya❤️❤️

1
Kristal Offical
widih tambah banyak aja personilnya
Hasnawiyah Ansar
kendaraan umur apaan itu teh🤔🤔🤔
ule_keke (IG: ule_keke26): typo, harusnya umum
total 1 replies
Hasnawiyah Ansar
aku juga HADIIIRRRR 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
akhirnya Ghaffar punya temen buat membantu hal-hal yang baik
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cover baru ya thor🫶
ule_keke (IG: ule_keke26): betuuuullll😌
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah namana lucu 🤗 Mingyu
Zahbid Inonk
ah Mak othor gantung turuyeun 🤭🙏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mingyu? panggilan na Aming nya mak 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): ngajak ribut sih, tapi ok lah
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Ayuk Witanto
kendaraan umum maksudnya mak
ule_keke (IG: ule_keke26): iya kaaaaakkkk
total 1 replies
Ayuk Witanto
namanya unik ya bulan
Eliermswati
kirain slh satu keluarga zandra eh bukan pdhl q kangen bngt sm aa sama dede🤣🤣🤣🤣
Aquarius26
kirang thoooorrrr,,, sikik kalee
Aquarius26
keren lah author 1 ini,,kendaraan ada umurnya jg ya👏👏
Aquarius26: aq gk nyindir thor,tp ngmng lngsung itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nisa
makk lanjutttt,,,,
☕️nya emak😘
mama_im
anjaaayy si gapura desa nyasar kesini, mana indihome pula 🤣🤣🤣
ismi🌹🌹
mingyu namanya kayak cewek gk taunya cowok
mama_im
kirain cowok mak 🤣🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): blm kepikiran
total 4 replies
mama_im
nu kumaha kendaraan umur mak? di pisah kitu anak anak jeung kolot? 🤣🤣🤣🤣
Lina Suwanti: mungkin maksudnya tuh kendaraan dah tua kayak angkotnya bang Doel😁
total 9 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah seru nih tpi pasti mak gk akan nambah lagi kan🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!