King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara barbeque dadakan
Monika sedang menunggu guru les pianonya. Ia senang karena guru lesnya sudah diganti sama mama nya. Ia nggak suka dengan gurunya yang kemarin, banyak peraturannya.
" Kamu belajarnya yang rajin ya Mon. Mama udah keluar banyak uang untuk membayar les kamu"
" Iya Ma"
" Jangan cuma iya..iya aja. Buktikan sama mama "
Monika memang sudah beberapa kali gonta ganti guru piano. Semua di berhentikan secara tiba-tiba sama Monika. Alasannya gurunya terlalu banyak aturan.
" Nyah, guru les non Monika sudah datang"
" Suruh masuk aja Bik"
" Baik Nyah"
Bibik mempersilakan guru itu untuk masuk. Dan membawa guru Monika ke ruang tamu untuk menemui sang nyonya.
" Sore nyonya"
" Sore, silakan duduk"
" Terima kasih"
" Apa anda guru les baru putri saya"
" Benar nyonya, nama saya Aditya"
" Langsung saja ke ruang musik. Putri saya sudah ada di sana "
" Baik nyonya "
Mama Monika meminta bibik untuk mengantarkan Aditya ke ruang musik. Sampai di ruang musik bibik mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Silakan"
" Makasih Bik"
Aditya masuk ke dalam ruang musik. Ia melihat seorang gadis sedang memainkan piano. Nada yang dimainkan terdengar sedikit sumbang.
" Selamat sore"
Monika menghentikan permainan pianonya. Ia melihat seorang laki-laki tampan berdiri tidak jauh dari piano.
Wah kalau dia yang jadi gurunya, semangat gue belajar main pianonya. Tapi masih tampan King sih. Tapi nggak apalah, buat cadangan.
" Apa anda guru baru saya"
" Iya nona, saya guru piano anda yang baru"
" Nama?"
" Aditya, nona"
" Baiklah Aditya sebelum kamu mengajarkan saya main piano, saya ingin melihat kamu memainkan piano ini"
" Baik nona"
Aditya mulai memainkan piano yang ada di hadapannya. Ia memainkan nada yang cukup sulit.
Indah sekali gayanya memainkan piano.
Hanya beberapa menit, Aditya menghentikan permainan pianonya.
" Waw keren sekali"
" Terima kasih nona"
" Saya akan terima kamu jadi guru tetap saya"
Monika tidak akan mengganti guru pianonya lagi. Cukup Aditya aja yang jadi gurunya. Selain bisa cuci mata, Aditya juga jago main pianonya.
" Bisa kita mulai sekarang nona, soalnya setelah ini saya mau ke tempat lain lagi "
" Kamu itu di bayar sama mama saya, jadi kamu harus ngikutin peraturan saya"
" Maksud nona"
" Saya ingin mendengarkan kamu main piano lagi"
" Maaf nona, tugas saya datang kesini itu untuk mengajarkan anda cara main piano. Bukan untuk perform"
" Ya udah deh, saya ikut kata anda"
Aditya mencontohkan cara bermain piano. Setelah itu dia menyuruh Monika untuk mempraktekkannya.
" Sekarang kita coba mainkan satu lagu"
Monika merekam aksi Aditya. Nanti ia akan pamerkan pada teman-temannya. Pasti mereka iri karena ia punya guru piano yang tampan.
" Sekarang giliran anda nona"
Monika tidak tau nada mana yang dimainkan sama Aditya. Tadi ia sibuk merekam permainan piano Aditya.
" Nona bisa nggak kalau sedang belajar, handphone anda di simpan dulu "
Ngatur banget sih ni orang.
" Kenapa?. Saya mau membuat video "
" Kalau seperti itu cara anda belajar, bagaimana anda bisa memainkan piano dengan baik dan benar "
Baru kali ini Aditya mengajar tapi nggak dihargai. Ini akibat terlalu dimanjakan sama orang tua nya.
" Saya kan cuma ngambil video Anda aja"
" Anda mau belajar atau mau main handphone. Kalau mau main handphone, belajarnya kita cukupkan sampai disini"
" Kenapa gitu, anda kan sudah dibayar mahal-mahal sama mama saya"
" Hanya karena mama anda sudah membayar saya, terus nona bisa bersikap seperti ini pada saya"
" Ya udah saya simpan handphone-nya. Ayo kita lanjutkan lagi"
Aditya kembali mencontohkan cara bermain piano. Sekarang Monika memperhatikan dengan baik dan benar. Karena ia tidak ingin kehilangan guru tampan itu.
...***...
Di mansion mommy Queenza sedang ramai. Karena kedatangan Aaron dan juga Bagas. Bukan cuma mereka, kedua orang tua mereka juga datang.
Sekarang mereka berada di taman mansion. Orang tuanya sedang membuat acara barbeque-an. Entah kenapa mommy-nya tiba-tiba ingin membuat acara barbeque-an.
" Malam gadis cantik "
" Malam juga Tante Adele"
" Queen makin cantik dan juga tinggi aja"
" Makasih Tante, Tante juga cantik "
" Bisa banget kamu mujinya"
Para orang tua yang perempuan sedang sibuk membuat samosa. Sedangkan para orang tua laki-laki sedang membakar daging dan juga jagung.
Setelah membantu mommy-nya, Queen bergabung kembali dengan saudara dan juga sahabatnya. Tak lupa ia membawa camilan.
" Makan terus"
" Namanya juga masa pertumbuhan, ya harus makan banyak lha"
" Jadi Sabtu besok kita akan ke puncak" kata Aaron.
" Iya, Queen pengen ke puncak"
" Bagus itu, udah lama juga kita nggak jalan-jalan " kata Bagas.
" Kamu itu harus diet "
" Kenapa aku harus diet. Emang kamu liat badan ku udah gemuk "
" Iya, makanya aku suruh diet"
" Emang iya Ron, Gas, gue gemukan"
" Nggak kok" jawab Bagas.
" Nggak gemuk kok "
" Tuh denger, Aaron sama Bagas bilang nggak gemuk"
" Mereka berdua bilang gitu karena takut sama kamu"
" Bilang aja kamu iri sama aku"
" Kamu harus banyak-banyak olahraga. Joging atau ngangkat beban berat"
" Kapan-kapan deh aku olahraga "
" Pas dipuncak kamu mulai olahraganya. Kapan perlu kamu ke villa jalan kaki, biar tubuh kamu keluar keringat"
" Nggak sekalian aja kamu nyuruh aku jalan dari mansion sampai ke villa "
" Itu juga bagus"
" Ck, kamu itu memang saudara yang kejam. Bahkan kejam kamu itu melebihi ibu tiri "
" Drama banget "
" Harusnya kamu senang liat aku suka makan. Kalau aku nggak suka makan, terus badan aku kurus yang tinggal kulit pembalut tulang. Apa kamu nggak kasihan sama aku"
" Ya udah makan aja yang banyak "
King hanya ingin mengerjai Queenza. Karena badan Queenza itu tidak gemuk. Walaupun banyak makannya, badan Queenza masih tetap bagus.
" Nanti pas di puncak kita pergi ke kebun strawberry ya"
" Emang udah buka?"
" Udah, Daddy bilang sudah dibuka untuk pengunjung "
" Boleh, nanti kita buat jus strawberry " kata Bagas.
" Strawberry enaknya dimakan langsung. Kalau di jus rasanya sudah berkurang "
" Buat Strawberry smoothies aja" kata Aaron.
" Buat apa aja yang kalian suka, yang penting kita petik strawberry " kata Queenza.
Mommy Queenza juga ada menanam strawberry berukuran jumbo. Tapi belum ada yang berbuah. Makanya nanti kalau sudah di puncak ia ingin ke kebun strawberry. Memetik di tempat wisata seperti itu lebih seru.
" Anak-anak ayo makan" panggil Alexa.
" Ayo guys, mommy gue udah manggil "
Queenza, King, Aaron dan Bagas segera bergabung dengan orang tua mereka. Mereka akan makan malam bersama.
Aroma wangi dari steak sudah membuat mereka lapar. Padahal steak buatan orang tua mereka sangat sederhana, tapi rasanya tidak kalah dengan yang ada di restoran.
Semua orang menikmati steak yang ada dihadapan mereka masing-masing. Semua makan dengan hikmat tanpa ada satu pun yang bersuara.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....