NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Tamparan di Arena Nomor Satu

Arena Nomor Satu adalah arena yang paling ramai ditonton hari ini.

Bukan karena arena itu adalah arena utama, tapi karena di dalam arena itu ada dua orang yang sudah menjadi topik pembicaraan terpanas di seluruh Perguruan Langit Biru selama satu bulan terakhir.

Satu adalah Kezia Adinegara, mantan tunangan sampah yang membuang tunangannya saat tunangannya jatuh miskin, lalu dengan bakat Tubuh Racun Teratai yang baru ditemukan, dia langsung naik menjadi murid inti Istana Teratai Suci dan murid kesayangan Tetua Lotus, kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak setelah memakan Pil Darah Terlarang, terkenal dengan sifat angkuh dan kejamnya.

Satu lagi adalah Arya Langit, mantan tunangan sampah yang dibuang, yang selama tiga tahun dihina sebagai sampah tidak berbakat, tapi dalam satu bulan terakhir bangkit dengan sangat gila, membunuh pembunuh bayaran Sekte Darah Hitam, menampar wajah Rafa Adiputra di Balai Utama, membunuh Tetua Darah Alam Raja Langit tingkat tiga di Puncak Embun, dan membuat lautan bunga teratai es mekar di Puncak Embun yang sudah membeku ribuan tahun, kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak, murid kesayangan Bidadari Pedang Embun Sekar Embun.

Pertarungan antara mantan tunangan yang saling membenci, sampah yang bangkit melawan wanita angkuh yang membuangnya, ini adalah drama yang paling disukai oleh semua murid untuk ditonton.

Bahkan Pemimpin Perguruan, Tetua Agung, dan Luna Maheswari yang ada di langit pun menatap Arena Nomor Satu dengan penuh perhatian, karena mereka tahu pertarungan ini bukan sekadar pertarungan biasa, tapi pertarungan yang akan menentukan siapa yang benar benar jenius dan siapa yang hanya sampah yang beruntung.

Di dalam Arena Nomor Satu yang berbentuk lingkaran dengan diameter lima puluh meter dan dikelilingi oleh formasi pelindung tingkat Raja agar pertarungan di dalamnya tidak melukai penonton di luar, Arya dan Kezia berdiri berhadapan dengan jarak dua puluh meter.

Kezia dengan gaun ungu keemasannya yang mewah, wajahnya cantik tapi penuh dengan kebencian dan rasa angkuh yang tidak bisa disembunyikan, menatap Arya dengan tatapan merendahkan seperti sedang menatap seekor semut.

"Arya Langit, aku tidak menyangka kamu berani memilih arena yang sama denganku. Apakah kamu masih belum bisa melupakan aku dan ingin kembali padaku setelah melihat aku sekarang sudah menjadi murid inti Istana Teratai Suci dengan kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak? Sayang sekali, sampah tetap sampah, bahkan jika kamu sekarang sudah sedikit beruntung dan naik menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak juga, di mataku kamu tetap sampah yang dulu berlutut di depanku dan memohon agar aku tidak membatalkan pertunangan!" ejek Kezia dengan suara keras yang sengaja dibuat agar semua penonton di luar arena bisa mendengarnya, ingin mempermalukan Arya di depan semua orang seperti yang dulu dia lakukan di Balai Utama.

Beberapa murid di luar arena yang mendengar ejekan itu langsung berbisik bisik dan menatap Arya dengan tatapan kasihan dan sedikit mengejek, karena cerita tentang Arya yang berlutut memohon agar pertunangan tidak dibatalkan tiga tahun yang lalu memang benar terjadi dan menjadi aib terbesar Arya.

Tapi Arya yang mendengar ejekan itu hanya tersenyum tipis, senyum dingin yang sama seperti saat dia akan membunuh Tetua Darah.

"Berlutut memohon? Kezia Adinegara, apakah kamu masih hidup di dalam mimpi tiga tahun yang lalu? Tiga tahun yang lalu aku memang berlutut, tapi bukan karena aku mencintaimu, tapi karena aku bodoh dan mengira kamu masih memiliki sedikit hati nurani setelah keluargaku membantumu saat kamu masih pengemis kecil di pinggir jalan Kota Biru yang hampir mati kelaparan. Ternyata aku salah, hati nuranimu sudah dimakan anjing sejak kamu menjadi murid Istana Teratai Suci. Dan hari ini, aku datang ke arena ini bukan untuk kembali padamu, tapi untuk mengambil kembali harga diriku yang kamu injak tiga tahun yang lalu, dengan cara menampar wajahmu di depan semua orang, seperti yang kamu lakukan padaku dulu."

Kalimat Arya itu, terutama bagian tentang Kezia yang dulunya adalah pengemis kecil di pinggir jalan Kota Biru yang diselamatkan oleh keluarga Arya, adalah rahasia besar yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun di perguruan!

Semua murid di luar arena yang mendengar rahasia itu langsung terkejut dan menatap Kezia dengan tatapan tidak percaya dan sedikit jijik.

"Apa! Kezia Adinegara dulunya pengemis!"

"Tidak mungkin! Bukankah dia dikatakan berasal dari keluarga terpandang di Kota Teratai?"

"Ternyata dia pengemis yang diselamatkan keluarga Arya Langit! Pantas saja dia membatalkan pertunangan setelah keluarga Arya jatuh miskin! Wanita tidak tahu berterima kasih!"

Bisikan bisikan jijik dari penonton itu membuat wajah Kezia yang tadinya angkuh itu langsung memerah karena malu dan hitam karena marah.

"KAMU! KAMU BERANI MEMFITNAH AKU! AKU BUKAN PENGEMIS! AKU ADALAH MURID INTI ISTANA TERATAI SUCI! MATI, SAMPAH!" teriak Kezia dengan histeris, rasa malu dan marah karena rahasianya terbongkar di depan ribuan orang itu membuatnya kehilangan akal sehatnya.

Tanpa menunggu wasit mengumumkan dimulainya pertarungan, Kezia langsung melesat ke depan dengan kecepatan seperti kilat, kedua tangannya yang putih itu kini berubah menjadi ungu kehitaman dan memancarkan bau busuk yang menyengat, itulah Tubuh Racun Teratai Iblis yang sudah 90% selesai, jurus andalannya yang bisa membuat Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan pun keracunan dan mati jika terkena.

"Racun Teratai Hitam, Seribu Kelopak Pembunuh!"

Kezia berteriak dan mengayunkan kedua tangannya, ribuan kelopak bunga teratai berwarna ungu kehitaman yang terbuat dari racun murni langsung muncul di udara dan melesat ke arah Arya dari segala arah seperti hujan pedang beracun.

Setiap kelopak racun itu mengandung racun teratai iblis yang bisa membusukkan meridian dan jiwa seseorang hanya dengan goresan kecil. Jika terkena ribuan kelopak itu sekaligus, bahkan Alam Raja Langit tingkat satu pun akan kesulitan untuk bertahan.

Semua penonton di luar arena menahan napas melihat jurus beracun yang indah tapi mematikan itu, banyak yang menatap Arya dengan kasihan karena mereka tahu Arya yang hanya mengandalkan pedang es tidak akan bisa menahan racun sekuat itu.

Bahkan Tetua Lotus yang ada di langit tersenyum licik melihat jurus murid kesayangannya itu, karena dia tahu tidak ada penawar untuk Racun Teratai Iblis selain darah Leluhur Darah Hitam itu sendiri.

Tapi Arya yang melihat ribuan kelopak racun yang datang ke arahnya dari segala arah itu hanya berdiri diam tanpa bergerak, wajahnya tenang tanpa sedikit pun rasa takut.

Dia bahkan tidak mengeluarkan pedang esnya.

Dia hanya mengangkat tangan kanannya dengan pelan dan mengepalkan tinjunya.

Di dalam tubuhnya, Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4 yang sudah 90% menuju tingkat 5 itu meraung dengan sangat keras dan agung.

Darah naga emas yang suci dan panas yang merupakan musuh alami dari semua racun iblis di dunia ini mengalir dengan deras ke seluruh meridiannya dan keluar melalui pori pori tubuhnya, membentuk sebuah lapisan tipis cahaya emas yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

Lapisan cahaya emas itu terlihat tipis dan rapuh, seperti bisa pecah hanya dengan sentuhan.

Ribuan kelopak racun ungu kehitaman itu akhirnya sampai di depan Arya dan menghantam lapisan cahaya emas itu.

KRAK! KRAK!

Suara seperti es yang pecah terdengar, tapi bukan lapisan cahaya emas Arya yang pecah, tapi ribuan kelopak racun ungu kehitaman itu yang pecah satu per satu menjadi debu ungu yang langsung menguap dan terbakar menjadi asap hitam saat terkena cahaya emas naga yang suci itu!

Racun Teratai Iblis yang menjadi andalan Kezia dan sudah membunuh banyak ahli Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan, hancur total hanya dengan lapisan cahaya pelindung tipis dari Arya! Bahkan tidak bisa menyentuh ujung jubah Arya!

"Apa!" Kezia terkejut hingga matanya hampir keluar dari tempatnya, wajahnya pucat pasi tidak percaya dengan apa yang dia lihat. "Racun Teratai Iblisku! Bagaimana mungkin bisa dihancurkan hanya dengan cahaya pelindung! Tidak mungkin! Tubuh Racun Teratai Iblisku adalah tubuh racun terkuat di dunia! Tidak ada yang bisa menahannya!"

"Terkuat di dunia? Kezia, kamu terlalu banyak bermimpi. Racunmu itu di depan Darah Naga Langit ku hanya seperti air comberan yang bau, bahkan tidak pantas untuk membersihkan sepatuku," kata Arya dengan suara dingin dan penuh dengan penghinaan, mengembalikan ejekan Kezia tadi dengan sepuluh kali lipat lebih menyakitkan.

Setelah berkata begitu, Arya yang tadinya berdiri diam itu akhirnya bergerak.

Bayangannya menghilang.

Teknik Langkah Bayangan Embun tingkat sempurna!

Kezia yang masih terkejut itu belum sempat bereaksi, sebuah bayangan emas sudah muncul tepat di depannya, hanya berjarak satu jengkal dari wajahnya.

Wajah tampan Arya yang dingin itu menatap wajah cantik Kezia yang pucat pasi itu dari jarak yang sangat dekat, hingga Kezia bisa merasakan napas hangat Arya di wajahnya.

"Tamparan pertama, untuk harga diriku yang kamu injak tiga tahun yang lalu di Balai Utama," bisik Arya dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Kezia.

PLAK!

Suara tamparan yang sangat keras dan nyaring menggema ke seluruh Arena Langit Biru yang tadinya hening karena kaget melihat racun Kezia hancur.

Arya menampar wajah Kezia dengan telapak tangan kanannya yang terbuka, tamparan yang tidak menggunakan energi sama sekali, hanya kekuatan fisik murni, tapi tamparan itu sangat keras hingga membuat Kezia terpental dan berputar tiga kali di udara sebelum jatuh dengan keras di atas lantai arena, pipi kanannya langsung membengkak merah dan berdarah, lima bekas jari tangan Arya tercetak dengan jelas di pipi putihnya.

"Tamparan itu untuk keluargaku yang kamu hina sebagai pengemis padahal keluargaku yang menyelamatkanmu dari kelaparan!"

Belum sempat Kezia bangun dari lantai, bayangan Arya sudah muncul lagi di depannya.

PLAK!

Tamparan kedua, kali ini di pipi kiri, membuat pipi kiri Kezia juga membengkak dan berdarah, membuatnya terlihat seperti babi yang baru dipukul.

"Tamparan kedua, untuk semua hinaan dan siksaan yang kamu berikan kepada murid Puncak Embun selama tiga tahun ini karena kamu iri dengan Guru Sekar Embun!"

Kezia yang sudah ditampar dua kali itu mencoba untuk bangun dengan wajah penuh darah dan air mata, tapi kakinya lemas karena malu dan sakit.

"Jangan... jangan tampar lagi... aku... aku mengaku kalah..." Kezia berkata dengan suara terisak dan ketakutan, sama sekali tidak ada lagi keangkuhan murid inti Istana Teratai Suci tadi, hanya ada seorang wanita pengemis yang ketakutan seperti tiga tahun yang lalu.

Tapi Arya tidak berhenti. Dia mengangkat kakinya dan menginjak dada Kezia dengan pelan, membuat Kezia tidak bisa bergerak.

"Mengaku kalah? Dulu saat aku berlutut memohon agar kamu tidak membatalkan pertunangan di depan semua orang di Balai Utama, apakah kamu memberiku kesempatan untuk mengaku kalah? Tidak, kamu malah menamparku dan meludahi wajahku di depan semua orang. Hari ini, aku hanya mengembalikan apa yang kamu lakukan padaku dulu, dengan bunga."

Setelah berkata begitu, Arya mengangkat tangannya tinggi tinggi.

"Tamparan ketiga, untuk semua murid yang pernah kamu bully dan kamu racuni dengan racun terataimu yang menjijikkan itu!"

PLAK!

Tamparan ketiga, yang paling keras dari semuanya, membuat Kezia yang sudah tidak tahan malu dan sakit itu langsung pingsan di tempat, dengan wajah bengkak seperti babi, berlumuran darah dan air mata, tergeletak di tengah arena dengan posisi yang sangat memalukan.

Seluruh Arena Langit Biru terdiam total.

Tidak ada yang bersorak, tidak ada yang berbisik, hanya ada keheningan yang sangat mencekam karena semua orang terkejut melihat betapa kejamnya Arya membalaskan dendamnya, dan betapa kuatnya dia bisa mengalahkan Kezia Adinegara yang Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak hanya dengan tiga tamparan tanpa menggunakan teknik apa pun!

Di langit, Luna Maheswari menatap Arya di arena itu dengan mata yang berbinar penuh kekaguman, Sekar Embun menatap suaminya itu dengan senyum bangga, Pemimpin Perguruan mengangguk dengan puas, tapi Tetua Lotus dan Tetua Agung Darah Hitam yang bersembunyi di dalam bayangan Tetua Lotus itu wajahnya hitam seperti arang karena marah dan kaget.

Rencana mereka untuk membuat Kezia menjadi juara dan masuk ke dalam Kolam Teratai Suci sebagai pion mereka, hancur total hanya dalam tiga tamparan.

Wasit yang baru sadar dari keterkejutannya buru buru berlari masuk ke dalam arena dan memeriksa keadaan Kezia yang sudah pingsan dengan wajah bengkak itu, lalu berteriak dengan suara gemetar.

"Kezia Adinegara... tidak bisa melanjutkan pertarungan! Pemenangnya... Arya Langit dari Puncak Embun!"

Begitu pengumuman pemenang itu keluar, seluruh arena yang tadinya hening itu langsung meledak dengan sorak sorai yang sangat keras dan gila yang bahkan lebih keras dari saat Pemimpin Perguruan mengumumkan perang melawan Sekte Darah Hitam.

"ARYA LANGIT! ARYA LANGIT!"

"GILA! TIGA TAMPARAN MENGALAHKAN MURID INTI ISTANA TERATAI SUCI!"

"BALAS DENDAM TERBAIK! ITULAH CARA MEMBALAS DENDAM!"

Di tengah sorak sorai itu, Arya yang berdiri di tengah arena dengan wajah dingin itu menatap ke arah arena nomor dua di mana Rafa Adiputra yang melihat kekasihnya dipermalukan seperti itu berdiri dengan wajah hitam dan tubuh bergetar karena marah, dan berteriak dengan suara yang keras hingga terdengar ke seluruh arena.

"Rafa Adiputra! Kamu selanjutnya! Naik ke sini dan aku akan memberimu tamparan yang sama seperti yang kuberikan pada pengemis itu! Atau kamu takut seperti pengecut dan ingin mengaku kalah sebelum bertarung!"

Tantangan terbuka! Di depan ribuan orang!

Rafa Adiputra yang sudah marah besar karena kekasihnya dipermalukan itu langsung melompat ke Arena Nomor Satu dengan pedang spiritual tingkat Raja di tangannya yang berkilauan dengan cahaya darah.

"Arya Langit! Aku akan membunuhmu! Aku akan mencincang tubuhmu menjadi seribu potongan untuk membalaskan dendam Kezia!"

Pertarungan kedua, yang bahkan lebih panas dari pertarungan pertama, akan segera dimulai, dan kali ini lawannya adalah Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan awal dengan pedang tingkat Raja!

Tapi bagi Arya yang baru saja mendapatkan kekuatan baru dan memiliki istri Alam Raja Langit tingkat tiga puncak yang menontonnya dari tepi arena dengan senyum bangga, pertarungan ini hanya akan menjadi tamparan kedua yang akan dia berikan di hari yang penuh dengan tamparan ini.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!