NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 19: Payload Delivery

Udara malam di luar dinding Akademi Sihir Aethelgard terasa pekat, dingin, dan menusuk tulang. Kegelapan merangkul setiap jengkal jalan setapak yang mengarah ke pinggiran hutan terlarang, tempat di mana jalur distribusi energi kuno—*Ley Lines*—bertemu dengan terowongan utilitas bawah tanah kerajaan. Di tempat inilah Kaelen Vance dan Elara Vane memulai perjalanan panjang mereka menuju jantung ibu kota.

Tidak seperti para penjelajah atau penyihir konvensional yang mengandalkan kuda sewaan atau mantra terbang yang memboroskan energi, Kael memilih rute yang paling tidak lazim namun paling efisien: berjalan kaki menyusuri saluran pemeliharaan pipa *mana* bawah tanah. Jalur tersebut remang-remang, hanya diterangi oleh pendaran biru lemah dari kabel-kabel sihir purba yang berdengung konstan di sepanjang dinding batu basah.

"Suhu di dalam terowongan ini mulai meningkat," bisik Elara di samping Kael, langkah kakinya berderak pelan di atas lantai batu yang licin. Tudung jubahnya ditarik rendah, menutupi wajahnya dari tetesan air embun yang merembes dari langit-langit gua. "Itu artinya kita semakin mendekati pos *gateway* pertama di distrik gerbang utara."

Kael berjalan di depan tanpa ragu, langkah kakinya terukur rapi dengan ritme yang tidak pernah berubah, seolah-olah ia sedang menyusuri koridor perpustakaan yang terang benderang. Tangan kanannya yang mengenakan cincin perak terus memancarkan denyut data mikro, memindai setiap frekuensi sinyal pertahanan yang terpancar dari dinding terowongan di atas kepala mereka.

"Kita berada di jarak dua ratus meter dari pos penjagaan gerbang utara," jawab Kael datar, suaranya menggema pelan di dalam pipa beton yang panjang. "Berdasarkan analisis *traceroute* yang kita lakukan sebelumnya, pos tersebut menggunakan sistem sensor optik generasi lama buatan pandai besi kerajaan. Sistem itu tidak memiliki kemampuan pengenalan biometrik mendalam; ia hanya memverifikasi tanda tangan digital dari surat izin resmi."

"Dan kita membawa surat izin palsu yang dibuat langsung dari memori server militer mereka," sambung Elara dengan senyum tipis di balik kegelapan. "Ironis sekali. Pasukan Inkuisisi menghabiskan bertahun-tahun merancang sistem keamanan berlapis, hanya untuk dijebol menggunakan dokumen birokrasi mereka sendiri."

"Itu bukan ironi," koreksi Kael dingin. "Itu adalah kelemahan struktural yang melekat pada sistem apa pun yang terlalu bergantung pada hierarki administratif. Manusia mempercayai stempel dan tanda tangan fisik lebih daripada verifikasi logika, dan celah itulah yang paling mudah dieksploitasi."

Setelah berjalan beberapa menit lagi dalam keheningan, terowongan di hadapan mereka tiba-tiba berbelok tajam ke kiri, berakhir pada sebuah pintu baja tebal yang dipenuhi oleh ukiran rune pertahanan berwarna keemasan. Di atas pintu tersebut, sebuah kristal mata pengawas berukuran sebesar kepalan tangan manusia berputar pelan, memancarkan sinar merah tipis yang menyapu lantai di depan pintu.

Pos *gateway* pertama: Gerbang Utara Ibu Kota.

Kael menghentikan langkahnya tepat di batas jangkauan sinar merah tersebut. Elara ikut berhenti, merapatkan posisinya di balik bahu Kael, bersiap merapalkan mantra pelindung jika sewaktu-waktu alarm sihir berbunyi.

Namun, Kael tidak mengangkat tongkat sihir atau merapal bait mantra apa pun. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, mengarahkan cincin peraknya lurus ke arah kristal mata pengawas yang sedang berputar. Sesaat kemudian, cincin itu memancarkan kilatan cahaya biru terang yang langsung menyusup ke dalam gelombang frekuensi sensor optik tersebut.

*Transmitting credentials...*

*Authenticating military access token...*

*Access granted.*

*Klek.*

Suara mekanisme penguncian kuno terdengar bergeser dari dalam dinding baja. Rune keemasan di permukaan pintu meredup seketika, berubah warna menjadi hijau terang, dan pintu baja tebal itu perlahan terbuka sendiri ke dalam, menampakkan ruangan pos jaga yang kosong dari penjagaan fisik—karena seluruh prajurit gerbang telah ditarik ke markas besar menyusul kekacauan jaringan hari sebelumnya.

"Sistem pertahanan otonom mengira kita adalah tim inspeksi logistik militer yang datang untuk melakukan pemeliharaan rutin," kata Kael tenang, melangkah masuk melewati pintu baja yang terbuka lebar. "Masuklah. Jangan menyentuh apa pun di luar jalur kabel utama."

Elara mengikuti Kael masuk ke dalam ruangan pos jaga. Di tengah ruangan, sebuah pilar kristal besar berdiri tegak, menjadi pusat kendali yang memancarkan aliran energi *Ley Lines* ke seluruh distrik utara.

Kael tidak membuang waktu. Ia langsung melangkah ke hadapan pilar kristal tersebut, menempelkan telapak tangan kanannya yang mengenakan cincin perak tepat di permukaan batu yang dingin.

*Establishing direct connection with Gateway 1...*

*Injecting routing payload...*

*Gateway 1 compromised and re-routed.*

Pilar kristal yang tadinya memancarkan cahaya merah siaga kini berkedip perlahan dalam warna biru stabil. Kael telah berhasil menanamkan *payload* pertamanya—sebuah skrip pengalihan data permanen yang memaksa pos gerbang utara untuk meneruskan seluruh paket informasi langsung ke server utama Kelas F di akademi, tanpa melalui pos verifikasi istana.

"Pos pertama selesai," umum Kael tanpa ekspresi, menarik tangannya kembali. "Kita lanjutkan perjalanan ke pos kedua: menara relai di distrik bangsawan."

Tanpa membuang detik, mereka berdua meninggalkan ruangan pos jaga dan kembali memasuki labirin terowongan utilitas bawah tanah yang semakin dalam dan gelap. Perjalanan menuju distrik bangsawan memakan waktu lebih lama, menuntut ketelitian tingkat tinggi karena di sektor tersebut, jalur *Ley Lines* melintasi fondasi-fondasi kediaman para petinggi istana dan kuil utama. Setiap kesalahan langkah atau lonjakan *mana* sekecil apa pun bisa memicu sensor getaran sihir yang dipasang di lantai kamar para bangsawan kaya.

Namun, berkat perhitungan analitis Kael yang memperhitungkan jadwal patroli penjaga dan siklus istirahat para penghuni distrik elit tersebut, mereka berhasil melewati lorong-lorong itu bagaikan bayangan yang tidak terlihat.

Lima puluh menit kemudian, Kael dan Elara tiba di depan pintu masuk menara relai distrik bangsawan—sebuah bangunan silinder tinggi yang terbuat dari batu marmer putih bersih, berdiri megah di bawah langit malam ibu kota yang mulai larut. Di dalam menara ini, ribuan utas gelombang komunikasi sihir dari seluruh rumah bangsawan berkumpul sebelum diteruskan ke Kuil Utama Kerajaan.

"Pos kedua dijaga oleh sistem keamanan rune aktif," bisik Elara, menatap ukiran rumit yang berdenyut terang di sepanjang dinding marmer menara. "Berbeda dengan pos gerbang utara yang hanya mengandalkan sensor optik, rune di sini dirancang untuk mendeteksi keberadaan entitas hidup yang tidak memiliki stempel darah keluarga istana."

"Stempel darah adalah metode otorisasi biologis yang sangat primitif," jawab Kael dingin. Ia merogoh saku jubahnya, mengeluarkan serpihan kristal kecil yang ia ambil dari ruang server akademi kemarin. "Sistem biologis tidak membaca niat atau jiwa; ia hanya mencocokkan frekuensi resonansi *mana*. Dan frekuensi itu bisa ditiru."

Kael menempelkan serpihan kristal tersebut ke permukaan rune keemasan di dinding marmer. Cincin peraknya kembali berpendar, mengirimkan gelombang frekuensi tiruan yang menyalin resonansi *mana* milik salah seorang pimpinan dewan bangsawan yang datanya sempat disadap oleh Kael melalui *packet sniffer* di hari sebelumnya.

*Resonance match verified...*

*Bypassing biological firewall...*

*Access granted.*

Dinding marmer putih itu bergeser tanpa suara, membuka celah selebar tubuh manusia yang langsung mengalirkan aroma ozon dan debu tua dari dalam menara relai.

Kael dan Elara menyelinap masuk ke dalam menara. Ruangan di dalam bangunan itu dipenuhi oleh puluhan pilar kristal bercahaya yang berdengung keras, memproses ribuan pesan rahasia para bangsawan yang dikirimkan ke berbagai penjuru negeri. Di tengah-tengah ruangan, pilar utama menjulang tinggi menembus langit-langit menara, menjadi pusat transmisi langsung menuju Kuil Utama Kerajaan.

Kael tidak membuang waktu sedetik pun. Ia langsung mendekati pilar utama, mengangkat tangan kanannya, dan menempelkan cincin peraknya ke inti kristal tersebut.

*Injecting payload into Relay Node 2...*

*Rewriting routing table...*

*All district communications successfully intercepted.*

Proses injeksi berjalan sangat mulus. Cahaya pilar kristal yang tadinya berwarna putih menyilaukan perlahan berubah menjadi biru redup, menandakan bahwa seluruh lalu lintas data di distrik bangsawan kini telah sepenuhnya berada di bawah kendali Kael. Para bangsawan di ibu kota itu masih akan terus mengirimkan surat dan dekrit rahasia mereka, mengira pesan mereka aman sampai di tangan penerima, padahal setiap kata dari surat-surat tersebut terlebih dahulu singgah dan disalin di server kecil Kael di kamar Kelas F.

"Dua pos *gateway* telah dikuasai," kata Kael datar, menarik tangannya dari pilar kristal. "Sekarang, kita menuju target terakhir dan yang paling berbahaya: ruang bawah tanah Kuil Utama Kerajaan."

Elara mengangguk, napasnya sedikit memburu karena adrenalin yang mengalir deras di dalam tubuhnya. Mereka kini berada di jantung pertahanan musuh. Jika mereka gagal di pos terakhir ini, seluruh jaringan penyamaran yang mereka bangun selama berhari-hari akan runtuh seketika, dan seluruh kekuatan militer kerajaan akan memburu mereka tanpa ampun.

Mereka kembali menyusup keluar dari menara relai, melanjutkan perjalanan menembus terowongan bawah tanah terdalam di bawah kota ibu kota. Suhu di sekitar mereka semakin dingin, dan suara dengungan energi dari *Ley Lines* utama semakin bergemuruh kencang, bagaikan detak jantung raksasa yang menopang seluruh peradaban sihir Kerajaan Aethelgard.

Setelah menyusuri terowongan terakhir yang berdinding batu hitam kokoh, Kael akhirnya berhenti di ujung lorong. Di hadapan mereka, sebuah gerbang besi besar dengan ukiran lambang matahari keemasan—simbol absolut dari Kuil Utama Kerajaan—berdiri menjulang menutup jalan. Di balik gerbang itu terletak server pusat, jantung dari seluruh jaringan sihir kerajaan.

Dan di sanalah, pertempuran sesungguhnya antara logika arsitektur jaringan dan sihir kuno akan ditentukan.

Kael menatap gerbang besi tersebut dengan tatapan dingin tanpa gentar. Ia mengangkat tangan kanannya, membiarkan cincin peraknya memancarkan pendaran biru paling terang sejak malam pertama ia memulai peretasan ini.

"Target terakhir di dalam jangkauan," bisik Kael mutlak. "Bersiaplah, Elara. Kita akan menanamkan *payload* utama kita langsung ke jantung kerajaan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!