NovelToon NovelToon
SESAL USAI TALAK

SESAL USAI TALAK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naffia Inthan

Benar kata pepatah, penyesalan memang selalu datang terakhir (belakangan).

Hal serupa terjadi kepada Evan satria.
Dengan gelap mata Evan tega mentalak tiga Byanca Almahera. Istri yang baru beberapa hari ia persuntingnya.

Ke salah pahaman Evan terhadap Byanca, membuat rumah tangga yang baru saja akan di mulai tersebut hancur sekatika.

Akan kah mereka bisa kembali bersama?
Mampukah takdir merubah semuanya?

Ikuti cerita selengkapnya : SESAL USAI TALAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11 SIAPA KAMU?

Sudah hampir satu jam Byanca berada dikamar hotel tersebut, menunggu mamah Anita yang belum kembali juga. Byanca terlihat sudah gelisah. Tiba-tiba terlihat kenop pintu kamar hotel itu berputar, seperti ada orang yang akan membuka pintu.

"Apa itu mamah?" Lalu Byanca berjalan menuju arah pintu tersebut. Seorang laki-laki terlihat memasuki kamar hotel itu.

Byanca memundurkan langkahnya, saat laki-laki masuk dan menutup pintu kamar hotel, kemudian terlihat laki-laki itu mengunci pintu kamar itu.

"Si-apa kamu..? Menatap laki-laki yang masih membelakanginya itu. Kecemasan dan ketakutan terlihat di wajah Byanca.

Laki-laki itu membalikan tubuhnya, pandanganya melihat kearah Byanca, dengan senyuman devil. Terulas dari wajah laki-laki itu.

"Hay nona!!" Ujarnya, laki-laki itu mendekat kearah Byanca.

Byanca terus memundurkan langkahnya, saat laki-laki itu terus mendekatinya. Hingga Byanca terhenti, karna tubuhnya sudah menyentuh ding-ding kamar hotel tersebut. Laki-laki itu terus melangkah mendekat kearah Byanca, dengan senyuman licik yang terulas di wajahnya.

"Siapa kamu? Jangan dekat-dekat. Pergi kamu." Teriak Byanca, dengan wajah yang penuh ketakutan.

"Siapa aku? Kamu tidak perlu tahu." Ucap laki-laki itu.

Mendekatkan wajahnya kearah Byanca. Byanca memalingkan wajahnya, saat laki-laki itu ingin menciumnya.

"Jangan macam-macam kamu? Kamu tidak tau siapa saya hah?" Teriak Byanca.

Laki-laki itu terlihat tertawa mendengarkan ucapan Byanca tersebut.

"Haha..haha.., tentu saja saya tau, kalau nona adalah istri dari Evan satria, orang yang sangat terkenal dikalangan pembisnis."

"Ap-a mau kamu?"

"Kamu tanya mau saya apa?'' Tanya dengan masih tertawa.

"Saya mau kamu nona!!"

Byanca terlihat menggelengkan kepalanya. Wanita itu terlihat menitihkan air matanya. Lalu laki-laki itu, meraih dagu Byanca.

"Lepaskan." Teriak Byanca. Mencoba menepis tangan laki-laki itu dari wajahnya. Namun laki-laki itu semakin memperdalam Cengkraman tangan yang ada di dagu wanita itu.

"Diam." Pekiknya, menatap tajam Byanca. Dengan tatapan seperti ingin membunuh.

Karna ketakutan akhirnya Byanca diam. Lalu Byanca merasakan semua pandangannya gelap, dan ia tergeletak jatuh keatas lantai.

Laki-laki itu tersenyum licik, melihat Byanca yang tak sadarkan diri, akibat dari pengaruh obat bius yang ia berikan itu. Laki-laki itu mengangkat tubuh Byanca ke atas ranjang, tak lama kemudian satu orang wanita terlihat memasuki kamar hotel tersebut.

"Urus dia." Titahnya

Wanita itu mengangukan kepalanya, lalu mendekat kearah Byanca.

"Hallo bos, semuanya beres." Ucap laki-laki itu, di sambungan telpon.

"Ok bagus, pastikan kalian mengerjakan tugas kalian dengan rapi." Titah Erik.

"Tenang saja, saya tidak akan mengecewakan bos."

Lalu sambungan telpon tersebut terputus.

"Tugas saya sudah selesai tuan." Ucap wanita tadi.

"Bagus, ini bayaran kamu, dan ingat jangan sampai ada orang yang tau mengenai hal ini." Ucap Darma. Kepada wanita tersebut, sambil memberikan segepok uang di dalam amplop berwarna coklat.

"Baik tuan." Menganggukan kepalanya, lalu mengambil uang yang di berikan Darma, lalu keluar dari kamar hotel itu.

Darma salah satu orang anak buah kepercayaan Erik.

Dalam melakukan tugasnya itu, Darma berkerja sama dengan salah satu pekerja hotel tersebut. Darma sekilas melihat kearah Byanca yang tertidur, di atas ranjang tersebut, tubuh wanita itu terlihat tertutup oleh selimut tebal, dengan bagian atas pundak yang terbuka.

Ya Darma menyuruh wanita tadi untuk membuka pakaian Byanca. Darma mengulas senyuman licik, lalu ia keluar dari kamar hotel tersebut.

***

Kantor Evan.

Evan terlihat sedang duduk dikursi kebesarannya, laki-laki itu tengah mengerjakan pekerjaannya, Evan terlihat sangat sibuk, beberapa hari cuti dari kantor.

Membuat pekerjaanya menumpuk.

Sekilas Evan melihat kearah jarum jam, yang melingkar dipergelangan tangannya.

Waktu sudah menunjukan jam 4 sore. Lalu Evan meraih ponsel yang ada diatas meja nya.Membuka kunci layar ponsel tersebut.

"Byanca kok tidak ada kabar ya? Biasanya dia selalu telpon atau chat aku kalau kerja." Gunamnya.

Tiba-tiba Evan merasa gelisah. Laki-laki itu terlihat menarik napas dalam-dalam.

"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini?''

Lalu Evan mencoba menelpon istrinya itu.

Tut.....tut...tut...

Sambungan telpon tersebut tersambung namun Byanca tidak mengangkatnya. Beberapa kali Evan mencobanya, namun suara yang sama terdengar di sambungan telpon tersebut.

"Byanca kamu kemana, kenapa gak angkat telfonku?" Lirihnya, wajah Evan terlihat kesal. Namun bercampur khawatir. Lalu Evan meletakan kembali ponsel tersebut diatas meja.

Tiba-tiba ponsel Evan terdengar berbunyi, satu pesan terlihat masuk kedalam ponsel miliknya itu. Dengan semangat Evan meraih ponselnya kembali, ia berharap Byanca mengabarinya. Evan membuka pesan chat tersebut, laki-laki itu terlihat membulatkan matanya, saat membaca isi pesan chat tersebut.

"Pak Evan saya tau anda sekarang pasti sedang gelisah bukan? Memikirkan istri bapak itu.

Sebaiknya bapak tidak usah memikirkan wanita itu.

Karna istri anda sekarang sedang bersenang-senang di hotel X dengan seorang pria."

Isi pesan itu. Evan terlihat menggelengkan kepalanya.

"Tidak, tidak mungkin Byanca seperti itu. Siap yang berani mengirim pesan ini kepadaku?" Terlihat wajah penuh amarah terpancar dari laki-laki itu.

Evan mengepalkan kedua tangannya.

Lalu ponsel milik Evan berbunyi kembali, pesan dari nomer yang sama mengirim beberapa poto saat Byanca akan memasuki hotel X tersebut. Evan melihat jelas bahwa wanita yang berada di foto itu, memang Byanca istri-nya.

"Aku harus memastikannya, kalau ini salah. Istriku tidak mungkin melakukan hal sehina ini."

Lalu ia beranjak dari kursi kebesaran-nya itu, dengan langkah yang tergesa-gesa, Evan berjalan keluar dari ruangannya, para karyawannya terlihat menatap Evan.

Menatap bos-nya terheran.

"Kenapa dengan pak Evan, ia kelihatan seperti sedang emosi?" Ucap salah satu karyawan kepada temannya.

"Suuuttt..., jaga bicara kamu! Kalau dia denger bagaimana? Kamu sudah bosan kerja disini." Jawab temannya itu. Sambil melototi kearahnya.

Evan masuk kedalam lift tak lama kemudian pintu lift terbuka. Evan sedang berada di lobi. Lalu Evan menuju mobilnya, dan melajukan mobil tersebut, meninggalkan kantornya itu. Evan melajukan mobil-nya dengan kecepatan tinggi. Menerobos jalanan yang terlihat padat. Sumpah serapah terdengar terlontar dari pengemudi lainnya.

Namun Evan terlihat tidak menanggapinya. Evan mengacuhkan-nya. Ia terus menjalankan mobilnya itu menuju hotel X tersebut.

"Tidak, tidak mungkin Byanca melakukan itu. Aku tau siapa Byanca. Byanca tidak mungkin menghianatiku." Batin Evan.

Tak lama kemudian Evan sampai di depan hotel X itu.

Lalu Evan menunju meja resepsionis menanyakan apakah benar ada kamar yang di pesan atas nama Byanca.

"Selamat siang pak! Ada yang bisa kami bantu?" Ucap resepsionis itu, tersenyum ramah kepada Evan.

"Maaf saya mau tanya, apakah ada kamar yang dipesan atas nama Byanca?" Tanya Evan.

"Sebentar ya pak. Saya cek dulu." Resepsionis tersebut terlihat langsung memeriksa-nya. Evan menganggukan kepalanya.

"Atas nama Byanca ya pak? Ada pak. Beliau check-in di kamar nomer 101."

Deg...

Evan terdiam sejenak. "By..." Lirihnya, dalam hati.

Evan langsung beranjak.dari tempat resepsionis itu, berjalan dengan setengah berlari menuju kamar nomer 101 yang d informasikan oleh resepsionis tersebut.

Evan sudah berada di depan pintu kamar hotel nomer 101 itu. Dengan ragu perlahan Evan mengetuk pintu kamar Hotel tersebut.

Tok...tok..tok.

Beberapa kali Evan mencoba mengetuk pintu kamar Hotel tersebut, namun pintu itu enggan terbuka.

"Tidak, mungkin Byanca yang check-in kamar ini bukan Byanca istriku! Nama Byanca kan banyak." Gunam Evan mencoba berpikir positif thinking.

Lalu Evan memutusakan untuk pergi dari depan kamar hotel tersebut. Namun baru saja Evan melangkah beberapa langkah. Terdengar suara pintu kamar hotel tersebut terbuka.

"Siapa?" terdengar suara laki-laki dari arah pintu kamar hotel itu.

Evan langsung membalikan tubuhnya, lalu menoleh kearah pintu kamar hotel tersebut. Evan terlihat membulatkan matanya saat melihat seorang laki-laki yang bertelanjang dada, rambut laki-laki itu terlihat masih basah. Laki-laki itu berdiri mematung di didepan pintu kamar tersebut.

"Kamu?" Ucap Evan, menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam.

Bersambung..

Jangan lupa like, comen dan vote-nya.💃💃😌

Terima kasih💓💓😚

1
angel
Evan sendiri egois ..gk trima byanca jg dijebak tp main talak2 aj tanpa cr bukti
angel
enak banget ya jd laki ..gk suka langsung talak ..perempuan ibarat keset...baru tau sgt gampangnya utk menceraikan istrinya di dlm ...
ovi
👍👍👍👍
Tiwik Firdaus
berati malah evan yang melakukan hubungan badan dengam orang lain kan itu karma kamu yang wzktu itu menuduh bianca
Tiwik Firdaus
sukurin tau evan karma
Tiwik Firdaus
sukurin makanya bibir itu buag ngomong yang baik2 aja mudah ngomong talak aja
Tiwik Firdaus
kamu akam menyesal seumur hidup evan setdlah ini
Tiwik Firdaus
ngak dikirim keluar negeri saja papa jonathan suruh cari kerja disana
Tiwik Firdaus
bener banget bianca kamu harus bangkit kembali dan buktikan kamu bisa bahagia tanpa lelaki bodoh seperti evan
Tiwik Firdaus
bianca juga goblok pergi ngak minta ijin dulu sama evan suaminya bisr evan tau kalau dia pergi mama mertua yang jahat itu
Tiwik Firdaus
yang benar yang mana nanya kok kadang anita kadang silvia membingungkan sedangkan sekretaris evan juga silvi
evita vita
bianka bodoh jg knp g bilang keorgtu bahwa kehotel itu bersama mm Anita
evita vita
tinggalkan aja laki bodoh itu,,ms org kaya yg cerdas g bisa menyelidiki
evita vita
bapaknya evan yg bego sdh tau ank tiri dan istri ga beres ko dpelihara
Novi Anjar
sampai episode 19 ini ceritanya bagus
ada satu dua tipo itu biasa, tidak mengurangi alur ceritanya
semangaaat Thor 🙏
Rari
Talak Tiga masih bisa langsung rujuk? Adakah dalilnya?
Tati Suwarsih Prabowi
evan modus!!!
Tati Suwarsih Prabowi
masa bru nikah bbrp hari sdh hamil?
gee
frees??
Hasnawati Latif
SMG Bianca TDK hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!