NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAMARAN

Seminggu semenjak Sinta berada di Bandung perempuan itu sedikit merasa jenuh, entah karena dirinya yang tidak melakukan aktifitas seperti biasanya, yaitu bekerja. Mamanya juga selalu pergi keluar rutinitas ibu-ibu sosialita, sinta sedang duduk di ruang tamu bersama james dan juga siti. Semenjak dirumah mamanya sinta juga belum pernah berkeliling, sepertinya janda itu ingin melihat-lihat keadaan sekitar. Dia Akhirnya melangkahkan kaki nya menyusuri jalanan sore yang sedikit ramai lalu-lalang warga sekitar, dia berjalan dengan sesekali menundukkan badannya sembari bibir ranumnya menyapa seseorang yang tak sengaja berpapasan dengannya. Masyarakat disana ramah-ramah tidak kalah dengan masyarakat Yogyakarta, sinta terus berjalan hingga matanya menangkap sosok yang ia kenal, Amel. Teman sebangku SMA nya dulu, perempuan itu ternyata sudah berkeluarga sepertinya. Terlihat dia tidak sendiri, didalam genggamannya ada seorang anak perempuan yang tengah asyik menikmati es krimnya, sedangkan disebelah kiri amel ada seorang pria dewasa mungkin suaminya, dengan ragu-ragu sinta menghampiri mereka.

"Amel!"

Perempuan itu seperti tengah mengamati sinta yang sedang tersenyum kearahnya.

"kamu sinta?"

"Iya kamu masih mengingatku."

Perempuan itu sama-sama berhambur kedalam pelukan sekilas.

"Aku pikir kamu tidak mengenalku lagi," pipi sinta disentuh oleh tangan dingin amel.

"Mana bisa begitu," sinta terkekeh, amel menariknya untuk duduk dikursi didepan taman main anak-anak meninggalkan anak perempuan amel dan suami yang seperti kebingungan.

"Kudengar kamu sudah menikah?"

"Hm ya seperti itu."

"Lalu dimana mereka apa kamu datang sendiri?"

"Aku datang bersama anakku sekarang aku tinggal disini kembali."

"Wah benarkah kalau begitu aku akan sering-sering berkunjung kerumahmu."

"Dengan senang hati amel aku sangat bosan hanya terbengong sendiri."

"Lalu suamimu?"

Sinta mengusap punggung tangan amel, dia menghelas nafas sebelum menjawab pertanyaan amel, sahabat lamanya.

"Dia sudah menikah lagi."

"Maksutmu poligami?"

"Tidak kami sudah bercerai terlebih dahulu."

"kenapa nasibmu sangat malang sinta aku turut prihatin?" amel mengusap punggung sinta yang dibalas anggukan dan senyum tulus sinta.

"Terimakasih amel."

"Jangan sungkan kalau kamu butuh tempat untuk cerita aku akan ada disini."

"kamu memang tidak berubah masih baik seperti dulu."

"Ah kamu bisa saja."

Dua wanita itu tertawa yang dilanjutkan dengan obrolan mengenang kembali masa-masa remaja mereka dulu, anak perempuan yang sedang berada dikejauhan tampak seperti ingin menangis, sang ayah memanggil ibunya. Tidak lama setelah amel mendengarnya dia berpamitan untuk pergi lebih dulu dari janda muda itu, dia juga tidak lupa meminta sinta untuk berkunjung kerumahnya sesekali, ibu dari james itu menyanggupi dengan anggukan mantap.

"keluarga kecil yang bahagia," batin sinta menjerit iri, walau bagaimanapun dia belum pernah merasakan sosok suami dan james juga dirinya tampak serasi ketika berjalan bersama. Mantan suaminya meninggalkan sinta dulu ketika mengandung anak lima bulan, meski belum bercerai namun kelvin sudah meninggalkan sinta, bahkan ketika dirinya tengah berjuang untuk melahirkan james mantan suaminya itu tak berada disana, dia pergi keluar kota bersama selingkuhannya, tiara. Tidak disangka pasangan itu sekarang sedang memadu bahagia, hingga kini sinta yang terpuruk dan merana sendiri. Iming-iming cinta barunya ternyata berlabuh pada tempat yang salah, jika saja bram waktu itu bukan mantan dari natasya mungkin sekarang sinta sedang tertawa bahagia dan penuh sipu malu, namun dia lebih memilih mengalah meski bram dan natasya sudah tidak menjalin hubungan apapun, sinta menghargai posisinya sebagai sahabat baru bagi natasya dan bram. Apa yang akan dikata natasya jika dia tahu mantan tunangannya itu sedang dekat atau bahkan menjalin hubungan dengan sahabat barunya, yang bahkan keduanya tak sengaja kenal karena natasya. Gadis itu pasti akan sangat marah dan terluka, tidak mengapa sinta tak merasa harus menang. Jika bukan bram entah itu ada pria siapa lagi atau pun tidak, dia hanya berharap dan berusaha membahagiakan dirinya sendiri dan james. Meski mamanya sempat membahas lagi tentang Firman, sinta sudah mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai laki-laki itu, dia meminta kepada mamanya untuk meminta laki-laki itu berhenti mendekatinya. Meskipun dia orang yang baik namun sinta tak bisa memastikan perasaannya sendiri, entah mengapa dia seperti enggan untuk menyentuh hati laki-laki itu.

Hari sudah hendak berganti petang sinta kembali ketempat rumah mamanya berada, disana ada banyak sekali kendaraan dan juga terdengar seperti ramai-ramai obrolan perempuan. Mungkin teman mamanya, tubuh sintal itu berjalan masuk, benar saja mamanya sedang berbincang dengan empat wanita parubaya, sinta menghampiri mereka dan menyalami semuanya dengan sopan. Setelah memperkenalkan diri dia pamit ke kamar untuk membersihkan diri, berjalan-jalan walau tidak jauh membuat keringatnya sedikit keluar. James sedang tidur dipangkuan siti yang tengah menonton acara berita, sinta memasukkan diri kedalam kamar menatap pantulan dirinya sebentar dalam cermin kamar itu, dia mengamati apa rupanya begitu jelek hingga dia ditinggalkan suaminya sendiri, dia juga merasa badannya sangat berisi sekarang apa sinta harus membuat perubahan pada dirinya. Tampilannya juga tidak cupu, entahlah sinta merasa dirinya begitu buruk tidak bisa menjaga suaminya sendiri.

 

Acara makan malam ibu dan anak itu hanya dihiasi keheningan dan hanya ada suara tabrakan sendok dan piring, sinta memakan dengan anggun. Sang mama seperti ingin mengucapkan sesuatu namun dia urungkan takut mengganggu acara makan janda muda itu.

"Ada apa ma?"

"Nanti saja kalau sudah selesai."

"Aku sudah selesai," sinta menaruh sendok dan garpunya diatas piring.

"kamu tidak mau menambah lagi?"

"Aku sudah kenyang."

"Ekhem" dewi sedikit berdehem diliriknya sang putri yang juga sedang menatap serius kearahnya, alis sinta terangkat sebelah heran dengan sikap mamanya yang mendadak serius.

"Orang tua firman akan datang besok untuk melamarmu."

Dewi mengucapkan dengan berbinar, berbeda dengan sinta yang seperti jengah karena tidak habis pikir dengan mamanya yang tidak pernah berhenti berusaha menyatukan dirinya dan firman.

sret

kursi yang diduduki sinta mundur kebelakang , sinta tidak menjawab ucapan dewi. Dia melenggang begitu saja kekamarnya, sang mama yang mendapat reaksi itu melongo dengan menutup bibirnya, matanya seolah sadar apa yang barusaja dia ucapkan. Meski sinta sudah berkali-kali memperingatkan dirinya untuk tidak membawa-bawa firman lagi tetapi dirinya tatap kekeuh untuk mempersatukan mereka.

brak

Pintu kamar itu ditutup dengan keras oleh sinta, dewi sampai mengelus dada karena sedikit kaget, siti yang datang dari dapur dipanggil oleh dewi untuk duduk dihadapannya.

"Ada apa bu dewi?"

"Siti kamu pasti mengetahui kan siapa yang sedang dekat dengan sinta?"

Siti teringat ucapan sinta yang menyuruhnya untuk diam tentang apapun.

"Maaf bu tapi saya tidak mengetahuinya."

"Ah jangan bohong kamu siti!"

"Saya benar-benar tidak pernah melihat siapapun yang mendatangi bu sinta."

"Hmm ya sudah kamu boleh pergi."

"baik bu."

Siti keluar dari ruang makan itu menuju ruang tamu untuk mengunci pintu-pintu, karena hari yang sudah malam dan waktunya dia untuk beristirahat. Meski dengan sedikit tidak percaya dewi merasa ada sesuatu yang aneh kepada sinta, tetapi walaupun putri semata wayangnya itu menolak firman dia akan tetap menjodohkan mereka.

***

"Oh ayolah bram setelah kamu bisa membawa james maka sinta akan sepenuhnya jatuh kedalam pelukanmu."

"Aku tidak bisa, lupakan saja niatmu itu kelvin karena sinta tidak akan pernah membiarkanmu membawanya," bram sedang menagih alamat rumah sinta di Bandung, tetapi kelvin mengajukan syarat kepadanya untuk membawa james kepada kelvin. Mana mungkin bram tega melakukan itu, dia tahu betul janda anak satu itu tidak akan pernah memberikan james kepada kelvin. Lagipula kasihan james jika harus tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, bram yakin tiara tidak akan menerima james dengan baik.

"Kenapa, kamu takut eh?" kelvin mengejek bram yang hendak melangkahkan kakinya keluar menjauhi kafe tempat yang mereka singgahi sekitar tiga puluh menit yang lalu.

"Maaf kelvin aku tidak takut, hanya saja aku merasa tidak tega jika james harus tinggal bersamamu."

"Dia itu anakku bram aku akan menjaganya kamu sebagai calon ayah tirinya jangan khawatir berlebihan begitu."

"Hm aku tidak bisa."

kedua laki-laki itu berpisah, bram meninggalkan pengantin baru itu. Dia tidak akan lagi meminta bantuan kepada kelvin meski dia sudah mengenal kelvin sejak kuliah, namun rasanya sifatnya berbeda sekarang. Pria itu seperti tidak punya hati tidak pandai menghargai perempuan, pantas saja dia tega mengkhianati perempuan yang hampir sempurna dimata bram. Tujuan Laki-laki itu sekarang ingin mengunjungi rumah ayahnya di Gunung kidul, berharap ayahnya itu bisa memberi masukan tentang keresahan hatinya, dia juga sudah lama tidak berkunjung sesekali menengok keadaan ayahnya mungkin akan mendapat restu dari ayahnya untuk segera meminang seseorang.

Bram tersenyum ketika membayangkan wajah kaget ayahnya ketika dia memberitahu niatnya, ayah bram pasti sudah mengetahui berita putusnya dengan natasya, lagipula ayahnya itu tidak suka dengan sosok natasya, dia terlalu liar untuk seorang gadis. Katanya natasya itu tidak mampu mengurus bram dengan baik, kalau dulu bram belum percaya dengan ucapan ayahnya karena masih berada pada posisi dimabuk asmara. Maka sekarang bram sangat percaya dengan ucapan ayahnya itu, memang benar natasya tak sekalipun memberikannya sebuah perhatian. Tipe perempuan yang sangat tidak ideal memang, tapi ya sudahlah yang lalu biarlah berlalu.

........

Pria parubaya itu mengamati dengan teliti sosok perempuan yang dia bilang sangat cantik itu, sempat tidak percaya bahwa yang masih bisa dibilang seperti gadis itu sudah mempunyai anak. Bram sudah sampai dikediaman ayahnya, begitu sampai dia langsung menyodorkan sebuah foto yang sudah dia cetak kedalam sebuah figura. Sang ayah hanya tersenyum penuh arti, tidak menyangka putra bungsunya itu ternyata penyuka janda, meski dirinya tidak menampik hal lumrah itu namun dia akan menimbang-nimbang lagi restunya, tidak ada yang dia beratkan hanya saja dia takut bram tidak mampu menerima anak dari perempuan itu.

"Bram!"

"Iya pa?"

"Menikahi seorang janda itu tidak mudah, kamu tidak hanya menerima perempuan itu saja. Tetapi satu paket dengan anaknya, apa kamu yakin kamu bisa menganggap anaknya itu seperti anak kandungmu sendiri?"

"Aku sudah sering bersama dia dan juga anaknya, dan aku rasa anaknya itu sudah terbiasa denganku."

"Jadi?"

"Aku akan menerima anak itu seperti anak kandungku sendiri."

"Baiklah kalau itu keputusanmu, papa sebagai orang tua selalu mendukungmu, kalau boleh jujur papa lebih suka yang ini daripada natasya."

Bram tersenyum mendengar pendapat dari ayahnya, kedua pria anak dan ayah itu terus bercengkrama. Banyak hal yang terus mereka bicarakan, mulai dari pekerjaan hingga tentang celoteh ayahnya yang merindukan masakan dari istrinya.

***

"Aku sedang tidak mood bertemu seseorang," sinta terus bergelung dengan selimutnya, sementara sang mama yang terus mengetuk pintu kamar anak jandanya itu. Disana diruang tamu sudah datang firman dan juga kedua orang tuanya, sinta benar-benar enggan untuk beranjak, bukan karena malas. Tetapi dia tidak menginginkan semua ini, cukup sudah dia gagal bersama kelvin yang dia cintai dulu, bagaimana sekarang dia bisa menikah dengan orang yang tidak sinta cintai.

"Baiklah kalau kamu tidak mau menerimanya sinta, tetapi paling tidak kamu keluar dan temui mereka setelah itu terserah kamu mau bagaimana."

Sinta yang mendengar kalimat pasrah dari mamanya langsung keluar dengan hanya memakai piyama, rambutnya terkuncir dengan tidak rapi, wajahnya juga tidak mengenakan riasan apapun. Dewi melongo dengan keadaan sinta, tangan wanita parubaya itu hendak mencekal lengan sinta dan menyuruh putrinya itu untuk berdandan yang sopan, namun sinta menatap kearahnya dan mengisyaratkan sang mama untuk tetap diam dan mengikutinya.

ketiga manusia diruang tamu itu terkaget dengan kehadiran sinta, tampilannya sungguh seperti tidak menghargai kedatangan mereka. Meski sempat kaget firman masih bisa mengendalikan ekspresinya, dia yakin sinta sengaja melakukan itu. Sedangkan kedua orang tua firman saling mencolek dan melirik kearah sinta, janda muda itu duduk dengan santai dihadapan mereka, bahkan dewi sendiri tidak berani keluar dan mengikuti sinta, dia terlalu malu. Didekatkannya telinga wanita tua itu dibadan telinga pintu untuk mendengar percakapan mereka, masih hening, hingga sang ayah dari firman membuka suara.

"Jadi kamu yang bernama sinta?"

"Iya pak ada apa ya?" meski penampilannya tidak rapi namun sinta tetap duduk seperti biasa dengan gayanya yang anggun.

"Mamamu pasti sudah memberi tahu niat dari kedatangan kita."

Sinta hanya membalas dengan anggukan dikepalanya, dia melirik firman sekilas yang sedang menatapnya dengan tajam. Sinta kembali menatap kedua orang tua firman yang sangat terlihat berwibawa itu, mereka seperti bukan orang tua firman, lebih cocok jika mereka itu kakak dan adik. Sang ibu firman menggesar duduknya hingga kini dia berdekatan dengan sinta, dia mengelus pundak mungil sinta.

"Kami akan melamarkan anak satu-satunya dikeluarga kami untukmu nak."

Meski terlihat garang, tenyata ibu dari firman mempunyai suara yang halus dan rendah, seperti kesan garangnya menjadi hilang ketika sedang berbicara.

"Dimana ibu dewi?"

Dewi yang memang sedang menguping seketika keluar dengan senyum tidak enaknya, putrinya itu sungguh sudah membuatnya sangat malu.

"Maaf ya semuanya sinta masih kaget dan lupa kalau hari ini kalian berkunjung."

Ketiganya menjawab maklum, sedangkan sinta merasa acuh dia seperti tidak merasa telah melakukan kesalahan, dilanjutkan lagi obrolan dari wanita yang berstatus sebagai ibu firman itu.

"Aku sempat tidak percaya tadi kalau sinta sudah mempunyai anak, dia masih seperti gadis ya."

"Ah iya ya," kira-kira semua yang ada disitu menanggapi begitu kecuali firman dan sinta, mereka berdua sama-sama diam. Sinta terus menatap meja yang ada didepannya, merasa heran dengan orang tua firman yang masih menerimanya, bahkan ketika dia sengaja berperilaku tidak sopan sedangkan firman tak pernah melepas pandangannya kepada sinta.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!