NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10. Malam Dingin Mencekam

Setelah malam itu terlewatkan dengan banyaknya perdebatan, Tuan Tedy kembali merasakan dadanya begitu sesak wajahnya tampak memucat dan beberapa butiran embun mulai terlihat membasahi wajah dan keningnya.

"Ayah, kita istirahat ke kamar yah. Jangan banyak pikira dulu nanti jadi sakit lagi." tutur Nyonya Harina begitu mengkhawatirkan suaminya.

Akhirnya Tuan Tedy mengiyakan ucapan istrinya dan mereka berdua pun beristirahat di kamar. Setelah memastikan keadaan suaminya baik-baik saja kini Nyonya Harina pun meminta ijin untuk keluar kamar. Dengan cepat ia menuju ke kamar putranya yang berada di lantai yang sama dengan lantai kamar mereka hanya arahnya saja yang berbeda karena terbagi oleh tangga rumah itu.

"Tok...tok...tok." Gara yang berada di dalam kamar mendengar suara ketukan pintu kamar dari luar.

"Cih...siapa lagi yang menggangguku?" ucapnya menggerutu kesal sembari melangkah menuju pintu untuk membukanya.

"Ibu, ada apa?" tanya Gara dengan wajah tajamnya itu.

"Gara, kau bicara dengan Ibumu. Bukan musuhmu, mengapa tatapanmu mengerikkan seperti itu? apa kau ingin ibumu ini terkena serangan jantung juga?" tanya Nyonya Harina begitu kesalnya melihat tingkah dingin putranya.

Gara tidak menjawab hanya matanya yang tampak menurunkan tatapan tajamnya itu, Nyonya Harina yang berada di depan putranya sudah tampak berkaca-kaca melihat tatapan putranya.

"Gara, putra ibu. Bisakah kau membuat Ayah dan Ibumu ini lebih tenang di sisa-sisa akhir hayat kami?"

Nyonya Harina berbicara seketika membuat wajah putranya begitu terkejut dan syok saat mendengarnya. Matanya menatap seakan mencari tahu sesuatu dari maksud perkataan Ibunya itu. Nyonya Harina meraih kedua lengan putranya dan meneteskan air matanya. Sungguh hal ini sudah sejak lama ingin ia lakukan agar pikiran Gara bisa sedikit terbuka.

"Ibu sangat menyayangimu, Gara. Ibu selalu menghabiskan sisa umur Ibu sepanjang hari untuk memikirkan kepulanganmu. Tidak bisakah kau memberi satu permintaan saja dari kami di umur kami yang sudah tidak lama lagi ini?"

Mendengar kesedihan dan tangis dari Nyonya Harina, hati Gara yang begitu membatu seketika melunak layaknya kerasnya es batu dan mencair dengan cepat.

"Ibu, maafkan Gara. Jangan menangis seperti ini, ini sangat menyakitkan ku, Bu." ucapnya dengan wajah penuh rasa bersalah.

Nyonya Harina sangat paham jika putranya sebenarnya memiliki rasa cinta yang begitu besar pada orangtuanya. Hanya saja dirinya sangat mudah terpengaruh oleh orang di sekitarnya hingga ia memutuskan untuk jarang pulang ke Indonesia. Kali ini Nyonya Harina tidak akan membuang kesempatan ini untuk meluluhkan putranya demi masa depan Gara.

"Berjanjilah." tutur Nyonya Harina dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya dan suara isak tangis yang benar-benar memilukan di telinga Gara.

Kini wanita paruh baya itu tenggelam dalam pelukan putranya, Gara tak bisa berkata apa-apa lagi selain anggukan kepala yang Nyonya Harina rasakan. Perasaan berat yang ia rasakan saat ini antara menikah dan harus kembali ke California.

Apa yang harus ia katakan pada Mr. Dave mengenai pernikahannya ini? dan bagaimana bisa ia melepaskan janji sehidup sematinya itu. Tentu tidaklah mudah untuk meninggalkan pekerjaannya itu.

Setelah Nyonya Harina yakin dengan janji yang Gara berikan padanya akhirnya ia mengusap perlahan air mata itu dan melepaskan peluka putranya. "Gara, anak Ibu pergilah datangi Ayahmu. Kasihan dia tadinya penyakitnya tiba-tiba kambuh lagi setelah kau pergi dari meja makan." tuturnya dengan sangat hati-hati.

Gara pun melangkah di ikuti Nyonya Harina, mereka berdua menuju kamar yang terlihat tertutup pintunya dengan rapat. Gara mengetuknya pelan kemudian membuka pintu itu, ia melihat Tuan Tedy yang tengah berbaring dengan syal yang melingkar di lehernya, bibir yang kecoklatan kini terlihat putih pucat kembali, Gara segera melangkah mendekat pada Tuan Tedy.

"Ayah, jangan khawatir. Gara akan menuruti permintaan Ayah. Tapi bisakah Gara mengajukan satu permohonan?" tanyanya dengan pelan.

Tuan Tedy yang tadinya tersenyum lega tiba-tiba mengernyitkan dahinya dalam. "Apa itu?" tanyanya dengan penuh kebingungan dan penasaran, begitu juga dengan Nyonya Harina.

"Gara mungkin bisa menikah dengannya, tapi Gara tidak akan bisa meninggalkan pekerjaan Gara begitu saja. Gara sudah terikat janji sehidup semati dengan Mr. Dave." tuturnya dengan ragu.

Gara takut jika Tuan Tedy akan sangat marah dan kembali kambuh lagi penyakitnya. Namun sepertinya dugaannya salah, kini Tuan Tedy tidak sama sekali menunjukkan kemarahannya pada putranya kali ini. Ada wajah kecewa yang teramat dalam di tatapan mata pria lemah itu.

Sinar kilauan terpantul dari dua bola mata pria itu saat ini, Gara hanya tertunduk tanpa berani bertanya. Tentu ia sangat mengerti apa yang Ayahnya fikirkan kali ini. Semua sudah terlanjur nasi menjadi bubur, memperbaikinya tentu sudah tidak bisa.

"Kembalilah istirahat, Ayah lelah." ucap Tuan Tedy tanpa mau berucap lagi.

Gara pun kembali ke kamarnya tanpa mengatakan apa pun lagi. Nyonya Harina dan Tuan Tedy menatap punggung putra mereka yang semakin menjauh dan kini tidak terlihat lagi.

"Ayah, jangan berfikiran berat. Semoga Tuhan akan memberikan jalan untuk putra kita setelah menikah dengan Kharisa nanti." tutur Nyonya Harina dengan wajah penuh harapnya.

Perlahan hati Tuan Tedy mulai mereda, ia merebahkan tubuhnya di kasur dan meletakkan kepalanya pelan di atas bantalnya di bantu dengan Nyonya Harina. Malam yang panjang mereka nikmati berdua dengan pikiran masing-masing di kepala mereka. Tanpa ada pembicaraan lagi, perlahan kedua mata mereka pun mulai tertutup dengan rapat menandakan jika mereka tengah terlelap dengan nyenyak.

***

"Besok apa yang akan terjadi lagi di kantor? apa aku akan bertemu dengannya lagi? jika benar, aku harus mempersiapkan apa saja yang harus ku bicarakan padanya. Namun jika tidak, bagaimana aku mengatasi ini semua? aku harus berbicara pada pria menyeramkan itu.

Kini Kharisa hanya diam mematung di atas tempat tidurnya dengan menatap langit-langit kamarnya yang mulai meremang dengan lampu tidur yang sudah tidak lagi begitu terang. Malam dingin memperlihatkan kilauan petir yang beberapa kali menyala dari pantulan jendela kamarnya.

Rasanya sangat sulit tertidur, kegelisahan terus menghampirinya beberapa kali ia memejamkan matanya namun masih saja tidak bisa terlelap. Akhirnya Kharisa menyerah ia pun terbangun dari tempat tidurnya dan bergegas turun dari tempat tidurnya.

Wanita itu melangkah ke luar kamar dan membuka pintu rumah, duduk di teras malam di temani hujan yang begitu deras membuat Kharisa merasa ada yang menemani kesedihannya.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
Rini Shop
bagus
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!