Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.
Blurb:
"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.
"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.
"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.
"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.
Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.
Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.
Pict from Google, editing by Din Din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11- kumat jahilnya
Mencondongkan wajahnya ke arah Jihan, membuat gadis itu sedikit salah tingkah. Rey menatap Jihan dengan senyum menggoda membuat Jihan semakin bingung.
"Ap ... apa?" tanya Jihan lirih seraya memundurkan kepalanya.
"Loe tahu! Ada sesuatu!" kata Rey masih dengan senyumannya.
"Sesuatu apa?" tanya Jihan yang bingung menatap dalam mata Rey.
Masih dengan senyuman tersungging di bibirnya, Rey juga menatap kedalam mata Jihan. Telunjuk Rey menyentuh ujung bibirnya sendiri, tentu saja membuat jantung Jihan yang melihatnya dag dig dug tak karuan, tidak tahu apa maksud dari sikap Rey.
Aduh! Othor ikut dag dig dug, inikah yang namanya ...?
"Dengarkan gue baik baik!" kata Rey dengan posisi telunjuknya masih menempel di ujung bibir.
Jihan menelan salivanya, pikirannya melayang kemana-mana. Apa yang ada di imajinasinya? Author saja sampe nggak bisa menerawang, kan Author bukan cenayang.
"Ada sisa nasi di ujung bibirmu," lirih Rey yang kemudian di sambung dengan gelak tawa tiada henti.
Sadar jika sudah di kerjai, Jihan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Menggenggam erat sendok di tangan, Jihan hampir melempar sendok makan kepada Rey yang berjalan cepat meninggalkannya.
"Rusa hutan, resek!" teriak Jihan keras.
Saking kerasnya teriakan Jihan, bibi May dan Julia yang berada di halaman belakang sampai bisa mendengarnya.
"Haiss ... baru saja beberapa hari lalu terlihat akur, sekarang sudah berantem lagi," keluh Julia menghela napas kasar.
Bibi May hanya bisa menahan tawa.
Chika dan Shelly yang berada di depan pun terkejut mendengar teriakan Jihan, mereka tentu saja hanya menggeleng kepala karena mereka pasti sudah tahu apa yang terjadi.
*
*
*
*
*
*
Menatap Rey yang kakinya sedang di obati oleh Julia, Jihan hanya berdiri bersidekap menyandarkan bahunya di tembok kamar Rey.
"Sudah! Seharusnya kalau kamu tidak banyak bergerak, pasti sudah sembuh. Ingat kata Dokter, Rey!" kata Julia mengingat pesan Dokter waktu pertama kali Rey cidera.
"Iya, Kak! Makasih," balas Rey.
Tersenyum, Julia meninggalkan Rey di kamarnya. Jihan masih disana memandang pemuda yang tampaknya tidak menganggap sakitnya itu parah.
Siang tadi setelah Rey mengoda Jihan, dia berjalan cepat karena Jihan mengejarnya. Dasar kaki belum sembuh malah buat sedikit berlari, alhasil ketika Jihan ingin meraihnya mereka malah terpeleset bersama di depan pintu. Saling berhadapan dengan posisi lagi lagi Jihan di atas, kaki Rey terkilir kedua kalinya.
Jihan yang bertumpu pada dua tangannya menatap Rey yang ada di di bawahnya, rambut yang turun ke bawah menutupi wajah mereka. Chika dan Shelly yang melihat pun begitu terkejut, setengah tersenyum mereka berdua mengalihkan pandangan seolah tidak terjadi sesuatu.
"Mau sampai kapan loe di atas gue? kaki gue sakit!" keluh Rey masih menatap wajah Jihan yang begitu dekat dengan wajahnya.
Tersadar Jihan langsung bangkit dan berdiri. Sedangkan Rey merasakan nyeri sekali lagi di pergelangan kakinya. Bermaksud berdiri, Rey meringis kesakitan hingga akhirnya membuat Jihan mau tidak mau membantunya berdiri dengan memapahnya.
Mengingat kejadian siang tadi Jihan merasa bersalah, ia tahu Rey masih sakit. Namun ia juga kesal karena Rey terus menggodanya dan mengerjainya. Duduk dengan kasar di tepian ranjang Rey, dengan sengaja Jihan memukul kaki Rey.
"Je! Gila loe! Sakit tahu!" pekik Rey meringis.
"Udah tahu sakit! Loe masih saja ngerjain dan bikin gue kesel!" gerutu Jihan bersungut.
"Ya'elah, Je! Gue kan canda, loe serius amat!" balas Rey.
Tak percaya dengan perkataan Rey, Jihan meremas angin dengan kedua tangannya di depan wajah Rey seakan ingin sekali wajah pemuda itu yang ia remas.
"Tau ... ah! Serah loe!" Jihan bersungut dan langsung meninggalkan Rey.
Di dalam kamarnya Jihan terlihat kesal, entah apa yang membuatnya kesal intinya kesal.
Author nggak komentar ya! Kan Author cuman bisa membaca dan menerawang kayak cenayang hatinya Rey. Fix ....
"Dasar rusa hutan! Emang ya loe tuh nggak sayang badan loe. Sudah tahu sakit masih saja bikin gue marah, kan gue akhirnya bikin loe tambah sakit!" gerutu Jihan yang sebenarnya ada nada sedikit menyesal.
Jihan menelungkup di atas tempat tidur, memiringkan kepala tangan Jihan membuka laci meja kecil di samping tempat tidur. Tampak sebuah bingkai foto ia ambil dari sana, itu adalah foto dia dengan Rey saat mereka masih di sekolah dasar.
Foto itu jelas memperlihatkan Jihan yang menggelembungkan kedua pipinya seraya bersidekap menghadap ke kanan dan Rey bersidekap menghadap kekiri. Mereka waktu itu benar-benar enggan di foto tapi Julia memaksa mereka.
Tersenyum, Jihan malah merasa lucu melihat foto masa kecilnya itu. Menaruh kembali ke dalam laci, Jihan kemudian menutup matanya membiarkan jiwa dan raganya beristirahat dari memikirkan hal-hal yang tentu saja membuatnya lelah.
*
*
*
*
*
*
*
Weekend, Jihan bermalas-malasan di atas tempat tidur. Meski matahari sudah meninggi, dia masih enggan bangun untuk melakukan aktivitas, hanya sesekali mengecek aplikasi chat yang masuk.
Ting ... ting ...
Sebuah pesan chat masuk
[Je ...]
[Sore ada waktu nggak?]
Jihan membaca pesan chat itu, yang ternyata dari Jason. Ya sebenarnya selama Rey tidak masuk kuliah, Jihan sedikit lebih dekat dengan Jason.
[Ada]
[Memang kenapa?]
Balas Jihan, beberapa menit kemudian sebuah balasan masuk ke aplikasi pesan chat nya.
[Ketemuan yuk! Gue pengen ngajak loe nonton. Ada film bagus hari ini]
Jihan tersenyum, ia kemudian membalas pesan Jason.
[Oke! Dimana? Jam berapa?]
Sebuah balasan masuk lagi.
[Nanti sore jam 4, gue jemput ya?]
[Oke] balas Jihan mengakhiri percakapan pesan singkat itu.
Seolah tak percaya Jason mengajaknya jalan, Jihan langsung berjingkrak kemudian melompat-lompat di atas tempat tidur dengan riangnya.
Turun ke meja makan dengan wajah berseri-seri, Jihan menyapa semua penghuni rumah dengan perasaan bahagia.
Julia maupun Andrew terlihat mengangkat kedua alis karena heran dengan sikap Jihan.
"Tumben bahagia sekali, ada apa?" tanya Julia.
"Ma, Pa! Nanti sore aku izin pergi ya!" pamit Jihan.
"Mau kemana?" tanya Julia.
"Bertemu teman, pengen nonton film baru. Boleh ya!" pinta Jihan.
Julia hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum, Andrew juga tidak memprotes keinginan Jihan. Rey yang sedari tadi sarapan hanya diam seribu bahasa, tidak biasanya Rey diam.
Mengingat beberapa menit lalu tengah melewati pintu kamar Jihan, Rey mendengar Jihan yang berteriak kegirangan menyebut nama Jason di akhir kata bahwa dia akan pergi, entah kenapa Rey merasa tidak senang.
Jihan yang menyadari adanya sedikit perbedaan pada sikap Rey hanya diam tanpa bertanya.
*Fix ... loe cemburu Rey?
Apa loe, Thor?😒😒
Wow ... Ekspresi loe, Rey! Membuktikan kalau loe .... (Terdiam karena mulut Author di sumpal kue balok dengan coklat meleleh di dalamnya)
Kalau loe diam, lebih bagus Thor! Tuh makan kue balok habisin dan diem! Nanti gue belikan yang lebih banyak kalau loe diem!😒😒😒
(Mengunyah menikmati lelehan coklat dari dalam kue balok)👍👍👍👍👍*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. serius kalau like komennya berjibun, othor bakal rajin creejiiii up meski dobel, oceh😎😎
...PENGUMUMAN...
...Buat para Readers...
...Author mau minta tolong sama kalian...
...Jadi gini, meski kalian belum sempet baca...
...Author minta tolong untuk di like dulu kalau Author up....
...Setelah itu bacanya nimbun Ampe banyak ga masalah, asal tiap hari di buka dan di like bab yang up...
...Udah gitu aja, Terimakasih atas bantuannya 😘😘🙏...