Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.
Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.
Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.
Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Yang Terungkap!
Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa, sudah seminggu penuh Ayara terjebak dan hidup di dalam tubuh versi masa depannya. Secara garis besar, tidak banyak hal yang berubah dalam rutinitas harian di mansion mewah itu. Namun, ada satu hal aneh nan mencurigakan yang akhir-akhir ini disadarinya, Ayara merasa dirinya melunak secara drastis.
Ia tidak lagi bersikap ketus kepada Guzelar. Ia bahkan dengan sukarela menerima setiap sentuhan hangat suaminya, mulai dari pelukan erat hingga ciuman lembut tanpa ada niat sedikit pun untuk memberontak. Puncaknya terjadi semalam, di mana Ayara tanpa sadar kedapatan membalas ciuman panas Guzelar dengan penuh penghayatan.
Kesadaran itu membuat Ayara terbangun pagi ini dengan rasa frustasi tingkat tinggi. Ia langsung memukuli kepalanya sendiri berulang-ulang kali menggunakan bantal sofa.
"Argh! Sialan! Aku benar-benar benci diriku di masa depan!" gerutunya kesal, merutuki kelemahan tubuhnya sendiri yang begitu mudah luluh pada pesona sang suami.
Belum sempat ia meratapi nasibnya lebih lama, bel pintu mansion berbunyi. Tak lama kemudian, sesosok wanita cantik berwajah modis dan elegan melangkah masuk ke ruang tamu. Wanita itu adalah Hera, saudara kembar kandung Guzelar. Begitu melihat Ayara menuruni anak tangga dari lantai dua, mata Hera langsung berbinar cerah. Ia berjalan cepat dan langsung memeluk erat tubuh Ayara penuh kehebohan.
"Akhirnya kamu turun juga, Ayara! Aku sudah menunggumu lama banget di sini!" pekik Hera antusias.
Ayara membalas pelukan itu dengan kaku. Melihat dari dekat, ia sangat yakin seratus persen bahwa wanita di hadapannya ini memang benar-benar saudara kembar Guzelar. Wajah mereka sangat mirip, bagaikan pinang dibelah dua, hanya saja versi Hera jauh lebih feminin, cantik, dan memesona.
"Kita baru berpisah sekitar sepuluh hari. Mau bagaimana lagi, aku belakangan ini cukup sibuk dengan jadwal modelling-nya yang padat," keluh Hera manja sambil melepaskan pelukan, lalu mengajak Ayara duduk berdampingan di sofa ruang keluarga.
"Oh ya, kudengar kamu sempat kurang sehat ya kemarin-kemarin? Nih, sengaja aku bawakan oleh-oleh spesial langsung dari Paris khusus untukmu, semoga kamu suka, ya!" sambungnya riang sambil menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang.
Ayara menerima kotak itu dengan tangan sedikit bergetar. Saat tutupnya dibuka, matanya langsung membelalak lebar hingga hampir copot. Di dalam kotak itu terhampar tas branded keluaran terbaru dari rumah mode dunia yang harganya sudah pasti bernilai fantastis.
"Beneran... ini buat aku?" tanya Ayara ragu-ragu, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Tentu saja dong! Sebagai ipar yang baik dan penyayang, aku wajib memberikan hadiah spesial untukmu karena kamu sudah sembuh dari sakit," ucap Hera dengan nada lembut dan tulus.
"Coba dibuka plastiknya, dipakai. Kalau kurang suka modelnya, nanti boleh tukar sendiri di butik sesuai dengan yang kamu mau. Atau kalau mau minta beberapa tas sekaligus juga nggak masalah, sis!" jelas Hera enteng, membuat Ayara mendadak bisu seribu bahasa.
"Apa-apaan ini?" batin Ayara shock berat.
Jadi... di masa depan ia memiliki seorang ipar sebaik dan segemar itu membagikan barang mewah? Bukan tipe ipar jahat yang suka bergosip atau menjatuhkan di belakang? Betapa beruntungnya nasib Ayara di masa depan kecuali satu hal, harus terjebak menjadi istri Guzelar.
"Waw... tasnya bagus banget, Hera. Kamu yakin ini benar-benar buat aku? Terus, apa yang harus aku berikan sebagai balasan ke kamu?" tanya Ayara masih diliputi rasa tidak enak.
Hera langsung mengernyitkan dahinya bingung, lalu tertawa renyah. "Hah? Apa maksudmu, Ayara? Kamu tidak perlu memberikan apa pun sebagai balasan! Ini murni hadiah free buat kamu karena kamu sudah sehat, titik. Nggak usah dipikirkan!" balas Hera tenang dan penuh perhatian.
Ayara semakin tertegun. Mengingat perangai iparnya yang sebaik ini, rasanya tidak adil jika ia terus bersikap dingin.
"Ngomong-ngomong, mana pria dingin itu? Tadi aku tidak melihatnya?" tanya Hera sambil celingukan menatap sekeliling ruangan.
"Maksudmu Guzelar? Oh, dia sudah berangkat ke kantor sejak pagi," jawab Ayara cepat.
"Syukurlah kalau dia sudah pergi. Kupikir dia masih di sini dan siap menceramahiku. Kamu tahu sendiri kan, sampai detik ini dia itu masih sebal dan kesal padaku gara-gara insiden waktu itu," gerutu Hera tiba-tiba.
Ayara langsung memasang telinga baik-baik. "Insiden apa maksudmu?" tanya Ayara memancing rasa penasarannya yang mendadak membubung tinggi.
Hera tergelak kencang. "Masa kamu lupa sih, Ayara?! Ingatanmu cetek banget, deh!" canda Hera.
"Itu loh, kejadian sewaktu Guzelar akhirnya tahu kalau dulu kamu sebenarnya nekat menyatakan cinta padanya di atas podium wisuda karena mendapatkan tantangan dariku!"
Deg!
Seketika itu juga, tubuh Ayara membeku bagai disambar petir di siang bolong. Jadi... dalang di balik aksi memalukannya menyatakan cinta di podium wisuda adalah Hera? Saudara kembar suaminya sendiri?! Sialan. Skenario apa lagi ini? Ayara harus segera mengorek informasi lebih banyak sekarang juga agar teka-teki hidupnya tidak semakin membingungkan.
"Ah... iya, itu! Wajar sih kalau sampai sekarang dia masih kesal mengingatnya," balas Ayara pura-pura mengerti, meskipun otaknya sedang berputar keras merangkai kepingan teka-teki.
"Iya, kan? Mau bagaimana lagi, Ayara. Dulu Mami dan Papi hampir saja stres berat karena di usia segitu Guzelar belum pernah sekalipun berpacaran apalagi memperkenalkan seorang kekasih pada keluarga kami. Bahkan, Mami sempat bisik-bisik takut kalau Guzelar itu tidak normal alias seorang gay!" cibir Hera tanpa filter, membuat Ayara terbatuk kecil menahan tawa.
"Untung saja takdir mempertemukan kita di kampus waktu itu. Pas banget waktu aku dengar gosip kalau si Guzelar punya musuh bebuyutan yang paling dia benci yang tak lain dan tak bukan adalah kamu, aku langsung menghampirimu pas kamu selesai bimbingan skripsi," lanjut Hera bersemangat sambil bernostalgia.
"Terus, aku menantang mu. Kalau kamu berhasil mengucapkan kalimat cinta di depan mukanya di atas podium wisuda, aku akan langsung mentransfer uang tunai sebesar 300 juta rupiah ke rekeningmu! Sumpah, awalnya kupikir kamu nggak akan punya nyali sebesar itu. Eh, nggak tahunya kamu malah nekat melaksanakannya dengan sukses!" Hera kembali terbahak-bahak puas, sementara Ayara terpaku selebar-lebarnya.
Sekarang, semua teka-teki rumit itu terjawab sudah! Dalang utama di balik aksi gilanya dulu ternyata adalah Hera, iparnya sendiri. Jadi, di masa depan ia melakukan aksi konyol menembak musuh bebuyutannya di podium semata-mata karena tergiur hadiah taruhan uang tunai sebesar 300 juta rupiah!
Pantas saja Tiara sempat bercerita bahwa tiba-tiba rekeningnya kecipratan 300 juta dan mereka langsung berpoya-poya, itu semua bersumber dari uang taruhan ratusan juta rupiah milik Hera!
"Tapi, siapa sangka di luar dugaan kita semua... Guzelar malah menanggapi serius dan menerima ungkapan perasaanmu itu di tempat," tambah Hera dengan nada geli, terkikik-kikik gemas.
"Aduh... lucunya, ternyata selama ini diam-diam si kaku Guzelar itu sudah menaruh rasa suka padamu secara diam-diam!"
Mendengar kalimat terakhir itu, Ayara tersedak ludahnya sendiri. Tunggu dulu?! Apa kata Hera tadi? Guzelar menaruh rasa padanya secara diam-diam?!
Bagaimana mungkin?! Otak Ayara menolak mentah-mentah asumsi tersebut. Mengingat bagaimana arogan dan menyebalkannya sikap Guzelar semasa kuliah dulu, di mana pria itu selalu menatapnya sinis, mengejeknya, dan mengajaknya bertengkar setiap kali berpapasan rasanya seratus persen tidak mungkin jika pria itu memendam rasa suka!
Ayara mendadak merasa mual dan ingin menangis histeris. Fakta baru ini sungguh di luar nalar.
"Ah, sudahlah! Ngobrolin masa lalu bikin perutku keroncongan," ucap Hera manja sambil mengelus perut ratanya.
"Aku makan siang dulu ya, iparku tercinta. Oh iya, di mana si jagoan kecil Gabriel, ponakan tampanku?" tanya Hera celingukan mencari keberadaan ponakannya.
"Mungkin anak itu masih tidur di kamarnya," jawab Ayara lirih, suaranya masih terdengar seperti orang linglung karena masih syok berat menerima rentetan fakta mencengangkan dari sang ipar.
"Baiklah kalau begitu! Aku mau ke kamar Gabriel dulu sekalian membangunkan dan mengajaknya turun makan siang. Nanti habis makan, kita jalan-jalan shopping keliling mall ya selama aku di Indonesia!" pinta Hera dengan wajah berbinar ceria.
"Oke..." jawab Ayara singkat dengan pandangan kosong.
Hera pun bangkit dari sofa, melangkah ringan menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat kamar Gabriel berada.
Sementara itu, Ayara masih terduduk kaku bagaikan patung di ruang keluarga. Fakta telak yang baru saja meluncur dari bibir Hera benar-benar sukses menghantam kepalanya dengan keras. Jadi, di masa lalu ia sama sekali tidak jatuh cinta pada Guzelar, ia nekat menembak pria itu murni karena tergiur uang taruhan 300 juta rupiah!
Di satu sisi, Ayara merasa sedikit lega dan bersyukur karena itu artinya ia tidak memiliki perasaan apa pun pada Guzelar, semuanya hanyalah transaksi bisnis terselubung. Namun di sisi lain, fakta bahwa Guzelar ternyata sudah lama menyukainya secara diam-diam justru membuat bulu kuduk Ayara meremang ngeri. Mengingat betapa menyebalkannya tabiat Guzelar di masa lalu, bagaimana bisa pria arogan itu jatuh cinta padanya?
Ayara meremas rambutnya frustasi. Hidup di masa depan ternyata jauh lebih rumit dan melelahkan daripada menghadapi ujian skripsi tingkat akhir di dunianya yang dulu.
Bersambung...
Nyangka nggak lo pada?🤭😂😂
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
biar trauma nya terputus
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama