Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"
"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"
Deg
Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?
"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"
Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"
'Tega kamu mas' batin Kinan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Di sebuah rumah sakit, tepatnya di sebuah ruangan periksa dokter kandungan. Dokter Inggrid memberikan sebuah kertas hasil pemeriksaan yang mereka lakukan satu jam yang lalu, pada salah satu, dari dua wanita yang duduk di depan meja kerjanya.
"Selamat Kinan, hasilnya positif. Kamu hamil, sudah 8 minggu!"
Mata Kinan berkaca-kaca, dia mencengkeram tangan sahabatnya Bella, yang duduk di sebelahnya dengan begitu erat.
"Kinan, selamat" ucap Bella.
Mata Bella juga berkaca-kaca, mendengar kabar bahagia untuk sahabatnya.
Kinan sampai tidak bisa berkata-kata, hanya matanya semakin basah. Dan garis lengkung di bibirnya semakin kentara.
"Kondisi janin sehat, jangan terlalu lelah ya. Ingat untuk mengkonsumsi vitamin dan kalsium yang nanti diberikan oleh perawat!"
"Terima kasih, terima kasih banyak kak Inggrid" akhirnya Kinan bisa mengeluarkan kata-kata itu.
Setelah keluar dari ruangan dokter Inggrid, dokter kandungan sekaligus anak dari teman ibunya Bella. Bella merangkul bahu Kinan yang tampaknya masih sangat speechless karena merasa begitu bahagia.
"Kinan, selamat ya. Akhirnya kamu hamil, Sasha akan punya adik yang bisa jadi temannya bermain nanti"
Air mata bahkan menetes di pipi Kinan. Kinan memeluk Bella karena merasa begitu terharu.
Bella memaklumi hal itu, Kinan sudah menunggu anak itu selama lebih dari dua tahun. Apalagi nenek dari pihak suaminya, begitu ingin menimang cucu. Maklum saja, usia neneknya itu sudah lebih dari 70 tahun.
Tapi bagi Kinan, bayi itu adalah seseorang yang akan menjadi keluarganya. Dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Ibunya sudah meninggal karena kecelakaan tahun yang lalu. Dan sang Ayah juga pada akhirnya menyusul ibunya 6 bulan setelah itu. Ayah Kinan Kinan sangat kehilangan istrinya saat itu, sampai sakit, depresi berat, dan akhirnya terkena komplikasi. Sejak saat itu, dia hanya punya Bella sahabatnya dan Bima, suaminya.
Kinan menarik dirinya dari pelukan Bella.
"Terima kasih banyak Bella. Semua ini juga berkat kamu. Kamu sama sekali tidak lelah menemaniku bolak-balik ke rumah sakit untuk progam hamil ini. Kamu yang terbaik!"
Bella kembali memeluk Kinan, lalu meraih kedua tangannya.
"Kita sama-sama anak tunggal, kita sudah janji bukan hanya sekedar sahabat kan? kita juga saudara. Kamu panggil ayah dan ibuku, dengan panggilan sama. Aku juga begitu. Kamu adalah saudariku, Kinan"
Kinan benar-benar beruntung, Bella sangat baik padanya. Bukan Bella saja, orang tua Bella dan suami Bella juga sangat baik padanya. Sasha bahkan memanggil Kinan, ibu angkat.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang. Kamu harus istirahat, seperti yang dikatakan kak Inggrid tadi!"
"Em, aku mau ke kantor mas Bima saja. Aku mau kasih kabar ini ke mas Bima. Mas Bima juga pasti senang"
"Baiklah kalau begitu, ayo!"
Keduanya berjalan ke arah lift. Mereka turun ke basemen, lalu pergi dengan mobil Kinan.
Kinan Adriana, dia sudah menikah tiga tahun dengan Bima Dirgantara. Uniknya atau bisa dibilang kebetulan, sahabat baik Bima, Zayn. Adalah suami Bella. Mereka sudah menikah 4 tahun dan sudah punya satu anak perempuan menggemaskan bernama Sasha.
Pernikahan Kinan terjadi, ketika Kinan merasa dirinya berada dalam kondisi paling terpuruk. Ibunya mengalami kecelakaan, dan ayahnya sakit. Sedangkan saat itu Bella sedang hamil, dia tidak mau menyusahkan Bella. Untung ada sahabat baik Zayn yang membantunya merawat ayahnya, mengurus kasus tabrakan yang terjadi pada ibunya.
Kasih sayang dan perhatian Bima, membuat Kinan luluh. Beberapa bulan setelah peristiwa menyedihkan itu, Bima melamar Kinan. Mereka menikah sebulan sebelum ayah Kinan tiada. Selanjutnya, Bima begitu baik pada Kinan. Memperlakukan Kinan dengan penuh perhatian. Begitu perduli sampai Kinan merasa dia adalah wanita paling bahagia di dunia. Jangankan menunjuk, baru melihat saja, Bima sudah membelikan barang itu untuk Kinan.
Selama ini, Bima bahkan banyak melakukan hal-hal yang rasanya mustahil dilakukan oleh seorang Presdir sebuah perusahaan besar pada istrinya. Bagi Kinan, Bima adalah suami yang sangat baik.
"Aku tidak turun ya, masih ada meeting satu jam lagi!"
Kinan mengangguk, dan melepaskan sabuk pengamannya.
"Terima kasih..."
"Bilang terima kasih lagi, aku akan minta Sasha mengomel padamu!" sela Bella membuat Kinan tersenyum.
Kinan melambaikan tangannya begitu dia turun dari mobil Bella. Kinan masih menggenggam laporan kehamilan di tangannya dengan wajah yang begitu berbinar.
Kinan segera masuk ke perusahaan, masuk ke dalam lift. Menuju ke lantai dimana kantor suaminya berada.
Ting
Pintu lift terbuka, Kinan berjalan dengan cepat. Sangking tidak sabarnya untuk memberitahu suaminya tentang kehamilannya. Kinan sampai berlari.
Sambil memegang laporan hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari ke kantor suaminya. Ingin segera memberi tahu kabar gembira itu pada suaminya. Yang memang sudah berkali-kali mengatakan ingin punya anak darinya.
Kinan menghela nafas, bibirnya masih menunjukkan senyum yang begitu bahagia. Hingga ketika dia akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Ke dokter kandungan! mungkin Kinan hamil, lalu bagaimana dengan Agnes?"
Gerakan tangan Kinan terhenti. Nama yang disebutkan itu, nama yang tidak asing baginya. Wanita yang menjadi penyebab kehancuran keluarganya tiga tahun lalu.
"Bagaimana apanya? sudah tiga tahun baik-baik saja kan? tinggal dua tahun lagi, Agnes bisa pulang ke negara ini dan tidak perlu sembunyi di luar negeri supaya tidak ketahuan Kinan karena dia tidak di penjara!"
Deg
Senyum Kinan memudar, wanita itu... Agnes adalah wanita yang menabrak ibunya sampai tewas. Dan pengadilan sudah memutuskan untuk menghukumnya selama lima tahun di penjara. Bagaimana bisa di luar negeri?
"Kamu keterlaluan, Kinan adalah sahabat Bella. Kalau dia sampai tahu, bisa habis kamu. Aku juga bisa habis sama Bella!"
"Takut apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Apalagi kalau dia hamil, mana mungkin dia akan marah padaku. Lagipula kalau tidak ada yang memberitahunya bagaimana dia bisa tahu. Bagaimana pun Agnes juga tidak sengaja? Ayahnya pernah menyelamatkan aku, aku tidak mungkin membiarkannya menderita di penjara"
"Kamu benar-benar kejam pada Kinan. Tiga tahun lalu kamu pura-pura membelanya mati-matian. Sampai rela menikah dengannya demi bisa menandatangani surat pembebasan Agnes. Sebenarnya kamu cinta sama dia atau tidak?"
Tes tes tes
Air mata Kinan mengalir begitu saja di wajahnya. Dia sudah tidak ingin dengar apapun lagi. Hatinya terlalu hancur saat ini. Ternyata suami yang selama ini dia anggap seperti malaikat, adalah iblis yang membuat keluarganya tidak mendapatkan keadilan sama sekali.
"Cinta atau tidak, itu tidak penting. Kinan sangat mencintaiku. Satu kata dariku, dia sangat patuh. Hanya aku yang dia punya, dia tidak akan kemana-mana!"
Kinan meremass kertas di tangannya. Ingatan tiga tahun lalu melintas begitu saja. Selama tiga tahun, dia benar-benar telah dibodohi oleh Bima.
'Tega kamu mas, tega kamu... ' lirihnya yang merasa hatinya begitu patah.
***
Bersambung...