NovelToon NovelToon
PEWARIS KEKUATAN SEJATI

PEWARIS KEKUATAN SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”

“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”

Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.

Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.

Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.

🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Kekuatan yang Mengejutkan Semua Orang

Petugas perempuan itu tertegun mendengar keputusan Qin Xuan. Ia sempat mengira pemuda tersebut hanya bercanda, tetapi ketika melihat kesungguhan di wajahnya, kekhawatirannya justru semakin besar.

“Tuan Qin, apa Tuan yakin ingin melawan Dan Ming?” tanyanya sekali lagi.

“Dia sudah memenangkan sembilan pertandingan berturut-turut. Banyak lawannya mengalami luka berat. Sebaiknya Tuan memilih peserta lain untuk pertandingan pertama.”

Qin Xuan memahami bahwa perempuan itu sedang berusaha membantunya. Namun, ia datang ke Menara Pertarungan bukan untuk mencari lawan yang mudah dikalahkan.

“Terima kasih sudah mengingatkanku,” jawabnya. “Tapi aku tetap memilih Dan Ming. Tolong pertaruhkan seribu koin emas ini untuk kemenanganku.”

Ia menyerahkan sekantong uang sebelum melompat ke atas arena.

Petugas itu hendak mengatakan sesuatu, tetapi Qin Xuan sudah berdiri di hadapan Dan Ming. Setelah pertandingan disetujui, seorang peserta tidak dapat mengundurkan diri kecuali menyatakan menyerah.

Dengan terpaksa, perempuan itu pergi memasang taruhan sesuai permintaannya.

Di atas arena, Dan Ming memandangi Qin Xuan dengan heran. Ia tidak menyangka orang yang menerima tantangannya adalah seorang pemuda yang tampak baru berusia belasan tahun.

“Anak muda, kau masih punya kesempatan untuk menyerah,” katanya sambil menurunkan palu hitam di tangannya. “Aku tidak ingin melukaimu.”

Dan Ming memang terkenal kejam ketika bertarung, tetapi ia lebih menyukai pertarungan dengan lawan yang sepadan. Mengalahkan pemuda yang jauh lebih lemah tidak akan memberinya kepuasan.

Qin Xuan tersenyum tipis.

“Kalau begitu, aku juga memberimu kesempatan. Menyerah lah sebelum kau terluka.”

Ucapan itu langsung mengundang keributan.

Beberapa penonton tertawa, sedangkan yang lain menganggap Qin Xuan terlalu sombong. Mereka telah menyaksikan Dan Ming mengalahkan sembilan lawan, termasuk Li Wei yang memiliki kemampuan cukup tinggi.

Wajah Dan Ming langsung mengeras. Ia sudah berniat memberi pemuda itu kesempatan, tetapi Qin Xuan justru membalasnya dengan ucapan yang membuatnya merasa diremehkan.

“Baiklah. Jangan menyesal nanti!”

Ia segera menerima pertandingan tersebut.

Taruhan pun ditutup. Hampir seluruh penonton mempertaruhkan uang mereka pada kemenangan Dan Ming, dengan jumlah mencapai lebih dari tiga puluh ribu koin emas. Hanya Qin Xuan yang bertaruh untuk dirinya sendiri.

Begitu pertandingan dimulai, Dan Ming menghentakkan kaki hingga lantai arena bergetar. Tubuh besarnya melesat maju, sementara palu hitam di tangannya diangkat tinggi.

Serangan itu diarahkan langsung ke kepala Qin Xuan.

Para penonton sudah membayangkan pemuda tersebut akan terpental. Namun, Qin Xuan tidak berusaha menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kanannya untuk menyambut palu yang datang.

Benturan keras terdengar.

Palu hitam itu berhenti tepat di atas telapak tangan Qin Xuan.

Dan Ming membelalakkan mata. Ia telah mengerahkan tenaga yang cukup untuk menghancurkan batu besar, tetapi pemuda di hadapannya bahkan tidak bergeser.

Qin Xuan tetap berdiri dengan tenang, seolah benda yang ditahannya hanyalah palu biasa.

“Mustahil!” gumam Dan Ming.

Ia segera menarik senjatanya dan mundur beberapa langkah.

Di bawah arena, para penonton mulai berteriak. Sebagian menuduh Dan Ming sengaja menahan kekuatan demi mengatur hasil pertandingan. Mereka mengira kedua petarung telah bekerja sama untuk memenangkan taruhan.

Dan Ming mendengar tuduhan itu, tetapi tidak sempat membantah. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada Qin Xuan.

Anak ini jauh lebih kuat daripada kelihatannya.

Ia menggenggam palu dengan kedua tangan, lalu mengerahkan seluruh energinya. Sembilan bayangan banteng muncul di sekeliling tubuhnya, menandakan kekuatan puncak yang dimilikinya.

“Terima seranganku!”

Dan Ming memutar palunya dengan cepat sebelum melemparkannya ke arah Qin Xuan.

“Pukulan Palu Badai!”

Palu hitam itu berputar di udara, membawa pusaran angin yang menyapu permukaan arena. Kecepatannya membuat para penonton kesulitan mengikuti gerakannya.

Qin Xuan tetap tidak menghindar.

Ia justru ingin mengetahui seberapa kuat tubuhnya setelah menyerap Darah Sejati Iblis Pedang. Dengan kekuatan delapan puluh sembilan banteng yang dimilikinya, ia yakin pertahanan fisiknya telah meningkat jauh dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, Qin Xuan memahami bahwa tindakannya berisiko. Ia tidak akan berani menerima serangan seperti ini ketika masih menjadi Tuan Muda Sekte Bintang Langit.

Palu itu menghantam tubuhnya.

Ledakan keras mengguncang arena. Debu dan serpihan batu beterbangan, menutupi tempat Qin Xuan berdiri.

Dan Ming menurunkan kedua tangannya sambil mengatur napas. Ia yakin serangan terkuatnya telah mengakhiri pertandingan.

“Seharusnya kau mendengarkan peringatanku,” gumamnya.

Namun, ketika ia berjalan mendekati debu yang belum menghilang, sebuah suara terdengar dari dalamnya.

“Seranganmu memang lumayan.”

Langkah Dan Ming terhenti.

Sesosok pemuda muncul dari balik debu sambil menggenggam palu hitam dengan satu tangan.

Qin Xuan tidak mengalami luka sedikit pun.

Ia memang merasakan sakit ketika menerima benturan tadi, tetapi kekuatan serangan itu belum mampu menembus pertahanan tubuhnya.

Dan Ming menatapnya dengan wajah pucat.

“Mustahil! Kau bahkan tidak terluka?” seru Dan Ming sambil menatap Qin Xuan dengan wajah pucat.

Qin Xuan mengangkat palu yang direbutnya.

“Sekarang giliranku.”

Sebelum Dan Ming sempat bereaksi, Qin Xuan melesat mendekat dan menghantamkan palu tersebut ke tubuhnya.

Dan Ming terpental keluar arena. Tubuh besarnya menghantam lantai di bawah panggung hingga menimbulkan suara keras.

Pertandingan berakhir.

Untuk beberapa saat, para penonton hanya terdiam. Mereka baru saja menyaksikan seorang pendatang baru mengalahkan petarung yang sebelumnya dianggap hampir tidak terkalahkan.

Kemudian, sorakan memenuhi seluruh arena.

Petugas perempuan yang tadi mendampingi Qin Xuan segera menghampirinya setelah ia turun dari panggung. Kali ini, wajahnya dipenuhi kekaguman.

“Selamat, Tuan Qin! Tuan mendapatkan sepuluh poin dari kemenangan pertama.”

Ia menyerahkan sebuah kartu putih.

“Karena hanya Tuan yang bertaruh pada kemenangan sendiri, seluruh hadiah taruhan menjadi milik Tuan. Sebanyak tiga puluh satu ribu seratus dua puluh tujuh koin emas sudah dimasukkan ke kartu ini.”

Qin Xuan menerima kartu tersebut. Jumlah uang itu jauh lebih banyak daripada yang dimilikinya ketika datang.

Namun, tujuan utamanya belum tercapai.

“Tolong carikan lawan berikutnya.”

Petugas itu segera mengangguk dan pergi mengurus pertandingan baru.

Tidak lama kemudian, seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahun naik ke arena sambil membawa pedang.

Melihat Qin Xuan yang masih sangat muda, lelaki itu tersenyum.

“Tenang saja, Adik Kecil. Aku akan berhati-hati agar kau tidak sampai terluka parah.”

Qin Xuan membalas senyumnya.

“Tidak perlu menahan diri. Gunakan saja kemampuan terbaikmu.”

Lelaki itu segera menghunus pedang dan menyerang.

Namun, sebelum ujung pedangnya mencapai Qin Xuan, sebuah hantaman telah mengenai tubuhnya. Ia terpental keluar arena tanpa sempat memahami bagaimana dirinya dikalahkan.

Pertandingan kedua selesai hanya dalam satu serangan.

Kemenangan Qin Xuan terus berlanjut.

Dalam setengah hari, ia telah memenangkan tujuh pertandingan berturut-turut. Menara Pertarungan mulai mempertemukannya dengan lawan yang semakin kuat, termasuk beberapa petarung yang memiliki kemampuan setara Dan Ming.

Namun, semuanya tetap kalah dengan cepat.

Kabar mengenai seorang pendatang baru yang tidak terkalahkan segera menyebar ke seluruh lantai pertama.

Para penonton segera berbondong-bondong mendatangi arena nomor tiga puluh sembilan untuk menyaksikan pertandingannya.

Ketika Qin Xuan bersiap menghadapi lawan kedelapan, seorang pemuda bersenjata tombak panjang melompat ke atas panggung.

Usianya tampak tidak jauh berbeda dari Qin Xuan. Namun, cara berdirinya menunjukkan bahwa ia telah menjalani latihan bela diri yang baik.

“Aku Wei Wuxiu,” katanya dengan percaya diri. “Murid Akademi Bela Diri Tianyuan.”

Nama akademi itu langsung membuat para penonton ribut.

Akademi Bela Diri Tianyuan merupakan tempat pendidikan bela diri paling bergengsi di Dinasti Zhao Agung. Para muridnya dikenal memiliki bakat dan sumber daya kultivasi yang jauh melampaui pendekar biasa.

Wei Wuxiu mengangkat tombaknya.

“Aku sudah tiga kali mencatat tujuh kemenangan berturut-turut di sini. Kali ini, aku akan menghentikan kemenanganmu.”

Qin Xuan memperhatikan lawannya. Dari tekanan energi yang dipancarkan, Wei Wuxiu memang lebih kuat daripada Dan Ming.

Namun, Qin Xuan tidak menunjukkan kegelisahan.

“Kalau begitu, silakan mulai.”

Di bawah arena, sekelompok pemuda dan pemudi berpakaian mewah ikut menyaksikan pertandingan. Mereka juga berasal dari Akademi Bela Diri Tianyuan.

Salah seorang dari mereka tertawa kecil.

“Wei Wuxiu memang bukan yang terkuat di antara kita, tetapi kemampuannya sudah cukup untuk mengalahkan pendekar biasa.”

Temannya mengangguk.

“Pemuda itu mungkin berbakat, tetapi dia belum pernah menerima pelatihan seperti kita.”

Di tengah kelompok tersebut berdiri seorang perempuan muda yang sejak tadi hanya mengamati Qin Xuan. Berbeda dari murid-murid lainnya, ia tidak terburu-buru memberikan penilaian.

Sementara itu, Wei Wuxiu mulai bergerak.

Dengan teknik langkah yang cepat, ia melesat mendekati Qin Xuan. Kedua tangannya menggenggam tombak erat-erat sebelum menusukkannya dengan seluruh kekuatan.

“Serangan Seribu Kilogram!”

Teknik tersebut meningkatkan kekuatannya dari delapan belas menjadi dua puluh tiga banteng.

Para penonton menahan napas. Pada jarak sedekat itu, mereka yakin Qin Xuan tidak mungkin menghindar.

Namun, Qin Xuan kembali mengangkat telapak tangannya.

Benturan keras mengguncang panggung.

Sesaat kemudian, Wei Wuxiu justru yang terpental mundur. Tombaknya bergetar hebat, sementara kedua telapak tangannya terasa nyeri akibat benturan.

Ia kehilangan keseimbangan dan jatuh keluar arena.

Qin Xuan masih berdiri di tempat semula.

Melihat kejadian itu, para murid Akademi Bela Diri Tianyuan langsung terdiam.

Mereka akhirnya menyadari bahwa pemuda yang sedang mereka hadapi bukanlah pendekar biasa.

......................

Bersambung...

1
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
kute
keren
syarif ibrahim
sangat kejam...
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz 🔥🌽
ibarumbung
karya yang bagus
Otna Forever: wauw mksih bosku 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Jujun Adnin
lagi
syarif ibrahim
lanjut menjadi kuat dan bisa buat pil tingkatan tertinggi💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Gege Mas
gasss Thor..10k kata sekali update...
Otna Forever: Asiaaaaap, bentar bosku 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Adek Darmansyah
Gasss up ny thor
Otna Forever: Asiaaaaap nti bntar aku up lagi 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!