NovelToon NovelToon
Jodoh Pak Dokter

Jodoh Pak Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Ibu susu / Nikah Kontrak
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Di tengah duka kehilangan bayinya dan pengkhianatan suaminya, Shanum berjuang sendirian demi kesembuhan Sang Nenek, satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Bekerja sebagai ART dengan upah kecil, tak cukup untuk membiayai pengobatan jantung sang nenek di rumah sakit.

Kondisi ini menarik simpati Dokter Daniel yang menangani neneknya. Daniel sendiri tengah didera lara, ia ditinggal selingkuh oleh istrinya dan kini merawat putri kecilnya yang berusia empat bulan seorang diri.

Masalah kian pelik karena sang bayi mengalami alergi susu formula dan sangat bergantung pada donor ASI.

Didorong rasa iba dan kebutuhan yang mendesak, Daniel menawarkan Shanum pekerjaan sebagai pengasuh sekaligus ibu susu bagi putrinya. Bagi Shanum, ini dilema antara kehormatan dan kebutuhan ekonomi. Tanpa ia sadari, bayi kecil yang butuh dekapannya itu perlahan menjadi obat bagi trauma kehilangan buah hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama patah ini menjadi awal dari kesembuhan luka mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Di dalam ruang sidang yang dingin dan berwibawa, ketukan palu hakim menandai dimulainya persidangan yang penting itu. Suasana langsung menegang saat pihak penggugat, yakni Klara dan pengacaranya, Jason, diberikan kesempatan pertama untuk menyampaikan argumen mereka.

Klara duduk dengan dagu terangkat, melempar senyum kemenangan yang tersirat ke arah Daniel dan Shanum. Pengacara Jason kemudian bangkit berdiri, merapikan setelan jasnya dengan gestur angkuh sebelum mulai mengeluarkan apa yang mereka anggap sebagai senjata pamungkas.

"Yang Mulia Hakim yang bijaksana," ucap Jason dengan suara lantang yang menggema di ruang sidang. "Kami memiliki bukti bahwa Saudara Daniel telah melakukan tindakan yang melanggar moralitas hukum perkawinan. Perceraian sebelumnya yang diklaim karena kesalahan klien saya, Nyonya Klara, hanyalah pengalihan isu. Kenyataannya, Saudara Daniel telah berselingkuh lebih dulu di belakang Nyonya Klara dengan seorang wanita bernama Shanum, yang sekarang secara tergesa-gesa ia nikahi untuk menutupi aib tersebut!"

Mendengar tuduhan keji dan tak bermoral itu meluncur bebas di depan majelis hakim, dada Shanum bergemuruh hebat. Wajahnya memerah padam menahan murka. Di bawah meja sidang, kedua tangannya mengepal begitu erat hingga kuku jarinya memutih.

‘Bagaimana bisa ada wanita sekejam dia? Mengorbankan nama baik orang lain demi ambisi egoisnya!’ batin Shanum menjerit marah.

Ia melirik tajam ke arah Klara, namun wanita itu justru membalasnya dengan tatapan mengejek yang teramat menjijikkan. Kalimat-kalimat penuh fitnah terus terlontar dari mulut pengacara Klara, mencoba menyudutkan status Shanum sebagai perusak rumah tangga orang.

Daniel yang duduk di samping Shanum merasakan hawa kemarahan istrinya. Ia mengulurkan tangan, diam-diam mengusap punggung tangan Shanum yang mengepal tegap, memberikan isyarat agar Shanum tetap tenang dan mempercayakan segalanya pada hukum. Di sisi lain meja, Pengacara Jacob hanya menyimak dengan tenang, bahkan sesekali mencatat poin-poin bualan lawan dengan senyum tenang yang misterius.

Setelah pihak Klara selesai mengumbar narasi fiktif mereka, giliran pihak Daniel yang diberikan waktu oleh hakim untuk melakukan pembelaan atas tuduhan tak beradab itu.

Pengacara Jacob bangkit berdiri dengan pembawaan yang sangat tenang namun memancarkan aura intimidasi yang kuat. Ia menatap lurus ke arah Jason dan Klara, lalu beralih kepada majelis hakim.

"Yang Mulia, semua tuduhan yang baru saja disampaikan oleh pihak penggugat tidak lebih dari sekadar dongeng fiktif yang dikarang secara sepihak untuk menjatuhkan kredibilitas klien saya," ujar Jacob dengan nada suara yang berat, berwibawa, dan sarat akan pengalaman.

"Pihak penggugat mengklaim memiliki bukti perselingkuhan, namun secara hukum, dokumen yang mereka ajukan sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat dan sah untuk melawan fakta di lapangan. Dan sekarang, izinkan kami menunjukkan apa yang disebut sebagai fakta nyata yang sesungguhnya."

Jacob membuka map hitam tebal di mejanya, lalu menyerahkan beberapa berkas salinan kepada panitera untuk diteruskan kepada hakim, serta memberikan salinannya kepada Pengacaranya Klara.

"Kami melampirkan rekam medis resmi dari Ibu Siti, nenek dari Nyonya Shanum yang membuktikan bahwa pada saat sebelum perceraian Tuan Daniel terjadi, Nyonya Shanum bahkan tidak berada di kota yang sama. Kami juga menyertakan dokumen kontrak kerja resmi bernomor sah yang membuktikan bahwa Nyonya Shanum pertama kali menginjakkan kaki di kediaman Tuan Daniel beberapa minggu setelah putusan cerai inkrah, murni sebagai ibu susu darurat bagi Baby Ziva karena kelalaian Nyonya Klara yang menelantarkan bayinya."

Mendengar penjelasan Jacob, senyum kemenangan di wajah Klara seketika lenyap. Ia buru-buru menyambar berkas yang diberikan oleh Jason. Begitu matanya membaca baris demi baris dokumen asli, bukti tanggal, serta cap resmi rumah sakit yang tidak bisa dimanipulasi, Klara langsung tercengang. Wajahnya yang semula bersemu puas mendadak berubah pucat pasi, sementara Pengacara Jason mulai berkeringat dingin di tempat duduknya.

Pengacara Jacob tidak memberikan ruang sedikit pun bagi lawannya untuk bernapas. Ia mengetuk jarinya di atas meja sidang, menegaskan posisi dominannya.

"Dengan bukti-bukti yang sangat transparan ini, saya nyatakan dengan tegas bahwa klien kami, Nyonya Shanum, sama sekali tidak bersalah dan bersih dari segala tuduhan keji tersebut! Pernikahan mereka terjadi secara sah dan terhormat setelah Tuan Daniel berstatus duda."

Jacob menjeda kalimatnya, berbalik menatap Klara dengan pandangan sedingin es.

"Oleh karena itu, Yang Mulia, bukan hanya kami meminta majelis hakim untuk menolak seluruh gugatan banding hak asuh dari pihak penggugat, tetapi hari ini juga, kami secara resmi mengajukan tuntutan balik kepada Nyonya Klara atas pasal pencemaran nama baik, fitnah terencana, dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap nama baik Nyonya Shanum!"

Tok! Tok! Tok!

Hakim mengetuk palu sidang untuk menenangkan ruang sidang yang mulai kasak-kusuk. Klara tampak lemas di kursinya, meremas dokumen di tangannya dengan tubuh yang sedikit gemetar karena syok. Senjata yang ia kira akan mematikan Daniel, justru berbalik menjadi bumerang yang siap menjebloskan dirinya sendiri ke dalam jerat hukum yang lebih berat. Sementara itu, Shanum akhirnya bisa menghembuskan napas lega, perlahan ia melonggarkan kepalan tangannya di bawah tatapan bangga dari Daniel.

Melihat posisi hukumnya yang kian tersudut setelah bukti-bukti asli dan nyata dari Pengacara Jacob dijabarkan, Klara mulai panik. Ia tidak sudi kalah begitu saja. Otaknya berputar cepat mencari celah lain untuk menyelamatkan gugatannya. Tanpa memperdulikan kode isyarat dari pengacaranya yang memintanya untuk tetap tenang, Klara langsung angkat suara, memotong jalannya persidangan demi melemparkan tuduhan baru.

"Izin Yang Mulia, saya ingin menyampaikan kesaksian langsung!" seru Klara sembari memajukan tubuhnya. Ia menatap hakim dengan raut wajah yang dibuat seolah-olah menjadi korban.

"Pihak Daniel bisa saja memanipulasi tanggal kontrak kerja wanita itu. Namun saya ingat betul, saat saya sedang mengandung Ziva delapan bulan, saya memergoki dengan mata kepala saya sendiri Tuan Daniel ini sedang makan malam romantis bersama seorang wanita berhijab di salah satu restoran besar di kota Jakarta! Meskipun saat itu wajah wanita tersebut tidak begitu jelas karena posisi duduknya membelakangi saya, saya berani bersumpah dan yakin seratus persen bahwa wanita berhijab itu adalah Shanum, wanita selingkuhannya yang sengaja ia sembunyikan selama ini!"

Mendengar bualan yang semakin melebar dan tak masuk akal itu, rahang Daniel mengeras. Amarah di dadanya kian geram dibuatnya. Daniel mengepalkan tangannya di atas meja sidang, lalu bangkit berdiri setelah mendapat izin dari majelis hakim untuk menanggapi.

"Izin menanggapi, Yang Mulia," ujar Daniel, suaranya baritonnya terdengar berwibawa namun menekan, mengintimidasi seluruh ruangan. "Tuduhan dari mantan istri saya ini benar-benar tidak berdasar. Pada tanggal dan hari yang dimaksud oleh Nyonya Klara, saya memang berada di restoran tersebut, namun bukan untuk berselingkuh. Saya sedang mengadakan pertemuan formal dengan para calon dokter residen. Dan kebetulan, wanita berhijab yang duduk di samping saya saat itu adalah adik tingkat saya sewaktu kami menempuh kuliah kedokteran di Universitas Indonesia."

Daniel melirik tajam ke arah Klara yang mulai gelisah, lalu kembali menatap hakim. "Jika Yang Mulia tidak keberatan, saya sudah menyiapkan bukti salinan rekaman CCTV utuh dari pihak restoran pada malam itu. Bahkan, kami juga sudah meminta kesediaan Nona Amanda, wanita berhijab yang dimaksud untuk hadir di gedung pengadilan ini sekarang juga sebagai saksi kunci jika diperlukan!"

Jawaban telak dan tak terpatahkan dari Daniel seketika membuat Klara bungkam seribu bahasa. Wajahnya mendadak pias. Daniel sudah tahu betul tabiat mantan istrinya yang akan mengungkit kejadian itu. Dulu, saat Klara membahas hal ini di rumah, Daniel sudah menjelaskan semuanya secara jujur, namun Klara yang egois tetap bersikeras mengklaim bahwa Daniel berselingkuh hanya demi mencari alasan agar bisa bercerai.

Klara yang gila harta dan sebenarnya sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan mereka saat itu karena menganggap pernikahan mereka telah cacat. Bahkan yang paling kejam, Klara sempat berniat menggugurkan kandungannya yang berisi Baby Ziva. Daniel lah yang mati-matian mencegah tindakan keji itu. Daniel terpaksa menawarkan aliran dana segar dan uang dalam jumlah besar kepada Klara, yang mana pada saat itu perusahaan keluarga Klara memang sedang berada di ambang kehancuran. Demi uang dan menyelamatkan bisnis keluarganya, barulah Klara terpaksa mempertahankan kehamilannya sampai Ziva lahir.

Sadar bahwa kartu as masa lalunya mulai terbuka, Klara yang panik kembali berulah secara histeris untuk mengalihkan perhatian majelis hakim. Ia berdiri dari kursinya dan menunjuk-nunjuk ke arah kursi Daniel dan Shanum.

"Sudahlah, Daniel! Kau mengaku saja! Kau tidak cuma sekali ku pergoki jalan bersama wanita! Kau sengaja menikahi Shanum yang kampungan itu hanya untuk menutupi aib perselingkuhan kalian dan membungkam media, kan?!" teriak Klara berapi-api.

"Nyonya Klara, harap tenang dan jaga sikap Anda!" tegur Pengacara Jason, ikut panik melihat kliennya lepas kendali.

Suasana di dalam ruang persidangan seketika berubah riuh tak terkendali oleh bisik-bisik para hadirin yang hadir. Melihat situasi yang mulai kacau, Hakim Kedua yang mendampingi Hakim Ketua langsung mengetuk palunya berkali-kali dengan keras.

Tok! Tok! Tok!

"Harap tenang! Ini ruang sidang terhormat, bagi pihak yang tidak bisa menjaga ketertiban akan dikeluarkan dari ruangan ini!" tegas Hakim Kedua. setelah suasana kembali kondusif dan tenang, sidang pun dilanjutkan kembali untuk mendengarkan pembelaan terakhir dari pihak Daniel.

Daniel menarik napasnya dalam-dalam, mengendurkan ketegangan di bahunya. Ia menoleh perlahan, menatap Shanum yang duduk di sampingnya dengan wajah tegang. Daniel lalu kembali menghadap ke arah majelis hakim dengan sorot matanya yang sarat akan kesungguhan hati.

"Yang Mulia, sekali lagi saya tegaskan. Shanum bukanlah selingkuhan saya, dan dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan masa lalu pernikahan kami yang kelam," ucap Daniel lantang, ia menjeda kalimatnya sejenak demi menatap Shanum lekat-lekat. "Bagi saya dan putri saya, Shanum adalah malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan untuk merawat Ziva di saat ibu kandungnya sendiri menelantarkannya. Dan di hadapan sidang yang terhormat ini... saya menyatakan bahwa saya menikahi Shanum karena saya mencintai wanita ini sepenuh hati saya!"

Deg!

Shanum seketika membeku di tempat duduknya. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga menimbulkan dengung di telinganya. Ia menoleh patah-patah, menatap Daniel dengan tatapan tidak percaya. Bagai mendengar sebuah mimpi di siang bolong, kalimat pernyataan cinta itu meluncur begitu mulus dari bibir pria yang terkenal sedingin es tersebut.

Namun, sedetik kemudian, Shanum buru-buru meremas jemarinya sendiri di bawah meja, mencoba mengembalikan akal sehatnya.

'Tidak... jangan terbuai, Shanum. Pak Dokter hanya sedang bersandiwara demi memenangkan sidang ini di depan hakim. Semua ini hanya bagian dari akting pernikahan kontrak kami,' batin Shanum mencoba menyangkal, walau ada rasa kecewa kecil yang menyelinap di sudut hatinya.

Di seberang meja, Klara mengepalkan tangannya dengan wajah memerah menahan hinaan. Ia benar-benar tidak terima saat Daniel dengan lantang mengatakan mencintai Shanum di depan banyak orang. Selama ini, ego Klara yang tinggi masih berprasangka bahwa Daniel sengaja menikahi wanita kampungan seperti Shanum hanya untuk membalas dendam dan membuatnya cemburu, karena ia yakin Daniel masih mengharapkan dirinya untuk kembali.

Namun, melihat binar mata penuh perlindungan dan ketegasan Daniel saat menatap Shanum barusan, Klara tersadar bahwa seluruh pemikirannya selama ini salah besar. Daniel benar-benar telah membuangnya dari hatinya, dan kini perang hukum itu berbalik menjadi neraka yang siap menghancurkan keangkuhannya.

Bersambung...

1
Teh Yen
nah loh rasain malu malu dha tuh c Klara huuh 😤
shanum menahan perasaannya jangan sampai baper lagi seperti kemarin yah takutnya dokter Daniel mengatakan seperti itu hanya untuk meyakinkan hakim dan memenangkan persidangan d hak asuk ziva yah num
Teh Yen
smoga setelah persidangan Daniel benar" meminta maaf dan meluruskan kata kata nya kmr yg salah ucap jujur janji yah Daniel jujur sama.perasaanmu sama shanum
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Nar Sih
siip daniel hajar terus sampai klara ngk bisa berkutik dan kmu lah yg jdi pemenang nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😉
total 1 replies
neny
makanya jng menganggap sepele sm orang lain,, apalagi masa lalu itu km sendiri yg menghancurkan nya,,
shanum masih gk percaya klau daniel cinta sm dia,,ayo daniel nyatakan lg perasaan mu sm shanum nanti di mobil,,biar shanum gk salah faham 🤭
neny: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Nar Sih
semagat 💪daniel smoga kmu lah yg menang atas tuntutan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
~Ni Inda~
Klw perlu karir yg dia bangun mati²an dg memanfaatkan Sony...hancur berkeping²
Dan Sony yg mulai meragukan cinta Klara kpdnya...segera hengkang...menjauh & lepas tangan thd Klara
Biar sempurna hancurnya perempuan penuh intrik & drama itu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju kak, hancur dengan sikapnya sendiri
total 1 replies
~Ni Inda~
Masalah gakan selesai dg saling menduga
Cobalah utk saling jujur ttg perasaan masing²
Manatau gayung bersambut kan
Klwpun bertepuk sebelah tangan ..ya gpp...anggap uji nyali
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, mantap uji nyali ya kak🤭
total 1 replies
Ilfa Yarni
hajR trus spe masuk bui tuh perempuan licik dia yg berulah dia yg emosi hahaha kau ga bakal menang Kiara dasar perempuan murahan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
neny
ya iya lah daniel,,km yg buat Hanum seperti itu,,muka km hrs menyelesaikan Maslah ini,,spy kalian berdua harmonis lg🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
semoga shanum dan Daniel yg memenangkan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 🤲🏼
total 1 replies
neny
semuanya serba salah faham,,sebaik nya jujur ajh sm perasaan masing2,,drpd kesalah fahaman ini ber larut2
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, tunggu saatnya tiba, harus ada salah satu yang mengalah
total 1 replies
Teh Yen
nanti malam.jangan.salahkan.shanum.klaau Tidka.mau.tidur sekamar lagi yah dok.huuh 😤
Teh Yen
lah knp malah kata kata itu yg keluar dari mulutmu Daniel hadeeuh kasian kan shanum terluka padhl dia jg berharap loh dokter Suka smaa dia 🙈
Teh Yen
nah gt dong untung dokter daniel.cepat sadar dengan perasaannya yah ,, smoga shanum jg mau mengakui perasaannya pada Daniel yah
Teh Yen
kasian dokter.daniel.sakit.karena kelelahan mungkin yah
Teh Yen
xixixi .... engg pa pa num pijit ajah lumayan bikin badan rileks kan 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah kali ini gagal mah umpannya 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Yen
Xixixiii mamah Daniel bisa aj nih bikin pengantin baru salah tingkah d nurutin kemauannya dari pada sandiwaranya terbongkar hihii tp bagus sih anggap aj latihan yah 😁
Teh Yen
duh udh main peluk peluk aj nih shanum cie daniel.deg deg gan engg tuh hihii 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!