NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Kriet.

Suara pintu ruang kelas yang terbuka perlahan langsung menarik perhatian beberapa murid di dalam.

Tommy melangkah masuk dengan bahu sedikit membungkuk dan kepala tertunduk seperti biasa.

Bagas yang sedang duduk di atas mejanya langsung menghentikan tawanya bersama Reno.

"Loh, kok masih hidup lo, Tom?" sapa Bagas dengan nada kecewa yang dibuat-buat.

"Gue kira lo udah disuruh kemas-kemas barang dari sekolah ini," tambah Reno sambil terkekeh pelan.

Tommy tidak menjawab sepatah kata pun.

Ia berjalan melewati meja mereka berdua dan duduk diam di bangkunya yang berada di sudut belakang.

Berkat keahlian pasif Manipulasi Ekspresi Mikro yang baru saja ia dapatkan, Tommy bisa mengatur raut wajahnya dengan sangat sempurna.

Ia terlihat seperti murid bodoh yang baru saja dimarahi habis-habisan oleh gurunya, terlihat pasrah dan nyaris putus asa.

Tidak ada satu pun urat wajahnya yang menunjukkan bahwa ia baru saja memecahkan soal olimpiade tersulit dalam tiga menit.

"Wah, muka lo ditekuk banget," ejek Bagas sambil melempar penghapus kecil ke arah Tommy.

Tuk.

Penghapus itu mengenai dahi Tommy dan jatuh ke lantai.

Tommy hanya diam menatap kosong ke arah mejanya tanpa membalas sedikit pun.

Nadin yang duduk di barisan depan hanya melirik sekilas ke arah keributan itu sebelum kembali fokus pada bukunya.

Gadis pintar itu merasa ada sesuatu yang janggal dengan kejadian hari ini.

Biasanya, jika Pak Darmawan memanggil seorang murid yang bermasalah ke ruangannya, murid itu pasti akan keluar dengan surat peringatan di tangan.

Tetapi Tommy kembali dengan tangan kosong, meskipun wajahnya terlihat seperti orang yang sudah kehilangan harapan hidup.

Kringgg!

Bel masuk berbunyi memotong rasa penasaran Nadin dan obrolan mengejek dari Bagas.

Pelajaran selanjutnya adalah sejarah, dan Tommy mengikuti kelas itu dengan sangat mulus tanpa menarik perhatian.

Waktu berlalu dengan cepat hingga akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring.

Tommy merapikan buku-bukunya ke dalam tas dan segera bergegas keluar dari kelas sebelum Bagas sempat mencegatnya lagi.

Ia berjalan menyusuri trotoar jalanan kota yang cukup ramai di sore hari.

Udara panas khas kota terasa menyengat kulitnya, tetapi pikiran Tommy sedang fokus pada hal lain.

"Sistem," panggil Tommy di dalam hatinya.

Ting!

Sebuah layar biru transparan seketika muncul dan melayang tepat di depan wajahnya.

Layar itu terus mengikutinya berjalan tanpa menghalangi pandangannya terhadap jalan raya di depannya.

[STATUS PENGGUNA]

[Nama: Tommy Nugroho]

[Umur: 17 Tahun]

[IQ Saat Ini: 95 Kategori: Rata-rata Atas]

[Poin Sistem: 15]

Tommy mengerutkan dahinya melihat ada baris baru di bagian bawah statusnya.

"Poin Sistem?" gumam Tommy pelan. "Kapan aku mendapatkan ini?"

Seolah bisa membaca pikiran penggunanya, layar biru itu langsung memunculkan kotak penjelasan baru.

[Poin Sistem diperoleh setiap kali pengguna menyelesaikan misi atau mencapai pencapaian tertentu.]

[Pengguna mendapatkan 10 PS dari misi pertama, dan 5 PS dari misi mendadak.]

[Karena IQ pengguna telah mencapai angka 95, Fitur Toko Sistem kini telah terbuka.]

Mata Tommy berbinar membaca pemberitahuan tersebut.

"Buka Toko Sistem," batin Tommy dengan penuh rasa penasaran.

Layar biru di depannya berubah menampilkan deretan kotak yang menyerupai katalog belanja di toko daring.

Berbagai macam keahlian, buku pengetahuan tingkat dewa, hingga cetak biru teknologi masa depan terpampang di sana.

[Keahlian Retorika Tingkat Menengah - Harga: 50 PS]

[Pengetahuan Kriptografi Dasar - Harga: 30 PS]

[Pil Peningkat Konsentrasi Durasi 2 Jam - Harga: 10 PS]

[Keahlian Analisis Pasar Saham - Harga: 100 PS]

Tommy menelan ludah melihat harga-harga yang tertera di sana.

Lima belas poin sistem yang ia miliki saat ini terasa sangat miskin dibandingkan barang-barang luar biasa yang ada di toko tersebut.

Tetapi hal ini justru membuatnya semakin bersemangat.

Selama ia terus menyelesaikan misi dan meningkatkan IQ-nya, ia bisa membeli keahlian apa pun yang ia butuhkan untuk menguasai dunia dari balik layar.

"Aku harus mencari cara untuk memicu lebih banyak misi," batin Tommy sambil menutup layar sistemnya.

Langkah kakinya mulai berbelok memasuki gang sempit yang menuju ke arah rumah kontrakannya.

Dari kejauhan, Tommy bisa melihat pintu rumahnya terbuka lebar.

Perasaan tidak enak seketika merayap di dadanya.

Prang!

Suara pecahan kaca terdengar sangat nyaring dari dalam rumahnya.

Langkah Tommy seketika terhenti, jantungnya berdebar kencang.

"Ibu!" teriak Tommy sambil berlari sekuat tenaga menuju rumahnya.

Ia menerobos masuk melewati pintu depan dan pemandangan di ruang tamunya langsung membuat darahnya mendidih.

Sebuah gelas pecah berserakan di lantai dekat kaki ibunya yang sedang duduk bersimpuh sambil menangis.

Di hadapan ibunya, berdiri dua orang pria bertubuh besar dengan wajah sangar dan jaket kulit hitam.

Salah satu dari mereka, seorang pria berkumis tebal bernama Bang Jali, sedang mengisap rokoknya dengan angkuh.

"Saya minta waktu seminggu lagi, Bang," isak ibunya sambil menangkupkan kedua tangannya memohon.

"Jahitanku belum semuanya dibayar oleh pelanggan."

Bang Jali membuang asap rokoknya tepat ke arah wajah ibu Tommy.

"Alasan terus dari bulan lalu, Bu Marni," ucap Bang Jali dengan suara serak yang mengancam.

"Utang lima juta itu sekarang bunganya sudah bengkak jadi lima belas juta, kalau tidak bayar sekarang, mesin jahit ini saya bawa!"

Pria bertubuh besar satunya langsung melangkah mendekati mesin jahit tua milik ibunya.

"Jangan, Bang!" teriak Ibu Marni histeris. "Itu satu-satunya alat saya mencari makan, tolong jangan dibawa!"

Ibu Marni berusaha menahan tangan pria besar itu, namun pria itu dengan kasar menghempaskan tangan ibunya hingga wanita paruh baya itu hampir tersungkur.

1
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!