NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Leo melambaikan tangan dengan senyum lebar saat melihat Hazel mendekat. Di sampingnya, sebuah mobil balap Nissan GT-R R35 berwarna hitam metalik dengan modifikasi penuh tampak berkilau di bawah sorotan lampu arena.

"Aku pikir kamu nggak bakal datang," kekeh Leo, matanya menatap Hazel dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan nada kagum. "Penampilanmu malam ini gila sih, Hazel."

"Aku selalu menepati janjiku," balas Hazel santai seraya menyunggingkan senyum tipis. Matanya melirik ke arah R35 milik Leo. "Mesin VR38DETT twin-turbo, transmisi dual-clutch, kan? Pilihan bagus."

Leo terkerek bangga. "Mau coba bawa? Ronde pertama lawan anak-anak dari klub sebelah. Trek lima kilometer lurus sampai batas persimpangan."

Hazel menaikkan sebelah alisnya. Tanpa ragu, ia meraih kunci mobil yang disodorkan Leo. "Jangan menyesal kalau aku yang ambil pialanya."

Hazel melangkah menuju pintu pengemudi, melepas jaket kulitnya dan melemparkannya ke kursi belakang, menyisakan crop top hitam dan celana jeans minimnya. Sorak-sorai penonton makin riuh saat melihat seorang gadis yang memegang kemudi mobil balap utama malam itu.

Di garis start, sebuah Mazda RX-7 merah sudah memanaskan mesin di sampingnya. Seseorang berdiri di tengah trek mengangkat bendera kotak-kotak hitam-putih.

3... 2... 1... GO!

Bendera dikibarkan. Hazel menginjak pedal gas dalam-dalam. Raungan mesin R35 bergema keras membelah malam. Ban mobil mencengkeram aspal, melontarkan kendaraan itu ke depan dengan kecepatan tinggi. Dalam hitungan detik, Hazel sudah berpindah ke gigi empat, memanfaatkan handling sempurna R35 untuk memotong jalur RX-7 di belokan tajam pertama.

Garis finish makin dekat. Hazel menekan tombol akselerasi N2O, melesatkan mobilnya melintasi garis batas dengan selisih dua panjang mobil dari lawannya. Hazel menang mutlak.

Sorak-sorai Maya dan Kirana pecah di pinggir trek. Hazel keluar dari mobil dengan senyum puas dan napas yang sedikit terengah. Leo tertawa lebar seraya menepuk bahu Hazel bangga.

Namun, kepuasan itu hanya bertahan beberapa detik.

TUT... TUT... TUT...

Suara sirine polisi mendadak menggelegar dari berbagai sudut persimpangan. Lampu rotator merah dan biru membelah kegelapan. Puluhan mobil patroli dan truk polisi mengepung seluruh area arena balap liar dari segala arah.

"Razia! Ada razia!" teriakan panik pecah di seluruh lokasi.

Ratusan orang berhamburan lari. Kirana dan Maya panik luar biasa seraya menarik tangan Hazel, tetapi kepungan petugas sudah terlalu rapat. Dalam hitungan menit, Hazel, Leo, Maya, Kirana, dan belasan pembalap lainnya berhasil diamankan dan diangkut menggunakan mobil patroli menuju kantor polisi sektor kota.

Suasana di kantor polisi begitu riuh dan penuh sesak. Aroma kopi dan kertas menumpuk beradu dengan suara derap langkah petugas yang lalu lalang. Hazel, Maya, Kirana, dan Leo duduk berderet di atas bangku kayu panjang di area pemeriksaan.

seorang petugas polisi paruh baya mengebrak meja kerja dengan berkas-berkas razia.

"Kalian ini masih status pelajar, malam-malam malah keluyuran dan ikut balap liar!" bentak polisi itu tegas. "Sesuai prosedur, kami tidak akan melepas kalian sebelum wali atau orang tua kalian datang langsung ke sini untuk menjemput dan menandatangani surat pernyataan!"

Maya sudah menangis sesenggukan karena takut dimarahi orang tuanya, sementara Kirana gigit jari menatap lantai.

Hazel meneguk ludahnya kasar. Tenggorokannya mendadak terasa amat kering. Sebelah tangannya meremas celana jeans minimnya dengan cemas. Ia tahu betul siapa yang harus ia hubungi dan ia tahu betul konsekuensinya. Arlend. Raja Mafia yang teramat posesif itu pasti akan murka besar jika tahu gadis yang dilindungi setengah mati ini justru ditangkap polisi di arena balap liar dengan pakaian minim.

Dengan jemari yang sedikit gemetar, Hazel mengambil ponsel dari saku celananya dan mengetik nomor pribadi Arlend.

Telepon diangkat pada deringan kedua.

"Hazel? Kenapa belum tidur?" suara berat Arlend mengalun dari seberang telepon. Di latar belakang, terdengar suara gesekan kertas dan ketikan keyboard pria itu masih berada di ruang kerjanya di markas.

Hazel menggigit bibir bawahnya, suaranya terdengar ragu dan sangat canggung. "Kak... Sagara..."

Arlend menghentikan gerakan penanya. "Iya, Hazel? Ada apa? Suaramu terdengar aneh. Kamu di mana?"

"Anu... Kak..." Hazel menarik napas panjang, menahan rasa gugup yang membakar dadanya. "Mungkin... Kakak harus ke kantor polisi sekarang..."

Hening sejenak di ujung telepon. Arlend benar-benar tidak mengerti maksud kalimat tersebut. "Kantor polisi? Maksudmu apa, Hazel? Ada yang mencoba menyerangmu? Siapa yang berani—"

"Bukan! Bukan begitu!" potong Hazel buru-buru sebelum Arlend mengirim pasukan bersenjata ke lokasi. "Pokoknya... aku nanti kirim lokasinya via pesan. Kakak datang sendirian saja ya... please..."

Hazel langsung memutus panggilan telepon dan mengirimkan koordinat lokasi kantor polisi tersebut, lalu memeluk lututnya di atas kursi dengan wajah pucat.

Tidak sampai lima belas menit kemudian, suasana riuh di kantor polisi mendadak senyap total.

Pintu kaca depan terbuka lebar. Hawa dingin yang menekan mendadak memenuhi ruangan. Sosok Arlend Kyren Victor melangkah masuk dengan balutan kemeja hitam yang digulung hingga siku, dipadukan dengan celana kain formal. Aura dominasi dan ketajaman matanya membuat beberapa petugas yang sedang lalu lalang otomatis menghentikan langkah dan menahan napas.

Gideon berjalan satu langkah di belakangnya dengan raut wajah setajam es.

Langkah sepatu kulit Arlend beradu konstan dengan lantai ceramic. Matanya menyapu seluruh ruangan hingga akhirnya menangkap sosok Hazel yang duduk meringkuk di bangku kayu.

Pandangan Arlend membeku. Matanya menyapu penampilan Hazel dari crop top hitam yang memamerkan leher dan perutnya, celana jeans minim yang memperlihatkan paha mulusnya, hingga riasan tipis di wajahnya. Kilatan amarah yang teramat dingin dan pekat berkilat di dalam iris mata sang Raja Mafia.

Arlend melangkah mendekati meja petugas. Polisi paruh baya yang tadi membentak-bentak mendadak gemetar hebat. Ia mengenali betul siapa pria bertubuh tegap di hadapannya ini—pria penguasa jaringan bisnis terbesar sekaligus sosok paling berbahaya di dunia gelap.

"T-Tuan... Tuan Victor..." cicit polisi itu dengan suara terbata-bata dan peluh dingin menetes di dahi.

"Ada apa ini?" tanya Arlend. Suaranya begitu rendah, tenang, namun sarat akan ancaman terselubung yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut. "Kenapa dia ada di sini?"

"K-kami... kami melakukan razia balap liar di jalur bypass malam ini, Tuan," terang polisi itu dengan tubuh membungkuk ketakutan. "Nona Hazel... tertangkap di lokasi bersama rombongan pembalap lainnya... kami hanya menjalankan prosedur penjemputan wali..."

Arlend tidak menjawab. Pria itu perlahan memalingkan wajahnya, mengalihkan pandangan tajamnya tepat ke arah Hazel yang duduk beberapa meter di sampingnya.

Hazel yang merasa ditatap langsung memalingkan wajahnya ke arah dinding kosong. Gadis itu berpura-pura tidak melihat Arlend, merapatkan kedua tangannya di pangkuan seraya menggigit bibir rapat-rapat, mencoba menghindari intimidasi mutlak dari pria yang kini berdiri menatapnya tanpa kedipan.

1
merry
🤣🤣🤣🤣cemburuuan bos mu gidion
falea sezi
g suka karakter nya sok alias licik🤣 bunglon
falea sezi
😒 rugi gue nangisin elu zel 😒
falea sezi
q malah berharap hazel di Selamat kan orang trs di bawa pergi jauh 🤣 trs ketemu beberapa tahun kemudian hazel ilang ingatan😕
falea sezi
😓part hazel nangis q😕
falea sezi
nunggu qm nyesel😒
merry
jdiin pelayan ajj si zel trs viral kn mrkk biar kmu gk dicap ank haram trs sm mrkj
merry
bgs hazel bgs jujur dan terbuka,, dr pd bhong kn yg ada repot,,, lgian Sagara psti dukung kmu untuk bls perbuatan y Helena dan cat cat ap lg Bpk y lon selingkuh dgn Helena gmpng x hancurin y biar mmmy Leon gk di selingkuh trss
Mundri Astuti
nah gitu jujur aja hazel ..
Mundri Astuti
omelin aja si hazel ..arlend🤭
merry
knp gk. jdiin babu ajj hazel tu mrk berdua,, kn Helena dh bunuh mmu dan jebak papamu ,,di saat papa mu msh tunangannya dr mmu,, biar cat muka mata y berapa licik y mmy itu
merry
hazel menurut mu jgn pura pura polos dan lugu dech asli y kn ngk 🤭🤭🤭bgs jdi cwe manja biar di manja sm mafia dan nikmatin falistas mewah ya,, sambil ngehukum ibu Tri dan saudara trimu,,,
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!