NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Perhatian Para Tetua

Debu di atas Arena Bintang telah sepenuhnya luruh, namun badai yang ditinggalkan oleh satu pukulan Lin Chen baru saja dimulai.

Saat pemuda berjubah abu-abu itu melangkah turun dari arena obsidian yang retak, ribuan murid yang memadati tribun secara otomatis menyingkir, membelah jalan layaknya lautan yang terbelah oleh pedang raksasa. Tidak ada satu pun tatapan meremehkan yang tersisa. Wajah-wajah yang sebelumnya mencibir kini dipenuhi oleh teror dan rasa hormat yang lahir dari ketakutan mutlak.

Anggota Fraksi Harimau Ungu bergegas naik ke arena dengan tangan gemetar untuk memungut tubuh Liu Zhan yang telah hancur. Mantan penguasa pelataran inti di puncak Tingkat 9 itu kini tidak lebih dari sekadar tumpukan daging tanpa Dantian, menatap kosong ke langit dengan sisa-sisa kewarasan yang telah hancur.

Lin Chen berjalan melewati kerumunan tanpa menoleh sedikit pun. Langkahnya terhenti ketika ia mencapai ujung pelataran, di mana sesosok gadis berjubah putih telah menunggunya di bawah bayangan pilar batu giok.

Su Qingyue berdiri di sana, memancarkan aura sedingin es yang menetralisir hawa panas dari arena. Namun, saat mata jernihnya menatap Lin Chen, lapisan es itu sedikit mencair.

"Kau benar-benar menghancurkan fondasinya," ucap Qingyue. Suaranya pelan, sejuk seperti air pegunungan. "Mulai hari ini, tidak akan ada hari yang tenang untukmu di akademi ini. Fraksi Harimau Ungu hanyalah pion dari kekuatan yang lebih besar di pelataran warisan."

"Dunia kultivasi tidak pernah menjanjikan ketenangan, Qingyue," jawab Lin Chen dengan senyum tipis. Ia menepuk debu dari lengannya yang masih sedikit berdenyut akibat menahan kompresi energi dari Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba. "Jika ada yang berani menghalangi jalan, kita hanya perlu menyingkirkannya. Bukankah begitu?"

Qingyue terdiam sejenak, lalu memalingkan wajahnya. "Kesombonganmu akan membunuhmu suatu hari nanti. Tapi... pukulan tadi tidak buruk."

Meskipun gadis itu segera berbalik dan berjalan mendahuluinya, Lin Chen bisa melihat telinga Qingyue yang sedikit memerah. Sebuah pemandangan yang menghapus seluruh rasa lelah di tubuhnya. Ia pun melangkah maju, berjalan bersisian dengan sang dewi es membelah pelataran akademi.

Jauh di atas pelataran inti, di sebuah paviliun melayang yang tersembunyi di balik lautan awan spiritual, dua sosok tua sedang duduk bersila menghadapi sebuah papan catur yang terbuat dari batu bintang.

Salah satu dari mereka adalah Tetua Penjaga Pagoda yang buta. Sementara yang duduk di hadapannya adalah pria berambut perak panjang dengan aura yang begitu dalam hingga seolah menyatu dengan kehampaan alam semesta ia adalah Kepala Pelataran Inti Akademi Bintang Tujuh, Tetua Wu.

Di atas papan catur mereka, sebuah cermin air baru saja memudar, menghilangkan proyeksi pertarungan Lin Chen dan Liu Zhan.

"Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba..." Tetua Wu meletakkan bidak catur putihnya perlahan. "Sudah ratusan tahun sejak ada murid yang berani mengambil lempengan giok kutukan itu. Dan pemuda itu bukan hanya tidak meledak lengannya, tetapi berhasil memusatkan ledakannya dengan sempurna. Fisik macam apa yang dimilikinya?"

Tetua buta itu tersenyum tipis. "Garis keturunannya tersembunyi di balik kabut, namun tulang dan meridiannya telah ditempa oleh sesuatu yang sangat purba dan buas. Kekuatan fisiknya setara dengan artefak tingkat bumi."

"Menarik," gumam Tetua Wu, matanya menyipit penuh perhitungan. "Bakat seperti itu adalah pedang bermata dua. Ia bisa menjadi pilar masa depan Akademi Bintang Tujuh, atau justru menjadi iblis penghancur yang membawa bencana. Biarkan dia tumbuh. Kita lihat seberapa jauh harimau liar ini bisa mendaki sebelum sayapnya dipatahkan oleh hukum dunia."

Malam harinya, di dalam ruang rahasia asrama elitnya, Lin Chen sedang duduk bersila menyerap energi dari batu spiritual tingkat menengah. Kemenangannya siang tadi tidak membuatnya berpuas diri. Sebaliknya, ia menyadari satu kelemahan fatal.

Di dalam Dantian-nya, roh kuno Tua Hitam memberikan analisis yang tajam dan tanpa ampun.

"Jangan besar kepala hanya karena kau mengalahkan serangga di tingkat Pengumpulan Qi, Bocah," tegur Tua Hitam. Nada suaranya berat dan serius. "Tinjumu memang memiliki daya hancur yang kuat, tetapi itu adalah serangan garis lurus. Jika lawanmu memiliki teknik pergerakan ruang atau ilusi bayangan tingkat tinggi, tinjumu hanya akan menghantam udara kosong. Begitu kau meleset, lenganmu akan mengalami jeda pemulihan selama beberapa detik. Di dunia kultivasi sejati, jeda satu detik sudah cukup untuk memisahkan kepalamu dari lehermu."

Lin Chen membuka matanya. Ia tidak membantah karena apa yang dikatakan Tua Hitam adalah kebenaran. "Lalu, apa yang harus kulakukan? Aku membutuhkan teknik pergerakan yang setara dengan kekuatan fisikku."

"Teknik pergerakan yang cocok dengan tubuh seberat gajah purba sangatlah langka," jawab Tua Hitam. "Kau tidak bisa menggunakan teknik elemen angin seperti kultivator biasa. Kau membutuhkan teknik yang memanfaatkan distorsi gravitasi."

Sebelum Lin Chen sempat menanyakan di mana ia bisa menemukan teknik semacam itu, sebuah suara lonceng yang sangat panjang dan berat bergema menembus langit malam Akademi Bintang Tujuh.

TENG... TENG... TENG...

Suara itu bergema sebanyak sembilan kali. Di seluruh penjuru pelataran inti, para murid yang sedang berkultivasi seketika membuka mata mereka dengan tatapan penuh antusiasme bercampur ketakutan.

Lonceng Sembilan Nada. Itu adalah tanda panggilan darurat dari Balai Misi Tertinggi akademi.

Tua Hitam tertawa serak di dalam Dantian Lin Chen. "Kesempatanmu telah tiba, Bocah. Lonceng itu menandakan terbukanya sebuah Alam Rahasia kuno. Bersiaplah, karena panggung penderitaanmu yang selanjutnya akan segera dimulai."

Lin Chen berdiri dari tempat duduknya, menatap ke arah luar jendela asrama di mana pilar-pilar cahaya mulai bermunculan di langit malam. Di tempat yang penuh dengan bahaya tak terduga dan makhluk purba, ia akan menemukan fondasi baru untuk langkahnya menuju puncak.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!