NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 — Kebangkitan Sang Naga

Panas di kamar Lan Liqing tidak juga mereda.

Berjam-jam telah berlalu sejak Su Yang menelan Bunga Yang Murni. Tubuhnya masih memancarkan cahaya kemerahan, sementara gelombang energi yang dilepaskannya membuat formasi pelindung ruangan bergetar.

Lan Liqing duduk tidak jauh darinya. Sebagai tetua Aula Pengobatan, ia telah menangani banyak pasien dengan kondisi mengerikan. Namun, kali ini ia tidak berani bertindak sembarangan.

Setiap kali ia mencoba mendekat, energi panas itu menolaknya.

“Dasar keras kepala,” gumamnya. “Kau bahkan tidak memberitahuku bagaimana harus menolongmu.”

Su Yang tidak menjawab.

Di dalam tubuhnya, Kitab Pemurnian Tubuh Surgawi bekerja tanpa henti. Energi Bunga Yang Murni yang seharusnya menghancurkan meridian justru ditarik ke dalam jalur-jalur kultivasi, ditempa, lalu diserap sedikit demi sedikit.

Rasa sakitnya tidak ringan. Namun, Su Yang pernah melewati cobaan yang jauh lebih buruk dalam kehidupan sebelumnya. Ia tahu bahwa kehilangan konsentrasi sesaat saja dapat membuat seluruh proses gagal.

Tiba-tiba, gelombang energi yang jauh lebih kuat menyapu ruangan.

Lan Liqing tersentak berdiri.

Tekanan itu berbeda dari energi kultivator biasa. Untuk sesaat, ia merasa seolah sedang berdiri di hadapan makhluk purba yang baru terbangun dari tidur panjang.

Lalu, panas mulai surut.

Warna kulit Su Yang kembali normal. Rambutnya tumbuh kembali, dan aura yang menyelubungi tubuhnya berubah semakin padat. Ketika ia membuka mata, kilatan keemasan melintas di dalamnya sebelum menghilang.

“Su Yang?” panggil Lan Liqing hati-hati.

Pemuda itu mengembuskan napas panjang.

“Aku baik-baik saja.”

Lan Liqing ingin memarahinya. Ia ingin menuntut penjelasan tentang energi mengerikan yang baru saja disaksikannya. Namun, kelegaan membuat semua pertanyaan itu tertahan.

“Kau hampir membuatku mati ketakutan.”

“Terima kasih sudah menjagaku.”

Su Yang mengambil jubah pengganti yang telah disiapkan Lan Liqing. Setelah mengenakannya, ia menghampiri sang tetua dan menjelaskan bahwa tahap paling berbahaya telah berlalu. Kini mereka perlu menyeimbangkan energi Yang yang telah diperkuat oleh bunga tersebut.

Lan Liqing mengangguk. Keraguan masih terlihat di matanya, tetapi ia tidak menarik kembali keputusan yang telah dibuatnya.

“Kalau begitu, kita mulai.”

Sebelum melanjutkan, Su Yang menatapnya dengan sungguh-sungguh.

“Kau masih boleh berubah pikiran.”

“Aku sudah memutuskan,” jawab Lan Liqing. “Dan ketika hanya ada kita berdua, panggil aku dengan namaku.”

Senyum Su Yang melembut.

“Baik, Liqing.”

Mereka memulai Kultivasi Ganda di balik pintu yang tertutup rapat. Di dalam formasi pelindung ruangan, energi Yin dan Yang saling menyambut, lalu berputar mengikuti arahan Su Yang.

Bagi Lan Liqing, metode itu sama sekali berbeda dari teknik yang selama ini dipelajarinya. Ia semula kesulitan mempertahankan konsentrasi, tetapi Su Yang membimbingnya dengan sabar hingga aliran energi mereka mencapai keseimbangan.

Waktu berlalu tanpa terasa.

Ketika keduanya akhirnya duduk bersila untuk menyerap hasil kultivasi, Lan Liqing terkejut menemukan cadangan energi Yang yang luar biasa murni di dalam tubuhnya.

Ini bukan energi yang seharusnya dimiliki kultivator Alam Roh Dasar.

Ia memeriksanya sekali lagi untuk memastikan. Hasilnya tetap sama.

Bukan hanya cukup untuk menembus Lapisan Keempat—energi tersebut bahkan membuka kemungkinan mencapai Lapisan Kelima Alam Roh Sejati.

Lan Liqing menoleh kepada Su Yang, yang masih memejamkan mata.

“Siapa sebenarnya dirimu?”

Pertanyaan itu hanya dijawab oleh keheningan.

Sementara Lan Liqing mengolah energi yang diterimanya, kultivasi Su Yang terus meningkat. Bunga Yang Murni telah membawanya dari Alam Roh Dasar Lapisan Keenam hingga Alam Roh Mendalam Lapisan Ketiga. Setelah pertukaran energi dengan Lan Liqing, ia kembali melesat sampai Lapisan Keenam.

Tubuhnya pun telah memasuki tahap akhir pemurnian tubuh Alam Roh Mendalam.

Kemajuan yang bagi kultivator biasa membutuhkan waktu bertahun-tahun itu diraihnya hanya dalam beberapa hari.

Namun, Su Yang tidak membiarkan kegembiraan mengganggu konsentrasinya. Ia memeriksa setiap meridian, memastikan fondasinya tidak goyah akibat terobosan beruntun.

Ketika Lan Liqing lebih dahulu menyelesaikan kultivasinya, ia mendapati Su Yang masih duduk tenang. Aura pemuda itu telah berubah drastis.

Ia teringat ucapannya tentang mencapai Alam Roh Sejati dalam sebulan.

Sebelumnya, ia menganggapnya kesombongan. Sekarang, untuk pertama kalinya, ia mulai bertanya-tanya apakah batas waktu tersebut justru terlalu panjang.

Tiga hari berlalu sejak pintu kamar ditutup.

Di lantai bawah Aula Pengobatan, Yu Yan dan murid-murid lainnya semakin gelisah.

“Guru bilang dua hari,” ujar salah seorang murid. “Mengapa belum ada kabar?”

“Jangan-jangan keadaan Su Yang memburuk.”

“Kita sudah berjanji tidak mengganggu mereka.”

Hanya Xiao yang terlihat semakin jengkel mendengar pembicaraan itu.

“Sejak kapan seluruh Aula Pengobatan hanya membicarakan satu orang?” keluhnya. “Su Yang ini, Su Yang itu! Kalian bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di atas!”

Tidak seorang pun memiliki jawaban. Xiao akhirnya meninggalkan aula untuk menenangkan diri.

Tidak lama kemudian, suara langkah terdengar dari tangga.

“Kenapa kalian terlihat begitu murung?”

Semua kepala serentak menoleh.

Su Yang berdiri di sana dengan jubah rapi dan senyum segar. Tidak ada tanda bahwa ia baru saja melewati keadaan berbahaya. Sebaliknya, aura yang dipancarkannya terasa jauh lebih kuat.

“Su Yang!”

Yu Yan hampir berlari menghampirinya.

“Kau sudah sembuh?”

“Berkat perawatan Tetua Lan.”

“Syukurlah!”

Su Yang berterima kasih atas bantuan mereka menjaga aula. Ia juga menjanjikan satu perawatan gratis pada kunjungan berikutnya sebagai balas budi.

Wajah para murid langsung cerah.

“Benarkah?”

“Tentu.”

Sebelum pergi, ia menyampaikan bahwa Lan Liqing perlu beristirahat beberapa hari lagi dan tidak ingin diganggu.

Mereka mengangguk penuh pengertian.

Su Yang meninggalkan Aula Pengobatan dengan langkah ringan. Namun, di balik ketenangannya, ia telah memikirkan persoalan baru.

Kenaikan kultivasinya terlalu cepat.

Jika sekte mengetahui seorang murid pelataran luar melompat dari Alam Roh Dasar menuju pertengahan Alam Roh Mendalam dalam hitungan hari, pertanyaan akan segera berdatangan. Ia membutuhkan alasan yang dapat diterima sebelum rahasianya menarik perhatian yang tidak diinginkan.

Karena itulah, ia menuju Aula Misi.

Ratusan gulungan tugas memenuhi dinding bangunan tersebut. Ada misi pengumpulan tanaman obat, pengawalan, hingga perburuan binatang buas.

Su Yang mengambil satu gulungan dari bagian perburuan dan membawanya ke meja pencatatan.

Tetua yang bertugas membacanya, lalu mengangkat kepala.

“Lembah Petir? Kau hendak memburu Kucing Petir?”

“Benar.”

“Binatang-binatang itu biasanya berada di Alam Roh Dasar Lapisan Kedelapan atau Kesembilan. Kecepatan mereka bahkan bisa menyulitkan murid pelataran dalam. Apa tingkat kultivasimu?”

“Alam Roh Mendalam Lapisan Pertama.”

Sang tetua menatap jubah murid pelataran luar yang dikenakannya.

“Kalau sudah mencapai alam itu, mengapa kau belum mengikuti ujian pelataran dalam?”

“Aku baru menerobos. Aku ingin memantapkan fondasi melalui misi ini sebelum mengikuti ujian.”

Penjelasan itu terdengar masuk akal. Setelah memberikan beberapa peringatan mengenai bahaya Lembah Petir, sang tetua mencatat namanya.

“Su Yang, ya? Baiklah. Jangan memaksakan diri.”

Su Yang menerima gulungan yang telah disahkan dan meninggalkan aula.

Ia tidak mengetahui bahwa laporan tentang dirinya telah lebih dahulu membuat beberapa tetua kebingungan.

Dan seseorang di Paviliun Mutiara Putih mulai menyadari bahwa Bunga Yang Murni yang dijualnya mungkin telah jatuh ke tangan orang yang sama sekali tidak biasa.

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!