NovelToon NovelToon
Gadis Dalam Lukisan

Gadis Dalam Lukisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda / Romansa
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Alethea adalah seorang kurator museum yang bekerja di museum national gallery art di Washington. Dia sudah dua tahun ditingga! suaminya yang meninggal akibat kecelakaan ski. Suatu hari, dia mendapatkan kiriman lukisan wajahnya. Pengirimnya tertanda dari kota kecil di Irlandia. Alethea diutus oleh bossnya untuk mencari pelukisnya. Tidak mudah untuk mencari hingga dia tiba di desa kecil bernama Cedliff. Di sebuah hotel desa dia bertemu dengan Satoru Shinoda yang terkejut melihatnya. Tanpa Alethea tahu, Satoru adalah pelukisnya. Satu pertanyaan. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi bagaimana Satoru bisa melukis wajah Alethea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

It's The Truth!

Keesokan paginya, Satoru mengajak pergi Alethea berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan desa Cedliff. Satoru sudah memutuskan untuk memberitahukan kepada Alethea apa yang sebenarnya terjadi.

Semalam dia menghubungi Alaska Al Jordan Shinoda, ibunya, untuk meminta pendapat. Ternyata kedua orang tuanya ada karena Akito Shinoda, ayahnya, tidak berada di rumah sakit.

"Kamu mau sampai kapan menjadi seorang pengecut?" ucap Akito dengan wajah dingin.

"Otousan ...." Satoru menatap wajah ayahnya.

"Satoru, Otousan tidak pernah mengajarkan kamu menjadi seorang pengecut! Keluarga Shinoda dan Al Jordan bukanlah orang-orang pengecut! Jika memang kamu melukis wajah Alethea karena mendapatkan inspirasi, katakan padanya! Ingat, katakan yang sejujurnya meskipun itu pahit!" potong Akito sementara Alaska memberikan kesempatan pada suaminya untuk menegur putra tunggal mereka.

"Tapi aku takut Alethea merasa tidak nyaman ...." Satoru menunduk.

"Apa kamu jatuh cinta padanya?" tanya Alaska.

"Sejak aku melukis wajahnya ... aku sudah jatuh cinta. Hanya saja, aku tidak menduga jika dia benar-benar ada!" jawab Satoru.

Akito memegang pelipisnya. "Aku tidak paham soal romantisme para seniman tapi apakah kamu yakin?" tanyanya ke putra tunggalnya.

Satoru mengangguk. "Tapi Alethea janda."

"Suaminya kemana?" tanya Akito yang belum mendapatkan cerita.

"Suaminya meninggal dua tahun lalu kecelakaan ski di Swiss," jawab Satoru.

"Jadi kamu jatuh cinta pada janda?" tanya Akito.

Satoru hanya diam. Dia tahu, ayahnya kalem tapi juga keras. Khas pria Jepang yang sangat disiplin meskipun bucin ke ibunya.

"Apa kamu keberatan? Alethea bukan istri orang dan dia juga tidak ada anak. Setidaknya itu lebih baik daripada Satoru suka dengan istri orang," ucap Alaska kalem.

"Itu benar tapi Satoru masih jejaka. Serius?" Akito menatap Alaska.

"Anata, memangnya kenapa? Tante Gemintang janda, menikah dengan Oom Raj yang masih perjaka. Oom Devan duda dapat Tante Thalia. Dulu Opa Ryu juga menikah dengan Oma Giselle yang janda. Jangan terlalu underestimate. Toh belum tentu Alethea mau sama Satoru," ucap Alaska membuat Satoru melengos.

"Mom, sungguh diluar prediksi BMKG. Kukira Mom bakalan belain aku ternyata malah jatuhkan anaknya," keluh Satoru.

Akito menggelengkan kepalanya. "Satoru, kamu harus jujur pada Alethea. Apa kamu tidak kasihan melihat dia kelimpungan cari siapa pelukisnya padahal orangnya yang bersamanya? Kalau kamu tidak mau bicara jujur, Otousan bakalan malu punya anak seperti kamu!"

Satoru pun memilih mengangguk. "Baik Otousan."

"Hei! Kok melamun?"

Satoru menoleh ke arah Alethea yang pagi ini memakai kaus turtle neck hitam, jaket dari Burberry, celana khaki dengan brand yang sama dan sepatu Doctor Marten. Gayanya benar-benar santai bahkan mirip anak kuliahan.

"Sorry. Lihat pemandangan yang indah. Kebetulan kan hari ini cerah kan?" senyum Satoru.

Alethea mengangguk membenarkan. "Yuk jalan-jalan. Aku senang hari ini tidak hujan atau pun salju."

Satoru mengangguk. "Yuk."

Keduanya pun berjalan berdampingan. Alethea tampak antusias saat melihat banyak binatang yang muncul di musim dingin.

Begini kira-kira visualnya

"Disini tidak boleh membunuh binatang yang tinggal karena kita hidup saling berdampingan. Penduduk desa sini sangat menghormati flora dan fauna. Bahkan mereka membangun beberapa tempat tinggal untuk binatang di musim dingin. Contohnya itu." Satoru menunjuk ke banyak rumah kayu kecil-kecil seukuran kandang anjing.

"Apakah ada yang pakai?" tanya Alethea.

"Ada kelinci, kucing hutan dan beberapa anjing liar. Tahun lalu ada rubah merah memakai kandang itu. Bisa dibilang warga sini bersama dengan pemerintah, berusaha menjaga agar binatang-binatang itu tidak langka," jawab Satoru.

Alethea mengangguk. "Aku sangat suka jika manusia bisa hidup berdampingan dengan flora fauna karena kita tidak hanya tinggal di sini. Flora dan fauna juga punya hak hidup dan tinggal."

"Touché," senyum Satoru.

Mereka tiba di sebuah padang rumput yang ada kursi dan meja dari kayu. Penduduk desa membuat beberapa meja untuk piknik di musim panas.

"Aku senang di sini. Tak heran jika kamu suka kembali kemari, Satoru," senyum Alethea.

"Kan aku sudah bilang." Satoru menatap sekelilingnya. "Di sini tenang dan membuat mood kamu bagus."

Alethea mengangguk. "Andaikan aku punya bakat melukis ya."

Satoru menaikkan sebelah alisnya. "Melukis?"

"Hu um. Entah kenapa aku membawa buku sketsa." Alethea membuka tasnya. "Nih. Kenapa aku bawa coba?"

Satoru mengulurkan tangannya. "Coba aku lukis."

"Eh?" Alethea menatap Satoru. "Serius?"

Satoru mengangguk. "Kamu bisa menilai nanti." Dia lalu mengambil pensil yang ada di dalam buku sketsa itu. Tangannya lalu mulai membuat sketsa.

"Sepertinya, aku menyerah deh soal mencari si pelukis," ucap Alethea tiba-tiba.

"Kenapa?" tanya Satoru sambil terus menggambar.

"Karena aku yakin, pelukis itu tidak mau ketahuan dan tidak mau jujur ketemu denganku dimana," jawab Alethea.

"Bagaimana jika dia mau jujur tapi takut dengan reaksi mu?" balas Satoru.

"Setidaknya dia mau jujur daripada aku harus kucing-kucingan seperti ini." Alethea melihat sepasang rubah merah berlarian masuk ke dalam hutan yang rimbun.

Satoru hanya diam saja. Tangannya tetap bergerak dengan lincah. Hingga akhirnya dia menyelesaikan sketsanya. "Ini."

Alethea menerima buku sketsa itu dan melihat hasilnya. Dia melihat hasil gambar Satoru.

Entah mengapa, Alethea seperti merasa pernah melihat garis-garis sketsa Satoru. Raut wajahnya mulai berubah dan mata birunya menatap Satoru dengan tatapan nanar.

"Kamu ...." bisiknya.

"Aku? Aku kenapa?" tanya Satoru.

Alethea hanya bisa tertawa kecil dan merasa dibodohi. "Kamu pelukisnya kan?"

Satoru hanya diam sebelum akhirnya bersuara. "Bagaimana kamu tahu?"

"Ini! Garis ini! Semua sama dengan lukisan wajah aku! Satoru, aku seorang kurator yang hapal garis karya seni terutama lukisan. Dan aku sangat hapal dengan garis lukisan wajahku! Sekarang katakan padaku, bagaimana kamu bisa melukis wajahku dengan presisi? Oh, bunga daisy ini juga clue-nya!" Alethea menatap marah ke Satoru.

"Aku ... Ya benar! Aku adalah pelukisnya! Aku melukis kamu empat tahun lalu! Di sini! Dan aku meninggalkan di hotel Susan karena aku tahu itu akan menghantui aku!" jawab Satoru dengan rasa frustasi.

"Itu tidak menjawab pertanyaan aku. Kamu dan aku belum pernah bertemu tapi bagaimana bisa?" balas Alethea emosi.

"Karena aku melihat kamu dalam mimpiku! Kamu berjalan di taman yang penuh dengan bunga daisy mengenakan gaun itu! Dan mimpi itu seperti nyata hingga aku menuangkannya ke atas canvas! Aku tidak pernah tahu kamu nyata atau tidak. Dan saat kita bertemu ... Aku seperti melihat hantu! Padahal aku yakin aku bukan indigo!" Satoru berdiri dari duduknya dan dia tampak gelisah.

Alethea terdiam. "Kamu memimpikan aku? Apakah kamu tidak bisa memberikan jawaban yang masuk akal?"

"Because it's the truth! Itu kenyataannya, Thea! Aku tidak bisa memberikan jawaban lain!"

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣 Gemesin banget sih kalian berdua
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣 yakin Nina kram itu pipi karena ketawa terus gara gara satoru🤣🤣🤣🤦🤦,tapi y MW gimana lagi mang seperti itulah Satoru,,dan y bener Thea kamu yg pertama buat Satoru dan semoga kalian jodoh aamiin 🤲
amilia amel
gapapa.... sekali-kali nepo memang diperlukan
D_wiwied
nepo dikit gpp lah wong kamunya udah cantik spektakuler gini.. pdhl biasanya seniman tu rata2 romantis lho koq yg ini oraaa,,, gpp wong masih dalam tahap belajar romantis ya Toru kencan berjalan lancar aja udah bagus bgt itu 🤭😆
Sayem Sayem
yakin tu Toru dah mentok cinta ny sama gadis dlm lukisan ny...jika ia d tunggu rostingan ala pria Pratomo
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maaf Satoru y Thea tapi yakin , Toru pria baik kok cuma y gen Pratomo ny masih ada JD y begitu 🤣🤣🤣
Kaylaa
lha wes piye....emang modelnya gitu...gak suka basa basi....🤭
D_wiwied
setidaknya hargai kejujuran Satoru, The.. itu udah ajakan paling romantis menurut dia 🤭
ayo kita ke pojokan Nin, kita ketawa bareng 🤣🤣🤣🤣
Sayem Sayem
mb hana visual e makin imut walau mode anime tp lucu bikin gemes🥰🥰
Sayem Sayem
TTS d mulai y toru..
Marsiyah Minardi
Maafkan aku ya Thea ,aku pun ikut ketawa sama kaya Nina
Duh moga kalian akan terus bersama hingga menua hingga ujung usia
Teuing Saha🙃
Berhenti ngakak kamu, Nina🤣🤣🤣 takutnya ngompol 🤭
amilia amel
Thea belum tau kalo "unromantic" adalah nama tengah para lelaki Pratomo 🤭🤭🤭
Nuraisah Aisah
sangat sangat luar biasa, tidak perlu diragukan lagi kalo karyanya Mbak Hana memang the best, tetap semangat dalam membuat karya-karya yang luar biasa kapanpun akan selalu ditunggu
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣 biasanya kalo seniman romantis y Thea tapi maaf Satoru masih keturunan Pratomo kok JD y g2, ngajak nikah kaya orang ngajak beli cilok 😁😁😁,tapi nti pas udah nikah pasti romantis kok🤭
Elsa Fanie
nah bener kan blm ketemu j pusing apalagi kalo udah ketemu smw 🤣🤣🤣🤣,
Elsa Fanie
Masyaa Allah cantik ny anak pak Ben dan Bu Joy,,,g sabar y Thea pengen ketemu m yg lain tapi nti kalo udah ketemu jgn pening y 😁😁😁
D_wiwied
jujur aja ya The, cowok2 di klan Pratomo tu hampir semua ga ada yg romantis.. nglamar anak gadis orang ky ngjakain beli bakso 🤭😆😆
Teuing Saha🙃
Tarik terus sampai copot tu kuping, Thea... Ampun deh🤣🤣🤣
Mira Hastati
bagus
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!