NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:129.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Bara besarnya membelah jalanan sore yang mulai sepi. Langit sudah berwarna ungu keemasan, lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu. Di dalam helmnya, ia menghela napas berkali-kali, berusaha menenangkan diri.

Rasanya canggung sekali, cowok seumur dia masuk ke lorong khusus kebutuhan perempuan di supermarket. Tapi saat terbayang wajah Mirella yang merah padam dan malu tadi, rasa canggung itu tergantikan oleh keinginan untuk segera kembali.

Sesampainya di sana, ia berhenti tepat di depan rak yang penuh dengan berbagai macam kemasan. Matanya beralih dari satu bungkus ke bungkus lain, bingung harus memilih yang mana. Ukurannya berbeda-beda, jenisnya berbeda pula. Ia tidak tahu Mirella butuh yang mana. Maka ia mengambil keputusan, mengambil semuanya. Satu per satu, dari berbagai merek, berbagai ukuran, dan berbagai jenis, ia masukkan ke keranjang belanjaannya.

Saat ia berjalan menuju kasir, beberapa perempuan di sana saling berbisik sambil menahan tawa. Tatapan mereka seakan berkata "Lihat cowok itu, dia beli banyak sekali pembalut."

Pipi Bara terasa panas. Ia menunduk sedikit, membayar dengan cepat, lalu berjalan keluar tanpa menoleh ke mana pun.

Biarkan mereka tertawa. Yang penting Mirella tidak menunggu terlalu lama, batinnya menguatkan diri.

Ia kembali mengendarai motornya lebih cepat dari sebelumnya. Angin sore menerpa wajahnya, tapi pikirannya tetap di kamar mandi di rumahnya, di mana seorang gadis yang rapuh sedang menunggunya

Tepat saat ia masuk kembali ke kamarnya, jarum jam baru saja menunjukkan hampir lima menit. Ia mengetuk pintu pelan.

"Mirella? Aku kembali."

Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Mirella masih berdiri di tempat yang sama, sedikit lebih tenang namun matanya masih terlihat cemas. Saat melihat keranjang plastik di tangan Bara yang penuh dengan begitu banyak kemasan, matanya terbelalak kaget. Dia tidak bicara, tapi ekspresinya sudah menunjukkan apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

"Aku tidak tahu mana yang kamu pakai. Jadi aku ambil semuanya. Pilihlah yang paling nyaman untukmu," ucap Bara sambil menyodorkan keranjang itu, matanya menatap lurus ke mata Mirella, tidak sekali pun melirik ke bawah dengan cara yang tidak sopan.

Mirella menerima keranjang itu dengan kedua tangannya yang gemetar pelan.

"Terima kasih," ucapnya malu-malu.

Bara tersenyum tipis, lalu melangkah mundur menutup pintu.

"Aku tunggu di luar. Panggil kalau butuh apa-apa."

Saat pintu tertutup, Mirella bersandar di dinding kamar mandi itu, memeluk keranjang berisi barang-barang itu di dadanya. Bisa-bisanya dia berada di situasi seaneh ini.

Sepuluh menit kemudian, pintu terbuka. Mirella keluar dengan pakaian yang rapi, rambutnya tersisir rapi, dan wajahnya terasa jauh lebih segar. Ia sudah mengenakan celana yang Bara kasih tadi. Longgar sekali, jadi dia memegangi bagian atasnya.

Bara sedang duduk di tepi jendela, menatap ke luar. Saat mendengar langkah kakinya, ia menoleh. Tatapannya langsung jatuh ke celananya yang di kenakan gadis itu. Bara menahan tawa lalu berdiri.

"Kau mungil sekali. Lihat," ia menunjuk ke bawah dengan dagunya. Jarak mereka sangat dekat. Mirella makin malu dan tanpa sadar Bara tertawa lebar sambil mengacak-acak rambutnya hingga Mirella tertegun.

Menyadari itu, Bara segera menarik tangannya dan menggaruk tengkuknya. Sesaat kemudian pintu kamar itu di ketuk dari luar.

"Den, buburnya udah."

Bara melangkah cepat menuju pintu. Ia membukakan pintu, menyambut nampan yang diserahkan oleh wanita paruh baya itu.

"Terima kasih, bi. Taruh saja di meja itu."

Setelah sang pembantu pergi,

Bara mendekat, meletakkan mangkuk berisi bubur hangat dan segelas susu di meja kecil dekat jendela, lalu menarik kursi dan menepuknya pelan.

"Sini, duduklah. Makan dulu."

Mirella berjalan mendekat dengan langkah kecil, lalu duduk di tepi kursi. Ia menatap uap hangat yang mengepul dari mangkuk itu, aromanya membuat perutnya terasa lapar seketika. Tapi tangannya terhenti saat hendak mengambil sendok, rasa canggung itu masih ada, apalagi setelah Bara tadi tertawa dan mengacak rambutnya.

"Makanlah." ia menyodorkan makanan itu ke Mirella. Gadis itu mengambil mangkok di tangan Bara dan mulai menikmati sup hangat tersebut. Canggung sekali rasanya. Apalagi dia sedang di kamar berduaan dengan cowok itu.

Suasana hening sejenak, hanya terdengar suara sendok yang beradu pelan dengan pinggiran mangkuk. Mirella menunduk, menyuap perlahan, berusaha tidak terlihat gugup. Padahal jantungnya berpacu kencang sekali.

Bara menyadari ketegangan itu.

"Makan pelan-pelan. Tidak ada yang akan mengejarmu." ucapnya lembut, suaranya rendah dan menenangkan.

Mirella mengangguk pelan, menatap uap yang naik dari mangkuknya. Pipinya terasa hangat. Ia menunduk lebih dalam, menyembunyikan senyum kecil yang terukir di bibirnya.

Setelah selesai makan, Bara segera mengambil mangkuk kosong itu sebelum Mirella sempat berdiri.

"Aku yang bawa ke bawah. Kamu duduk saja dulu."

Mirella hanya bisa mengangguk. Saat Bara keluar kamar, ia menarik napas panjang, membiarkan dirinya rileks sejenak. Ia berdiri perlahan, berjalan mendekati jendela besar di sudut ruangan. Dari sana terlihat halaman yang luas dan hari yang mulai gelap.

Dia harus pulang. Sudah malam. Ponselnya ada di bawah, mungkin bundanya sudah menelepon. Dengan langkah cepat ia segera keluar kamar. Takut akan kena sasaran amarah bundanya kalau tidak angkat telepon.

 

1
~Hartwyn_Dee~
baguusss zavian,, Viona emng kudu di gertak dikit biar ga songong...
Syakirah Dzaky
Bagus Zavian , klo perluh sebarkan aja semua Video saat dia menyiksa anakx , jadikan itu sebagai bukti , biar dia di penjara sekalian
Naufal Affiq
emosi lah aku lihat si viona ini,entah dimana lah otaknya
Lilik Juhariah
cerita kak Mae gak pernah gagal
Lilik Juhariah
naaah gitu Daddy diancam ancam balik , jangan kalah sama viona iblis itu
Anisa Dwi riona
mantap zavian
faridah ida
baguuss Zavian ...👍👍👍
Al Fatih
Nah gitu dong Daddy zavian.....,, sama si Piona mah harus tegas,, kejam dan licik
faridah ida
Zavian kamu harus lebih pintar dan lebih licik dari viona ...
Fitria Syafei
Zavian kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Bagus zavian lawan aja wanita berhati iblis itu, sangat kejam dan tega sekali sama anak kandungnya sendiri dimana hati nuraninya. Mirella sangat rapuh sekali hidupnya tidak bahagia.
zavian jangan takut sama ancaman wanita iblis itu, kasian hidupnya mirella sangat menderita. penuh tekanan dan ancaman ibunya yg gila dan stress itu🤭

daddy zavian merasa kasian dan prihatin sama mirella punya ibu sakit jiwa dan stress itu, makanya daddy zavian tidak akan membiarkan mirella menderita. akan menjaga dan melindunginya..

hanya daddy zavian dan bara sangat peduli dan perhatian sama mirella, daddy davian berangkat kerja viona pasti akan marah dan memaki-maki mirella.

viona emang gila dan stress anak kandung sendiri diperlakukan seperti anak tirinya, ibu macam apa viona itu tidak sayang dan perhatian sama mirella...

mirella sangst lemah dan tidak berdaya selali nurut ancaman viona, sabar ya mirella suatu nanti kamu berhak bahagia...

lanjut mae..
ditunggu updatenya lagi...
🍒WINA🍒: kasih pelajaran istri durhaka kamu zavian biar kapok dan jera🤭🤭🤭
total 2 replies
Ita rahmawati
akan kah zavian bertahan selsmanya
Riska Baelah
kk mae cerita ny udh bagus gini
zavian ayah tiri yg baik👍
bisa gak zavian tetap jd ayah tiri ny mirrela aja, jng nyimpang2 ke ayah tiri cinta ke ank,, emg sih cerita kk mae bnyak pria dewasa suka sama gadis kecil cinta beda usiaaaaaa jauhhh bnget ,, tp kan status ny gak ad hubungan gitu,,
kan mirrela bisa sama bara yg jg baik🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Lilik Juhariah: gak seru mbak, Krn menyimpang ini ceritanya jadi seru
total 1 replies
Ita rahmawati
ibu kandung macam setan 🤣
Ita rahmawati
lama amat Daddy Daddy sampe anakmu itu hampir pingsan LG
Ita rahmawati
kau yg bodoh viona 🤣
Ita rahmawati
hadeuh rella jgn jgn emakmu udah berubah jd setan
Ita rahmawati
mirella ih,, kamu suka bara ya 🤭
Ita rahmawati
mirella harus diajarin hal hal GK bener nih biar berani 🤣
Ita rahmawati
zavian kuat kuatin imanmu ya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!