NovelToon NovelToon
I'M Not Gay

I'M Not Gay

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Sejak lahir, Varren Kaelor tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Di balik wajah tampan yang dikagumi banyak orang, tersembunyi sebuah rahasia yang bahkan tidak boleh ia akui pada dirinya sendiri. Setiap langkah, setiap senyum, bahkan setiap hubungan yang ia jalani hanyalah bagian dari sandiwara yang dipaksakan oleh seseorang.

Ketika harus memasuki sekolah paling bergengsi di negeri itu, Varren yakin ia hanya perlu bertahan seperti biasanya.

Namun, semuanya berubah saat seseorang mulai menembus tembok yang selama ini ia bangun.

Semakin dekat orang itu, semakin sulit Varren membedakan mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tidak seharusnya pernah tumbuh.

Lalu... apa yang sebenarnya disembunyikan oleh keluarga Kaelor?


"Aku tidak takut jika dunia membenciku. Aku hanya takut... saat dunia mengetahui siapa diriku sebenarnya." — Varren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lanjut...

"Ren, kenapa kamu kasih kesempatan itu sama dia? Toh kamu pasti bisa." Gea menatap Varren dengan rasa penasaran setelah Elia pergi.

Varren mengangkat bahu acuh. "Gue capek, Gea. Dan dia butuh kesempatan itu lebih dari gue."

"Tapi—"

"Lagipula," potong Varren dengan senyum tipis. "Piala di rumah gue udah numpuk, nggak ada tempatnya lagi. Mending dia aja."

Gea di sana melirik Varren terkekeh. "Sombong." Ia menjulak bahunya Varren. Varren cengengesan pada Gea.

"Gue juga bakal ada lomba minggu depan, kalo semisal tumburan gue bisa mati. Loe tau mati? Metong yang nggak bisa nafas gitu." ujar Varren bercanda.

"Yaudah kalo gitu, gue duluan. Bai." ujar Gea menjauh dari sana. Varren melambaikan tangan menatap Gea yang menjauh.

Varren menghela napas pelan menatap ke depan, di mana kelasnya ini masih lagi dan dirinya sudah banyak sekali berjumpa drama sekolah. Varren tidak pernah minat berdekatan dengan perempuan-perempuan, tapi karena dirinya yang diubah menjadi laki-laki oleh Shena, semua perempuan menyukainya.

Alasannya? Jelas Varren dari TK, SD, bahkan SMP itu terkenal dengan prestasinya. Baik di bidang akademik maupun non akademik. Varren memenangkan lomba karate internasional, dia juga memenangkan beberapa kali lomba kerajinan tangan, dan untuk menembak Varren pun juga sangat ahli. Untuk bagian olahraga, dirinya pemain basket dan juga volleyball. Untuk futsal, dirinya jarang main, sebab Varren kurang suka mengejar bola di lapangan yang cukup luas. Untuk akademik? Di mana Varren berpijak, di sana dirinya menjadi juara satu paralel. Tidak pernah kalah. Pernah dulu ia mendapatkan saingan perempuan yang juga pintar akademik, tapi dia tidak pintar di non akademik, jadi Varren tetap menjadi nomor satu.

Sesaat setelahnya guru masuk dan diikuti dengan beberapa murid terlambat, termasuk Reja dan Tavian yang membawa dua plastik hitam berisikan makanan, dengan tersenyum lebar dirinya menenteng semangat sembari memakan coklat. Varren jadi ingat, dulu dirinya punya Alvaro yang suka memakan semua. Ah, dia. Sekarang dia punya dua orang sekaligus.

Pelajaran pertama cukup membuat Varren malas, sebab pelajaran itu sudah tak asing baginya. Varren diam menatap guru menjelaskan dengan tenang. Mencoret tangannya di atas kertas pelan lalu mengangguk.

"Baik, ada yang bisa menjelaskannya di depan tentang rumus ini??" Guru Kimia.

Seluruh murid di dalam berseru dengan semangat jika mereka mengetahui, salah satu murid ke depan untuk menjawab. Varren hanya diam saja dan menatap guru dengan tenang. Guru melihat Varren yang paling pendiam pun berdehem pelan.

"Kamu murid yang kemarin juara debat bahasa Inggris?" tanyanya. Varren mengangguk pelan membuat guru mengangguk pelan.

Tring.

Suara bel sudah berbunyi tapi seluruh murid dalam kelas malah mendesah kecewa kecuali Reja dan Tavian. Varren melirik seluruh orang yang kecewa dan juga tidak bersemangat.

Wah, begini sekali yah kelas orang pintar. Jika pelajaran habis, yah sedih bukan bahagia. Apa mereka maniak belajar? Varren baru tau jika ada manusia-manusia seaneh kelasnya ini.

"Padahal kita masih mau belajar loh bu." ujar salah satu murid perempuan paling depan pojok. Diangguki yang lain.

Varren meliriknya diam dan juga santuy. Guru menatap mereka dengan hangat.

"Emang yah kalo kelas internasional tu beda banget sama kelas lain. Kalo kelas kalian itu rasanya adem, hawanya sejuk. Kalo ditanya dijawab, kalo kelas lain boro-boro ngejawab. Ibu jelasin aja mereka tidur." ujar sih ibu semangat dan senang. "Kita tambah satu jam lagi gimana?" tanya ibunya berbinar.

"Nggak lah buk. Kita mau minum, makan, istirahat." ujar Tavian berseru.

Diangguki Reja. "Iya buk. Yang mau kan mereka bukan kita. Otak kita udah panas." jelas Reja dengan tak suka kepada ibu dan murid yang tadi ingin kembali belajar. Varren memutar penanya tenang melihat mereka berdebat.

Ibu menatap Reja tajam dan tidak suka. "Yaudah kalo gitu. Kamu jawab pertanyaan ibu. Kalo kamu bisa jawab, kamu bisa keluar. Begitu juga yang lain, yang mau istirahat boleh asalkan soalnya bisa kamu jawab." jelasnya memberi soal di papan tulis.

Tavian dan Reja saling lirik memelas. Sang guru menyelesaikan soalnya. "Ayo maju." ujarnya.

Tavian dan Reja mendelik. "Itu kan beda sama yang ibu jelaskan tadi." seru Tavian.

Ibunya mengangguk. "Ibu juga nggak bilang itu soal yang sama kayak yang ibu jelaskan kan??? Lagi pula kamu harus contohkan teman-temanmu yang lain Tavian." jelasnya kesal.

Tavian mencebik di sana. Beda dengan Varren yang berdiri dan segera mengambil spidol. Guru diam menatap Varren yang menjawab menyelesaikan semua nya dengan tenang dan juga tanpa banyak kata. Para teman kelas menatap Varren heboh dan juga serius, sebab baru hari ini Varren terlihat lagi setelah pertama kali MOS dulu. Varren terlalu sibuk dua minggu ini.

"Udah bu." ujar Varren kepada guru.

"Loh itu rumusnya salah Varren. Bener jawabnya tapi kenapa pake rumus gini?" tanya ibunya kepada Varren menatap jawaban Varren.

Varren memegang spidol lagi dan memberi kerangka pada soal. "Ini jawaban singkatnya. Kalo panjangnya ini lama, tapi kan bisa dikalikan dan dibagikan menggunakan teori lebih gampang. Ibu bisa cobakan ini menggunakan soal yang sama beda dengan angka yang berbeda. Hasilnya pasti akan akurat." jelas Varren membuat guru menatap Varren kagum.

Ia menatap soal yang ada. "Wah setahu saya ini soal tidak ada cara cepatnya." jelasnya.

Varren menyeringai. "Itu artinya ibu belum tau, bukan nggak ada. Jadi saya dan teman-teman saya mau istirahat boleh kan bu?" tanya Varren.

Reja dan Tavian berseru segera keluar dari bangku.

Guru terkekeh. "Ibu tadi cuma bercanda aja, mana mau menahan jam istirahat kalian. Pergilah. Ibu juga mau istirahat." jelas guru.

Varren mengangguk pelan.

"Btw nanti bagi rumus dan triknya yah Varren. Kamu ke ruangan ibu nanti." ujar ibu mengangguk menatap Varren.

Varren berdehem pelan di sana mendengar ucapan guru tersebut.

"Malas bet gw " batinya

Varren malas.

Bersambung...

1
Anime aikō-kā
p
Alia Chans: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
total 3 replies
ẜᮦ࿆ᷗhimboy
semangat
Alia Chans: Thank you kk/Smile//Smile/
total 1 replies
Nelson Sihombing
berarti dia gk cewek? atau gk cowok?
Alia Chans: Gak tau lupa gw🤭🤭
total 1 replies
Kak Umi
Jangan lupa baca cerita aku juga ya 🙏🙏😍😍
Kak Umi
Cerita asyik dan enak untuk dibaca
Kak Umi
Ikut baca ya😍😍
Alia Chans: makasih kk dah mampir. semoga suka ya😉
total 1 replies
𝑊𝑎𝑤𝑎ᵃᵈʳⁱᵃⁿ
menurut ku diam bukan cara penyelesaian trbaik
_r: kak baca novel ku juga dong, judul nya tower of souls
total 2 replies
Nemicca˃ 𖥦 ˂
seru banget sukak
Nemicca˃ 𖥦 ˂: hehe pasti lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!