NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

​"Katanya mau memberikan sandaran? Tapi kenapa kamu duduk jauh dariku?" tanya Diana sambil menghapus sisa air matanya.

​Arga menunjuk pagar pembatas jalan di antara mereka. "Bukannya kamu sudah bersandar di pagar itu? Memangnya apa yang kamu tangkap dari maksud bersandar?"

​Diana mendengus kesal sekaligus malu. "Memang ngeselin anak ini...!"

​Arga tertawa kecil. "Hahaha, jadi kenapa kamu malah menangis di sini tadi?"

​Diana menggigit bibirnya, raut wajahnya kembali sedih. "Ini semua gara-gara kakakmu yang brengsek itu!"

​"Bukannya dari awal sudah kubilang kalau dia itu suka celup sana celup sini? Kamunya saja yang gak percaya. Sekarang menyesal, kan?"

​Diana tersenyum getir. "Ya, sudahlah... Aku saja yang bodoh salah memilih pasangan. Hanya karena dia tampan dan kaya, bukan berarti dia layak dijadikan calon pendamping seumur hidup."

​Arga tidak terlalu ambil pusing dengan drama percintaan itu. "Jangan terlalu dipikirkan. Mulai sekarang, jalani saja hidup demi kebahagiaanmu sendiri."

​Diana menoleh, menatap Arga lekat-lekat. Anak SMA ini terasa jauh lebih dewasa dibandingkan kakaknya. "Terima kasih ya, sudah mau menenangkanku."

​"Gak perlu berterima kasih. Di mana rumahmu? Biar kuantar. Sudah malam, apalagi pakaianmu minim begitu, bahaya kalau ada orang jahat yang mengikuti."

​Diana perlahan bangkit berdiri. "Bahkan adiknya jauh lebih perhatian. Lucu ya, seandainya aku punya adik sepertimu, Arga, pasti aku senang sekali."

​"Tapi aku gak mau punya kakak sepertimu!"

​"Loh, kenapa?"

​Arga tidak menjawab dan langsung melangkah pergi. Diana terpaksa menyamakan langkahnya. Setelah berjalan cukup jauh, napas Diana mulai memburu.

​"Kamu gak capek, Arga? Kenapa kita gak naik taksi saja sih? Rumahku masih cukup jauh."

​Arga yang berjalan dengan santai menyahut, "Anggap saja lagi olahraga malam."

​Diana cemberut kesal. "Menyebalkan! Gendong aku dong."

​"Malas."

​"Aku bayar deh!"

​"Ogah."

​Mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah berlantai dua dengan dinding berwarna oranye.

​"Ini rumahmu?" tanya Arga.

​"Iya. Tapi kenapa kamu dari tadi gak memanggilku 'Kak'? Aku kan lebih tua darimu!" tanya Diana menuntut penjelasan.

​Arga mengabaikan pertanyaan itu. "Ya sudah, aku balik."

​"Eh, tunggu! Kamu benar-benar anak SMA yang aneh. Mampir dulu lah, aku gak enak kalau kamu langsung pergi begitu saja setelah mengantarku."

​Arga berniat langsung pulang, tapi tangannya langsung ditarik paksa oleh Diana. "Ayo masuk!"

​"Lepasin! Kenapa malah maksa begini sih?" protes Arga, namun akhirnya ia terpaksa pasrah dan melangkah masuk.

​"Ibu, Diana pulang..." panggil Diana.

​Arga memperhatikan sekeliling. Kondisi di dalam rumah sepi dan lampu-lampunya mati.

​"Maaf ya, rumah ini cuma ditinggali olehku dan ibuku. Jadi maklum kalau sepi," jelas Diana sambil menyalakan sakelar lampu.

​Tak lama, terdengar langkah kaki dari arah dalam. Seorang wanita paruh baya muncul. "Sudah pulang kamu?!" tanya ibunya heran.

​Diana langsung mendekat dan memeluk ibunya erat. "Iya, Ibu. Maafkan Diana karena selalu pulang malam dan gak mendengarkan nasihat Ibu kalau pria itu memang gak baik."

​Ibunya mengelus punggung Diana lalu menghela napas. "Ibu sudah tahu Reyhan itu bukan pria baik. Sifatnya persis seperti ayahmu dulu!"

​Pandangan sang ibu kemudian beralih ke arah Arga yang berdiri di dekat pintu. "Siapa ini? Sudah berani bawa laki-laki ke rumah lagi?"

​.

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!