NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:908
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar⁶

    "Paman Zhang, ini sudah keterlaluan. Semua ini dibelikan untuk A Ling. Apakah barang-barang sebanyak ini pun tidak boleh ia bawa?"

    Xue Mo begitu marah hingga suaranya terdengar terdistorsi.

    Dibalik wajahnya yang masih menampilkan kesedihan lembut, hati Lin Ling sebenarnya sudah dipenuhi kepanikan.

    Saat pertama kali meninggalkan keluarga Xue dulu, ia telah bertekad bahwa ia pasti akan kembali.

    Karena itulah, ia dengan penuh harga diri tidak membawa banyak barang.

    Bagaimanapun juga, ia yakin dirinya akan kembali.

    Koper kecil yang ia bawa saat itu hanya berisi beberapa pakaian harian dan dokumen penting, tidak lebih.

    Zhang Xu tersenyum tipis, sama sekali tidak terpengaruh oleh nada sindiran dalam ucapan Xue Mo.

    "Tuan Muda Mo, Tuan Tua telah menyampaikan dengan jelas. Nona Lin Ling bukanlah anggota keluarga Xue. Ketika dahulu keluarga Xue memulangkannya, demi rasa kemanusiaan, keluarga telah memberinya satu kartu bank berisi lima juta. Bukankah itu sudah cukup? Adapun gaun-gaun adibusana dan perhiasan yang sekarang dibereskan ini, semuanya bukan milik nona Lin Ling secara pribadi, melainkan milik identitas sebagai nona keluarga Xue."

    Pandangan Zhang Xu tertuju pada tumpukan gaun adibusana yang baru saja dibereskan oleh para pelayan.

    Semua itu adalah busana adibusana terbaru dari berbagai merk mewah ternama setiap musim.

    Ruang lemari pakaian Xue Ling seluas ratusan meter persegi, dan nilai total pakaian serta perhiasan didalamnya barangkali cukup untuk membeli sederet vila.

    Karena bahan gaun adibusana sangat halus dan tidak boleh dilipat, pakaian-pakaian itu tidak dapat dimasukkan kedalam koper. Semuanya dibungkus kantong pelindung debu dan digantung rapi digantungan.

    Sejauh mata memandang, ada empat baris penuh, dan dari cara para pelayan bekerja, jelas bahwa proses pemberesan masih jauh dari selesai.

    Lima juta!

    Hati Lin Ling dipenuhi keterkejutan.

    Uang lima juta itu sudah lama ia habiskan.

    Baginya, lima juta hanyalah harga satu perhiasan atau beberapa gaun adibusana. Mana mungkin cukup untuk menopang gaya hidupnya?

    "Paman Zhang, apakah ini permintaan Xue Yao kepada kakek? Apakah dia meminta agar semua barang ini ditinggalkan, tidak satupun boleh dibawa oleh A Ling?"

    Dalam benak Xue Mo, Xue Yao kini telah menjadi lambang kejahatan.

    Mengusir A Ling saja belum cukup, bahkan barang-barang yang dibelikan keluarga pun tidak dibiarkan ia bawa.

    "Tuan Muda Mo, Nona Xue Yao adalah adik kandung anda, nona sah keluarga Xue. Hal ini seharusnya anda pahami secepatnya. Soal permintaan? Nona Xue Yao baru saja keluar dari ruang gawat darurat, mana sempat memikirkan hal-hal ini. Semua ini adalah perintah Tuan Tua. Saya hanya melaksanakannya."

    Setelah berkata demikian, Zhang Xu memberi isyarat kepada pengurus Kediaman Shanse untuk mendekat.

    "Kumpulkan semua barang yang tidak menjadi milik Nona Lin Ling. Saya sudah mengatur orang diluar. Mereka akan bertanggung jawab menanganinya."

    "Paman Zhang, lalu barang-barang ini akan diperlakukan bagaimana? Apakah akan diberikan kepada Xue Yao? Namun semua pakaian ini dibuat sesuai ukuranku. Apa dia tidak akan keberatan?"

    Lin Ling mencengkeram tangan Xue Mo. Dari luar tampak menunduk lemah, tetapi dibalik tatapan matanya tersembunyi kebencian mendalam.

    Mengapa?

    Mengapa ia disingkirkan seperti membersihkan sampah?

    "Nona Lin Ling tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Nona Xue Yao adalah cucu kandung Tuan Tua. Mana mungkin Tuan Tua membiarkannya mengenakan barang yang pernah dipakai orang lain. Tentu yang pantas untuknya adalah yang terbaik dan paling berharga. Semua ini sudah tidak ada kaitannya dengan anda."

    Setelah berkata demikian, sekelompok pengawal bertubuh kekar masuk dari belakangnya dan langsung mengangkat pakaian serta perhiasan yang telah dibungkus rapi untuk dibawa keluar.

    Sementara itu, Zhang Xu tetap tersenyum dan menatap Lin Ling.

    "Nona Lin Ling, sekarang anda boleh membereskan barang-barang yang benar-benar menjadi milik anda."

    Tubuh Lin Ling melemas, dan ia langsung pingsan ditempat.

    Setengah bulan kemudian.

    "Lin Ling sudah sepenuhnya pindah. Semua barangnya juga telah dibereskan dengan bersih. Dengan begitu, kau tidak perlu merasa terganggu saat kembali nanti."

    Kakek Xue memandang Xue Yao yang duduk dihadapannya, sorot kasih sayang dimatanya tampak semakin dalam.

    Selama setengah bulan masa rawat inap itu, pertemuannya dengan Xue Yao justru menjadi lebih sering.

    Baru pada saat inilah ia benar-benar mengenal cucu perempuan yang sempat hilang dan susah payah ditemukan kembali itu.

    Wataknya memang lembut, tetapi pikirannya sangat cerdas.

    Belakangan, kakek Xue baru menyadari bahwa dirinya telah dimanfaatkan dengan cerdik. Dimanfaatkan kedudukannya dikeluarga Xue untuk secara terbuka menyingkirkan Lin Ling.

    Ia pun berbincang dengan Xue Yao.

    "Kalau memang tidak menyukainya, mengapa dulu kau mengizinkannya kembali?"

    Xue Yao berbaring dibalik selimut putih tebal, tubuhnya tampak pucat nyaris transparan.

    Cahaya matahari dari luar jendela jatuh diseparuh wajahnya, membuat sosoknya terlihat semakin lembut.

    Kepucatan itu memang sebagian disengaja. Tetapi lebih dari itu, Xue Yao memang benar-benar lemah selama periode ini.

    Karena dengan kesadaran spiritual yang terpecah dan tanpa sedikitpun tenaga spiritual, dalam setengah bulan ini ia telah beberapa kali menggambar Jimat Kayu Kering Bertunas Kembali. Itu adalah salah satu teknik tingkat rendah Sekte Yiyuan, yang dapat secara perlahan menghilangkan penyakit dalam tubuh dan memulihkan kesehatan.

    Efeknya bergantung pada kekuatan spiritual dan kesadaran penggunanya.

    Namun bagi Xue Yao saat ini, meskipun setiap hari harus menahan rasa sakit akibat kesadaran yang berdenyut, ia hanya mampu menggambar tiga lembar jimat.

    Dengan ketiga jimat itu, seluruhnya ia gunakan pada tubuh kakek Xue.

    Memang belum cukup untuk membuat kakek Xue pulih sepenuhnya dan kembali sehat seperti sediakala.

    Namun setidaknya, dapat memperpanjang usianya beberapa tahun lagi.

    Cukup hingga Xue Yao dapat sepenuhnya mengendalikan keluarga Xue.

    Setelah kembali sadar, Xue Yao menatap kakek Xue dengan sungguh-sungguh.

    "Baik Ayah, Ibu, dan Kakak, bahkan kakek sendiri, semuanya bukan tidak memiliki perasaan terhadap Xue—Lin Ling. Jika ia tetap berada diluar, aku justru akan menjadi orang jahat."

    Karena itu, kembalinya Lin Ling kekeluarga Xue sejatinya bukan sesuatu yang bisa ia cegah.

    "Apakah kau membenci kakek?"

    Membenci karena kakek membiarkan Lin Ling kembali kekeluarga Xue, membenci karena begitu lama tidak menanyakan keadaannya.

    Xue Yao menggeleng pelan.

    "Keluarga Xue membesarkan Lin Ling selama delapan belas tahun. Wajar jika memiliki perasaan terhadapnya. Jika perasaan itu bisa diputus begitu saja, justru akan terasa menakutkan. Ikatan emosi bukan hanya soal darah, tetapi juga soal kebersamaan. Seiring waktu, akupun bisa membangun keterikatan emosional dengan keluarga Xue."

    Ia terdiam sejenak, lalu berujar pelan.

    "Aku hanya tidak menyangka, Lin Ling akan begitu membenciku."

    Membenci hingga dengan penuh perhitungan ingin menghancurkannya.

    Kakek Xue duduk dikursi roda, wajahnya dipenuhi gurat usia dan desahan panjang.

    "Bukan hanya kau, aku pun tidak menyadari bahwa wataknya bisa sedemikian rupa. Kekayaan memang mudah membutakan mata."

    Setelah menghela napas, ia menatap Xue Yao.

    "Jadi, kau memang sengaja membalikkan keadaan dan memanfaatkan situasi? Su Chen pun menjadi bagian dari rencanamu."

    Tatapannya mengandung penilaian, sekaligus kekaguman yang tersembunyi dengan baik.

    Sebagai anggota keluarga Xue, memiliki cara bukanlah masalah. Yang ditakuti adalah cara yang digunakan tidak indah.

    Dan langkah Xue Yao kali ini, sungguh sangat rapi.

    Meski tampak seolah masalah ini terekspos kepada pihak luar, pihak luar itu adalah keluarga Su yang telah lama bersahabat, sehingga situasi tetap berada dalam kendali.

    Pada saat yang sama, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk membuka seluruh persoalan, membuat Xue Ba dan yang lain tidak lagi mampu melindungi Lin Ling.

    Xue Yao tidak menjawab.

    Namun sorot matanya sudah menjadi jawaban terbaik.

    Memanfaatkan situasi dengan ikut terjatuh kedanau hanyalah reaksi spontan sesaat setelah ia terbangun.

    Namun setelah ingatannya sepenuhnya pulih, ia pun menyadari bahwa langkah itu sangat tepat.

    Lebih tepat lagi karena orang yang menyelamatkannya adalah Su Chen.

    "Namun, kau bahkan mempertaruhkan nyawamu sendiri, itu tidak baik."

    Kakek Xue tidak mempermasalahkan dirinya dimanfaatkan, tetapi ia keberatan karena Xue Yao sampai kerumah sakit.

    Terlebih lagi diusianya sekarang.

    Tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan.

    Xue Yao tersenyum lemah.

    "Aku sudah terbiasa. Semua itu bukan apa-apa."

    Kakek Xue teringat laporan penyelidikan tentang ibu angkat Xue Yao yang kerap memukulinya.

    Saat itu demi mempertimbangkan Lin Ling, keluarga Xue tidak menuntut keluarga Lin. Bahkan memberikan dua juta sebagai biaya pengasuhan.

    Dalam laporan, semuanya hanya tertulis beberapa baris singkat.

    Namun bagi seorang gadis kecil, itu adalah bayangan yang tak akan pernah terhapus seumur hidup.

    "Mulai sekarang, tidak akan ada lagi hari-hari seperti itu."

    Kakek Xue menundukkan kepala. Sikap seperti ini sudah sangat jarang ia tunjukkan.

    Tiba-tiba, ia teringat sesuatu dan bertanya dengan suara rendah.

    "Ulang tahunmu bulan depan. Paman dan bibimu berniat mengadakan pesta ulang tahun untukmu, sebagai penutup masa lalu. Bagaimana menurutmu?"

    Paman?

    Mengingat kunjungan bibinya yang cukup sering selama ia dirawat dirumah sakit, Xue Yao pun memiliki sedikit dugaan.

    "Baik sekali, kakek."

    Xue Yao menjawab dengan senyum cerah.

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!