NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb28

Sian hanya berdiri disamping brankar mengamati ketenangan Ryn. Mungkin Ryn belum tahu kondisi calon anak mereka, pikir Sian. Terlalu tenang untuk ukuran seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya. Apa memang Ryn sangat tidak menginginkan kehamilan itu?

"Sian, mari kita berpisah." Ajak Ryn tiba-tiba menyudahi hubungan mereka. Sian masih diam memperhatikan, karena jalan satu-satunya yang harus ia ambil adalah melepaskan Ryn demi keselamatan wanita yang ia cintai.

"Hmm,, baiklah." Gumam Sian datar. Ryn menoleh heran mendengar Sian malah menerima begitu saja.

"Terima kasih karena kau selalu membantuku. Kedepannya jika kau menemukan seseorang tolong jangan paksa dia untuk hamil, kalian harus sama-sama setuju." Ryn melayangkan senyum yang justru membuat hati Sian teriris.

Dan pada akhirnya mereka kembali berpisah demi kebaikan bersama. Entah takdir seperti apa di depan mereka yang telah menanti. Sian sebelum benar-benar pergi dari hadapan Ryn, dia mendekat ke arahnya. Menangkup pipi kiri Ryn dengan satu tangan tetap disaku celana, mengusapnya sesaat dan terus menyelami mata sayu Ryn.

"Aku mencintaimu Zhao Ryn." Setetes air mata Ryn meluncur bebas mendengar ungkapan Sian.

"Wo ai ni, Sian." Balas Ryn.

Manis. Padahal mereka berada di ujung pertemuan. Terkadang berpisah bukan karena sudah tak sejalan atau saling melupakan, ada hal-hal yang lebih baik dijalani tanpa bersama.

Sian kemudian keluar dari kamar rawat Ryn dengan ketidaktahuan dirinya mengenai kehamilan Ryn. Sedangkan wanita itu masih terisak sampai Zhu Ma dan Vennie masuk membawa beberapa buah dan kudapan untuknya.

Ryn merasa dirinya menyedihkan. Putus dengan sang kekasih, ayah dari janin yang ia kandung. Berperang emosi dengan kehadiran papanya juga kehilangan sosok ibu yang harus menjalani masa tahanan. Benar, Ryn perlu menghirup udara segar demi melepaskan sesak di dada.

"Ryn, kau harus mengisi perutmu agar bertenaga." Ujar Vennie menasehati sebagai dokter penanggung jawab Ryn meski bukan di jam kerjanya.

"Terima kasih." Ucap Ryn menerima semangkuk bubur sirip ikan hiu yang sudah Vennie siapkan.

"Keluar dari rumah sakit kau mau pulang ke rumah papa kan Ryn?" Zhu Ma sedikit berhati-hati melayangkan pertanyaan itu, takut anaknya malah tersinggung atau marah padanya. Tidak baik untuk kondisi Ryn yang belum stabil.

"Tidak masalah tinggal dimanapun, aku hanya perlu melanjutkan hidup." Jawab Ryn malas terlalu memikirkannya. Namun Zhu Ma bernafas lega meski Ryn masih ketus padanya.

***

Ryn dibawa ke tempat tinggal Zhu Ma dan Vennie di kediaman utama sejak dua minggu lalu keluar dari rumah sakit. Sedangkan Vick tinggal di apartemen pribadinya. Sesekali dia akan mampir demi menengok keadaan Ryn.

Menyadari ada masalah diantara keduanya, Vennie mencoba mendekatkan diri pada Ryn. Sore itu di taman samping rumah, Ryn sedang fokus membaca resep sourdough dihampiri Vennie dengan segelas jeruk peras menyegarkan.

"Minumlah, tadi bibi bilang kau ingin minum ini." Ryn menoleh, melihat minuman itu di letakkan dimeja. Vennie begitu anggun dan berkelas namun memiliki kepribadian yang hangat. Membuat Ryn mudah beradaptasi.

"Terima kasih." Ucap Ryn mencicipinya sedikit.

"Apa Vick keke pernah mengganggumu? Kulihat kau sering ketus padanya." Salah satu hal yang Ryn cukup sukai, Vennie selalu to the point.

"Dia pernah membeliku lewat mama. Membuat keningku berdarah. Beruntung Sian mau menyelamatkan aku dari dia." Tiba-tiba Ryn teringat kenangan bersama Sian setelah selama itu dia enggan membahasnya dengan siapapun. Ryn menyentuh perutnya, mengusap perlahan agar sang janin tenang.

"Maaf atas nama putraku. Aku akan menghukumnya menggantikanmu. Habiskan jusnya lalu beristirahat." Tak ingin membuat Ryn semakin merasakan kerinduan terhadap Sian, Vennie memilih membiarkannya sendiri.

Ryn merasa hidupnya hampa tanpa kehadiran Sian. Apalagi terkadang dia sangat ingin melihat wajah Sian. Apakah ini bawaan bayi? Atau memang Ryn begitu merindukannya.

Ryn tidak tahu bagaimana keadaan Sian sekarang. Bahkan Alea seperti menghilang tanpa kabar. Rupanya kedatangan Sian di hidup Ryn berperan penting dalam memberinya warna.

Malam harinya mereka berempat makan bersama, Zhu Ma selalu perhatian terhadap Ryn dalam hal apapun termasuk asupan nutrisi bagi ibu hamil muda.

"Lihatlah Ma, sekarang papa mengabaikan aku. Dia lebih sayang Ryn." Keluh Vick mencoba menggoda Ryn.

"Vick, mengalahlah pada adikmu. Jangan selalu mengganggunya." Nyonya Vennie seperti biasa akan selalu membela Ryn setelah tahu Ryn pernah terluka oleh anaknya.

"Kau tidak pernah kekurangan kasih sayang seorang ayah Vick. Berbeda dengan Ryn, dia pasti sangat menderita selama ini." Zhu Ma memandangi wajah tenang Ryn penuh kesedihan juga penyesalan. Perasaan bersalah seperti mimpi buruk setiap malam baginya.

"Aku sudah kenyang." Tak tahan mendengar ungakapan perasaan papanya, Ryn menyudahi makanannya yang bahkan tidak habis. Selera makan Ryn benar-benar buruk.

Ketiganya menghela nafas seolah tertekan menghadapi sikap Ryn yang dingin dan ketua. Entah harus bagaimana cara mencairkan hati Ryn.

"Jangan menyerah, dia sedang membutuhkan kehadiranmu hanya saja masih belum bisa menerima." Vennie menggengam tangan Zhu Ma yang mengepal, memberinya dukungan agar tetap semangat melakukan pendekatan pada Ryn.

"Terima kasih." Ucap Zhu Ma melayangkan senyum tulus. Vick merasa hangat, dia beruntung memiliki ayah sambung sebaik Zhu Ma. Jika orang lain dia tidak tahu bagaimana nasib hidup mereka berdua.

Tengah malam Ryn terbangun akibat rasa lapar menghampiri. Ia melihat jam diatas dinding lalu menghela nafas. Haruskah ia turun dan mencari makanan? Ponselnya tiba-tiba berbunyi tanda pesan masuk.

Jun meberitahu jika Sian tengah mabuk di klub paradise dan memohon agar Ryn mau membujuknya untuk pulang. Jika Ryn bersedia Jun sendiri yang akan menjemputnya sementara Sian dijaga beberapa anak buahnya supaya tidak lepas kendali.

"Aku akan kesana." Putus Ryn membalas pesan Jun.

Ketika turun ke bawah Ryn berpapasan dengan Vick yang kebetulan menginap karena weekend. Sama-sama tidak bisa tidur Vick berniat memasak mi di dapur.

"Mau kemana kau?" Todong Vick menatap Ryn curiga, Ryn mengenakan mantel berbahan kulit demi menjaganya tetap hangat.

"Bertemu Alea." Jawab Ryn berbohong. Sudah jelas Vick akan melarangnya pergi jika Ryn mengatakan hendak menemui Sian.

"Biar aku yang antar, ini sudah sangat larut." Benar apa kata Vick, tapi Ryn harus menolak tawaran itu.

"Jun menjemputku, dia dan Alea berpacaran." Langsung saja Ryn meninggalkan Vick agar pria itu tak lagi menahannya.

Di dalam mobil selama perjalanan menuju paradise, Jun enggan membahas topik apapun yang berkaitan dengan Sian. Merasa bukan ranahnya memberitahu Ryn mengenai keadaan Sian setelah mereka memutuskan berpisah.

"Terima kasih." Ucap Ryn ketika Jun membukakan pintu sebelum ia turun. Ryn menghela nafas sesaat menatap bangunan megah di hadapannya.

Kini Paradise menjadi milik Sian, dikelola oleh staf ahli setelah menumbangkan Pendi dak sekutunya. Ryn belum mengetahui hal tersebut, ia was-was jika di dalam lukanya kembali terbuka. Kenangan pahit yang Ryn dapat dari tempat itu seperti menahan langkah kakinya.

"Nona anda baik-baik saja?" Tanya Jun memastikan.

"Maaf asisten Jun, tapi aku tidak bisa." Akhirnya Ryn berbalik bersiap pergi namun pernyataan Jun menghentikannya.

"Sekarang Paradise milik tuan muda Lee. Anda tidak perlu takut." Ungkap Jun menjelaskan.

Bukan takut, Ryn benar-benar merasa berat untuk masuk kedalam. Ingatannya selalu berputar tentang hal-hal buruk yang Ryn alami disana. Di siksa sang ibu, dibeli vick, penolakan Sian hingga malam-malam kelam yang harus Ryn hadapi.

"Asisten Jun, aku harus kembali." Kata Ryn tetap enggan membantu pria yang terlihat bingung melihat perubahan Ryn.

"Nona bisa tunggu di dalam mobil, aku akan menjemput tuan muda. Kumohon sebentar saja." Sebelum masuk Jun membukakan pintu, meminta Ryn duduk menunggunya yang akan berusaha membawa Sian keluar.

Sian, dia masih terus menenggak alkohol menggunakan gelas wiski kecil. Matanya memerah namun tatapan itu tetap dingin. Hingar bingar klub bahkan tidak mampu mengganggu kegiatan Sian yang sedang merasakan kekosongan. Dulu saat ditinggal Ryn selama sebulan Sian masih memiliki kekuatan hidup karena ia yakin suatu hari nanti mereka akan kembali bertemu. Namun ketika menyangkut perpisahan Sian paing lemah. Dia benci setiap Ryn meminta putus dengannya.

"Tuan, nona menunggu anda diluar." Bisik Jun ke telinga Sian berharap Sian langsung menangkapnya.

Tersulut emosi, bukannya berterima kasih Jun berhasil membawanya Sian malah menarik kerah sang asisten agar menatapnya.

"Bodoh, kenapa kau mengganggunya? Aku tidak memintamu membiarkan dia melihatku sepert ini Junior." Tegasnya penuh penekanan sarat kekesalan.

"Anda sudah minum terlalu banyak tuan, tidak baik untuk lambung." Pada akhirnya Jun harus mengingatkan Sian meski sejujurnya terlalu sungkan.

"Kenapa kau tidak bersamanya? Dia pasti kedinginan di luar." Sian mendorong pelan Jun agar memberinya jalan, dia harus segera menemui Ryn sebelum wanita itu pergi.

"Sian..." Teriak Ryn terperanjat mendapati hal mengerikan di depan matanya. Sian tak berdaya, disisa kesadarannya Sian melihat Ryn berlari sambil menangis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!