NovelToon NovelToon
Ayahku Memiliki Sistem

Ayahku Memiliki Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Saat ia pikir hidupnya berakhir, seorang pria tiba-tiba mendapatkan sistem. Namun, bukannya menjadi kaya, ia justru terbangun di masa lalu... di dalam tubuh ayahnya saat masih muda.

Kini, dengan sistem di tangannya dan mengetahui masa depan, ia harus mengubah takdir keluarganya.

Mampukah ia menyelamatkan keluarganya... tanpa menghapus keberadaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

​"A-apa?! Kenapa tiba-tiba?" Raka bingung dan syok berat.

​Namun, Nadia cuma menjawab dingin, "Aku pengen hidup yang lebih layak."

​"Lebih layak gimana? Kamu kenapa sih hari ini? Pasti ada apa-apa, kan?"

​Nadia berdiri dari kursinya dan menatap Raka tajam. "Aku bilang aku pengen hidup yang lebih baik! Kamu miskin, hidup kita susah. Dan asal kamu tahu ya, Mas... Reno itu sebenarnya bukan anak kamu!"

​Mendengar kalimat itu, Reno yang jiwanya berada di dalam tubuh ayahnya langsung mematung. Dia bener-bener nggak percaya. Apalagi, emosional dari tubuh Raka mendadak ikut bergejolak hebat dan memengaruhi pikirannya.

​"K-kamu... bohong, kan?"

​"Nggak, aku nggak bohong. Jadi aku mohon, ceraikan aku," ucap Nadia dengan suara bergetar dan mata yang mulai berkaca-kaca. Dia langsung balik badan dan pergi begitu saja. "Aku kasih Mas waktu satu hari buat mikir."

​Raka terdiam lama di tempatnya. Dadanya terasa sesak luar biasa. Nggak mungkin, kan? Kalau gua bukan anak Bokap, terus gua anak siapa dong?

​Hari itu, Nadia entah pergi ke mana sambil membawa Reno kecil.

Sementara Raka masih termenung sendirian di ruang tengah sambil memandangi ponsel barunya.

Di ponsel itu, dia sebenarnya sudah sempat mengurus dan membeli satu-dua aset kripto yang dia tahu bakal melonjak drastis di masa depan demi mengubah nasib finansial keluarganya.

​"Ah, kacau! Emosi bokap gua ganggu pikiran gua lagi! Tolong tenang, Yah! Kita selesain masalah ini bareng-bareng!" teriak Raka frustrasi pada tubuh yang ditempatinya ini.

​Raka sempat berjalan mondar-mendir ke luar rumah untuk menunggu Nadia pulang, tapi ibunya itu nggak kunjung kelihatan. Karena kelelahan fisik dan mental, Raka akhirnya ketiduran di kursi.

​Kringgg!

​Suara alarm mendadak berdering nyaring. Awalnya Raka merasa terganggu, tapi sedetik kemudian dia langsung tersadar. "Alarm? Gua kan nggak masang alarm, pikirnya bingung."

​Raka perlahan membuka mata dan langsung melotot syok melihat sekelilingnya. Dia terbangun di sebuah kamar yang sangat luas dan mewah, lengkap dengan lemari mahal dan segala fasilitas kelas atas.

​"Gua ada di mana nih?!" Raka panik setengah mati.

​Dia langsung celingukan ke segala arah. "Mana hape gua? Ini mimpi atau nyata sih?!"

​Raka mengacak-acak kasur dan akhirnya menemukan sebuah ponsel. Tapi, desain ponsel itu sangat asing dan jauh lebih canggih dari ponsel layar sentuh yang baru dia beli kemarin. Begitu dia mengecek tanggal dan kalender di layar, matanya hampir keluar.

​"Tahun 2031?! Hah? Ini kan waktu gua umur dua puluhan?!"

​Nggak lama kemudian, pintu kamar terbuka lebar. "Reno, kamu kenapa sih teriak-teriak? Ayahmu sampai bingung loh di bawah. Ayo cepetan turun, Ayah udah nungguin buat sarapan."

​Raka berbalik dan langsung bingung. Di ambang pintu, ibunya berdiri sambil memegang gagang pintu. Penampilan Nadia kelihatan jauh lebih muda, cantik, dan memakai pakaian rumah yang sangat anggun.

​"I-Ibu? Ayah?" Raka syok. Bukan cuma karena dia tiba-tiba terlempar kembali ke masa depan, tapi di linimasa aslinya, kedua orang tuanya kan sudah meninggal sejak dia kecil!

​Teringat soal ayahnya, Raka langsung berlari keluar kamar melewati ibunya begitu saja. Dia sempat kebingungan mencari letak tangga karena rumah itu terlalu besar.

​Nadia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku anaknya. "Ada apa sih sama anak itu hari ini? Apa jangan-jangan dia begadang semalaman?"

​Begitu sampai di ruang makan bawah, Raka melihat punggung seorang pria yang sedang duduk menyantap sarapan. Napas Raka memburu, dadanya kembang kempis menahan emosi. "Ayah..."

​Pria itu berbalik secara perlahan. "Oh, udah bangun, Nak? Ayo sini duduk, kita sarapan bareng."

​Namun, bukannya merasa senang atau haru karena bisa melihat ayahnya hidup kembali, ekspresi wajah Raka langsung mengeras seketika.

​"L-lu?!"

1
Bryan
keren thor, banyakin ya update nya, 1 vote udh melayang 💪👍
Maul: terima kasih banyak kak😆
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Reno bocil bikin ngakak deh🤣🤣
Maul
/Blush/
Maul
duit 😘
Maul
/Hey/
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Yuliana Tunru
knp verota x jd maju mundur sih kan yg baca bingung 🤭🤭
Maul: hehe, mungkin ke depannya gak akan maju mundur🙏
total 1 replies
Maul
Sistemnya plin-plan wkwk
Maul
waduh, yang ini gk cadel😅
Maul
ngasuh diri sendiri 🤭
Maul
women
Maul
Ayahku adalah diriku sendiri🤔
Maul: cuma bercanda kak, soalnya kan mc nya masuk ke tubuh ayahnya sendiri😅 🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!